Articles

Hubungan Lama Masa Tinggal Perawatan Postpartum dengan Pemenuhan Kebutuhan lbu di Wilayah Puskesmas Ngaliyan

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.457 KB)

Abstract

Latar Belakang - Dari literatur review belum ada penelitian tentang asuhan post parturn terutama berhubungan dengan lama masa tinggal untuk perawatan post partum di wilayah puskesmas Ngaliyan berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ibu postpartum. Kurangnya perawatan postpartum menunjukan diabaikannya pentingnya perawatan postpartum berakitan dengan terpenuhinya kebutuhan ibu postpartum maupun bayinya sehingga menimbulkan berbagai permasalahan dan kematian serta kesakitan baik pada ibu maupun bayinya yang relative masih tinggi. Metode - Penelitian ini dilakukan di wilayah Puskesmas Ngaliyan. Populasi adalah ibu post partum. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan total sample, yaitu ibu yang masih dalam periode post partum yaitu sampai 4 minggu yang ada diwilayah puskesmas Ngaliyan sejumlah 45 ibu. Ibu postpartum kemudian diberikan kuisioner. Hasil pengumpulan  data kemudian di analisa deskriptif dan analisa korelasi chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama tinggal perawatan post partum dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ibu post partum. Hasil - Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas umur ibu adalah 20 sampai 35 tahun sejumlah 36 ibu (80%). Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian besar pendidikan ibu adalah SMP sejumlah 17 ibu (37%). Mayoritas ibu melahirkan anak pertama (primipara) sejumlah 27 ibu (60%). Berdasarkan pekerjaan ibu menunjukan jumlah yang hampir sama untuk ibu bekerja dan tidak bekerja masing-masing 21 ibu (46.7%) dan 24 ibu (53.3%). Mayoritas ibu melahirkan secara normal sejumlah 40 ibu (88.9%) dan paling banyak ibu bersalin ditempat bidan sejumlah 31 ibu (68.9%). Sedangkan berdasarkan lama tinggal perawatan Postpartum ditempat persalinan menunjukan bahwa lebih banyak ibu yang masa tinggalnya pendek (24 - 48 jam) sejumlah 34 ibu (75.6%) namun menunjukan bahwa sebagian besar ibu mendapatkan pemenuhan kebutuhan postpartum secara cukup sejumlah 27 ibu(60%). Kesimpulan - Berdasarkan Hasil uji korelasi disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lama tinggal perawatan postpartum dengan terpenuhinya kebutuhan ibu postpartum. Kata Kunci : Lama Tinggal, Perawatan Postpartum

Endosymbiotic Bacteria Wolbachia sp as Targets for Novel Chemotherapy in Filariasis

Journal of the Indonesian Medical Association Vol. 58 No. 10 October 2008
Publisher : Journal of the Indonesian Medical Association

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In mid-1970s it was observed for the first time that filarial nematodes contain intracellular bacteria of the genus Wolbachia. These bacteria were shown to be transovarially transmitted from the female worm to the offspring and present in a large numbers in the body at all stages of the nematode. These bacteria are thought to be beneficial for the development of microfilariae, reproduction and long-term survival of the adult worms. Therefore, Wolbachia bacteria are needed by the host nematode and could thus represent the target for therapy. The study showed that tetracycline treatments reduced the population of Wolbachia in filarial worm and had detrimental effects on the nematode. The aim of this research was to evaluate the effect of tetracycline on the production of microfilariae. Tetracycline 250 mg was given three times a day for 10 days, and replicated two times. We found a person with microfilariae Wuchereria bancrofti and tetracycline treatment eliminated the microfilariae from his peripheral blood.Keywords: filaria, microfilariae, Wolbachia, Wuchereria bancrofti

LANGUAGE ASSESMENT FOR YOUNG LEARNERS

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.965 KB)

Abstract

Teaching English in Asia typically dominated by teachers and textbooks based. Even worse, teaching English for young learners is generally a matter of vocabularies memorization. The teaching focuses on short-term purposes, those are testing purposes. In fact, in teaching English, the assessment should focus on the function of the language itself. Those teaching styles might be caused by short-term purpose of teaching English: focuses on knowledge and memorization for testing purposes rather than communicative competence. Therefore all the teaching efforts focused on answering the tests while the primary function of learning English is being ignored. Memorizing vocabularies is general activities in teaching of English in primary level.  Thus to avoid such short-term purpose learning, a well and careful designed assessment should put into consideration in teaching English for young learners. Consequently the teaching-learning process will focus on authentic use of language. For those reason, authenticity in the assessment is a major consideration. Key words: Teaching, young learners, assessment, authenticity

Fingernail biting increase the risk of soil transmitted helminth (STH) infection in elementary school children

