Sumarwati Sumarwati
Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa

Published : 46 Documents
Articles

PEMBUATAN PETA SEMANTIK PADA KEGIATAN PRABACA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN SISWA SEKOLAH MENENGAH

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.773 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to improve the reading ability through thue use of  semantics mapping. This study was an classroom  action research and conducted  in three cycles. The participants were nineth studets of class E of SMP Negeri 27 Surakarta. The result showed that there was an improvement in the percentace of  formulating  the semantics mapping, reading activity and ability. The effective learning procedure was as follows. The students surveyed the text, formulated semantics mapping with questions word 5W + 1 H which organized on the board underheadings, memorized the semantics mapping, read the text intensively that they could use their maps as a review of information gained, stated the information about topics in the semantics mapping, and answered the questions (take a test).  The conclusion of this research is when students have a purpose for reading a selection, they find that purpose not only directs their reading towards a goal, but helps to focus their attention. Keywords: semantics mapping, intensive reading, reading ability, reading process, pre-reading

GAYA BAHASA DALAM NOVEL TERJEMAHAN SANG PENGEJAR LAYANG-LAYANG (THE KITE RUNNER) KARYA KHALED HOSSEINI

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.183 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is : (1) to describes the dominant language of style is use by Khaled Hosseini in the translation novel The Kite Runner, and (2) perception readers againt the used language of style in novel. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were in-depth interviews and document analysis. Data analysis technique used is the interactive analytical model that includes four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The conclusions of this study are as follows. Those figurative languages are:  figurative languages based on the sentence structure used are: (a) antithesis and (b) repetition which includes anaphora, anadiplosis, symploche, epizeuksis, epistrofa, tautotes, epanelepsis, and messodiplosis. The figurative languages based on delivering meaning are rhetoric language and figurative language. The rhetoric languages are: (a) hyperbola, (b) asyndeton, and polycideton while for the figurative languages are: (a) personification (b) simile (c) metaphor, (d) metonymies, and (e) sarcasm. Reader perception related to the using of repetition figurative language, hyperbola, personification, simile, metaphor are the most used dominant in the translated novel Sang Pengejar Layang-layang (The Kite Runner), each figurative language has different meaning and function in supporting the success of the works. The benefit of those figurative languages are vary, such as ability in creating esthetic effect in a sentence, giving clear effect on the important part of story, giving the characteristic and following certain trend on a writing, giving strong point in the content of story, concrete things which is abstract, clearing purpose, creating the real image by exaggerating story, and also helping readers’ imaginations. Keywords: translation novel, The Kite Runner novel, language style, perception readers Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) gaya bahasa yang dominan oleh Khaled Hosseini dalam dalam novel terjemahan Sang Pengejar Layang-layang dan  (2) persepsi pembaca terhadap pemakaian gaya bahasa tersebut.. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan yaitu: (a) antitesis, dan (b) repetisi yang meliputi anafora, anadiplosis, simploke, epizeukis, epistrofa, tautotes, epanelepsis, dan messodiplosis. Gaya bahasa berdasarkan penyampaian makna terdiri atas bahasa retoris dan bahasa kiasan. Bahasa retoris antara lain: (a) hiperbola, (b) asindeton, dan (c) polisindeton sedangkan bahasa kiasan antara lain: (a) personifikasi, (b) simile, (c) metafora, (d) metonimia, (e) sarkasme. Persepsi pembaca terkait dengan pemanfaatan gaya bahasa repetisi, hiperbola, personifikasi, simile, dan metafora sebagai gaya yang dominan dalam novel terjemahan Sang Pengejar Layang-layang (The Kite Runner) adalah setiap gaya bahasa memiliki makna dan fungsi berbeda dalam mendukung keberhasilan suatu karya. Manfaat gaya bahasa tersebut beragam antara lain mampu menciptakan efek estetis dalam sebuah kalimat, memberikan efek penegasan pada bagian cerita yang dianggap penting, memberikan kekhasan atau mengikuti trend tertentu pada sebuah tulisan, memberikan penguatan pada isi cerita, mengkonkretkan hal-hal yang bersifat abstrak, memperjelas maksud, menciptakan citraan yang nyata dengan melebih-lebihkan cerita, serta membantu daya imajinasi pembaca   Kata kunci:  novel terjemahan, novel Sang Pengejar Layang-layang, gaya bahasa, persepsi pembaca

