Articles

Found 34 Documents
Search

PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008 Rasiman, Rasiman; Cahyono, Adi Nur; Sulianto, Joko; Nurhadi, Nurhadi
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan.   Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM ASPEK PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGITIGA DI KELAS VII Sulianto, Joko
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2: Desember 2009
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk menganalisis keefektifan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dalam aspek penalaran dan pemecahan masalah pada materi segitiga di kelas VII. Permasalahan yang dikaji: 1) Apakah siswa yang mendapatkan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dapat mencapai ketuntasan belajar?, 2) Apakah kemampuan memecahkan masalah siswa yang mendapatkan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran metode ekspositori?, 3) Apakah penalaran siswa dapat mencapai kriteria sedang setelah mendapatkan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended? Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Kesatrian 2 Semarang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIIE sebagai kelas kontrol. Variabel yang dikaji adalah penalaran dan pemecahan masalah. Data diperoleh dari dokumentasi, tes dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji rata-rata, korelasi, analisis dwifaktor, dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat mencapai ketuntasan belajar, Penalaran siswa menunjukkan 33,33% menunjukkan siswa memiliki penalaran tinggi, 38,88% siswa memiliki penalaran sedang, dan 27 % siswa memiliki penalaran rendah kemudian dari tabel nilai sig 0,000 < 0,05 dengan nilai r = 0,745 artinya penalaran dan pemecahan masalah memiliki hubungan yang sangat kuat sebesar 74,5 %. Kemampuan memecahkan masalah siswa pada kelas pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended lebih baik. Disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dalam aspek penalaran dan pemecahan masalah pada materi segitiga di kelas VII efektif dan mencapai ketuntasan belajar.Kata kunci : keefektifan, pembelajaran kontekstual, open ended, penalaran, pemecahan masalah
PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Sulianto, Joko
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2: Desember 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sudah menjadi tugas guru sebagai pengelola pembelajaran adalah menciptakansituasi dan kondisi yang memungkinkan siswa belajar secara berdaya guna dan berhasilguna. Suatu upaya agar tercipta kondisi yang kondusif sehingga siswa dapat belajarsecara optimal, yaitu dengan melaksanakan pembelajaran yang menggunakan pendekatanyang dapat membuat siswa belajar secara mudah dan dengan perasaan senang. Salah satuprinsip yang dikembangkan dalam KTSP adalah berpusat pada potensi, perkembangan,kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Apa artinya? ArtinyaKTSP dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentraluntuk mengembangkan kompetensinya. Peserta didik memiliki posisi sentral mempunyaimakna bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pendekatanpembelajaran matematika di sekolah yang diduga akan sejalan dengan harapan darikurikulum dan dapat meningkatkan berpikir kritis siswa adalah pendekatan kontekstual.Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual materi disajikan melaluikonteks yang bervariasi dan berhubungan dengan kehidupan siswa baik di rumah, disekolah maupun di masyarakat secara luas, dan pengetahuan didapat oleh siswa secarakonstruktivis.Kata Kunci : Pendekatan konstekstual, kemampuan berpikir kritis, sekolah dasar
PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008 Rasiman, Rasiman; Cahyono, Adi Nur; Sulianto, Joko; Nurhadi, Nurhadi
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.003 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v2i2.280

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan. ?é?á Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum
The Implementation of Hand-Puppets as a Storytelling Media To The Students’ Language Skills and Characters (An R&D on the Second Grader of Sdn 6 Karangasem Batang Central Java Indonesia) Sulianto, Joko; Yulianti, Fitri
Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.864 KB)

