Articles

KAJIAN ASPEK LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN AGROEKOWISATA PADA SISTEM SUBAK Sumiyati, Sumiyati; Sutiarso, Lilik; Windia, Wayan; Sudira, Putu
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 12, No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the development of the tourism in Bali, one of the phenomena occurs was that the land conversion to the non-agricultural land and pollution, and increased water demand not only for irrigation. These conditions affect the sustainability of the subak system. One strategy to support the sustainability of the subak system is the synergy between agriculture (Subak) to tourism, which developed agroecotourism on the subak system. It must consider the physical and social environment. The purpose of this study is to analyze the existing condition of Subak in Bali and if it made the development agroecotourism on the subak systems. This is about the quality of irrigation water, the physical condition of irrigation facilities, subak system facilities, and socio-cultural conditions of subak system. Water quality in Subak Anggabaya, Subak Lodtunduh, and Subak Padanggalak with the development of Kertalangu agrotourism, is in good condition. It could be argued that if made ??the development of agroecotourism on the subak systems, irrigation water quality can still be maintained in good condition are used for agriculture. The value of physical conditions on Subak Anggabaya was 2.00 (moderate) and at the Subak Lodtunduh are 2.00. With the development of agroecotourism on the subak systems be 2.21 on Subak Anggabaya and 2.23 on Subak Lodtunduh. A Socio cultural condition on subak system management to support the development of agroecotourism area, at Subak Anggabaya was 2.00 (moderate) and at the Subak Lodtunduh are 2.23 (between moderate and good). With expected agroecotourism visitors activities can provide positive influence (3.00) to the local community and the socio cultural conditions of subak system can increase or better.
PENERAPAN METODE DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PECAHAN BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VIII B DI SMP NEGERI 01 WOHA KABUPATEN BIMA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Sumiyati, Sumiyati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.132 KB)

