Muhammad Sulchan
Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Published : 50 Documents
Articles

ASUPAN TINGGI NATRIUM DAN LAMA MENONTON TV SEBAGAI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL Destiany, Vindy; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.136 KB)

Abstract

Background : Obesitic hypertension not only occurred in adults but also in adolescents. The prevalence of obesitic hypertension has increased in recent years. Consumption of high sodium foods and watching tv are risk factors were thought to cause obesitic hypertension in adolescents. The study aims to analyze consumption of high sodium foods and watching tv habits as risk factors for obesitic hypertension in early adolescents. Methods: This study used case control design with a comparator (38 cases and 38 controls). Obesity is determined by weight percentile for age and hypertension percentile determined by age, sex, and height. Sodium intake obtained by semi quantitative FFQ and watching tv habits used watching tv habits questionnaire. Results: The prevalence of obesitic hypertension is 7,5%. Consumption of high sodium foods have a significant correlation with incident of obesitic hypertension (p=0,001; OR=7,906) while watching tv habits hasn’t significantly increases incident of obesitic hypertension but this study show that it has correlation (p=0,648; OR=1,23).. Conclusion: T he study concludes that consumption of high sodium foods and watching tv habits are risk factors of obesitic hypertension occurrence on early adolescents. The multitude of consumption of high sodium foods and watching tv habits factors is respectively 7,9 times and 1,23 times.
DENSITAS ENERGI MAKANAN DAN HEREDITAS SEBAGAI FAKTOR RISIKO HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL Avihani, Rizka Dyah Ayu; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 2, No 1 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.074 KB)

Abstract

Latar belakang: Prevalensi hipertensi obesitik terus meningkat dengan cepat khususnya pada remaja. Densitas energi makanan dan hereditas merupakan beberapa faktor risiko hipertensi obesitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya risiko faktor densitas energi makanan dan hereditas terhadap kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal. Metode: Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3, SMP Negeri 30, SMP Kesatrian 2, dan Madrasah Al-Khoiriyah. Desain penelitian case-control dengan jumlah subyek 72 yang terdiri dari 36 kasus dan 36 kontrol. Subyek yang dipilih adalah yang memenuhi kriteria inklusi. Data densitas energi makanan didapatkan dengan wawancara menggunakan food frequency questionnaire 1 bulan terakhir. Data hereditas diperoleh dari pengukuran orang tua kandung secara langsung. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan digital,  dan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer. Hasil: Prevalensi hipertensi obesitas sebesar 7,5%. Ditemukan hubungan yang bermakna antara densitas energi (OR=5,8;CI=2,013–16,715;p=0,001) dan hereditas (OR=4,0;CI=1,518–11,000;p=0,004) dengan kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal. Simpulan: Densitas energi makanan dan hereditas merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal, dengan besar risiko 5,8 kali dan 4,0 kali.
ASUPAN TINGGI NATRIUM DAN BERAT BADAN LAHIR SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI OBESITAS PADA REMAJA AWAL Fatta, Lutfiana Amirullah; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291 KB)

Abstract

Background: Obesity Hypertension does not only occur in adults or elderly, but also can occur on adolescents. Obesity Hypertension risk factors on adolescents as well as risk factors for obesity and hypertension. High-sodium intake and birth weight are two of the several risk factors for obesity hypertension. The purpose of this study was to determine magnitude of  risk factors of high-sodium intake and birth weight on obesity hypertension occurance on early adolescence. Method: The study was carried out in SMP 3, SMP 30, SMP Kesatrian 2, and Madrasah Al-Khoiriyah. The design of this study is case-control with the amount of subjects are 72 consist of 36 cases and 36 controls. The subjects were selected that met the inclusion criteria. Data sodium intake is obtained by interview using Food Frequency Questionnaire last one month. Data on birth weight is obtained from interview with parents which supported by the record of KMS / KIA. Height measurements using microtoise, weight using digital scales, waist circumference using a tape measure, and blood pressure using a sphygmomanometer. Results: The prevalence of obesity hypertension is 7.5%. In this study, it is found that there is a significant correlation between high-sodium intake (p = 0.042; OR = 3.5) birth weight (p = 0.012; OR = 3.7) on obesity hypertension occurance on early adolescence. Conclusion: High-sodium intake and birth weight are risk factor of obesity hypertension  on early adolescence.  Major risk factors of high-sodium intake and birth weight are respectively 3.5 times and 3.7 times
KONSUMSI GULA SEDERHANA DAN AKTIFITAS FISIK SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL Rabaity, Aljannah; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.532 KB)