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.475 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to describe picture of inner conflict experienced by film the main character and solution of main character in Sang Pencerah a film by Hanung Bramantyo in dealing with inner conflict. This research is a qualitative descriptive research with a sample inner conflict of the main character in Sang Pencerah a film by Hanung Bramantyo (a literary psychological review). The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were document analysis conducting interviews. Data analysis technique used is the interactive analytical model that includes four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The conclusions of this study is the characters personality Ahmad Dahlan in Sang Pencerah a film is influenced of the three systems of personality that is the id, ego, and superego. These three systems are interconnected with each other. When there is conflict both within themselves and outside themselves figure Ahmad Dahlan is controlled by the three systems of personality. Ahmad Dahlan figures used aspects of personality development is the identification and sublimation (transfer) to overcome the conflict they experienced.   Keywords: Sang Pencerah novel, inner conflict, psychological review Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin yang dialami oleh tokuh utama pada film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo dan solusi yang digunakan dalam menghadapi konflik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus pada konflik batin tokoh utama. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan penelitian ini adalah karakter Ahmad Dahlan pada film Sang Pencerah dipengaruhi oleh tiga sistem kepribadian yaitu id, ego, dan super ego. Ketiga sistem tersebut saling berhubungan satu sama lain. Ketika ada konflik, baik dalam diri mereka sendiri maupun di luar diri mereka, sosok Ahmad Dahlan dikendalikan oleh tiga sistem kepribadian. Aspek pengembangan kepribadian yang digunakan tokoh Ahmad Dahlan adalah identifikasi dan sublimasi (transfer) untuk mengatasi konflik yang mereka alami.   Kata kunci:  novel Sang Pencerah , konflik batin, psikologi sastra

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN EKSPOSISI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.989 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is : (1) to describes the error of Indonesian language in exposition text by the students at class X of SMA Negeri in Karanganyar in the academic year 2011/2012; (2) causes of error, and (3) the effort which is done by the teacher and student to solve the error. This research is a qualitative descriptive research with a sample student text SMA Negeri 1 Karanganyar and SMA Negeri Kebakkramat. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were in-depth interviews and document analysis. Data analysis technique used is the interactive analytical model that includes four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The conclusions of this study are as follows. Firstly, the linguistic elements of language errors that often occur in the student text is divided into four errors : spelling error, diction, sentence, and paragraph. Secondly, language errors that often occur in a student text exposition caused by several factors, among others: is inadequate of language mastery, lack of examples by the teachers, the influence of foreign language, lack of writing peactice, and lack of writing time. Thirdly, the efforts have been made to minimize errors include: improving students language mastery, having more practices in writing, implementing appropriate correction technique, and implementing a process approach to teaching writing.Keywords: error of language, exposition text, the error, causes of error, the effort solve the errorAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan bahasa Indonesia dalam karangan eksposisi siswa kelas X, (2) penyebab kesalahan, dan (3) upaya yang dilakukan oleh guru dan siswa untuk meminimalkan kesalahan berbahasa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel karangan siswa SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri Kebakkramat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, kesalahan bahasa yang sering terjadi dalam karangan siswa dibagi menjadi empat kesalahan: kesalahan ejaan, kesalahan diksi, kesalahan kalimat, dan kesalahan paragraf. Kedua, kesalahan bahasa yang sering terjadi dalam karangan eksposisi siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: penguasaan bahasa siswa kurang, kurangnya contoh dari guru, pengaruh bahasa asing, kurangnya latihan menulis, dan kurangnya waktu menulis. Ketiga, upaya untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam karangan eksposisi siswa antara lain yaitu: meningkatkan penguasaan kaidah bahasa siswa, memperbanyak latihan mengarang, menerapkan teknik koreksi yang tepat, dan melaksanakan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses.Kata kunci: kesalahan bahasa, karangan eksposisi, bentuk kesalahan, penyebab kesalahan, strategi mengatasi kesalahan bahasa

PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PENERAPAN METODE MENULIS BERANTAI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.708 KB)

Abstract

Abstract: This study is a classroom action research. This research aims to improve the motivation and poem writing competency of senior high school students by. The study was conducted in three cycles. The data source included event, informant, and document. Techniques of collecting data used were observation, interview, and document analysis. The data validity test was done using method and source triangulation techniques. Data analysis was done using descriptive comparative statistic and critical analyses. The conclusion of research was that the application of sequenced writing method improved the motivation and poem writing competency. The improvement could be carried out with the following learning procedure: (1) the class was divided into some groups, each of which consisted of 4-5 students; (2) each group determined the theme to be written into poem; (3) each student was asked to continue the poem by means of writing on the second line. In the end of each line, the student wrote his/her name. it was intended to recognize those who had incoherent or incompatible line with the previous one; (5) the poem product was edited in group, and then the discordant sentenced were marked and corrected; (6) each group read their poem; and (7) other groups responded to the poem read.Keywords: poem writing, sequenced writing method, the motivation of writtingAbstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan penulisan puisi siswa SMA melalui metode menulis berantai. Tindakan penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Sumber data yang digunakan berupa peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Simpulan penelitian ini adalah penerapan metode menulis berantai meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis puisi. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan prosedur pembelajaran berikut: (1) kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4-5 siswa; (2) masing-masing kelompok menentukan tema yang akan ditulis menjadi sebuah puisi; (3) setiap siswa diminta meneruskan atau menyambung puisi tersebut dengan cara menuliskan dibaris kedua. Setiap akhir baris siswa menuliskan namanya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pemilik baris yang tidak koheren atau tidak sesuai dengan baris puisi yang sebelumnya; (5) hasil puisi disunting dengan kelompoknya, kemudian menandai kalimat-kalimat yang sumbang atau tidak sesuai dengan kalimat sebelumnya; (6) masing-masing kelompok membacakan hasil puisinya; dan (7) kelompok lain memberi tanggapan dari puisi yang sudah dibacakan.Kata kunci: menulis puisi, metode menulis barantai, motivasi menulis

BENTUK DAN FUNGSI CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA RUBRIK “AH...TENANE” DALAM HARIAN SOLOPOS

BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.939 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study are : (1) to describe the form of mixed code in the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, (2) describe the form of code switching on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, and (3) identify the function of the use of mixed code and control code on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily. This research is a qualitative descriptive study examines the phenomenon of language sociolinguistic approach. The sample of this research taken the discourse on “Ah... Tenane” rubric of Solopos edition Desember 2011 to Januari 2012. The data taken from document and informant. As result of this research are: form of code mixing on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) word; (2) phrase; (3) reduplication; (4) clause. Form of switching on“Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) from Javanese Ngoko to Krama; (2) from Javanese Krama to Ngoko; (3) from Indonesian to Javanese. The function of using code mixing and switching on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) to make sure about something; (2) to make enjoyable speaking because of perception change; (3) to give a respect to someone who speak with us; (4) to increase prestige; (5) matching the speaking topic happened; and (6) to show the feel and emotional situation. Keywords: language, rubric, code switching, mixed code, sociolinguistic Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos; (2) mendeskripsikan bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos, dan (3) mengidentifikasi fungsi penggunaan campur kode dan alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan dengan pendekatan sosiolinguistik. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah wacana pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos edisi Desember 2011 dan Januari 2012. Sumber data berasal dari dokumen dan informan. Hasil penelitian ini adalah: bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) kata, (2) frase, (3) reduplikasi, dan (4) klausa. Bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) dari bahasa Jawa ngoko ke krama, (2) dari bahasa Jawa krama ke ngoko, (3) dari Indonesia ke Jawa. Fungsi alih kode dan campur kode pada “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) untuk menegaskan sesuatu, (2) untuk mengakrabkan pembicaraan karena perubahan persepsi, (3) untuk menghormati mitra tutur, (4) untuk meningkatkan prestise; (5 ) untuk menyesuaikan topik pembicaraan, dan (6) untuk menunjukkan nuansa dan situasi emosional. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.231 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to improve: 1) active in writing the story, and 2) the ability to write stories fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  through picture and picture method. This research is a classroom action research (CAR). The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. Subjects were fifth grade students of SD Muhammadiyah Mangkuyudan 11 Surakarta  totaling 30 students. The results showed that the method could improve the picture and picture activeness and ability to write stories prasiklus to the students of the first cycle and from cycle I to cycle II. It can be concluded that: (1) learning by using picture and picture on the main story writing can increase student activity grade V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Activeness seen from the observation of the student learning process that is, before the action amounted to 27%, the second cycle of 60% and a second cycle of 80%. (2) learning by using picture and picture can enhance students ability to write a story of class V 11 Mangkuyudan SD Muhammadiyah Surakarta. Increased ability to write a story seen from the students work, before action by 30%, 60% first cycle and the second cycle as much as 83%. Keywords: writing stories, ability, learning, picture and picture, student activity Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: 1) keaktifan dalam menulis cerita, dan 2) kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta melalui metode picture and picture. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan menulis cerita siswa dari prasiklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture pada pokok menulis cerita dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Keaktifan terlihat dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 27%, siklus II sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%; (2) pembelajaran dengan menggunakan metode picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta. Peningkatan kemampuan menulis cerita terlihat dari hasil pekerjaan siswa yaitu, sebelum tindakan sebesar 30%, siklus I sebesar 60%, dan pada siklus II sebanyak 83%.   Kata  kunci : menulis cerita, kemampuan, pembelajaran, picture and picture, keaktifan siswa