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung pecahan bentuk aljabar pada mata pelajaran Matematika dengan menerapkan metode Discovery siswa Kelas VIII B SMP Negeri 01 Woha  Kabupaten Bima tahun pelajaran 2011/2012. Subjek penelitian adalah serta siswa Kelas VIII B SMP Negeri 01 Woha  tahun pelajaran 2011/2012  yang berjumlah 37 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 10 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Jenis penelitin ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Data aktivitas belajar siswa diperoleh dengan cara observasi sedangkan data hasil menghitung kemampuan operasi hitung pecahan bentuk aljabar siswa diperoleh dari pemberian tes pada tiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan metode pembelajaran metode discovery  memiliki  dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai  dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (48,72%), siklus II (87,18%), sedangkan untuk ranah afektif yaitu siklus I (69,23%), siklus II (94,87%). Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa penerapan metode Discovery telah berhasil terlaksana dalam upaya meningkatkan kemampuan operasi hitung pecahan bentuk aljabar pada mata pelajaran Matematika siswa Kelas VIII B SMP Negeri 01 Woha  Kabupaten Bima
UJI PEMBERIAN LEGIN DAN PUPUK K TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) PADA KONDISI CEKAMAN NaCl Pujiasmanto, Bambang; Sumiyati, Sumiyati; Widijanto, Hery; NM, Alfiatun
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purposed to study the effectively of legin and potassium fertilizer under different NaCl stress on growth of soybean (Glycine max (L.) Merrill). An experimental research 2 X 3 X 4 was held with split-split plot design. The first factor was legin as main factor consisted of without legin (L0) and with legin (L1), the second factor was NaCl concentration as sub factor consisted of 0 mM (S0), 30 mM (S1), 60 mM (S2) and the third factor was ZK potassium fertilizer dosages as sub–sub factors consisted of 0 kg/ha (K0), 25 kg/ha (K1), 50 kg/ha (K2), 100 kg/ha (K3). Thus the number of combinations was 24, then 3 replicates was carried out for every combination. The variables are height of plant, chlorophyll content, total area of leaves, fresh weight of shoot, dry weight of shoot, shoot-root ratio, length of root, and N content of plant. The obtained data were analyzed using analysis of variance procedure at 5% level, if showed significant continued by 5 % of Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) and regression analysis. The result showed that NaCl concentration decreased total area of leaves. The highest mean was 573.95 cm2 at NaCl concentration 0 mM and the lowest mean was 421.34 cm2 at NaCl concentration 60 mM. Legin decreased the shoot-root ratio at 2 WAP (Week after Planting); the means are 18.41 at without legin and 10.04 at with legin. ZK potassium fertilizer increased total area of leaves and dry weight of shoot. ZK potassium fertilizer that increased the total area of leaves is 25 kg/ha, while at dry weight of shoot is 50 kg/ha. Interaction between legin and ZK potassium fertilizer held at total area of leaves and N content of plant. Interaction between NaCl concentration and ZK potassium fertilizer held at height of plant, total area of leaves, and shoot-root ratio. Interaction between three factors held at height of plant, total area of leaves and N content of plant. The highest dry weight of shoot 3.35 g at with legin, NaCl concentration 60 mM, ZK potassium fertilizer 50 kg/ha and the lowest 1.41 g at without legin, NaCl concentration 30 mM, ZK potassium fertilizer 0 kg/ha. Keywords: legin, NaCl stress, potassium fertilizer, soybean
EXPLORATION OF BACTRIOPHAGE VIRULENT TO XANTHOMONAS CAMPESTRIS PV CAMPETRIS TOWARD DEVELOPMENT AS BIOCONTROL AGENT FOR CABBAGE BLACK ROT DISEASE Widadi, Sri; Linayanti, Linayanti; Sumiyati, Sumiyati
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi Bactriophage virulen untuk Xanthomonas campestris pv campetristerhadap Pembangunan  sebagai   Agen   biokontro   untuk  Penyakit   Kubis   Busuk Hitam.  Penyakit busuk hitam yang  disebabkan  oleh   Xanthomonas campestris pv campetris  adalah  penyakit penting pada   tanaman   kubis dan   sejauh   ini  belumu   untuk   memuaskan   memuaskan dikendalikan.   Baru-baru  ini,  orang semakin sadar dampak negatif  dari  aplikasikan pestisida sintetis  dan pentingnya  menggunakan agen bioconrol   untuk  mengendalikan  hama karena mereka relatif  aman   dan  ramah  lingkungan.   Bakteriofage  adalah virus  yang  menginfeksi bakteri.Penggunaan fag untuk   pengendalian   penyakit   merupakan   daerah berkembang cepat perlindungan  tanaman dengan potensi besar untuk menggantikan kontro  l kimia dan sekarang lazim. Fag dapat digunakan secara efektif sebagai bagian dari strategi  manajemen penyakit terpadu.Yang    relatif mudah untuk mempersiapkan perawatan fag dan biaya produksi   yang   rendah dari   agen-agen membuat   mereka kandidat   yang   baik untuk digunakan secara luas di negara berkembang juga. Sejauh ini, dalam eksplorasi bakteriofage di  Indonesia untuk dikembangkan sebagai agen  biokontrol belum dilakukan belum. Di sisi lain, Indonesia adalah salah satu negara pandang  memiliki banyak   resources  keanekaragaman hayati  di dunia.  Jadi dapat  diperkirakan  bahwa banyak strain  bakteriofag  alami, yang dapat dikembangkan untuk agen biokontrol penyakit busuk hitam pada kubis.Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi  beberapa  bakteriofag virulen  untukXanthomonas campestris pv campetris dari lapangan. X. campestris pv campetris telah diisolasi dari kubis sakit di Blumbang, Tawangmangu.   Karakterisasi uji   biologis dari 10  sampel daun kubis yang  sakit menunjukkan bahwa sampel  semuanya  diindikasikan oleh X.  campestris pv campetris. Sedangkan  uji plak dari  10 sampel yang  diambil dari bidang menunjukkan indikasi pembentukan wabah. Penelitian  ini masihterus  menggali lebih  banyak sampel membentuk Tawangmangu, dan juga dari bidang lain kubis di Jawa Tengah.
PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. SENTOSA HASTAREKSA Sari, Whidya Udaya; Sumiyati, Sumiyati; Utama, Dian Herdiana
Journal of Business Management Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department Business Management Education of Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.084 KB)

Abstract

Persaingan dunia usaha yang semakin kompetitif, menuntut perusahaan untuk memiliki kinerja yang tinggi. Peningkatan kinerja sumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalam memperbaiki keberhasilan perusahaan, sehingga perlu diupayakan secara terus menerus dan berkesinambungan dalam menghadapi dunia global terutama pada industri ekspor impor di Indonesia. Kemampuan dan motivasi kerja dijadikan suatu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan di bagian produksi PT. Sentosa Hastareksa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan, motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, serta pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Sentosa Hastareksa. Objek penelitian ini adalah karyawan produksi PT. Sentosa Hastareksa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan dan motivasi kerja, serta variabel terikat yaitu kinerja karyawan dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, verifikatif, dan metode yang digunakan adalah explanatory survey dengan teknik sampel simple random sampling dengan jumlah sampel 141 responden. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi liniear berganda dengan alat bantu software komputer SPSS 22.0 for windows. Hasil yang diperoleh dalam penelitian menyatakan bahwa kemampuan dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan tingkat pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan kuat. Dari hasil penelitian terhadap pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa kemampuan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan Kata Kunci: Kemampuan, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH KORBAN SKIMMING DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 Ramdhan, Jovin Ganda; Sumiyati, Sumiyati
Mimbar Keadilan Vol 12, No 1 (2019): Februari 2019 – Juli 2019
Publisher : Faculty of Law, University of August 17, 1945 Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.566 KB)