Abstract

Latar Belakang: Menurut Riskesdas tahun 2007 di Indonesia, prevalensi hipertensi pada remaja sebesar 9%. Prevalensi obesitik pada remaja menurut Riskesdas 2010 sebesar 19,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi gula sederhana dan aktifitas fisik sebagai faktor risiko kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal. Metode : Penelitian dilakukan di 5 SMP di Semarang. Desain penelitian kasus kontrol dengan jumlah subyek sebesar 76 yang terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol. Pemilihan sampel penelitian dengan menggunakan proportional random sampling dari kelas 7 dan 8. Data asupan gula sederhana diperoleh dari wawancara secara langsung menggunakan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ). Tekanan darah sampel diukur menggunakan sphygmomanometer. Hasil : Prevalensi hipertensi obesitik sebesar 7,5%. Pada penelitian ini ditemukan hubungan yang bermakna antara asupan gula sederhana (OR=2,6; CI=1,041- 6,636; p=0,039) dan aktivitas fisik (OR=3,5; CI=1,267 - 10,143; p=0,014) terhadap kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal. Simpulan : Asupan gula sederhana dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap  kejadian hipertensi obesitik pada remaja awal, dengan besar risiko 2,6 kali dan 3,5 kali.
ASUPAN TINGGI LEMAK DAN AKTIVITAS OLAHRAGA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA HIPERTENSI OBESITIK PADA REMAJA AWAL Kapriana, Martalina Tri; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 1, No 1 (2012): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.922 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi obesitas menjadi masalah kesehatan di berbagai negara dan dikaitkan dengan asupan tinggi lemak dan kurangnya aktivitas olahraga. Obesitas dapat menyebabkan hipertensi, melalui resistensi insulin, yang dikenal dengan hipertensi obesitas. Tujuan : Menganalisis asupan tinggi lemak dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko terjadinya hipertensi obesitas pada remaja awal.Metode : Subyek penelitian case control ini terdiri dari 40 remaja awal dengan hipertensi obesitas sebagai kasus, dan 40 remaja awal yang tidak hipertensi obesitas sebagai kontrol dengan padanan usia dan jenis kelamin di 3 SMP di Semarang. Penentuan obesitas dengan nilai persentil BMI sedangkan penentuan hipertensi menggunakan persentil tekanan darah. Asupan lemak total diperoleh dengan wawancara menggunakan FFQ semi kuantitatif. Aktivitas olahraga diperoleh dari kuesioner aktivitas olahraga. Hasil : Prevalensi hipertensi obesitas pada penelitian ini 7,5%. Analisis bivariat menunjukkan asupan tinggi lemak merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi obesitas (p=0.002: OR=4,3: CI=1,696-11,069). Sedangkan aktivitas olahraga yang rendah memiliki hubungan bermakna dengan kejadian hipertensi obesitas (p=0,012: OR=3,31). Simpulan : Asupan tinggi lemak berisiko 4,3 kali meningkatkan kejadian hipertensi obesitas pada remaja awal. Inaktivitas olahraga berisiko 3,31 kali meningkatkan kejadian hipertensi obesitas pada remaja awal.
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI Fe+ ASAM FOLAT TERHADAP KENAIKAN KADAR Hb PADA IBU HAMIL YANG TERINFEKSI MALARIA DI KABUPATEN NABIRE Mulyanti, Mulyanti; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 2, No 3 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.226 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pada tahun 2010, Indonesia menjadi salah satu dari empat negara di Asia dengan prevalensi anemia yang cukup tinggi. Selain itu prevalensi malaria pada ibu hamil dan melahirkan sebesar 18%, dimana 60% disebabkan oleh Plasmodium falcifarum, 32% oleh Plasmodium vivax, 4,5% karena infeksi campuran. Infeksi parasit Plasmodium pada ibu hamil dapat menyebabkan anemia pada penderitanya melalui mekanisme langsung pengambatan eritropoesis dan infestasi eritrosit, dan mekanisme efek samping dari pemberian antimalaria yang menghambat asupan dan absorbsi zat gizi. Untuk mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil salah satunya yaitu program suplementasi Fe Asam Folat.Metode :  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Perubahan kadar Hb pada ibu hamil trimester II dan III yang terinfeksi malaria  yang mendapat suplementasi Fe Asam Folat. Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan case control, sampel sebanyak 126 orang yang diambil secara consecutive dan matching dan sampel dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil : Rerata perubahan kadar Hb pada kelompok kasus sebesar 0.270±0.615 dan pada kelompok kontrol sebesar 0.886 ± 0.749 dengan p < 0.05. Ada perbedaan perubahan yang signifikan pada kedua kelompok. Analisis perubahan Hb pada kelompok dengan suplementasi rutin (≥30) dan kelompok yang tidak rutin (<30) didapatkan nilai OR 3.33 dan p > 0.05.Simpulan : Pada kelompok kasus kenaikkan kadar Hb lebih rendah dari kelompok kontrol, sehingga penanganan anemia pada ibu hamil malaria perlu evaluasi dan perbaikan program agar mendapatkan hasil yang optimal.
PENGARUH PEMBERIAN JUS APEL FUJI (MALUS DOMESTICA) DAN SUSU TINGGI KALSIUM RENDAH LEMAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS SPRAGUE DAWLY HIPERKOLESTEROLEMIA Dewi, Partika Kharunia; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.139 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ini ialah hiperkolesterolemia yang ditandai oleh tinggi nya kadar kolesterol total dalam darah. Pengendalian kadar kolesterol total yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. Apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak kemungkinan bermanfaat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak terhadap kadar kolesterol total pada tikus Sprague Dawly hiperkolesterolemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan pre-post test randomized control group design yang menggunakan 25 ekor tikus hiperkolesterolemia. Pengelompokan dilakukan secara acak menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standar, kontrol positif yang diberikan pakan standar dan tinggi kolesterol, dan empat kelompok perlakuan yang diberikan pakan standar, tinggi kolesterol dan intervensi berupa kombinasi jus apel dengan dan tanpa kulit 4,62 g dan susu tinggi kalsium rendah lemak 6,16 ml selama 14 hari. Serum kolesterol total sebelum dan sesudah perlakuan diperiksa menggunakan metode CHOD-PAP. Data dianalisis dengan uji Paired t-test, Wilcoxon dan Anova.Hasil: Kadar kolesterol total darah pada kelompok K- turun dari 51,8mg/dl menjadi 50,3mg/dl sedangkan pada kelompok K+ naik dari 37,8mg/dl menjadi 41,3mg/dl. Pemberian intervensi menyebabkan kadar kolesterol total darah pada kelompok P1, P3 dan P4 turun sedangkan P2 naik. Kadar kolesterol total darah pada kelompok P1 turun dari 51mg/dl menjadi 46,3mg/dl, kelompok P3 turun dari 48,2mg/dl menjadi 42,4mg/dl dan kelompok P4 turun dari 46mg/dl menjadi 44mg/dl. Kadar kolesterol total darah pada kelompok P2 naik dari 50mg/dl menjadi 55,3mg/dl. Berdasarkan uji Annova tidak terdapat perbedaan signifikan pada perubahan kadar kolesterol total sebelum dan saat intervensi (p=0,224). Simpulan: Pemberian intervensi berupa kombinasi jus apel dengan kulit dan jus apel tanpa kulit pada dosis 4,62 g serta susu tinggi kalsium rendah lemak pada dosis 6,16 ml selama 14 hari tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total darahLatar Belakang : Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit ini ialah hiperkolesterolemia yang ditandai oleh tinggi nya kadar kolesterol total dalam darah. Pengendalian kadar kolesterol total yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. Apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak kemungkinan bermanfaat menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak terhadap kadar kolesterol total pada tikus Sprague Dawly hiperkolesterolemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experiment dengan pre-post test randomized control group design yang menggunakan 25 ekor tikus hiperkolesterolemia. Pengelompokan dilakukan secara acak menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standar, kontrol positif yang diberikan pakan standar dan tinggi kolesterol, dan empat kelompok