Articles

Tingkat dan Faktor Risiko Kekebalan Protektif terhadap Rabies pada Anjing di Kota Makassar (RATE AND RISK FACTORS OF PROTECTIVE IMMUNITY AGAINST RABIES ON DOGS IN THE CITY OF MAKASSAR) Utami, Sri; Sumiarto, Bambang
Jurnal Veteriner Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rate and risk factors on protective immunity against rabies were conducted in Makassar city. Theaims of this study were to determine the level of immunity of dog and find out the association betweenmanagement factors and the level of maintenance of the dog immunity against rabies. Two hundred andforty-six serum samples were collected for measurement of dog immunity level with a method of enzymelinked immunosorbent assay (ELISA). Maintenance management data were gathered throughquestionnaires and direct observation. Analysis of data obtained by the level of immunity was donedescriptively. The significance association between the risk factors and the strength of immunity level wascalculated by using Chi square (X2) and odds ratios. The results showed only 12.2% of dogs had a protectiveantibody against rabies at > 0.5 IU/ml. Factors affecting the level of protective immunity against rabieswere the first vaccination at 1-6 months age (OR = 18.6), post-vaccination after 1-6 months (OR = 6.0), themaintenance location of dogs in urban areas (OR = 4.5), dog caring management in house (OR = 3.8), andowner income above Rp. 2.000.000/month (OR = 3.0). It is concluded that the low level of protective immunityagainst rabies and the dog bites reported each year indicates that Makassar, as endemic areal of rabies,is a threat to the outbreak of the disease in animals and humans to the surrounding areas.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ESCHERICHIA COLI O157:H7 PADA DAGING SAPI DI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI. ISOLATION AND IDENTIFICATION ESCHERICHIA COLI O157:H7 ON BEEF AT BADUNG REGENCY PROVINCE OF BALI Suardana, I Wayan; Sumiarto, Bambang; Widaya Lukman, Denny
Jurnal Veteriner Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan bahan pangan merupakan masalah yang amat penting bagi konsumen dan industri pangan. Cemaran bakteri Escherichia coli dan Coliform dianggap sebagai indikator sanitasi dalam proses pengolahan bahan pangan. Pelacakan bakteri patogen dalam pangan juga telah dilakukan secara rutin, termasuk yang bersifat zoonosis seperti Escherichia coli O157:H7. Bakteri ini menghasilkan toksin yang dikenal dengan Shiga toxin. Toksin ini dapat menimbulkan diare berdarah, colitis haemorrhagi dan hemolytic uremic syndrome (HUS) pada manusia. Dalam penelitian ini dipelajari hubungan antara tingkat cemaran dan insidensi Coliform, E.coli, E.coli O157 dan E.coli O157:H7 pada daging sapi. Bakteri pertama ditumbuhkan pada media EMBA, selanjutnya dipupuk pada media SMAC dan diakhiri dengan uji aglutinasi lateks untuk memastikan keberadaan bakteri E.coli O157 dan uji antiserum H7 untuk memastikan isolat yang diisolasi merupakan isolat E.coli O157:H7. Hasil isolasi dan identifikasi terhadap 89 sampel daging sapi diperoleh hasil rata-rata tingkat cemran coliform dan E.coli sebesar 93,01+ 2,64x103 cfu/g dan
Deteksi Produksi Toksin Stx-1 dan Stx-2 dari Escherichia coli O157:H7 Isolat Lokal Hasil Isolasi Feses dan Daging Sapi Suardana, I Wayan; Krisna Erawan, I Gusti Made; Sumiarto, Bambang; Widaya Lukman, Denny
Jurnal Veteriner Vol 10, No 4 (2009)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shiga toxin produced by Escherichia coli O157:H7 can cause outbreaks and sporadic cases of serioushuman diseases. The diseases are indicated by hemorrhagic colitis and hemolytic uremic syndrome. Meatand meat products have been identified as vehicles of food borne disease caused by E.coli O157:H7. Themain aim of this research was to identify the correlation between the level of E.coli O157:H7 contaminationand the presence of Shiga toxin (Stx1 and Stx2) by applying method of Vero toxin Escherichia coli-ReversePassive Agglutination Test (VTEC-RPLA). The results showed that 3 of 7 isolates and 1 of 4 isolatesisolated from feces of cattle and beef, respectively produced Stx 1 (VT1). In the detection of Stx 2 (VT2), 4of 7 isolates and 1 of 4 isolates, isolated from the same samples were found to produce this toxin.According to all isolates, in this research showed, 1 isolate was found to produce VT2, 4 isolates to produceboth VT1 and VT2, while 6 isolates showed negative results either to VT1 or VT2.
Deteksi Virus Avian Influenza H5N1 pada Anak Ayam Umur Satu Hari dengan Teknik Imunohistokimia Setyawati, Sophia; Damajanti Soejoedono, Retno; Handharyani, Ekowati; Sumiarto, Bambang
Jurnal Veteriner Vol 11, No 4 (2010)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avian Influenza (AI) or bird flu caused by virus H5N1 is still present in Indonesia. The Department ofAgriculture of Indonesia has banned poultry distribution from endemic to non endemic area, except fordistribution of day old chick (DOC). The aim of this research was to detect AI virus infection in DOCdistributed from AI endemic to AI non endemic areas. Two hundred and forty DOCs from farms in WestJava and Banten were collected from Soekarno Hatta airport. Their antibody titers were examined againstAI virus by Haemaglutination Inhibition (HI) test. The AI virus detected in tissues (trachea, lung, heart,kidney, liver, and intestine) by immunohistochemistry technique. Detection of AI virus using anti AI H5N1monoclonal antibody was conducted AEC as chromogen. The result showed that 66,2% of DOC were positiveAI and 33,8% were negative AI. The 66,2% of positive samples, 43,3% showing the presence of AI antigenin trachea, lung and intestine, and 22,9% were presence in liver and kidney. DOCs were infected AI viruswith subclinical symptoms and they were potential as the source of rapid AI spread in Indonesia. It istherefore important to take a very cautious measure to prevent the spread of AI via DOC from AI endemicto free area.
STATUS VAKSINASI RABIES PADA ANJING DI KOTA MAKASSAR RABIES VACCINATION STATUS OF DOGS IN MAKASSAR Utami, Sri; Sumiarto, Bambang; Susetya, Heru
Jurnal Sain Veteriner Vol 26, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3584.959 KB)