Abstract

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, sektor perbankan sendiri membuat sebuah pelayanan baru, salah satu produk hasil teknologi di bidang perbankan yang dapat mempermudah kegiatan transaksi tanpa perlu mendatangi teller bank adalah mesin ATM. Berkembangnya sebuah teknologi selain berdampak positif dapat juga berdampak negatif, salah satunya adalah berkembangnya kejahatan di dunia maya atau biasa disebut dengan cybercrime. kejahatan pada ATM semakin banyak dilakukan dengan cara skimming yaitu dipahami sebagai metode “penyaringan” data pada kartu ATM nasabah. Dalam kasus skimming beban pembuktian terhadap ada atau tidaknya unsur kesalahan dalam gugatan ganti rugi sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 merupakan beban dan tanggung jawab pelaku usaha. Jadi apabila uang nasabah hilang dikarenakan di skimming oleh orang yang tidak bertanggung jawab, maka sesuai pasal 4 huruf (H) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen nasabah berhak mendapatkan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian atas uangnya yang hilang tersebut. Bentuk penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui 2 cara yaitu melalui peradilan atau litigasi dan melalui luar peradilan atau non litigasi. berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 01/POJK.07/2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan, apabila terjadi sengketa keuangan dapat diselesaikan melalui LAPSPI. LAPSPI yang didirikan mulai beroperasi pada Januari 2016 didirikan atas kesepakatan bersama enam asosiasi di sektor perbankan.
Aspek Ritual pada Sistem Irigasi Subak sebagai Warisan Budaya Dunia Windia, Wayan; Sumiyati, Sumiyati; Sedana, Gede
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 5, No 1 (2015): AIR DAN PERUBAHAN SOSIAL DI BALI
Publisher : Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis paper introduces some ritual activities performed by individual farmer within subak system. Subak is farmers managed irrigation system which has an irrigation water source irrigated to certain compound of rice fields and hasa particular temple. The ritual ceremony is a part of important thing of Tri Hita Karana (THK) implementation, namelyparhyangan aspect presenting the harmonious relationship between farmer and the God. The other components of THK are pawongan (the harmonious relationship among subak’s members) through the implementation of subak’s regulation (awig-awig); and palemahan presenting the harmonious relationship between farmer and environment through the rice field terrace maintenance. There are 16 activities of ritual ceremonies individually performed by farmer as subak’s member starting from the ritual of fetching irrigation water until the post-harvest ritual ceremony. A side from this, thereare also ritual ceremonies conducted by the all members at the subak level. Subak also has ritual ceremonies carried out together with the other subaks in the temples located near the dam, lake and others. These ritual activities constitute as acultural practices conducted by subak. Therefore, subak has been regarded as the keeper of Balinese culture by implementing THK, thus UNESCO has acknowledged subak asworld cultural heritage.
PENGARUH PROGRAM JASA BERBASIS VALUE MODEL MARKPLUS 2000 TERHADAP LOYALITAS PENUMPANG MASKAPAI GARUDA INDONESIA (Studi pada Pemegang Kartu Garuda Frequent Flyer Rute Jakarta-Surabaya) Sumiyati, Sumiyati; Purwanto, Tedy
STRATEGIC Vol 8, No 15 (2009)
Publisher : Indonesia University of Education, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.863 KB)