perlakuan yang diberikan pakan standar, tinggi kolesterol dan intervensi berupa kombinasi jus apel dengan dan tanpa kulit 4,62 g dan susu tinggi kalsium rendah lemak 6,16 ml selama 14 hari. Serum kolesterol total sebelum dan sesudah perlakuan diperiksa menggunakan metode CHOD-PAP. Data dianalisis dengan uji Paired t-test, Wilcoxon dan Anova.Hasil: Kadar kolesterol total darah pada kelompok K- turun dari 51,8mg/dl menjadi 50,3mg/dl sedangkan pada kelompok K+ naik dari 37,8mg/dl menjadi 41,3mg/dl. Pemberian intervensi menyebabkan kadar kolesterol total darah pada kelompok P1, P3 dan P4 turun sedangkan P2 naik. Kadar kolesterol total darah pada kelompok P1 turun dari 51mg/dl menjadi 46,3mg/dl, kelompok P3 turun dari 48,2mg/dl menjadi 42,4mg/dl dan kelompok P4 turun dari 46mg/dl menjadi 44mg/dl. Kadar kolesterol total darah pada kelompok P2 naik dari 50mg/dl menjadi 55,3mg/dl. Berdasarkan uji Annova tidak terdapat perbedaan signifikan pada perubahan kadar kolesterol total sebelum dan saat intervensi (p=0,224).  *)Penulis Penanggungjawab Simpulan: Pemberian intervensi berupa kombinasi jus apel dengan kulit dan jus apel tanpa kulit pada dosis 4,62 g serta susu tinggi kalsium rendah lemak pada dosis 6,16 ml selama 14 hari tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total darah.
PENGARUH PEMBERIAN JUS APEL FUJI (MALUS DOMESTICA) DAN SUSU TINGGI KALSIUM RENDAH LEMAK TERHADAP KADAR KOLESTEROL HDL DAN LDL PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA Linda Irawati, Okka Roza; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.515 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol darah diatas batas normal. Apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak bermanfaat untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus apel dan susu tinggi kalsium rendah lemak terhadap kadar kolesterol HDL dan LDL dalam darah  pada tikus Sprague Dawley hiperkolesterolemiaMetode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pre-post test randomized control group design yang menggunakan 30 ekor tikus Sprague Dawley . Pengelompokan dilakukan secara acak menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standar, kontrol positif yang diberikan pakan standar dan tinggi kolesterol. Dua kelompok diberikan pakan standar, pakan tinggi kolesterol dan jus apel fuji dengan kulit dan jus apel fuji tanpa kulit. Dua kelompok lainnya mendapat pakan standar, pakan tinggi kolesterol, susu tinggi kalsium rendah lemak dan jus apel fuji dengan kulit dan tanpa kulit selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji Paired t-test/ Wilcoxon dan Anova/ Kruskall Wallis. *)Penulis Penanggungjawab Hasil: Kadar kolesterol LDL darah pada kelompok K- naik dari 24 mg/dl menjadi 27,8mg/dl, kelompok K+ naik dari 19,5mg/dl menjadi 22mg/dl.Kadar kolesterol LDL darah pada kelompok P1 turun dari 27mg/dl menjadi 25,8mg/dl, kelompok P3 turun dari 24,4mg/dl menjadi 20,8mg/dl , kelompok P2 naik dari 25mg/dl menjadi 30,8mg/dl dan kelompok P4 naik dari 22,8mg/dl menjadi 24,8mg/dl. Kadar kolesterol HDL darah pada kelompok K- naik dari 19,2mg/dl menjadi 20mg/dl dan kelompok K+ turun dari 17,7mg/dl menjadi 15,5mg/dl.Kadar kolesterol HDL darah pada kelompok P1 turun dari 19mg/dl menjadi 18 mg/dl, kelompok P2 turun dari 21,7mg/dl menjadi 17,5mg/dl , kelompok P3 turun dari 18,6mg/dl menjadi 16,8mg/dl dan kelompok P4 tetap 18 mg/dl. Tidak ada perbedaan perubahan kadar kolesterol LDL dan HDL antar kelompok secara berurutan yaitu  (p=0,224) dan (p=0,279)Simpulan: Pemberian jus apel dengan kulit, jus apel, jus apel dengan kulit dengan  susu tinggi kalsium rendah lemak serta jus apel dengan susu tinggi kalsium rendah lemak selama 14 hari tidak berpengaruh terhadap kadar kolesterol LDL dan kolesterol HDL darah pada tikus hiperkolesterolemia .
PENGARUH PEMBERIAN JUS APEL FUJI (MALUS DOMESTICA) DAN SUSU TINGGI KALSIUM RENDAH LEMAK TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA Agustina, Ratna Yolanda; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 2, No 4 (2013): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.628 KB)

