Henny Sulistyowati
universitas tanjungpura

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

UJI PENGGUNAAN PGPF (PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI) PADA BUDIDAYA LIDAH BUAYA DI LAHAN GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.72 KB)

Abstract

Tanah gambut sebagai medium tumbuh tanaman lidah buaya dibatasi sifat gambut yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar P, K dan Ca rendah, sehingga perlu upaya untuk membuat gambut siap digunakan untuk budidaya lidah buaya. Kendala lain yang dihadapi pada budidaya lidah buaya di tanah gambut adalah bahan organik yang belum terdekomposisi sempurna dan belum mengalami mineralisasi lanjut. Pemberian pupuk organik PGPF (Plant Growth Promoting Fungi) diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh PGPF (Plant Growth Promoting Fungi) terhadap tanaman lidah buaya di tanah gambut dengan pemberian dua jenis fungi yaitu Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dan empat bahan pembawa yaitu, gambut, ampas sagu, dedak, serbuk gergaji. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan dan setiap ulangan terdari dari 3 sampel. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah Tanpa mengunakan formulasi PGPF, PGPF  Aspergillus sp. dengan bahan pembawa gambut, PGPF Aspergillus sp. dengan bahan pembawa ampas sagu, PGPF Aspergillus sp. dengan bahan pemebawa dedak, PGPF Aspergillus sp. dengan bahan pembawa serbuk gergaji, PGPF Penicillium sp. dengan bahan pembawa gambut, PGPF Penicillium sp. dengan bahan pembawa ampas sagu, PGPF Penicillium sp. dengan bahan pembawa dedak, PGPF Penicillium sp. dengan bahan pembawa  serbuk gergaji. Variabel yang diamati adalah berat pelepah, panjang pelepah, ketebalan pelepah daun, lebar pelepah, volume akar.Pemberian PGPF Aspergillus sp. dan Penicillium sp. dengan berbagai bahan pembawa yang digunakan menghasilkan pertumbuhan tanaman lidah buaya yang lebih baik dibandingkan tanpa mengunakan formulasi PGPF. PGPF Aspergillus sp. dengan bahan pembawa dedak memberikan respon pertumbuhan yang paling baik.Kata kunci: Lidah buaya, gambut, PGPF (Plant Growth Promoting Fungi)

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam yang  baik dan efisien bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Metode eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut terdiri dari a1(tanpa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam), a2 (250g pupuk kandang kotoran ayam), a3 (500 g pupuk kandang kotoran ayam), a4 (750g pupuk kandang kotoran ayam), dan a5 (1000g pupuk kandang kotoran ayam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, danberat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran ayam memberikan hasil yang baik terhadap semua variabel yang diamati kecuali jumlah cabang produktif. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 500 g / polibag atau setara dengan 20 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik dan efisien dalam penggunaan pupuk kandang kotoran ayam. Kata kunci: cabai rawit, pupuk kandang, tanah gambut.

Pengembangan PGPF menjadi Pupuk dan Pestisida Hayati Berformulasi Sederhana: 1. Pengujian Bahan Pembawa

Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 1, No 1 (2011): Perkebunan dan Lahan Tropika
Publisher : Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.644 KB)

Abstract

Penyusutan lahan pertanian yang subur merupakan kendala yang dihadapi dalam budidaya pertanian di Indonesia. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti lahan gambut yang kurang subur dengan memperbaiki kondisi mikrobiologis lingkungan tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme spesifik lokal terutama dari kelompok jamur yang mampu membantu pertumbuhan tanaman. Jamur asal tanah gambut yang diketahui mampu membantu pertumbuhan tanaman adalah Aspergillus sp. Isolat SNTH003 dan Penicillium sp. isolat SNTH001 asal lahan gambut Kuburaya, Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bahan-bahan berupa limbah yang dapat digunakan sebagai bahan pembawa bagi jamur PGPF. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dari bulan Agustus 2010 sampai Februari 2011, meliputi produksi massal jamur pada Medium Kultur Beras, penyiapan, inokulasi dan evaluasi ketahanan jamur PGPF pada bahan pembawa. Dari empat bahan yang digunakan yaitu dedak, ampas sagu, gambut dan serbuk gergajian kayu, penggunaan bahan dedak mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi spora yang lebih banyak dibandingkan bahan lainnya, yaitu sebesar 133×108 cfu/gr, tetapi kurang mampu medukung daya tahan spora dalam bahan selama 12 minggu pengamatan. Sedangkan  untuk jamur Penicillium sp. isolat SNTH001, bahan yang paling mampu mendukung pertumbuhan dan menghasilkan spora yaitu sebesar 120×108cfu/grserta mampu mempertahankan daya hidup spora  selama 12 minggu adalah bahan gambut.

PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT DI TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang kotoran ayam yang  baik dan efisien bagi pertumbuhan dan hasil cabai rawit di tanah gambut. Metode eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut terdiri dari a1(tanpa perlakuan pupuk kandang kotoran ayam), a2 (250g pupuk kandang kotoran ayam), a3 (500 g pupuk kandang kotoran ayam), a4 (750g pupuk kandang kotoran ayam), dan a5 (1000g pupuk kandang kotoran ayam). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, volume akar, jumlah cabang produktif, jumlah buah pertanaman, danberat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kandang kotoran ayam memberikan hasil yang baik terhadap semua variabel yang diamati kecuali jumlah cabang produktif. Pemberian pupuk kandang kotoran ayam 500 g / polibag atau setara dengan 20 ton/ ha memberikan pertumbuhan dan hasil cabai rawit yang baik dan efisien dalam penggunaan pupuk kandang kotoran ayam. Kata kunci: cabai rawit, pupuk kandang, tanah gambut.

PENGARUH ABU SERBUK GERGAJI DAN PUPUK BIO ORGANIK TERHADAP HASIL MELON PADA TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.122 KB)

Abstract

Budidaya melon dilahan gambut dihadapkan pada kendala sifat kritis dari tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh abu serbuk gergaji dan pupuk bio organik terhadap hasil melon pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor abu serbuk gergaji dengan 3 perlakuan ( 22,65 ton/ha,   27,58 ton/ha,    32,74 ton/ ha) dan faktor pupuk bio organik dengan 5 perlakuan ( 0 kg/ha, 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, 500 kg/ha). Variabel yang diamati adalah lingkar buah (cm),  berat buah (kg), Kadar gula (skala brix). Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu serbuk gergaji dan pupuk bio organik pada tanah gambut berpengaruh nyata terhadap lingkar buah (cm),  berat buah (kg), kadar gula (skala brix) pada tanaman melon. Hasil yang terbaik pada parameter lingkar buah, berat buah, dan kadar gula buah dihasilkan oleh perlakuan dengan pemberian abu serbuk gergaji 32,74 ton/ha dan pupuk bio organik 400 kg/ha dengan rata-rata hasil lingkar buah 46,34 cm, berat buah 1,55 (kg) dan kadar gula buah 10,50 (skala brix). Kata kunci: Abu serbuk gergaji, melon, pupuk bio organik, tanah gambut.

PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP HASIL MENTIMUN DI TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati terhadap hasil tanaman mentimun di tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut adalah dosis pupuk hayati petrobio GR yang terdiri dari : p0 = pupuk N, P, dan K sesuai dosis yang dianjurkan (tanpa pupuk hayati) ; p1 = 1,08 gram per tanaman; p2 = 2,16 gram per tanaman; p3 = 3,24 gram per tanaman; p4 = 4,44 gram per tanaman; p5 = 5,40 gram per tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah buah per pohon (buah), panjang buah (cm), lingkar buah (cm), berat buah per tanaman (g), berat buah per bedengan (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan yang diberikan pupuk hayati petrobio GR memberikan pengaruh yang tidak nyata.   Kata kunci: Pupuk hayati, Mentimun

RESPON TANAMAN KEDELAI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG DI TANAH GAMBUT

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kotoran ayam yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianakberlangsung dari tanggal 3 Juli 2014 - 12 Oktober 2014, menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan, perlakuan tersebut adalah : k1 = pupuk kandang ayam 200 g/polybang setara dengan 10 ton/ha, k2 = pupuk kandang ayam 300 g/polybag setara dengan 15 ton/ha, k3 = pupuk kandang ayam 400 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, k4 = pupuk kandang ayam 500 g/polybag setara dengan 25 ton/ha, k5 = pupuk kandang ayam 600 g/tanaman setara dengan 30 ton/ha. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering pertanaman, berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan berat kering tanaman, berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, berat biji per tanaman dan berat 100 biji kering. Pemberian pupuk kandang ayam 400 g/polybag setara dengan 20 ton/ha merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah gambut. Kata kunci : gambut, kedelai, pupuk kandang ayam

PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI pre nursery PADA TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.

PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH ALLUVIAL

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.

Respon Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Puyuh pada Tanah Podsolik Merah Kuning Respon Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Puyuh pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman bawang merah terhadap pemberian pupuk kandang puyuh pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai Oktober 2015 di Kebun Percobaan Fakutas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian 992 g/polybag pupuk kandang puyuh atau setara dengan 10 % bahan organik dalam tanah (a1), 1.509 g/polybag pupuk kandang puyuh atau setara dengan 15 % bahan organik dalam tanah (a2), 2.026 g/polybag pupuk kandang puyuh atau setara dengan 20 % bahan organik dalam tanah (a3), 2.543 g/polybag pupuk kandang puyuh atau setara dengan 25 % bahan organik dalam tanah (a4) dan 3.060 g/polybag pupuk kandang puyuh atau setara dengan 30 % bahan organik dalam tanah (a5). Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi volume akar, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh berpengaruh tidak nyata untuk variabel jumlah daun, jumlah anakan dan jumlah umbi tetapi berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat segar umbi dan berat kering umbi. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 1.509 g/polybag atau setara dengan 15 % bahan organik dalam tanah sudah memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci :    bawang merah , pupuk kandang puyuh, tanah podsolik merah kuning.