Abstract

Telah dilakukan suatu analisis cakupan vaksinasi rabies pada anjing di kota Makassar. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui cakupan vaksinasi anjing bertuan, serta asosiasi antara status vaksinasi dan faktorfaktormanajemen pemeliharaan anjing. Sebanyak 246 sampel anjing dipilih untuk mengetahui status vaksinasirabies. Analisis status vaksinasi dan faktor pemeliharaan anjing dilakukan secara deskriptif. Uji Chi square (c2)dan odds ratio (OR) digunakan mengetahui asosiasi antara faktor-faktor yang diteliti dan status vaksinasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi pada anjing bertuan di kota Makassar sangat rendah(21 %). Rendahnya cakupan vaksinasi tersebut diperkirakan berhubungan dengan cara pemeliharaan (P=0,002;OR=4,3), tujuan pemeliharaan (P=0,009; OR=2,3), pengetahuan pemilik tentang rabies (P=0,001; OR=3,0),penghasilan di atas Rp 2.000.000,00 (p=0,000; OR=5,0), dan lokasi pemeliharaan urban area (P=O,OOOI; OR=4, 1).Kata kunci: Cakupanvaksinasi, rabies, faktor risiko
Prevalensi dan Analisis Faktor-faktor Infeksi Escherichia coli 0157:H7 pada Peternakan Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman Hanif, Siti Khairul Saadah; Sumiarto, Bambang; Budiharta, Setyawan
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.448 KB)

Abstract

.
PENENTUAN DAN ANALISIS SECARA MOLEKULER DAM STRAIN Schistosoma japonicum (TREMATODA) DI INDONESIA = DETERMINATION AND MOLECULAR ANALYSIS OF STRAIN OF Schistosoma japonicum (TREMATODA) IN INDONESIA ., Kurniasihl; Sudjadi, F.A.; Sumiarto, Bambang; Noor, Susan M.
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6422.735 KB)

