Articles

Found 11 Documents
Search

PENDIDIKAN MORAL DI MALAYSIA: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH Sumintono, Bambang; Mohd Tahir, Lokman; Abdul Rahman, Mohd Anuar
Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Februari 2012, TH. II, No. 1
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.89 KB)

Abstract

Abstrak: Bentuk pendidikan karakter di sekolah di Malaysia sudah dilaksanakan sejak sekolah formal dimulai pada jaman penjajahan Inggris. Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang pesat membawa perubahan struktur masyarakat dan perilakunya yang membuat pendidikan moral sebagai pelajaran wajib untuk mengantisipasi perubahan sosial dan merupakan implementasi pendidikan karakter di sekolah bagi siswa non-Muslim. Mulai 1980-an diperkenalkan enam belas nilai murni yang harus dipahami siswa dan menjadi tema pokok bagi guru yang diterapkan dalam berbagai pelajaran dan aspek kehidupan. Berbagai tantangan dihadapi siswa dan guru dalam pembelajaran pendidikan karakter ini, mulai metoda pengajaran oleh guru di kelas, pembelajaran oleh siswa yang monoton dan lebih banyak menghapal, serta pola evaluasi yang diterapkan berhubung kompleksitas sistem nilai yang diujikan tidak selalu mudah disepakati bersama. Kata Kunci: pendidikan moral, pendidikan karakter, nilai, pendidikan Malaysia
Constraints and Improvement: A case Study of the Indonesia’s International Standard School in Improving its Capacity Building Sumintono, Bambang; Said, Hamdan; Mislan, Nora
Journal of Education and Learning Vol 6, No 1: February 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.106 KB)

Abstract

Improving school capacity building becomes one of the major themes in the educational effectiveness research. This paper investigates implementation of the International Standard School (SBI) policy in Indonesia which as an effort of school capacity building improvement in the country. Using framework that is developed by King and Newman (2001), several dimensions of capacity building with relation to knowledge, skill and disposition of individual staff, and professional learning community in a secondary school that is located in a small city in West Java, Indonesia involved in the program is analysed. It is found that policy structure of Indonesia’s SBI has not been adequately designed and developed to gear the school towards significant direction in terms of improving its capacity building. Teachers have difficulties to reach ‘international requirements’ such as communicating in English in teaching, program to improve the language fluency also not worked properly. School was not utilizing capacity to increase professional learning community between teachers, but rely on usual program.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TENAGA PELAKSANA ELIMINASI MENGGUNAKAN PEMODELAN RASCH sari, dini riyantini; Sekarwana, Nanan; Hinduan, Zahrotur Rusyda; Sumintono, Bambang
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.047 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10419

Abstract

Jenis penyakit filariasis limfatik telah lama menjadi masalah kesehatan khususnya daerah endemis filariasis di Indonesia. Tahun 2014 angka mikrofilaria rate (Mf rate) di Kelurahan Nibung Putih sebesar 2,08%. Tingginya prevalensi penyakit filariasis limfatik berhubungan dengan kualitas pelayanan Tenaga Pelaksana Eliminasi (TPE). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berupa formulir pengumpulan data hasil modifikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Valarei dan Nasution D.C. Pemodelan Rasch digunakan untuk analisis data kuesioner, desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan metode survei, pendekatan waktu cross sectional studies pada bulan April 2016 dengan subjek warga Kelurahan Nibung Putih yang berjumlah 103 orang. Item pada masing-masing konstruk didapati mempunyai daya diskriminasi yang beragam, yang menunjukkan instrumen mempunyai kemampuan mengukur. Hasil analisis keseluruhan responden bahwa sebanyak 103 berada di atas rata-rata logit item (+0,00 logit) yang menunjukkan persetujuan responden pada kualitas pelayanan. Hasil analisis univariat berdasarkan karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa umur masa remaja akhir (42,9%), jenis kelamin laki-laki (55,2%), pendidikan tidak tamat SD (66,7%), pekerjaan buruh dan karyawan swasta (100%), memberikan penilaian sangat puas terhadap dimensi kualitas pelayanan TPE di Kelurahan Nibung Putih.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pemodelan Rasch, Tenaga Pelaksana Eliminasi
Constraints and Improvement: A case Study of the Indonesia’s International Standard School in Improving its Capacity Building Sumintono, Bambang; Said, Hamdan; Mislan, Nora
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 6, No 1: February 2012
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.247 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v6i1.187