Abstract

Teaching bahasa to elementary school students has important role in building attitudes, habits, and basic abilities to develop their language skills.  Story telling is a part of it. The story teller must have good performance of voice, intonation, and mimic, so that the listeners can understand and enjoy the performance. The story tellers must be supported by appropriate media; they are hand puppets.  The objective of this study is to know the implementation of hand-puppets as a story telling media to support students’ language skills and character building of the second graders of SDN 6 Karangasem Batang.  It is an R and D research. The data were collected by observing, interviewing teacher, giving tests, and taking documentations. Based on the data, hand-puppets can be used to increase students’ language skills in retelling story. Those data were shown by students’ active participation during the learning process and their interest, enthusiasm, and brave in retelling story in front of their classmates.  There were 10 students who joined in retelling story activity actively in “Pembelajaran I”. The numbers of students were increased in “Pembelajaran II”; there were 17 students. The media can also be used as an alternative teaching media to build students’ positive characters that made them easily understand and catch the moral value of each story. The researchers suggest to the teachers to create some more interesting media that make the students more fun and interested in joining the learning process.
PENGEMBANGAN MEDIA RAK BILANGAN UNTUK MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI PENJUMLAHAN SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Sulianto, Joko
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.599 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan media rak bilangan dapat mencapai ketuntasan belajar, untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan media rak bilangan dapat meningkatkan hasil belajar, untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar dengan menggunakan media rak bilangan dan pembelajaran konvensional. Penelitian dilatarbelakangi oleh banyak siswa yang mengalami kesukaran dalam memahami pelajaran matematika khususnya pada materi penjumlahan. Oleh karena itu, perlu penerapan media pembelajaran rak bilangan sebagai salah satu media yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Srondol Kulon 02. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media rak bilangan untuk kelas II sekolah Dasar, metode pengambilan data dengan menggunakan metode tes dan metode observasi. Sedangkan untuk analisis data ketuntasan belajar digunakan uji one sample t-test, sedangkan untuk hasil belar menggunakan uji-t. Berdasarkan data hasil validasi instrumen media rak bilangan diperoleh nilai 82,17 berdasarkan kategorisasi media rak bilangan baik, data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen 83,91 dan kelompok kontrol 73,91. Berdasarkan uji kesamaan varian diperoleh Fhitung 0,978 dengan sig.0,327>0.05 artinya varian kedua kelompok sama, berdasarkan uji thitung = 3,085 dengan nilai sig.0,003<0,05 artinya bahwa hasil belajar kedua kelompok berbeda, dapat disimpulkan pembelajaran dengan media rak bilangan lebih baik dari pada pembelajaran konvensional.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN OPEN ENDED DALAM PEMECAHAN MASALAH Sulianto, Joko
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 6 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i6.2877

Abstract

Abstract: The Effect of Open-ended-based Contextual Learning on the Problem-solving Ability of the Students. The study tries to describe the effect of open-ended-based contextual learning on the ability of the first grade of junior high school students in problem solving. The study is based on an experiment involving two different groups. One group was taught by using open-ended-based contextual learning model and the other was taught using an expository learning model. The result of the experiment shows that students ability in problem solving taught using open-ended-based contextual learning model is better that ability of the students taught using expository learning model. Abstrak: Keefektifan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Open Ended dalam Aspek Penalaran dan Pemecahan Masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dalam pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dikembangkan untuk menganalisis keefektifan pem­belajaran kontekstual dengan pendekatan open ended dalam pemecahan masalah pada pelajaran mate­matika di kelas VII. Kemampuan memecahkan masalah siswa dengan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended berbeda dengan kelas pembelajaran ekspositori. Kemampuan memecahkan ma­salah pada kelas pembelajaran kontekstual dengan pendekatan open ended lebih baik.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN KONSEP KEPADA ANAK DIDIK DALAM PEMBAHASAN TRIGONOMETRI Sulianto, Joko
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 1, No 2 (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.953 KB) | DOI: 10.26877/malihpeddas.v1i2.306