Abstract

Schistosomiasis adalah penyakit endemik yang dapat menyerang manusia dan hewan di sekitar danau Lindu dan lembah Napu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya variasi intra-spesies dari cacing dewasa Schistosoma japonicwn berasal dari Indonesia. Tikus liar dan siput, Oncomelania hupensis lindoensis, diambil dari danau Lindu dan lembah Napu, Sulawesi Tengah. Serkaria S. japonicum yang keluar dari siput kemudian di infeksikan ke lima ekor mencit untuk pengamatan cacing dewasa dan perubahan histopatologi semua organ. Serkaria dan owing dewasa diamati morfologinya, sebagian cacing dewasa di fiksasi dengan larutan ethanol absolut untuk dilakukan ekstraksi rDNA, amplifikasi dengan PCR, atau analisis restriction length fragment polymorphism (RFLP) dengan enzim digesti dan elektrophoresis pada agarose. Ekstraksi rDNA caring jantan dan betina secara individual dengan metoda phenol chloroform dan amplifikasi rDNA. menunjukkan hasil band yang baik. Hasil analisis RFLP dengan menggunakan 3 enzim Windifi, EcoRI dan menunjukkan perbedaan strain S. japonicum yang berasal dari Napu dan Lindu. Variasi intra-spesies rDNA cacing dewasa dijumpai pula di lembah Napu.
Kajian Kasus-kontrol Avian Influenza Pada Unggas di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta= A Case-control Study on Avian Influenza in Poultry in East Java, Central Java and Yogyakarta Special Province. Widiasih, Dyah Ayu; Susetyo, Heru; Sumiarto, Bambang; Tabbu, Charles Rangga; Budiharta, Setyawan
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1791.726 KB)

Abstract

Kajian kasus-kontrol yang dirancang untuk menyidik kejadian avian influenza (Al) dan mencari hubungannya dengan faktor resiko penyakit, telah dilakukan terhadap 218 dusun di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai kasus (109 dusun) adalah dusun yang pernah dilaporkan atau sedang mengalami kasus AI, dan kontrol (109 dusun), adalah dusun yang dilaporkan belum pernah mengalami, tetapi dekat dengan dusun kasus. Kuesioner digunakan untuk menjaring variabel yang diperkirakan berasosiasi dengan kejadian AI. Data yang diperoleh dianalisis dengan Chi Square (x2) dan odds ratio (OR). Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor adanya hewan pengerat (OR = 1,90), faktor adanya burung liar (OR = 24,00), faktor pekerja pulang sehabis kerja (OR = 2,65), dan faktor sektor III (OR = 1,79) mempunyai asosiasi karat dengan kejadian AI di suatu dusun, sedangkan beberapa faktor biosekuriti berasosiasi lemah (OR = 1,0 – 1,5) terhadap kejadian Al.
PRODUKSI ANTIBODI MONOKLONAL TERHADAP ISOLAT LOKAL Escherrichia coli 0157;H7 UNTUK PENGEMBANGAN DAN IDENTIFIKASI Vercytotoxigenic Escherrichia coli DENGAN ELISA Sumiarto, Bambang; Budiharta, Setyawan; Asmara, Widya; Prodjoharjono, Subronto
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.717 KB)

Abstract

.
PREVALENCE AND FACTORS. ASSOCIATED WITH MASTITIS IN SMALLHOLDER DAIRY COWS IN DISTRICT OF SEMARANG, CENTRAL JAVA Sutarti, Eko; Budiharta, Setyawan; Sumiarto, Bambang
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.075 KB)

Abstract

Kajian tentang prevalensi dan faktor-faktor penyebab mastitis pada sapi perah rakyat di, kabupaten Semarang propinsi Jawa Tengah telah dilakukan terhadap 237 sampel sapi perah, rakyat kabupaten Semarang. Teknik yang digunikan untnk pengambilan sampel adalah tahapan ganda (two stage sampling), selanjutnya pemilihan peternak menggunakan Convenient sampling, sedang pemilihan ternak dengan teknik klaster. Diagnosis mastitis, subklinis dilakukan Californias Mastitis Test (CMT) dan yang klinis secara fisik. Seekor sapi, dinyatakan menderitamastitis bila paling tidak salah satu ithartitnyal didiagnosis positif mastitis. Satu peternak dinyatakan positif mastitis paling tidak ada satu ekor sapinya menderita mastitis. Faktor-faktor yang beraiosiasi dengan mastitis didapat dari regresi logistik:: Hasil penelitian, menunjukkan prevalensi mastitis pada sapi perah di Kabupaten Semarang pada tingkat peternak 46;61 %, dan Pada tingkat ternak 35,86 %. Pada kejadian mastitis secata menyeluruh, faktor-faktor yang mendukung tempat pembuangan limbah, kebersihan ambing sesudah diperas kualitas/kebersihan air, kebersihan lantai kandang, dan kebersihan sapi berasosiasi, negatip. Faktor-faktor yang lain yakni jumlah  pemilik temak, lokasi. pemerahan, sumber air, kebersihan lingkungan kandang,dan umur berasosiasi positip. ; kata kunci : prevalensi, mastitis, sapi perah rakyat, regresi logistik.