TEKNIK PEER-CORRECTION DALAM PEMBELAJARAN MENULIS UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This studys purpose is to improve the editing activity and grammar mastery in the learning of writing on junior high school students by implementing peer-correction technique. The strategy chosen is classroom action research that is done in 3 cycles. The subjects are students of class VIII A in Penda Mojogedang Junior High School in Karanganyar regency, which is one of schools in the village. The study result shows that the implementation of peer-correction technique could improve the quality of the learning process of writing, especially in the grammar mistakes editing activity and bahasa Indonesia grammar mastery. This is indicated by the increase in the number of students getting motivated and becoming active during the grammar mistakes editing process of their peers essay. The increase in number of students who are getting better in their bahasa Indonesia writing grammar, which is indicated by the decrease in the number of mistakes of the next essay, also shows that the implementation of peer-correction works in coping with the problem. The method of how this peer-correction technique is done, is as followed: (1) after finished developing the out line into an essay draft, students swap their draft with one of their classmates, (2) students together with the teacher choose one of the grammar rule intended to be discussed in editing, (3) teacher shows examples of the mistakes on the chosen aspects and how to mark it, (4) student identifies and marks the mistakes found, (5) student corrects the grammar mistakes found, (6) student returns the corrected essay to the essay owner, (7) student learns the correction done on the essay by his/her classmate so that when he/she finds a problem related to the correction, he/she could discuss it with the teacher, and (8) student re-writes the essay to be displayed in the wall magazine.

BENTUK DAN FUNGSI CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA RUBRIK “AH...TENANE” DALAM HARIAN SOLOPOS

BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.939 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study are : (1) to describe the form of mixed code in the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, (2) describe the form of code switching on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily, and (3) identify the function of the use of mixed code and control code on the rubric "Ah ... Tenane" Solopos daily. This research is a qualitative descriptive study examines the phenomenon of language sociolinguistic approach. The sample of this research taken the discourse on “Ah... Tenane” rubric of Solopos edition Desember 2011 to Januari 2012. The data taken from document and informant. As result of this research are: form of code mixing on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) word; (2) phrase; (3) reduplication; (4) clause. Form of switching on“Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) from Javanese Ngoko to Krama; (2) from Javanese Krama to Ngoko; (3) from Indonesian to Javanese. The function of using code mixing and switching on “Ah... Tenane” rubric of Solopos are (1) to make sure about something; (2) to make enjoyable speaking because of perception change; (3) to give a respect to someone who speak with us; (4) to increase prestige; (5) matching the speaking topic happened; and (6) to show the feel and emotional situation. Keywords: language, rubric, code switching, mixed code, sociolinguistic Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos; (2) mendeskripsikan bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos, dan (3) mengidentifikasi fungsi penggunaan campur kode dan alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengkaji fenomena kebahasaan dengan pendekatan sosiolinguistik. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah wacana pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos edisi Desember 2011 dan Januari 2012. Sumber data berasal dari dokumen dan informan. Hasil penelitian ini adalah: bentuk campur kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) kata, (2) frase, (3) reduplikasi, dan (4) klausa. Bentuk alih kode pada rubrik “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) dari bahasa Jawa ngoko ke krama, (2) dari bahasa Jawa krama ke ngoko, (3) dari Indonesia ke Jawa. Fungsi alih kode dan campur kode pada “Ah...Tenane” harian Solopos adalah: (1) untuk menegaskan sesuatu, (2) untuk mengakrabkan pembicaraan karena perubahan persepsi, (3) untuk menghormati mitra tutur, (4) untuk meningkatkan prestise; (5 ) untuk menyesuaikan topik pembicaraan, dan (6) untuk menunjukkan nuansa dan situasi emosional. Kata kunci: bahasa, rubrik, alih kode, campur kode, sosiolinguistik