Abstract

Concepts are ideas that can be used to categorize or classify objects, whether a particular objects is an example of the concepts or not. At the simplest level we often observe objects with their characteristic. Based on the observation that the similarities can be seen from the object, so we can classify these objects.Concept math learning can be done by using a deductive approach begins by giving definitions, axioms, and the theorems followed by giving examples. This example can be given by the teacher or found by students. Deductive approach in teaching mathematics is commonly practiced. Learning by using deductive approach have to do fastly so it caan be more efficient. If a math lesson conducted with formal approach, but its implementation is deviate from the formal system, so it use informal approach. In this approach, theorem or formulas of mathematics is given. Then used to solve the problem without degrading or prove prior learning with informal approach can be used to train the students to discover and prove the characteristic or formula.
PENELUSURAN LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI SEMARANG MELALUI STUDI PELACAKAN (TRACER STUDY ) SEBAGAI UMPAN BALIK PENYEMPURNAAN KURIKULUM TAHUN 2008 Rasiman, Rasiman; Cahyono, Adi Nur; Sulianto, Joko; Nurhadi, Nurhadi
Media Penelitian Pendidikan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini, belum ada data yang akurat mengenai lulusan Program Studi Matematika IKIP PGRI Semarang baik yang bekerja pada sektor formal (guru, dosen, pegawai adaministrasi, dll.) maupun pada sektor informal. Padahal data mengenai profil lulusan suatu program studi sangat diperlukan antara lain untuk mengetahui: seberapa besar tingkat daya serap pasar terhadap lulusan, berapa jumlah pengangguran lulusan, kesesuaian antara subject matter dengan kebutuhan lapangan, perlunya revisi/ pembaharuan kurikulum. Studi pelacakan (tracer study) merupakan studi yang fokus utamanya untuk memperoleh informasi mengenai lulusan yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang jenjang strata satu (S1) dari awal kelulusan yaitu tahun 2000 sampai dengan lulusan tahun 2005 yang berjumlah 800 orang. Dari populasi tersebut dipilih sampel secara acak 140 orang lulusan sebagai responden yang berdomisili di 7 kabupaten, yaitu Grobogan, Demak, Pati, Kudus, Kendal, Pekalongan, dan Batang.Data mengenai lulusan dengan seluruh atribut dan karakteristiknya dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara, selain itu dengan menggunakan angket yang telah disusun sedemikian rupa untuk kebutuhan studi ini. Hasil yang diperoleh diantaranya: Seluruh responden bekerja sesuai dengan bidangnya, 100% lulusan telah bekerja dan 73% diantaranya telah mendapatkan pekerjaan tanpa masa tunggu, dan sisanya mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu berkisar antara 1-4 bulan, pendidikan di IKIP PGRI Semarang khususnya Program Studi Pendidikan Matematika telah sesuai dengan dunia kerja responden walaupun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja, dengan memperhatikan kendala yang dihadapi lulusan baik pada waktu mencari kerja maupun pada waktu bekerja, upaya yang dilakukan program studi/institut dituangkan dalam rekomendasi diantaranya: melakukan program reformulasi kurikulum, memberikan informasi bagi mahasiswa dan lulusan.   Kata Kunci: Lulusan, Tracer Study, Penyempurnaan Kurikulum
Keefektifan Model Pembelajaran Kontekstual dengan pendekatan open ended dalam aspek penalaran dan pemecahan masalah pada materi segitiga di kelas VII. Sulianto, Joko
MALIH PEDDAS Vol 1, No 1/ Juli (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak The Education Unit Level Curriculum states that problem solving, reasoning is the goal of learning mathematics elementary, junior high school and vocational school in addition to goals related to understanding the concept, this is contrary to the conditions of teachers who assume that the final answer to these problems is the main goal in learning , the procedure less students in solving the problems noted by teachers as too oriented to the truth of the final answer. Such conditions require the learning of mathematics with emphasis on problem-solving process. This study is an experimental study to analyze the effectiveness of contextual learning with open-ended approach in reasoning and problem-solving aspect of the triangle of material in class VII. Issues that were examined: 1) Do students who get contextual learning with open-ended approach can achieve exhaustiveness learn?, 2) Does problem-solving skills of students who get contextual learning with open-ended approach is better than in students with learning expository method?, 3) Is the reasoning that students can reach the criterion was after getting contextual learning with open-ended approach?. The study population was all students in grade VII Kesatrian SMP 2 Semarang. The sample study was graders VIIa as an experimental class and grade students VIIE as a control class. The variables studied are the reasoning and problem-solving. Data obtained from the documentation, testing and observation. The data obtained were analyzed using average test, correlation, analysis dwifaktor, and t-test. Results showed that students can achieve exhaustiveness study with an average of 73.31, t value = 3.137 with p value = 0.003 <0.05 means that student learning outcomes are significantly> 65. Reasoning students showed 33.33% of students have demonstrated high reasoning, 38.88% students have a reasoning being, and 27% of students have low reasoning sig later than table value 0.000 <0.05 with a mean value of r = 0.745 reasoning and problem solving has ties are very strong at 74.5%. Problem-solving abilities of students with contextual learning and open ended approach is different from expository teaching classes, based on the t test with a test value 0.030 p value <0.05. Average problem solving abilities of students reached 73.3 while the control class 65, 83 meaning that the average problem solving abilities of students in a class of contextual learning with open-ended approach is better. Then seen from the test value v dwifaktor test value 0.178 means not different problem-solving skills of students seen from the top, the middle and bottom groups. Concluded that the contextual learning with open-ended approach in reasoning and problem-solving aspect of the triangle of material in class VII learn effectively and achieve completeness. Keywords: Effectiveness, contextual learning, open ended, reasoning, problem-solving.