Etty Sulistyowati
Erlita Verdia Mutiara, Etty Sulistyowati, Hanum Try Pertiwi

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISA KADAR LOGAM Pb (TIMBAL) DAN Zn (SENG) DALAM RAJUNGAN (Portunus pelegicus) DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN SECARA SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM Suprijono, Agus; Sulistyowati, Etty; Suryani, Suci Dwi
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam Pb dan Zn merupakan zat yang berbahaya jika masuk ke organ biologis. Zat kimia tersebut dalam konsentrasi rendah bisa menyebabkan toksik, terutama pada hewan air seperti ikan, kepiting, rajungan dan lain sebagainya. Logam Pb dan Zn mempunyai kecenderungan mengumpul dalam organ biologis, terutama dalam bentuk ion, karena bentuk ion mempunyai kelarutan yang lebih besar dalam lemak. Logam Pb dan Zn dapat menyebabkan kerusakan syaraf pusat, serta gangguan fungsi ginjal dan paru­paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Pb dan Zn yang terkandung dan terakumulasi dalam rajungan di pantai Slamaran Pekalongan. Pengukuran konsentrasi pada ion logam Pb dan Zn dilakukan dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar yaitu pada jarak 200 meter kadar logam Pb lebih besar dibandingkan pada jarak 300 dan 100 meter serta melebihi batas maksimum cemaran logam berat dalam makanan untuk rajungan dan hasil olahannya yaitu > 2,0 mg/kg. Pada logam Zn juga terdapat perbedaan kadar, logam yang terbesar didapatkan pada jarak 300 meter, tetapi tidak melebihi batas maksimum cemaran logam berat dalam makanan yaitu rajungan dan hasil olahannya yaitu < 100 mg/kg. Jadi dapat disimpulkan pada pantai Slamaran Pekalongan kandungan logam berat Pb melebihi batas dan Zn tidak melebihi batas. Kata kunci : Logam Pb dan Zn, Spektrofotometri Serapan Atom, Rajungan (Portunus pelegicus), bio-indikator.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BEKATUL PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP PENGHAMBATAN KETENGIKAN MINYAK DIBANDINGKAN DENGAN ANTIOKSIDAN SINTETIK BHT (Butylated Hydroxy Toluene) Mutiara, Erlita Verdia; Sulistyowati, Etty; Pertiwi, Hanum Try
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidant is substance that can delay and prevent oil rancidity from oxidation process. The syntetic antioxidant that is often used to prevent oil rancidity is BHT (Butylated Hydroxy Toluene), but the use of BHT in the long time causes carsinogenic effect to damage the body. Therefore, antioxidant from natural resources is needed as an alternative to prevent oil rancidity whitout side effect on the body. Rice bran (Oryza saliva L.) contains tocopherol (vitamin E) that is useful as strong natural antioxidant. The aim of this research is to know the activity of rice bran ethanolic extract as antioxidant in preventing oil rancidity. Antioxidant activity was tested with the peroxide number method ( Hills and Thiel), thiobarbituric acid (TBA) method and acid value test as lauric acid. From the result of the research it was concluded that the extract and BHT could decrease the peroxide number, malonaldehide number, and the acid value as lauric acid. The extract has an antioxidant activity in preventing the oil rancidity lower than that of BHT, and based on the statistics test it was found a significant difference (p≤0,05) between extract with BHT in the same concentration in preventing oil rancidity.   Key Words : Antioxidant, rice bran ethanolic extract, oil rancidity
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK TERPURIFIKASI HERBA ARTEMISIA (Artemisia annua (L.)) DAN HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata (Burm.f) Nees) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 RESISTEN INSULIN Herliyanti, Kiki; Franyoto, Yuvianti Dwi; Sulistyowati, Etty
e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.2 DESEMBER 2014
Publisher : e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTInsulin resistance is a common condition that is believed to play a major role in the pathogenesis of the metabolic syndrome, obesity and type 2 diabetes mellitus, and heart disease. The purpose of this study was to determine the antidiabetic activity mellitus combination of purified extract of bitter herbs and artemisia herb in rats with type 2 diabetes mellitus insulin resistance compared with the effect of each extract.Test activity of purified extract of bitter herbs, herbal extracts purified artemisia and combinations thereof done by grouping test animals which have been declared insulin resistance is divided into 7 groups, Group I: a combination of purified extract of bitter herbs 390.9 mg / kg and 83.56 mg of the herb artemisia / kg; Group II: a combination of purified extract of bitter herbs 651.5 mg / kg and herb artemisia 41.7 mg / kg; Group III: purified extract of bitter herbs single dose of 651.5 mg / kg rat; Group IV : purified extract of bitter herbs single dose of 1303 mg / kg, po; Group V: purified extract of the herb artemisia single dose 41.78 mg / kg, po; Group VI: purified extract of the herb artemisia single dose 83.56 mg / KgBW , po; Group VII: positive control (given metformin dose of 45 mg / kg, po); Group VIII: negative control (CMC-Na was given 1%, po). Then the results were analyzed with SPSS 16 statistical test.The percentage decrease preprandial blood glucose levels of administration of a single dose of artemisia extract 83.56 mg / KgBW better than the combination of bitter and herbal28extracts artemisia, while the percentage reduction in postprandial glucose levels in the administration of a combination of extracts of bitter herbs bitter dose of 651.5 mg / kg BB artemisia herb and 41.7 mg / kg better than the extract of bitter herbs and herbal extracts artemisia singly.Keywords: bitter herbs, Artemisia herb, diabetes mellitus, glucose levels
Perbedaan Metode Spektrofotometri Visibel dan Titrimetri Pada Penetapan Kadar Gula Reduksi Nasi dan Blendung Jagung Sulistyowati, Etty; Mutiara, Erlita Verdia; Akmalia, Niaba
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Seminar Nasional Farmasi 2011, Tema : Teknologi Pengolahan Bahan Alam Dalam Industri Farmasi, Kosme
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI Nasi jagung merupakan alternatif lain dari nasi beras, mengandung karbohidrat sehingga bisa dijadikan alternatif untuk pengganti beras bagi penderita diabetes. Sedangkan blendung jagung merupakan jajan pasar yang terbuat dari jagung yang direbus dengan air kapur secukupnya sampai matang dan jagung merekah kemudian disajikan dengan kelapa parut. Kedua olahan jagung ini diduga mempunyai kandungan gula reduksi yang rendah sehingga perlu diteliti kadar gula reduksinya. Analisis kandungan gula reduksi pada nasi dan blendung jagung dilakukan dengan dua metode yaitu spektrofotometri visibel dengan metode Nelson-Somogyi dan dengan cara titrasi dengan metode Luff Schoorl. Analisis data dilakukan dengan cara menghitung kadar gula reduksi pada sampel nasi dan blendung jagung. Kadar gula reduksi pada nasi jagung lebih tinggi dari pada blendung jagung. Rerata kadar gula reduksi pada nasi jagung metode spektrofotometri dan titrimetri berturut-turut adalah 555,5267 mg/kg dan 902,2575 mg/kg. Rerata kadar gula reduksi pada blendung jagung metode spektrofotometri dan titrimetri berturut-turut adalah 302,3287 mg/kg dan 555,9534 mg/kg. Hasil penetapan kadar gula reduksi selanjutnya dihitung dengan statistik menggunakan uji t. Dari data yang diperoleh menunjukkan perbedaan yang signifkan yang berarti terdapat perbedaan kandungan gula reduksi pada nasi dan blendung jagung yang ditetapkan secara spektrofotometri visibel dan titrimetri.   Kata kunci : Gula reduksi, nasi jagung, blendung jagung, metode Nelson-Somogy, Luff Schoorl.