Articles
88
Documents
KARAKTERISTIK KEMATIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KELUARGA DI KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2005- 2006 (Studi Kasus pada 20 Keluarga Penderita yang Meninggal)

Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 11, No 3 Jul (2008)
Publisher : Buletin Penelitian Sistem Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of health problems in East Java Province especially in Lumajang District as the number of cases and deaths spreads sporadically all the time. DHF is caused by virus that transmitted by Aedes Aegypti mosquito. This study was conducted to determinan the charactensties of of DHF death cases the knowledge attitude and practices and family behavior in Lumajang District. It was a descriptive study wtth cross sectional design. Interview was carried out to 20 family members after DHF death patients to obtain more detailed history of the DHF death cases from 2005 to april 2006 in Lumajang District. The cause of DHF death case found are inadequate practice of family against DHF (50%) delaying familys decision making in order to refer the patient to health services, and specific clinical manifestations are rarely found in most DHF cases causing different interpretation taken by patients families. The conclusion is that DHF is a dangerous disease infecting people in all ages and causing death. Thus, it is suggested to refer the member of family suffering from high temperature of febrile quickly to health services during DHF epidemic. Key words: DHF. death case, practices/behavior

Pola asuh ibu dan teman sebaya pada perilaku pacaran remaja SMA di kota Jambi

Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal pattern and the role of peers in high school youth dating behavior in JambiPurposeThe purpose of this paper was to determine the relationship between parental parenting and the role of peers with youth dating behavior in Jambi. MethodA cross-sectional study was conducted involving 281 students of SMAN 4 and SMAN 11 in Jambi who were or have been dating. Data were analyzed using univariate, bivariate with chi square tests, and multivariate with logistic regression tests.Results281 respondents, 113 (72.44%) of the majority of male adolescents behaved in risky courtship. Bivariable analysis found that there was a significant correlation between the role of peers and teenage dating behavior, while the relationship of mother pattern with teenage dating behavior was found to be insignificant. Multivariable analysis, obtained the result that the role of peers is the dominant variable associated with youth dating behavior with OR 2.74 times (95%, CI = 1.61-4.67). ConclusionThis study contributes to the knowledge that a poor peer role for adolescents has a risk to behave in risky dating and mothers parenting does not have a meaningful relationship with youth courtship behavior.

Kopetensi Guru Pendidikan Agama Islam Madrasah Aliyah

EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | VOLUME 9, NOMOR 3, DESEMBER 2011
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.496 KB)

Abstract

AbstractTeachers have strategic role in effort to education quality improvement. They have to have competencies mentioned in Law Number 14 of 2005 Teacher and Lecture – including professional, paedagogic, personal, and social competence. This research aims at mapping the competence of islamic educational taechers in Madrasah Aliyah. This research uses a quantitative approach. Data are analyzed with descriptive approach. The respondents are Islamic educational teachers in 6 provincies: DKI Jakarta, West Java, Midlle Java, Banten, D.I. Yogyakarta, and East Java. The result of this research shows that competencies of Islamic educational teachers in Madrasah Aliyah are enough. The average value for professional competence is 65.98; average value for pedagogic competence is 135.72; average value for personal competence is 48; and average value for social competence is 59.5. AbstrakGuru memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga mereka dituntut untuk memiliki kompetensi seperti yang dipersyaratkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang dipeeroleh melalui pendidikan profesi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi yang dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif. Data dianalisis dengan metode deskriptif statistik. Responden penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam di wilayah Jawa meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogjakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan guru Pendidikan Agama Islam memiliki kompetensi yang cukup memadai. Nilai rerata kompetensi profesional adalah 65.98. nilai rerata untuk kompetensi pedagogik 135.72, kompetensi kepribadian 48, dan nilai rerata kompetensi sosial 53.51.

HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG DAN DERAJAT LEMAK VISERAL DENGAN RESISTENSI INSULIN PADA DEWASA OBES

Healthy Tadulako Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.549 KB)

Abstract

ABSTRAKIdentifikasi resistensi insulin merupakan strategi mengenali populasi berisiko tinggi terhadap kejadian sindrom metabolik. Pengukuran lingkar pinggang dan derajat lemak viseral merupakan metode sederhana dan murah yang dapat digunakan untuk memprediksi tingkat obesitas sentral yang berhubungan dengan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara lingkar pinggang dan derajat lemak viseral dengan resistensi insulin pada dewasa obes. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 67 orang, terdiri dari 34 dewasa obes dan 33 dewasa nonobes, berumur 25-50 tahun. Lingkar pinggang diukur dengan pita meteran non elastik dengan ketelitian 0,1 cm, derajat lemak viseral diukur dengan Body Impedance Analysis dan resistensi insulin dinilai dengan HOMA-IR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan lingkar pinggang pada kelompok dewasa obes dan dewasa nonobes (p<0,001), dan  terdapat perbedaan derajat lemak viseral yang bermakna pada kelompok dewasa obes dan nonobes (p=0,001). Analisis korelasi bivariat menunjukkan adanya korelasi positif yang bermakna antara lingkar pinggang dengan resistensi insulin (r=0,422 ; p = 0,000) dan korelasi positif yang bermakna antara derajat lemak viseral dengan resistensi insulin (r = 0,406 ; p = 0,001).

Kedudukan Hukum Islam dalam Negara Republik Indonesia

Jurnal Al-Adalah Vol 10, No 4 (2012): Volume X, No. 4 Juli Tahun 2012
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan hukum Islam dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak terlepas pengaruhnya masuknya Islam ke nusantara pada abad ke 12 dan ke 13 masehi di mana pada masa itu para penyebar agama Islam di nusantara menganut mazhab syafi’i. Perjalanan  sejarah transformasi  Hukurn Islam sarat dengan berbagai dimensi historis, filosofis, politik, sosiologis dan yuridis. Hukum Islam di Indonesia terlihat dari dua sisi. Pertama, hukum Islam berlaku secara yuridis formal atau dikodifikasikan dalam struktur hukum nasional. Kedua, hukum Islam berlaku secara normatif yakni diyakini memiliki sanksi atau padanan hukum bagi masyarakat muslim.

PERBEDAAN HASIL BELAJAR EKONOMI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL

Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Genap 2013-2014
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar ekonomi yang diperoleh siswa kelas X SMA Adabiah 2 Padang tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan pembelajaran konvensional siswa kelas X di SMA Adabiah 2 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Adabiah 2 Padang tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari Sembilan kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan  purposive sampling. Oleh karena itu sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yang memiliki nilai rata-rata paling rendah atau hampir sama, dimana kelas yang memiliki nilai rata-rata paling rendah adalah kelas X6 dengan nilai rata-rata  61,91 sebagai kelas ekperimen dan kelas X8 dengan nilai rata-rata yang diperoleh adalah 62,47 yang akan dijadikan sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Bentuk tes yang digunakan adalah bentuk objektif. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t satu pihak, pada ttabel = 1,645 dengan bantuan software SPSS Versi 17.0. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kedua kelas sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil dari uji hipotesis diperoleh thitung = 3,937 dan ttabel = 1,645 dan nilai Sig. (2-tailed) yang diperoleh 0,000 < 0,05. Karena thitung > ttabel maka H0 dan ditolak, dan nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 maka H1 diterima. Jadi berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa Terdapat Perbedaan Hasil Belajar Ekonomi Menggunakan Model Pembelajaran Kooperaif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan Pembelajaran Konvensional  Siswa Kelas X SMA Adabiah 2 Padang.Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif NHT, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TUTOR SEBAYA DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI SMA NEGERI 16 PADANG

Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Genap 2013-2014
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian   ini  bertujuan   untuk   menganalisis   perbedaan   hasil   belajarmenggunakan   model   pembelajaran   kooperatif   tutor   sebaya   dengan   model pembelajarankonvensionalpadamatapelajaranEkonomidikelasXISMAN16Padang.Jenispenelitianyaitupenelitianeksperimen.Populasiyang adadiperoleh duakelompoksampelyaitukelasXIIPS5 sebagaikelaseksperimendankelasXI IPS   2   sebagai   kelas   kontrol.   Pada   kelas   eksperimen   diterapkan   model pembelajarankooperatiftutor sebaya,sedangkankelaskontrolditerapkanmodel pembelajarankonvensional.Instrumenyangdigunakanadalahtes akhirberbentukessay,dengan reliabelnya=0,58  padaselangkepercayaan  95%.Sedangkan  teknikanalisisdata yangdigunakan  yaitu  analisis  deskriptif  dananalisis  induktif,  untuk  pengujian hipotesisdilakukanujiZdenganα=0,05.Penelitianinimenemukanbahwahasil belajardenganmodelpembelajaran kooperatif  tutor  sebaya  memiliki  hasil  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan pembelajarankonvensional(ܼℎݐ݅ݑ݊݃       3,73>ܼݐܾܽ݁ ݈ 1,645akibatnyaH0  ditolakdan H1   diterima).  Ini  dapat  dilihat  dari  nilai  rata-rata  kedua  kelas  sampel.  Kelaseksperimen  yang  menggunakan  model  pembelajaran  kooperatif  tutor  sebayamemiliki    rata-rata    76,29    sedangkan    kelas    kontrol    yang    menggunakan pembelajarankonvensionalmemilikirata-rata55,45. rbedaanHasilBelajarSiswaMenggunakanModelPembelajaranKooperatifTutorSeba mbelajaranKonvensionalPadaMataPelajaran EkonomiKelas XISMANegeri16Padang. Jadidapatdisimpulkan  bahwa  denganmenerapkan  modelpembelajaran kooperatif  tutorsebayapada  kelaseksperimen  memberikan  hasilbelajarsiswa lebihbaik daripadamenerapkanmodelpembelajarankonvensionalpadakelas kontroldikelasXISMAN16Padang.ABSTRAKPenelitian   ini  bertujuan   untuk   menganalisis   perbedaan   hasil   belajarmenggunakan   model   pembelajaran   kooperatif   tutor   sebaya   dengan   model pembelajarankonvensionalpadamatapelajaranEkonomidikelasXISMAN16Padang.Jenispenelitianyaitupenelitianeksperimen.Populasiyang adadiperoleh duakelompoksampelyaitukelasXIIPS5 sebagaikelaseksperimendankelasXI IPS   2   sebagai   kelas   kontrol.   Pada   kelas   eksperimen   diterapkan   model pembelajarankooperatiftutor sebaya,sedangkankelaskontrolditerapkanmodel pembelajarankonvensional.Instrumenyangdigunakanadalahtes akhirberbentukessay,dengan reliabelnya=0,58  padaselangkepercayaan  95%.Sedangkan  teknikanalisisdata yangdigunakan  yaitu  analisis  deskriptif  dananalisis  induktif,  untuk  pengujian hipotesisdilakukanujiZdenganα=0,05.Penelitianinimenemukanbahwahasil belajardenganmodelpembelajaran kooperatif  tutor  sebaya  memiliki  hasil  yang  lebih  baik  dibandingkan  dengan pembelajarankonvensional(ܼℎݐ݅ݑ݊݃       3,73>ܼݐܾܽ݁ ݈ 1,645akibatnyaH0  ditolakdan H1   diterima).  Ini  dapat  dilihat  dari  nilai  rata-rata  kedua  kelas  sampel.  Kelaseksperimen  yang  menggunakan  model  pembelajaran  kooperatif  tutor  sebayamemiliki    rata-rata    76,29    sedangkan    kelas    kontrol    yang    menggunakan pembelajarankonvensionalmemilikirata-rata55,45. rbedaanHasilBelajarSiswaMenggunakanModelPembelajaranKooperatifTutorSeba mbelajaranKonvensionalPadaMataPelajaran Ekon

TINJAUAN KORELASI ANTARA KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN SELF-REGULATED LEARNING MATEMATIKA SISWA YANG PEMBELAJARANNYA MELALUI LEARNING CYCLE 5E

JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL EDUKASI DAN SAINS MATEMATIKA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the crelation between mathematical connection ability and self-regulated learning (SRL) mathematics students through the Learning Cycle 5E (LC 5E). In this case, the mathematical connection ability include aspects (1) Understanding the relationships between concepts or mathematical rules; (2) Implement the relationships between concepts or mathematical rules with topics other disciplines; and (3) Understanding the relationships between concepts or rules of mathematics with applications in everyday life. Indicators SRL mathematics include: (1) Demonstrate initiative in learning mathematics; (2) Diagnosing needs in learning mathematics; (3) Setting a target / goal of learning; (4) To monitor, regulate and control study; (5) Seeing difficulty as a challenge; (6) Utilize and search for relevant learning resources; (7) Choose and implement learning strategies; (8) Evaluate learning process and results; and (9) Self efficacy. LC 5E is a learning model that consists of five stages: (1) engagement, (2) exploration, (3) explanation, (4) elaboration, and (5) evaluation. This article is based on research conducted on 35 students of class VII one junior high school in West Bandung regency. The results show there is corelation between mathematical connection ability and SRL mathematics students. Students with high mathematical connection ability tend to have high SRL mathematics too and students with low mathematical connections ability tend to have low SRLmathematics too.Keywords: mathematical connection ability, self-regulated learning, learning cycle 5E

KEMAMPUAN VISUAL-SPATIAL THINKING DALAM GEOMETRI RUANG MAHASISWA UNIVERSITAS KUNINGAN

JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL EDUKASI DAN SAINS MATEMATIKA
Publisher : JES-MAT (Jurnal Edukasi dan Sains Matematika)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Geometry is a branch of mathematics that is taught in school, from elementary school, high school and college. Student Mathematics Education Kuningan University in the course Geometry 3D which gained less than satisfactory achievements in the course of the geometry 3D. The ability visual thinking and spatial thinking affect learners achievements in learning the geometry. Authors interested in diagnosing the difficulties Student Mathematics Education of Kuningan University in the course Geometry 3D through Ability Test of Visual-Spatial Thinking. The purpose of this study is to diagnose visual-spatial thinking abilities Student of Kuningan University and describe efforts to improve student results in the course of the geometry 3D. Based on the exposure of the work about the ability of visual-spatial thinking and discussion it can be concluded that: a) The ability of visual-spatial thinking mathematics education student Kuningan University is still low, especially students who are capable of moderate and low. Students are still experiencing difficulties in resolving problems related to the concept of a perpendicular line and projections; distance of points, lines and areas; as well as the angle between the line and the field; b) The ability of visual-spatial thinking is a skill that must be developed in studying the geometry 3D, one of the low result of learning the geometry 3D is due to the ability of visual-spatial thinking is still low; c) One effort to improve visual-spatial thinking ability of students is learning the geometry of space through problem-based learning with assisted software GeoGebra.Keywords: Visual-Spatial Thinking Ability, Geometri 3D

PERBEDAAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS SMA N 2 PANCUNG SOAL KABUPATEN PESISIR SELATAN

Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research based by low result of economy learner. That cause by some factors, the factors such as method which teacher still used teacher center, the students less involve in teaching learning and value which used result of value not process of value. The goal of this research is for looking different result of learner students used Creative Problem Solving which conventional learning at SMA N 2 Pancung Soal regency of Pesisir Selatan. Kind of this result is experimental of research and interpretation sample technique that used is purposive sampling. Population of all the student grade XI IPS SMA N 2 Pancung Soal regency of Pesisir Selatan which listed in 2013/2014, wheares sample of this research are the students of XI IPS 2 as experimental class and student of XI IPS 3 as control class. Analysis data of technique which use by Z experimental because of data normal distribution and group of data has variation that homogen. The result of experiment showed average result of learning experiment class is 82,28, while the average class control is 78,77. Based analisys data which got, Zhitung =2,049 > Ztabel= 1,96 so that the found is Ho regected an Ha accepted. So, that conclude there are different the result students learning used Creative Problem Solving with conventional learning, that learning using Creative Problem Solving the result of learning higher than using conventional learning. This result hoped can benefit for all are the leader for sosialization Creative Problem Solving especially teacher of economic for teacher can applied Creative Problem Solving and for researcher as reference for the next research.

Co-Authors Abduh H. Harun Abdur Rahman Achmad Fudholi Achmad Purnomo Aji, Nunung Bayu Akhirmen Akhirmen Alimuddin Alimuddin Anggar Titis Prayitno Ani Purwanti, Ani Anitawati, Enggar Ansharullah Ansharullah Ansofino Ansofino Antari, Ni Putu Udayana Anwar Mallongi, Anwar Arfan Arfan Ashar Ashar Badaruddin, Rahma Bagus Ardi Saputro Berliana, Novi Caisarina, Irin Chairun Wiedyaningsih Claudya Wulandari Detty Siti Nurdiati, Detty Siti Djauhar Ismail Dwi Kurniawan, Dwi Elmiati Elmiati Elsa Landini Putri Febriady, Ahmad Fitria Susanti Fitrianingrum, Nisaatul Maharanita GUNAWAN, I MADE ALIT Gurendro Putro Hafni Lissa Nuri Handayani, Ary Harjanti, Kestri Hartati Hartati Hasmin Tamsah, Hasmin Herma Gusnita Heru Nurcahyo Hijriafitri, Cahyani I Nyoman Murdiana Ibnu Gholib Gandjar Ibrahim Rahmat Idei Khurnia Swasti Imran Imran Kristanti, Nugraheni Dwiari Kurnia Trinopiawan Kurnia, Suci Annisa Lisa Devolti Lutfan Lazuardi Malasari, Yenita MALI, ALBERTH MATUSALAK BAU Marchaban Marchaban, Marchaban Mareta Kemala Sari Meilanda, Rastria Mihwan Sataral Mijani Rahman, Mijani Moh Projo Angkasa, Moh Projo Muliana, Hanana Mumfahida, Mumfahida Mustari Mustari Mutia Anggraini Niken Ambar Iswari, Niken Ambar Ningsih, Andriyani Ningsih, Andryani Nisa, Fatma Zuhrotun Noor Hindryawati, Noor Nur Asyik, Nur Nuranita Adiastuty, Nuranita Nurpalah3, Mita Parjoko, Anom Permana P., Endah Budi Prasetyo, Wawan Agung Probosuseno Probosuseno, Probosuseno Puspita Sari Rahman, Stang Abdul Rahmat Hidayat Ramdhani, Ardhiansyah Renni Anggraini Riesna Prassanti Rizal Adi Saputra, Rizal Adi Rosiani, Vevi Rudi Pudjianto, Rudi Rupawan, I Kadek Rusyidi Rusyidi, Rusyidi Saputri, Laras Tri Shintiana, Linda Soar, Karmila Solekan, Solekan Sowiyah Sowiyah Sri Sudewi, Sri Sri Wahyuni Stella Monica Sugeng Waluyo Sukamdi, Dyani Primasari Sukayasa Sukayasa Sumiarti Sumiarti Supiyati Supiyati Supomo Kandar Supriyo Supriyo Sutardi Sutardi Tanjung Mirna Triana Hertiani Trisnawati, Komang Wanufika, Isna Yulna Dewita Hia Zaenal Amirudin Zainuddin Zainuddin