Abstract

Improving school capacity building becomes one of the major themes in the educational effectiveness research. This paper investigates implementation of the International Standard School (SBI) policy in Indonesia which as an effort of school capacity building improvement in the country. Using framework that is developed by King and Newman (2001), several dimensions of capacity building with relation to knowledge, skill and disposition of individual staff, and professional learning community in a secondary school that is located in a small city in West Java, Indonesia involved in the program is analysed. It is found that policy structure of Indonesia’s SBI has not been adequately designed and developed to gear the school towards significant direction in terms of improving its capacity building. Teachers have difficulties to reach ‘international requirements’ such as communicating in English in teaching, program to improve the language fluency also not worked properly. School was not utilizing capacity to increase professional learning community between teachers, but rely on usual program.
PEMAHAMAN SISWA PADA POKOK BAHASAN PELUANG: STUDI KASUS DI SATU SEKOLAH MENENGAH DI JOHOR BAHRU, MALAYSIA Aisyah, Maizatul Nur; Sumintono, Bambang; Ismail, Zaleha
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 19, No 1 (2014): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v19i1.420

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menantang pemahaman siswa; pokok bahasan peluang dalam topik statistik merupakan hal yang bermanfaat dan mempunyai aplikasi ke berbagai disiplin ilmu. Namun, pokok bahasan ini termasuk yang kurang dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah peluang (probabilitas) dan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh siswa dalam menyelesaikan masalah peluang. Untuk tujuan tersebut, satu studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus telah dilakukan dengan jumlah sampel secara purposif sebanyak delapan orang pada siswa kelas sepuluh di sekolah menengah negeri di daerah Johor Bahru, Malaysia. Data penelitian pada tahap awal didapat dengan memberikan ujian diagnostik kepada sampel, kemudian empat orang diantaranya dipilih untuk di wawancara secara mendalam mengenai jawaban yang diberikan. Wawancara difokuskan kepada pola pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah peluang dan masalah yang di hadapi oleh mereka dalam menyelesaikan masalah peluang tersebut. Data kualitatif kemudian dianalisis menggunakan kaedah analisis tematik. Hasil studi mendapati beberapa tema dan pola yang menjelaskan tentang pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah peluang yaitu miskonsepsi, penguasaan konsep yang lemah dan tidak memahami kalimat dan istilah.Kata kunci: miskonsepsi siswa, pendidikan matematika, pembelajaran peluang, sekolah menengah Malaysia
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGAJARAN: SURVEI PADA GURU-GURU SAINS SMP DI INDONESIA Sumintono, Bambang; Wibowo, Setiawan Agung; Mislan, Nora; Tiawa, Dayang Hjh
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 1 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i1.251

Abstract

Saat ini, informasi dan teknologi komunikasi (ICT) menjadi alat yang sangat diperlukan untuk belajar, khususnya multimedia komputer dan sumber daya internet. Makalah ini menyelidiki penggunaan ICT dalam pembelajaran oleh guru sains di sekolah menengah pertama dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada 151 guru yang berpartisipasi dalam studi ini menggunakan metode campuran, yang mereka diminta untuk mengisi kuesioner dan menjawab beberapa pertanyaan terbuka. Di banyak tempat, ilmu guru mulai sudah mulai menggunakan ICT dalam pengajaran dan kegiatan belajar, baik di laboratorium kelas atau komputer, serta penggunaan internet sebagai sumber belajar. Ada beberapa masalah yang terungkap disebabkan oleh hal-hal teknis (listrik, fasilitas hard ware, virus komputer) atau yang berhubungan dengan keterampilan dan isu-isu pengelolaan seperti pelatihan, penyusunan dan penggunaan yang efektif.Kata kunci: informasi dan teknologi komunikasi (ICT) untuk belajar, pendidikan multimedia, sumber belajar internet
USAHA GURU FISIKA DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALNYA (Studi Kasus di Kota Makassar) Djajadi, Muhammad; Sumintono, Bambang; Mislan, Nora
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 17, No 2 (2012): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v17i2.250