Abstract

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai penerbangan yang melayani rute domestik. Ketika dihadapkan pada pola persaingan yang semakin ketat dalam jasa transportasi udara, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan loyalitas penumpang. Tidak semua penumpang yang telah menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia akan kembali menggunakan jasa penerbangan Garuda Indonesia. Berbagai masalah dapat terjadi, dan akan semakin meningkat jika tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penumpang Garuda Indonesia rute Jakarta-Surabaya mengenai program jasa berbasis value model Markplus 2000. Gambaran loyalitas penumpang Garuda Indonesia rute Jakarta-Surabaya. Serta menguji seberapa besar pengaruh program jasa berbasis value terhadap loyalitas penumpang Garuda Indonesia rute Jakarta-Surabaya. Berdasarkan variabel yang diteliti maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan verifikatif. Metode pengembangan jangka waktu penelitian bersifat cross sectional method. Populasi penelitian ini berjumlah 1.453 orang. Berdasarkan teknik penarikan sampel secara stratisfield random sampling dan dengan menggunakan rumus slovin diperoleh sampel minimal sebesar 100 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan path analysis dengan bantuan software komputer SPSS 15.0. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa program jasa berbasis value pada model MarkPlus 2000 secara umum sudah baik, dilihat dari dimensinya faktor pembentuk paling dominan pada program jasa berbasis value ialah brand, sedangkan service merupakan faktor yang paling kecil berkontribusi. Loyalitas penumpang secara umum sudah baik. Dilihat dari dimensinya, maka tingkat merekomendasikan produk Garuda Indonesia karena kesetiaan merupakan faktor yang paling dominan, sedangkan tindakan yang dilakukan oleh penumpang apabila mengalami kekecewaan memberikan kontribusi paling rendah. Program jasa berbasis value pada model MarkPlus 2000 memiliki pengaruh yang positif terhadap loyalitas penumpang. Sehingga setiap praktik bisnis yang dibentuk dengan perencanaan yang baik dalam pelaksanaan program jasa berbasis value pada model MarkPlus 2000 akan menciptakan loyalitas penumpang yang tinggi. 
PERTANGGUNGJAWABAN PERUSAHAAN EKSPEDITUR KEPADA KONSUMEN BERDASARKAN UU NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN Lumba, Hermawan; Sumiyati, Sumiyati
Mimbar Keadilan Jurnal Mimbar Keadilan Januari-Juni 2015
Publisher : Mimbar Keadilan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.207 KB)

Abstract

Abstrak: Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Perusahaan Ekspeditur) merupakan salah satu bentuk perantaraan yang sering digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan pemenuhan kebutuhan terutama dalam proses pengiriman barang. Di dalam proses pengiriman barang, sering terjadi suatu keadaan yang menyebabkan barang yang di antarkan tidak sampai ke pihak yang di perjanjikan sesuai dengan keadaan yang di perjanjikan. Di dalam perkembangannya, banyak kasus bermunculan yang berkaitan dengan kelalaian Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Ekspeditur) yang menyebabkan keterlambatan, rusak atau hilangnya barang sehingga menimbulkan kerugian di pihak pengguna jasa. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisa pertanggungjawaban Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Ekspeditur) yang melakukan kelalaian dan menyebabkan keterlambatan, rusak atau hilangnya barang dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat dilakukan konsumen yang menggunakan jasa dari perusahaan jasa pengiriman barang apabila terjadi kelalaian, dikaitkan dengan Undang-undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.Keywords : ekspenditur, perlindungan konsumen
Aplikasi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Penentuan Strategi Pengembangan Subak Sumiyati, Sumiyati; Sutiarso, Lilik; Windia, I Wayan; Sudira, Putu
Agritech Vol 31, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.808 KB)

Abstract

Subak is a customary law community that has the characteristics of socio­religious­agriculture, which represents far­ mers’ associations that manage an irrigation system in paddy fields. One characteristics of the subak system is of the Tri Hita Karana (THK) concept based community management system. Recently, due to development of tourism sector, some problems occur i.e. : (i) decreasing agricultural land area, (ii) declining youth’s interest in farming system caused by the prospect of an employment opportunities in tourism sector is more promising than a farmer, and (iii) others inter­ est contained to water beyond agriculture sector.The purpose of this study were to identified the strengths, weaknesses,  opportunities , and challenges faced by subak; find some alternative strategy to subak development solution; and find a solution strategy as an effort to support the development and sustainability of subak.In this research, the determination of an appropriate alternative strategy is done step by step. First, made a SWOT matrix, then based on the SWOT matrix, composed some of alternative strategies, and later is selection of alternative solution strategies that are considered most appropriate, are conducted using Analytical Hierarchy Process (AHP). In this study, AHP resolved by Criterium Decision Plus program version 3.0.The assessment using the AHP results that subak development as agroecotourism zone is the alternative strategy with higher value (0.471) compare to either massal tourism zone (0.157) or agricultural field zone (0.372). Through the de­velopment of subak as an agroecotourism zone, this alternative can support the sustainability of subak system amongBali tourism development, which is a synergy between tourism and agriculture.ABSTRAKSubak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosio­agraris­religius, yang merupakan perkumpulan petani yang mengelola air irigasi di lahan sawah. Satu keistimewaan dari sistem subak adalah bahwa pengelolaan subak berazaskan pada konsep Tri Hita Karana (THK). Namun seiring dengan berkembangnya pariwisata, terjadi fenomena antara lain : (i) berkurangnya lahan sawah akibat alih fungsi lahan; (ii) minat generasi muda menjadi petani semakin menurun karena prospek kesempatan kerja di bidang pariwisata lebih menjanjikan daripada menjadi petani, dan (iii) terdapat kepentingan lain terhadap air di luar sektor pertanian.Tujuan penelitian ini adalah : mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi subak; me­ netapkan beberapa alternatif strategi untuk solusi pengembangan subak; dan menetapkan strategi solusi terpilih untuk pengembangan dan keberlanjutan sistem subak ditengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali.Pada penelitian ini, penentuan alternatif strategi yang sesuai dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dengan cara membuat Matriks SWOT. Tahap berikutnya, berdasarkan Matriks SWOT tersebut, disusun berbagai alternatif strategi. Selanjutnya, pemilihan  alternatif strategi solusi yang dianggap paling sesuai, dilakukan menggunakan Analitical Hi­ erarchy Process (AHP) yang diselesaikan dengan program Criterium Decision Plus Versi 3.0.Penilaian menggunakan AHP diperoleh hasil bahwa pengembangan subak sebagai daerah agroekowisata merupakan pilihan alternatif strategi yang mempunyai nilai (value) paling besar (0,471) dibandingkan dengan alternatif pengem­ bangan sebagai daerah wisata massal (0,157) maupun sebagai daerah pertanian (0,372). Dengan pengembangan subak sebagai daerah agroekowisata diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sistem subak ditengah perkembangan pari­ wisata Bali, yang merupakan sinergi antara pariwisata dan pertanian.
Co-Authors Agustianti, Uray Hanum Aini, Fajaria Nur Aini, Fajaria Nur Alfiatun NM Allail, Rifal Anita Widiastuti Aris Santjaka Arniati, Novi Asyadiyah, Siti Halimah Aviantara, Muhammad Putra Bambang Pujiasmanto Bambang Widjajanta, Bambang Daryati, Daryati Dessy Sunarsi Devi Yasmin, Devi Dian Herdiana Utama, Dian Herdiana Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dipayana, Komang Adi Djaswadi Dasuki Eded Tarmedi, Eded Edi Purwanto Edy Suryadi Elferida Sormin, Elferida Fadllillah, Nida Fauziah, R Siti Pupu Fitri, Ade Gede Sedana, Gede Ginting, Mandike Gunawan, Muhammad Taufik S Gustirani, Indri Hapsari, Wanodya Hardjoko, Dwi Harefa, Nelius Hastuti Hastuti Helman Fachri, Helman Hermawan Lumba, Hermawan Hery Widijanto hunaepi, Hunaepi Husnul Khotimah I KETUT SUAMBA I Made Nada I Putu Gede Budisanjaya I PUTU SURYA WIRAWAN I Wayan Tika I WAYAN WINDIA IDA AYU RINA PRATIWI PUDJA IN.S. MIWADA Jakaria Jakaria Juliandiny, Tiffany Jusfarani, Rony Kamal, Nasrul Komang Ayu Nocianitri Lanmazi, Lanmazi Lilik Sabdaningtyas Lilik Sutiarso Linayanti Linayanti Mahri, Nadya Makarim, Helwiyah Masharyono, Masharyono Masharyono, Masharyono Muiszudin, Muiszudin Muniroh, Shufiyati Nadia Maharani Nurfitrianti, Marisa Nurjannah Nurjannah Ova Emilia Pratiwi, Ngindi Fadhilah Puji Hastuti Purba, Leony Sanga Lamsari Putri Rahmawati Putu Sudira Ramadhaniah, Zarkiyah Ramdhan, Jovin Ganda Ratnasari, Desti Ridwan Purnama, Ridwan Rinaldi, R Rizky, Winda Prima Robissalami, Devi Rochmiyati Rochmiyati Ryan Rahmadi, Ryan Samsuddin Samsuddin Santoso, Sahid Sari, Whidya Udaya Senen, Syamsul H. Setiawan, I Made Dwi Dharma Sholihati Amalia Silmi Hibban Falah, Silmi Hibban Sri Widadi Sundawa, Irfan Noor Suparmi Suparmi Supiana, Supiana Suryaningrum, Ratih Susilawati, Nami Syafarina, Shenny Syamsul Hadi Senen, Syamsul Hadi Tedy Purwanto, Tedy Wardhana, R M Doni HA Wayan Tika WAYAN WINDIA Yohanes Setiyo Yuherman Yuherman Yuli Nawangsasi