Jenny Ratna Suminar
Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Konstruksi Identitas Penyandang Obsessive Compulsive Disorder

Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.855 KB)

Abstract

Penelitian, yang dilakukan oleh Prama Yudha Amdan,   dengan judul Konstruksi Identitas Penyandang Obsessive Compulsive Disorder bertujuan untuk melihat bagaimana penyandang Obsessive Compulsive Disorder memaknai identitas dirinya dalam interaksi sosial. Menggunakan   metode   kualitatif   dengan   pendekatan   fenomenologi   untuk   menjawab pertanyaan penelitian yang berusaha mengungkap konsep diri, persepsi terhadap orang-orang berpengaruh dan makna identitas diri  yang muncul melalui proses interaksi sosial. Data diperoleh dari 4 penyandang Obsessive Compulsive Disorder sebagai key informant. Makna  diri  penyandang  obsessive  compulsive  disorder  dipandang  melalui  beberapa  sisi, yakni 1.) Persepsi terhadap Penyandang Obsessive Compulsive Disorder, memandang penyandang kelainan ini memliki karakter yang cerdas, kuat, beruntung dan sensitif; 2.) Persepsi terhadap Obsessive Compulsive Disorder pada diri sendiri menghasilkan kesimpulan bahwa terapat penyandang Obsessive Compulsive Disorder yang memandang kelainan tersebut sebagai bagian dari konsep dirinya dan yang lain sebagai unit yang terpisah; 3.) Konsep Diri Penyandang Obsessive Compulsive Disorder memiliki nilai positif dan negatif. Orang-orang yang berperan dalam proses tumbuh kembang dan berada di sekitar penyandang Obsessive   Compulsive   Disorder   memberikan   pengaruh   besar   terhadap   pembentukan identitas. Dalam menjalin relasi sosial, penyandang Obsessive Compulsive Disorder cenderung lebih menutup diri dan seringkali menerima pelabelan lantaran sikapnya dalam berinteraksi yang kemudian menajadi identitasnya. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan penerimaan seseorang atas kondisinya sebagai penyandang Obsessive Compulsive Disorder juga mempengaruhi identitasnya. Gambaran kondisi penyandang Obsessive Compulsive Disorder dalam membangun identitasnya diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi kita untuk dapat lebih bijaksana dalam membangun komunikasi dan hubungan antar-pribadi.

Hubungan antara Penggunaan Padjadjaran Academic Information System (PACIS) dengan Sikap Mahasiswa Terhadap Informasi Akademik

Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.329 KB)

Abstract

The purpose of this research to find the correlation between uses of Padjadjaran Academic Information System(PACIS) with student’s attitude toward academic information.Method that used on this research was correlation method. Primary data for this research was collected by questionnaires, which was spread to respondents are bachelor and diploma students of Communication Faculty, Padjadjaran University year 2007-2011, there were 96 students with proportional stratified random sampling method.The result of this research indicates that there is significant correlation between uses of Padjadjaran Academic Information System (PACIS) with Fikom Unpad student’s attitude toward academic information. Intensity of uses and content of PACIS had significant correlation with Fikom Unpad student’s attitude toward academic information, meanwhile the attraction of PACIS had a non-significant correlation. Keywords: internet, uses, media, attitude, academic information [1] Penulis [2] Pembimbing Utama [3] Pembimbing Pendamping    

Hubungan antara Terpaan Berita Artis Saipul Jamil Bekerja Pasca Kecelakaan dengan Sikap Masyarakat mengenai Profesionalisme

Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.21 KB)

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan berita artis Saipul Jamil bekerja pasca kecelakaan di situs Detikcom dengan sikap masyarakat Kota Bandung mengenai profesionalisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan pengumpulan data menggunakan angket, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk populasi pada penelitian ini adalah warga RT 05 RW 13 Kel. Sekeloa Kec. Coblong Kota Bandung dengan penarikan sample dilakukan secara cluster banyak tahap (multistage). Berdasarkan pengolahan data yang peneliti lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terpaan berita artis Saipul Jamil bekerja pasca kecelakaan di Detikcom ada pada kategori tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari setiap sub variable yaitu intensitas terpaan, isi pesan, daya tarik pesan ada pada kategori tinggi. Selain itu, indikator pada setiap sub variabel kognisi, afeksi dan konasi juga ada pada kategori tinggi. Saran dari penulis adalah agar pemberitaan positif seperti tentang profesionalisme lebih ditingkatkan. Selain itu Detikcom disarankan meningkatkan gaya penyampaian informasi agar terlihat lebih menarik.Kata kunci: profesional, terpaan media

Hubungan antara Penggunaan Blog Dunia Aleut dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Anggota Komunitas Aleut

Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Edisi Perdana eJurnal Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.979 KB)