Health Science Journal of Indonesia Vol 2, No 2 Des (2011)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  belakang:  Infeksi  cacing  usus  yang  ditularkan melalui tanah  (Soil  Transmitted  Helminth-STH) merupakan infeksi tersering dan terbanyak di antara infeksi-infeksi parasit. Kunci pemberantasan kecacingan adalah memperbaiki higiene perorangan dan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi faktor risiko yang meningkatkan infeksi STH pada anak sekolah dasar (SD).Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan sampel purposif. Penelitian ini dilakukan di  suatu SD di  wilayah kerja  Puskesmas  di Yogyakarta  pada  bulan Oktober  sampai Desember 2009. Pengumpulan data dilakukan dengan survei tinja dan wawancara. Pemeriksaan tinja menggunakan metode Kato Katz dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil:  Di antara  211  subjek,  52  (24,6%)  murid  mengidap cacingan dan  yang  terbanyak  adalah  Trichusis trihiura, sedangkan cacingan  Ascaris  lumbricoides,  sedangkan infeksi campuran Trichuris  trichiura  dan Hookworm sangat jarang. Risiko tertinggi (2,8 kali lipat) terjadi di antara murid yang mempuyai kebiasaan menggigit kuku jari dibandngkan dengan yang tidak mempunyai kebiasan ini [risiko relatif suaian (RRa) = 2,80; 95% interval kepercayaan  (CI) = 1,22-4,04]. Subjek yang tidak mencuci tangan sebelum makan atau tidak mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar mempunyai risiko 2,2 kali terhadap terinfeksi cacingan.Kesimpulan: Kebiasaan menggigit kuku jari, tidak mencuci tangan sebelum makan dan tidak mencuci tangan dengan sabun  setelah buang  air  besar mempertinggi  risiko infeksi cacingan.  (Health Science Indones 2011;2:81-6).AbstractBackground: Intestinal worm infections transmitted through the soil are the most common infection among parasitic infections. The key to worm eradication is to improve personal hygiene and environmental sanitation. This study aimed to identify several risk factors related to occurrence of Soil Transmitted Helminth (STH) infections in elementary school.Methods: A cross sectional study with purposive sampling method was carried out in a primary school children in a area of a Yogyakarta health Center from October to December 2009. Stool was examined by using the Kato Katz method and pupils were interviewed by questionnaires.Results: Two hundred and eleven subjects participated in this study, and 52 subjects (24.6%) had STH infection. The most frequent STH infection was Trichuris trichiura, and the least was mixed infection (Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura and Hookworm). The highest risk (2.8-fold) occurred among those with a habit of fingernail biting compared to those who did not bite fingernails [adjusted relative risk (RRa) = 2.80; 95% confidence interval (CI) = 1.22-4.04]. No hand washing before meals as well as no hand washing with soap after passing stool also increased the risk of STH infection by 2.2-fold.Conclusion: Fingernail biting and no hand washing before meals as well as no hand washing with soap after passing stool increased the risk of STH infections. (Health Science Indones 2011;2:81-6). 

PENGARUH PENGGUNAAN BINDER ALAMI PADA PROSES FINISHING KULIT CAKAR AYAM TERSAMAK TERHADAP KEKUATAN SOBEK DAN KETAHANAN GOSOK CAT

Buletin Peternakan Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.205 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan binder alami (putih telur dan kasein dari susu sapi segar), sebagai pengganti binder paten pada proses finishing kulit cakar ayam tersamak terhadap kekuatan sobek dan ketahanan gosok cat. Bahan yang digunakan yaitu kulit cakar ayam dengan menggunakan perlakuan variasi konsentrasi binder alami, yaitu: 5, 10, dan 15% (b/v) dan dosis penggunaan: 5, 10, dan 15% (v/v) kemudian diuji kekuatan sobek dan ketahanan gosok. Data kekuatan sobek dan ketahanan gosok cat dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (3 x 3). Jika terdapat perbedaan yang nyata, uji dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata pada binder alami dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% maupun dosis penggunaan 5, 10, dan 15% terhadap kekuatan sobek dan ketahanan gosok cat dengan kain basah, tetapi terdapat perbedaan yang nyata terhadap ketahanan gosok cat dengan kain kering. Binder alami kasein menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) baik konsentrasi, dosis penggunaan, maupun interaksinya. Hasil uji t masing-masing bahan binder menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara bahan binder albumin, kasein, dan campuran dengan bahan binder paten Leuron E dan Compact terhadap ketahanan gosok cat dengan kain basah maupun kain kering (P<0,01) tetapi tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap kekuatan sobek kulit samak cakar ayam. Semua hasil pengujian ketahanan gosok cat dengan kain basah maupun kain kering terhadap binder alami memenuhi SNI 06.0996.1989. Disimpulkan bahwa penggunaan binder alami dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% maupun dosis penggunaan 5, 10, dan 15% tidak mempengaruhi kekuatan sobek dan ketahanan gosok cat dengan kain basah, tetapi berpengaruh terhadap ketahanan gosok cat dengan kain kering.(Kata kunci: Binder alami, Binder paten, Finishing kulit cakar ayam tersamak)

PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH TEKNIK GEMPA

Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK) Vol 6, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan (JIPTEK)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lulusan perguruan tinggi kini dituntut dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang timbul di lapangan pekerjaan (case)  atau di sebuah perusahaan. Jika mahasiswa lulus dengan menempuh waktu 4-5 tahun, ia tentu dibekali dengan sebuah teori yang diharapkan dapat diaplikasikan di dunia kerja, tetapi perlu diingat, di lapangan pekerjaan selama masa studi 4-5 tahun tersebut, tentu sangatlah dinamis, ia berpacu dengan kebutuhan, permasalah yang muncul serta perkembangan jaman. Untuk itu, harus ada perubahan paradigma bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan pembelajaran agar ketika lulus mereka siap menghadapi masalah yang timbul dilapangan. Dengan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek maka diharapkan para mahasiswa bisa memahami kondisi lapangan lebih riil dan bisa menjadi bagian penyelesai di lapangan sesungguhnya.Pendekatan penelitian dengan penelitian tindakan (action research), karena penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dengan memberikan tindakan alternative, subyek penelitian adalah mahasiswa pada mata kuliah teknik gempa, pengumpulan data dengan rubrik penilaian dan angket. Pengujian validitas dengan uji validitas konstruksi,  analisis data kuantitatif digunakan statistik deskriptifAdapun hasil penelitian adalah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran terlihat dari peningkatan kualitas hasil pembelajaran berupa prestasi dan peningkatan kualitas proses pembelajaraan dari pencapaian indikator yaitu antara lain: Perilaku pengajar, Perilaku dan dampak belajar mahasiswa, Iklim pembelajaran, Materi pembelajaran, Sistim pembelajaran, didapat nilai rata-rata mean 408,9 yang artinya meningkat. Kata kunci : pembelajaran, berbasis proyek, kualitas belajar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ABILITY GROUPING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TEKNIK SIPIL SMK NEGERI 5 SURAKARTA

Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model pembelajaran AbilityGrouping pada mata pelajaran Mekanika Teknik kelas X Teknik Sipil SMK Negeri 5 Surakarta, (2) Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan keaktifan siswa dengan penggunaan model pembelajaran Ability Grouping pada mata pelajaran Mekanika Teknik kelas X Teknik Sipil SMK Negeri 5 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) penerapan model pembelajaranAbility Grouping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari persentase ketuntasan hasil belajar ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Presentase ketuntasan hasil belajar ranah kognitif pra siklus sebesar 68,75%, siklus I sebesar 78,12% dan siklus II sebesar 93,75%. Persentase ketuntasan hasil belajar ranah afektif pra siklus sebesar 53%, siklus I sebesar 66% dan siklus II sebesar 87%. Persentase ketuntasan hasil belajar ranah psikomotorik pra siklus sebesar 56%, siklus I sebesar 75% dan siklus II sebesar 87%; (2) penerapan model pembelajaran Ability Grouping dapat meningkatkan keaktifan siswa. Peningkatan keaktifan siswa dapat dilihat dari kenaikan pencapaian aktivitas siswa. Berdasarkan hasil tersebut penerapan model pembelajaran Ability Grouping dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas X Teknik Sipil A (X TSA) SMK Negeri 5 Surakarta pada mata pelajaran Mekanika Teknik.Kata kunci : Ability Grouping, Hasil belajar, Mekanika Teknik

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MELALUI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN RENCANA ANGGARAN BIAYA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Rencana Anggaran Biaya pada siswa kelas X A Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Sukoharjo menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)melalui Lesson study. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam III siklus, setiap siklus meliputi tahap perencanaan (plan) , tahap pelaksanaan (do), tahap observasi, dan tahap refleksi (see). Subyek penelitian adalah siswa kelas X A Teknik Gambar Bangunan SMK N 2 Sukoharjo tahun ajaran 2016/2017. Data diperoleh melalui observasi ranah afektif, psikomotorik, dan keaktifan siswa, wawancara, tes dan dokumentasi. Triangulasi data digunakan untuk menjaga validasi data, sedangkan untuk analisa data menggunakan teknik analisis interaktif kualitatif. Kesimpulan penelitian adalah odel pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) melalui Lesson study dapat meningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Rencana Anggaran Biaya pada siswa kelas X A Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Sukoharjo.