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi usaha guru fisika untuk belajar serta konten yang harus dipelajari pada suatu program pengembangan profesional. Penelitian dilakukan kepada guru fisika di 17 SMPN yang ada di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan instrumen pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara metode kuantitatif sederhana digunakan dengan kuesioner dimana 36 guru fisika berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kompetensi pengetahuannya, guru fisika melakukannya dengan berbagai cara: belajar mandiri, bertukar pikiran dengan sesama guru, belajar melalui internet, mengikuti program pelatihan dan kursus-kursus, dan melanjutkan pendidikan. Selanjutnya didapatkan pula bahwa sebagian besar guru fisika (78%) menginginkan ICT sebagai konten yang harus dipelajari dalam mengembangkan profesionalnya. Meskipun banyak juga guru yang memilih konten materi pengajaran, konten kurikulum dan pengajaran, dan konten pengetahuan pedagogi sebagai alternatif kedua.  Kata kunci: pengembangan profesional guru, guru fisika
CONTEXTUAL LEARNING IN ENVIRONMENTAL EDUCATION PROGRAM AND STUDENTS’ ATTITUDE ON HEALTH EFFECTS OF MERCURY: A RASCH MODELING ANALYSIS Sumintono, Bambang
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Pengajaran MIPA - April 2018
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v23i1.8997

Abstract

Environmental issues from pollution to climate change are a major concern in today’s world in which mining activities and its attributed pollution effects posed a looming threat to environment and human health. This study examines how the implementation of contextual learning in environmental education program could alter students’ attitude on health effects of mercury. Respondents were 165 junior high school students in Aceh Province-Indonesia. Students’ attitude on health effects of mercury was explored via questionnaire administered before and after learning, and the collected data was analyzed by Rasch Modeling. Rasch modeling indicated that contextual learning significantly alter students’ attitude on health effects of mercury. Students’ attitude changes before and after learning are discussed.
Science education in Malaysia: Challenges in The 21st Century Sumintono, Bambang
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2017, TH.XXXVI, NO.3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.907 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i3.16761

Abstract

Abstract: This article analyses the development of science education in the Malaysian schools? context. Several big changes have shifted the direction of science teaching to Malaysian students over the last fifty years. It started with curriculum reforms adopted by western countries in the 1960s and 1970s. The introduction of a new curriculum with an underlying ?child-centred? philosophy was developed and implemented in the 1980s. The importance of information technology and English as medium of instruction were characteristic in the late 1900s and 2000s. The impact of international study?s such as TIMSS and PISA paved a new direction for science education. Dynamics of science education in Malaysia shows interesting developments that informs us how the education system has adapted to challenges and trends. Keywords: Science Education, Malaysian School, information technology PENGAJARAN IPA DI MALAYSIA: TANTANGAN ABAD 21 Abstrak: Tulisan ini menganalisis perkembangan pengajaran IPA di sekolah Malaysia. Beberapa perubahan besar telah mengubah arah pengajaran IPA pada siswa-siswa di Malaysia selama 50 tahun terakhir. Perubahan dimulai dari perombakan kurikulum yang dilakukan negara-negara barat pada tahun 1960-an dan 1970-an. Pengenalan kurikulum yang didasarkan pada filosofi ?child-centred? dikembangkan dan diterapkan pada 1980-an. Pentingnya teknologi informasi dan bahasa Inggris sebagai media instruksional menjadi karakteristik pada akhir 1900-an and 2000-an. Dampak dari metode internasional seperti TIMSS and PISA menjadi arah baru dalam pendidikan IPA. Dinamika pendidikan science di Malaysia menunjukan perkembangan yang menarik yang membuktikan bagaimana sistem pendidikan telah menghadapi tantangan dan tren. Kata Kunci: pengajaran IPA, sekolah Malaysia , teknologi informasi
Pembelajaran Sains, Pengembangan Keterampilan Sains dan Sikap Ilmiah Dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Sumintono, Bambang
Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Study Program of Islamic Elementary Education, Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.303 KB) | DOI: 10.14421/al-bidayah.v2i1.97

Abstract

Perkembangan dunia yang cepat dan saling terinterkoneksi salah satunya memunculkan era baru yaitu ekonomi berbasis pengetahuan. Prasyarat untuk bisa sukses di dalamnya adalah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang sains dan teknologi. Pengajaran keduanya harus membekali siswa dalam hal berpikir kritis, keterampilan komunikasi yang kompleks dan kemampuan menyelesaikan masalah. Pengajaran sains di madrasah dan sekolah selama ini lebih banyak menekankan pada sains sebagai prodik (fakta, teori, hukum dll), padahal di saat yang sama terdapat alternative lain yaitu sains sebagai proses dan pengembangan keterampilan dan sikap ilmiah. Sehingga harapan penguasaan yang baik dan terampil sulit dicapai bila masih tetap menekankan pada sains sebagai produk. Tulisan ini menjelaskan pilihan pengajaran sains dan alat yang bisa digunakan untuk menerapkannya, serta seklaigus peluang yang bisa diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru.