Edy Tri Sulistyo
Seni Rupa, FKIP, Universitas Sebelas Maret

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

KESANTUNAN GURU DAN SISWA PEREMPUAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH BILINGUAL

LINGUA: Journal of Language, Literature and Teaching Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Center of Language and Culture Studies, Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.953 KB)

Abstract

The purposes of this study are to explain (1) the form of politeness principles by language teacher languages and female students in the learning process of Indonesian language at SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (SMA ABBS), (2) violation to politeness principle of female teachers and female students in learning process of Indonesian learning in SMA ABBS.  Using qualitative approach, this study assigned the 2nd graders of SMA ABBS as the research subjet. Data were collected using recording techniques. Validity in this study was examined using method triangulation. Results of this study show five varieties of politeness principles including maxim of tact, generousity, praise, humanity and consciousness and the violations of the five maxims do occur in learning process of Indonesian language among teachers and female students. 

MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL

Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional. AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration.  © 2013 Universitas Negeri Semarang

PEMBELAJARAN SENI LUKIS ANAK MELALUI PENERAPAN TEORI KONSTRUKTIVISTIK

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.011 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the result of the learning process of how to paint using Constructivists theory. The classroom action research methodology was employed in this research. The sources of the data were place events and the children’s paintings. The techniques of data collection were participant observation and document analysis. The research result shows that the learning process using constructivist’s theory can increase childrens creativity, the applying of the facilities influences the learning. Result the use of multimedia increase the children creativity, the holistic system of evaluation.

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Paedagogia, Jurnal Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.262 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe and explain the code switching (CS) and code mixing (CM) form, the factors that cause the occurrence of CS and CM and also the impact of CS and CM in Indonesian learning. This research uses descriptive qualitative and sociolinguistic approach. The data are the speech of teachers and students of class X containing elements of CS and CM. The techniques of collecting data are observation and interview. The testing validity of the data uses triangulate source technique. Technique of analyzing data uses interactive analysis method. The results of the research show that (1) the forms of CS are done internally and externally. The forms of CM are insertion word, phrase, clause, word repetition, and expression; (2) the causative factors of CS include speakers, opponent side, the presence of the third speaker, the subject to evoke the sense of humor. The factors that cause CM include the willingness to explain caused by the situation and the willingness to establish the familiarity between teachers and students; (3) AK and CS have the positive and negative impact to the learning Indonesian at class X.

OPTIMALISASI TINDAK TUTUR EKSPRESI GURU SEBAGAI WUJUD KESANTUNAN PESERTA DIDIK SMK YANG UNGGUL DI ERA MEA

Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.624 KB)

Abstract

Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan, sudah menjadi kewajiban guru memberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya. Salah satunya melalui tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ekspresif merupakan tuturan yang mengungkapkan sikap psikologis terhadap suatu keadaan yang tersirat. Tindak tutur eksprsif misalnya dengan memberikan contoh kecil, namun dapat memberikan dampak  yang positif bagi mereka. Hal tersebut dapat diaplikasikan dalam mengucapkan terima kasih, mengucapkan selamat, memberi maaf, mengucapkan belasungkawa dan lainnya. Hal tersebut secara tidak langsung akan mendisain dan mentransfer sesuatu pada peserta didik, yang kelak dapat mempermudah mereka ketika berkecimpung di dunia kerja. SMK merupakan suatu lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya untuk siap kerja, dan siap bersaing  menghadapai zaman yang semakin berkembang. MEA merupakan proyek yang telah lama disiapkan oleh anggota ASEAN, yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian ASEAN. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban Indonesia untuk mempersiapan kualitas dan meningkatkan kualitas agar dapat bersaing dengan negara lainnya, hal tersebut dibuktikan oleh pemerintah dengan membuka sekolah kejuruan di berbagai wilayah. Berdasarkan  hal tersebut dipilih judul dalam artikel ilmiah ini, Optimalisasi tindak tutur ekspresif guru sebagai wujud kesantunan peserta didik SMk yang unggul di Era MEA. Kata Kunci:  Tindak Tutur Guru, Kesantunan Peserta Didik SMK,MEA

FUNGSI BAHASA DALAM WACANA LISAN TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR KLEWER SURAKARTA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA

Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.982 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi bahasa dalam transaksi jual beli di Pasar Klewer Surakarta yang melingkupi fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representasi, fungsi interaksi, fungsi perorangan, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif, yang mendasar pada teori MAK Halliday (1973), dan relevansinya dengan materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif; sumber data yang diambil meliputi transkrip percakapan jual beli di Pasar Klewer Surakarta dan  guru bahasa Indonesia kelas X sebagai informan; Teknik sampling penelitian yang digunakan adalah purposive sampling; data dikumpulkan melalui observasi, perekaman, dan wawancara. Uji validitas data yang digunakan, yakni teknik triangulasi metode, triangulasi teori, dan triangulasi sumber serta review informan. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian yang diperoleh antara lain fungsi heuristik mendominasi dalam percakapan jual beli di pasar klewer dan bentuk negosiasi penjual dan pembeli di Pasar Klewer Surakarta dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Kata Kunci: Wacana Lisan, Teks Negoasiasi, Jual beli, Pasar Klewer Surakarta, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia.

INTERPRETASI TUTURAN PERSUASIF IKLAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF

Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.53 KB)

Abstract

Dunia modern saat ini telah memasuki era ekonomi kreatif. Di era ekonomi kreatif teknologi informasi dibutuhkan sebagai sarana untuk mempengaruhi masyarakat. Terknologi tersebut digunakan untuk mempromosikan produk. Melalui promosi produk diharapkan dapat dapat mendorong para pelaku industri untuk menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola pemasaran yang mengutamakan daya tarik konsumen. Hal ini menciptakan hubungan saling ketergantungan antarpelaku dunia usaha untuk mendorong semua industri agar lebih aktif, kreatif dan produktif dalam pemasaran produk. Pada bidang pemasaran, daya kreatif periklanan produk akan menjadi faktor yang dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, para pelaku dunia usaha yang ingin memasarkan produknya harus mampu menghasilkan ide-ide yang dapat menarik minat konsumen. Ide-ide yang menarik dapat tersalurkan melalui bahasa. Bahasa yang digunakan berupa tuturan persuasif. Tuturan persuasif berfungsi untuk mempengaruhi konsumen untuk melihat lebih mendalam mengenai produk yang ditawarkan. Hal ini dapat meningkatkan laba pelaku industri apabila tuturan persuaif mampu membuat konsumen tertarik dan membeli produk.Kata kunci: interpretasi, tuturan persuasif, ekonomi kreatif

LEARNING MEDIA DEVELOPMENT I-SPRING TECHNOLOGY ON THE SUBJECT OF ART AND CULTURE VISUAL ART 2D MATERIALS

-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.132 KB)

Abstract

I-Spring program is a computer application used to create instructional multimedia. This study aims to find out the design of I-Spring technology learning media on cultural arts subjects and its influence on students cognitive development on two-dimensional art material. Research methodology used is research and development (R & D) with research subjects of grade X Batik 2 Surakarta Senior High School. The development of I-Spring technology learning media includes four main stages namely; (1) preliminary research, (2) development design, (3) production, (4) product validation. The result of the research shows that I-Spring teaching media can improve students' cognitive ability in two dimensional art material.

NILAI MORAL PADA PEMENTASAN LUDRUK JOKO SAMBANG PENDEKAR GUNUNG GANGSIR SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN KECERDASAN MORAL PADA ANAK

-
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.274 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan nilai moral pada pementasan Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir, serta mendeskripsikan cara peningkatan kecerdasan moral pada  anak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat yang dituturkan oleh pemain ludruk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik simak dan catat. Teknik analisis data penelitian ini dilakukan dengan terstruktur: (1) Menggumpulkan data dengan mentranslate dialog para pemain, (2) mereduksi data, dan (3) menganalisis data dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan nilai moral yang terdapat dapat ludruk meliputi nilai: peduli, tanggung Jawab, banyak akal, empati, loyalitas, disiplin, respek, relegius dan akhlak mulia. Cara untuk meningkatkan kecerdasan, yakni : membuat tes, memilih cara/ metode praktis, menentukan cerita/ kisah yang nyata, membuat kelompok diskusi, dan memilih sumber yang lain.  This article describes the moral value of the performance of Ludruk Joko Sambang Pendekar Gunung Gangsir, and how to increase moral intelligence in children. This research includes descriptive qualitative research type. This research data is form of a sentence spoken by ludruk players. Techniques of data collection is done by way of technique refer and note. The data analysis technique of this research is done by structured: (1) Collecting data by transplanting the dialog of the players (2) reducing the data, and (3) analyzing the data and drawing conclusions. The results of this study, indicating the moral values contained can include ludruk value: care, responsibility, sense, empathy, loyalty, discipline, respect, relegius and noble character. Ways to improve intelligence: make tests, choose practical ways / methods, determine real stories / stories, create discussion groups, and choose other sources.

MODEL PENDIDIKAN PARTISIPATIF EMPAT PILAR BANGSA BAGI INTEGRASI NASIONAL

KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Vol 5, No 2 (2013): Tema Edisi: Model-Model Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Karakter Bangsa
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pendidikan partisipatif tentang empat pilar bangsa pada masyarakat akar rumput. Penelitian ini dilakukan di Sudiroprajan. Penelitian dirancang menerapkan Participatory Action Research, dengan siklus planning, act, observe, dan reflection. Integrasi dianalisis dengan fungsionalisme struktural, sebatas Cina-Jawa, dan sebatas variabel tingkat pengamalan 4 pilar bangsa. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui gambar dan tulisan yang mereka tuangkan dalam media mural, penelitian menunjukkan bahwa mereka memahami isi 4 pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) dan merepresentasikan pengamalan dan penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui mural, selain menjadikan tembok tampak terawat, terlihat bersih dan enak dipandang, juga dapat mengaktualisasikan pesan asimilasi alamiah di kampung Mbalong menjadi representasi bahwa mereka tidak lagi mempermasalahkan etnisitas, mampu mereduksi ikatan primordialisme, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan mengokohkan integrasi nasional.AbstractThis study aims to develop a participatory education model for educating four nation pillars in grassroots level. The research was concluded in Sudiroprajan Surakarta using participatory action research. The result shows that throught mural citizen can express their understanding of four nation pillars concern on the form of mural drawings and writings indicate that they understanding the content and practice the four nation pillars (Pancasila, the 1945 Constitution, Unity in Diversity, The Unity State Republic of Indonesia) in the everyday life. The murals do not only make the walls clean and pleasing. They also can actualize the message of natural assimilation. This is illustrated in Mbalong mural which suggests an idea that ethnicity there, is not longer a problem, that they can reduce primordial ties, strengthen unity, nationalism, and the national integration. 2013 Universitas Negeri Semarang