Abstract

Jeanne Anggun Y B, 210110070177, Jurusan Manajemen Komunikasi. Penelitian ini berjudul  “Hubungan Antara Penggunaan Blog Dunia Aleut Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Anggota Komunitas Aleut”. Penelitian ini di bawah bimbingan Dr. Jenny Ratna Suminar, Dra., M.Si sebagai pembimbing utama dan Uud Wahyudin, S.Sos, M.Si sebagai pembimbing pendamping.Merujuk pada teori Information Seeking, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan blog Dunia Aleut, isi pesan blog, dan tampilan blog dengan kebutuhan informasi anggota komunitas Aleut mengenai sejarah Bandung.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisa data deskriptif dan inferensial melalui uji hipotesis Spearman Rank. Sampel dari penelitian ini adalah anggota komunitas Aleut.  Teknik sampling yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 76 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara penggunaan blog Dunia Aleut, isi pesan blog Dunia Aleut, dan tampilan blog Dunia Aleut dengan kebutuhan informasi anggota komunitas Aleut mengenai sejarah Bandung.Peneliti menyarankan  agar kedepannya blog ini dapat menampilkan informasi yang lebih banyak lagi dan menambah variasi informasi yang disampaikan sehingga dapat meningkatkan intensitas mengakses. Selain itu, tampilan blog juga sebaiknya dibuat lebih menarik dan menampilkan foto yang lebih menarik serta lebih baik kualitasnya.   Keywords:  blog, pemenuhan kebutuhan informasi

KONSTRUKSI IDENTITAS GURU PROFESIONAL SEBAGAI KOMUNIKATOR PENDIDIKAN: STUDI FENOMENOLOGI IDENTITAS GURU PROFESIONAL PADA KOMUNIKASI PENDIDIKAN DI KOTA BANDUNG

Indonesian Journal of Dialectics Vol 1, No 3 (2011)
Publisher : Program Pascasarjana Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to elaborate how teachers identified themselves within the context of professionalism. This study used qualitative method with phenomenological approach to answer some research questions as follow: how did they construct the meaning of teaching as a profession, how did they construct the teacher professionalism identities, and what were communication competencies of professional teachers as education communicators. Data were collected from 13 teachers selected purposively as key informants.The results indicated two categories of teacher’s meaning identity i.e. teachers as noble profession (positive) and teachers as marginal profession (negative). Teachers perceived positive meaning as such that teaching was an inspiring profession, social profession, and civilization transforming profession to build nation characters. Meanwhile, teachers perceived negative meaning as such that teaching was merely reserved profession and/or marginal profession.Other findings suggested that these personal characteristics were mostly embedded in female teachers who had motherly instincts to nurture and educate. Teacher professionalism was defined as a label for teachers who possessed qualifications, such as having vision and mission in education, strong character and integrity, graduated from college of education, entertaining, ethical and fully competent. Teacher certification was perceived from positive perspective as a proof of professionalism and as a requirement for improving teachers welfare. Research findings might be able to be adapted by policy makers in improving the recruitment system. Better teachers and educational college managers or administrators could be recruited to generate better education communicators that might provide leverage to continuously improving the quality of human resources in Indonesia.

KONSTRUKSI SOSIAL ANGGOTA GENG MOTOR DI KOTA BANDUNG

Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.378 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna diri anggota geng motor, pengharapan anggota geng motor akan diri yang ideal, dan dinamika pembentukan makna diri geng motor yang meliputi latar belakang komunikasi dengan keluarga, sesama anggota geng motor, dan lingkungan sekitar mereka. Kejahatan geng motor selalu meresahkan masyarakat karena kebrutalannya dalam merusak dan membunuh korban tanpa alasan yang jelas. Pola kejahatannya sama, yaitu dengan mengendarai sepeda motor, mereka merusak dan merampok mini market atau mengejar korban yang tidak bersalah, melukai atau bahkan membunuhnya. Melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan, penelitian ini mencoba membangun realitas geng motor di Kota Bandung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum bergabung dengan geng motor, mereka melihat dirinya biasa saja, namun setelah bergabung dengan geng motor mereka merasa diri “pang aingna”. Anggota geng motor secara kognitif sebenarnya menyadari kalau diri yang ideal adalah menjadi “pemuda baik-baik” seperti yang diharapkan masyarakat. Namun, interaksi dengan teman-teman dalam geng motornya membuat mereka berperilaku “ideal” versi kelompok itu. Selain itu, tidak sepenuhnya benar anggapan tentang anggota geng motor berasal dari keluarga “broken home” namun, komunikasi dalam keluarga memang sangat minim.

Konstruksi Identitas Guru Bimbingan Konseling sebagai Komunikator Pendidikan

Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.949 KB)

Abstract

Penelitian ini bermula dari dihilangkannya jam kelas bagi guru bimbingan dan konseling (BK) serta masih kurangnya jumlah guru BK di SMA Negeri di Kota Bandung. Peneliti ingin mengkaji lebih jauh mengenai motivasi, makna profesi, dan pengalaman komunikasi yang dialami oleh guru BK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mencoba untuk mencari pemaknaan mengenai bagaimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting dalam kerangka intersubjektivitas. Pada penelitian ini data diperoleh dari tujuh guru BK sebagai key informant. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga kategori yang melatarbelakangi alasan untuk menjadi guru, yaitu keinginan pribadi, arahan orang tua dan lingkungan pergaulan atau pertemanan. Hasil penelitian ini juga memunculkan dua kategori makna identitas guru BK, yaitu makna positif dan makna negatif. Makna positif dinyatakan pada guru sebagai orang tua, dicintai anak-anak, membantu siswa mengenali dirinya, harus tahu segala hal, dan guru yang sempurna. Makna negatif dinyatakan pada guru sebagai ganjal pintu dan guru yang masih dianggap sebagai polisi sekolah. Pengalaman komunikasi guru BK berlangsung pada konteks komunikasi antarpribadi, kelompok dan organisasional. Guru BK sebagai komunikator pendidikan harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Gambaran kondisi guru BK dalam memaknai profesi diharapkan dapat dijadikan rujukan pengambil kebijakan agar lebih memahami secara mendalam mengenai pentingnya keberadaan guru BK di sekolah.

PENGARUH TERPAAN INFORMASI RISET MELALUI WEBSITE www.ppet.lipi.go.id TERHADAP SIKAP MAHASISWA MENGENAI PENELITIAN

Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.989 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh terpaan informasi riset di Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI melalui website www.ppet.lipi.go.id terhadap sikap mahasiswa mengenai penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya pengaruh jumlah waktu yang digunakan dalam mengakses informasi terhadap sikap mahasiswa mengenai penelitian, isi pesan terhadap sikap mahasiswa mengenai penelitian, dan hubungan individu dengan media terhadap sikap mahasiswa mengenai penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara keseluruhan terpaan informasi riset melalui website www.ppet.lipi.go.id berpengaruh secara signifikan terhadap sikap mahasiswa Teknik Telekomunikasi Telkom University mengenai penelitian. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah waktu yang digunakan dalam informasi dan variabel hubungan individu dengan media memberikan pengaruh yang siginifikan terhadap sikap mahasiswa mengenai penelitian. Sedangkan variabel isi pesan tidak memberikan pengaruh yang siginifikan karena memberikan pengaruh yang sedikit. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa secara keseluruhan informasi riset telah melakukan terpaan cukup besar terhadap sikap mahasiswa jurusan Teknik Telekomunikasi Telkom University mengenai penelitian yang mengakses website www.ppet.lipi.go.id.

The Phenomenon Of Marriage Couples With Long-Distance Relationship

MIMBAR (Jurnal Sosial dan Pembangunan) Volume 34, No. 1, Year 2018 [Accredited Ranking Sinta 2]
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.43 KB)

Abstract

The study has a purpose of elaborating the motives of living in a long-distance relationship, how is the interpersonal communication and communication experience of a long-distance marriage partner if one of them stay in Bandung. The research method uses constructivist paradigm with phenomenology tradition. Data is obtained through in-depth interviews with six informants who undergo long-distance relationship with their respective spouses. The result of this study finds that the motive of getting married in long-distance couples is the motive of cause (because of motive): feeling that they match for each other, the compatibility in communicating and having the same mission/vision in life. While the purpose motive (in order to motive): gaining support and building a sakinah family. Interpersonal communication in long-distance couples is a commitment built on trust and supporting each other's activities. Happiness is believed to be the power of commitment to marital relationships. The communication experience of long-distance marriage partners is to maintain quality of communication, such as expression of longing, asking news, encouraging, supporting, and also praying for mutual success. This is done by utilizing various media that the informants have.

LITERASI KESEHATAN MASYARAKAT DALAM MENOPANG PEMBANGUNAN KESEHATAN DI INDONESIA

PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan dan informasi kesehatan yang kurang efektif sering dikaitkan dengan buruknya mutu layanan kesehatan atau penyampaian informasi dan penggunaan media yang kurang tepat. Sementara itu banyak penelitian dari sisi pengguna layanan kesehatan, menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan individu merupakan penentu health outcomes atau hasil yang diperoleh dari upaya untuk sehat yang pada gilirannya menentukan kualitas hidup individu, bukan layanan atau media informasi kesehatan yang menentukannya. Literasi kesehatan yang rendah berhubungan dengan tingginya kebutuhan perawatan di rumah sakit, tingginya angka kesakitan, tingginya angka kematian dan kemiskinan yang pada gilirannya mempengaruhi pembangunan kesehatan. Literasi kesehatan menjadi kajian yang perlu dikembangkan untuk mengoptimalkan proses komunikasi kesehatan baik dari aspek komunikasi dokter/petugas kesehatan – pasien, maupun untuk mengoptimalkan kemampuan pasien dalam mengakses, mengolah dan memahami informasi dari berbagai media . Melalui studi pustaka diperoleh pemahaman tentang definisi dan pengertian tentang literasi kesehatan dari berbagai perspektif atau dimensi, metode pendekatan yang digunakan untuk melakukan penelitian tentang literasi kesehatan, instrumen yang dikembangkan untuk mengukur tingkat literasi kesehatan dan berbagai hasil penelitian literasi kesehatan dalam berbagai konteks penyakit. Kata kunci : informasi