THE EFFECT OF USING MIXED WASTE ASH COMBUSTIONAS THE PARTIALLY REPLACEMENT OF FINE AGREGATE TO THE LOCKBRICK MODULAR CHARACTERISTICS

Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 4 (2014): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.426 KB)

Abstract

ABSTRACTThe goal of this research to discover: the effect of using mixed waste ash combustion to partially replace fine agregate against specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption, discover the optimal percentage of mixed waste ash combustionutilized on partial replacement of fine agregate against specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption. Any variable work on this research is a dependent variable: specific gravity, compressive strength, and modular lockbrick water absorption, independent variable: variation of mixed waste ash combustion added with the percentage of 0%, 15%, 20% and 25% from total weight of sand. The result of this research can be concluded as: the variation of mixed waste ash combustion as partial substitute for fine agregate affect heavily in a negative way against specific gravity and compressive strength of modular lockbrick wherein decreasing the values.At the same time, the value of moduler lockbrick water absorption effect heavily in a positive way wherein causing the values to increase. The optimal values of specific gravity, compressive strength and water absorption occurs in the variation of 15% because it belongs to small amount of specific gravity and modular lockbrick type III without ignoring the values of compressive strenght and water absorption.Keyword: lockbrick modular, mixed waste ash combustion, specific gravity, compressivestrength, water absorption.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X TGB B PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 2 SUKOHARJO

Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan prestasi belajarsiswa; (2) Peningkatan keaktifan siswa dengan menggunakan model pembelajaranLearning Cycle di kelas X TGB B SMK Negeri 2 Sukoharjo. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas X TGB B yang berjumlah 35siswa. Uji validitas data menggunakan member check dan analisa data menggunakandeskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa ditinjau daritahap prasiklus sampai tahap siklus II, yaitu ranah kognitif sebesar 20%; Ranahafektif sebesar 25,72%; Ranah psikomotorik sebesar 14,47%; Keaktifan siswasebesar 8,93%.Kata kunci: Learning Cycle dan Keaktifan siswa.

Co-Authors . Rahmawati . Soeyoko A G Thamrin Abdul Haris Setiawan Abdul Rohman Anshory Achmad Dardiri Agus Efendi Agustin Setianingsih, Agustin Ahmaniyah, Ahmaniyah Andra Noviana, Andra Anis Rahmawati Anuhgera, Diah Evawanna Anwar Efendi Anwar, Muh.Choiroel Apriyani, Rizki Arfinanta Jaya, Arfinanta Ari Suwondo Arum Lusiana, Arum Asrofi, Rahmat Fajar Ayuningtyas Ayuningtyas Basori Basori Benedictus Kusmanto, Benedictus Chundakus Habsya Darmiyati Zuchdi Dewi Andang Prastika Dian Permatasari Dini Alyani Donny Kristanto Mulyantoro Eko Mulyadi Eliagita, Choralina Eliagita, Choralisa Elisa Ulfiana Elsa Herdiana Murhandarwati Endang Srimurni K Endri Astuti Ernaningsih Ernaningsih Ernawati Sri Sunarsih Fatimah, Farissa Fitriyah Sofyani, Fitriyah Guntur S, Guntur Habsyah, chundakus Hadi, Selasih Putri Isnawati Harjanto, Almio Susetyo Hidayati, Kamilah Hiddatin Niha Ida N Saputro Ida Nugroho Saputro Jati Utomo Dwi Hatmoko2 Jeni Pujiastuti Juffrie, Muhammad Juneidi Wibowo, Juneidi katiman, Su Korinus Suweni Kuncoro, Tjahjono Kuntjoro, C Tjahjono Kusyogo Cahyo Liena Sofiana Luccylle Takalumang Mara Ipa Mardiyono Mardiyono Mariati H Suludani Melati, Agrystina Ryma Melyana Nurul Widyawati Novitasari, Efi Nur Khafidhoh, Nur Nurliyani (Nurliyani) Onny Setiani Prabandani, Fajar Ayu Pramitha, Renny Prmausyagi, Apriadi Pujiastuti, Rr. Sri Endang Pujiastuti, Rr.Sri Endang Putriyanti, Dwi Rahelly, Yetty Raynera, Claudia Reni Nuril Komari, Reni Nuril Rochmah, Fitria Siwi Nur Roemintoyo Roemintoyo Rosmini . Rukiyah Rukiyah Runjati - Runjati Runjati, Runjati Semuel Sandy Septiana, Ade Ulfa Soeharyo Hadisaputro Soeyoko - Soeyoko . Soeyoko Soeyoko Sri Rahayu Sri Wahyuni SUGIARTO - Sugih Wijayati, Sugih Suharjono Triatmojo Sukatiman Sukatiman SYAFDANINGSIH SYAFDANINGSIH, SYAFDANINGSIH Syaifurrahman Hidayat Taufiq Lilo Adi Sucipto Taufiq Lilo Adisucipto Tjahjono Kuntjoro Waluyo Waluyo Wulandari, Aprilia Dwi Yogo Prihatono Zakiyah Yasin