Abstract

Latar Belakang : Salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner (PJK) adalah hiperkolesterolemia, suatu kondisi dimana tingginya kadar kolesterol dalam darah. Hiperkolesterolemia erat hubungannya dengan kadar trigliserida di dalam darah apabila trigliserida dalam darah tinggi akan memicu timbulnya atherosklerosis. Apel fuji mengandung zat fitokimia seperti quercetin, catechin, phloridzin dan asam klorogenik yang diketahui dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kalsium dalam susu berguna untuk menurunkan berat badan dan menurunkan sintesis lemak dan mencegah  hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus buah apel fuji dan susu tinggi kalsium rendah lemak terhadap kadar trigliserida pada tikus Sprague Dawley hiperkolesterolemia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan pre-post test randomized control group design yang menggunakan 30 ekor tikus Sprague Dawely hiperkolesterolemia. Dibagi  secara acak menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya diberikan pakan standart, kontrol positif yang diberikan pakan standart dan tinggi lemak, dua kelompok diberikan pakan standart, pakan tinggi lemak dan jus apel fuji dengan kulit dan jus apel fuji tanpa kulit, dua kelompok lainnya mendapat pakan standart, pakan tinggi kolesterol, susu tinggi kalsium rendah lemak dan jus apel fuji dengan kulit dan tanpa kulit selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji Paired t-test dan Anova.Hasil: Perubahan kadar trigliserida kelompok kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan jus apel kulit, jus apel tanpa kulit, jus apel kulit dan susu tinggi kalsium, jus apel tanpa kulit dan susu tinggi kalsium secara berurutan adalah -10,25 (p=0,296); 4,25 (p=0,762); -34,25 (p=0,005), 7,50 (p=0,017), 5,20 (p=0,782), 21,75 (p=0,68). Berdasarkan uji Anova terdapat perbedaan perubahan kadar trigliserida antar kelompok (p=0,037). Simpulan : Pemberian jus apel fuji tanpa kulit selama 14 hari dapat menurunkan kadar trigliserida secara signifikan, namun pemberian jus apel fuji dengan kulit dapat menaikan kadar trigliserida secara signifikan.
ASUPAN NATRIUM DAN TEKANAN DARAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO PENINGKATAN KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) PADA REMAJA OBESITAS DENGAN SINDROM METABOLIK Desrini, Evi Nurhayati; Sulchan, Muhammad
Journal of Nutrition College Vol 3, No 3 (2014): Journal of Nutrition College
Publisher : Nutrition Science Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.925 KB)

Abstract

Latar belakang: Sindrom metabolik tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga ditemukan pada remaja. Prevalensi sindrom metabolik pada remaja terus meningkat seiring dengan keparahan obesitas yang terjadi. Sindrom metabolik ditandai dengan peningkatan kadar CRP darah. Asupan natrium dan tekanan darah merupakan faktor risiko sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar risiko asupan natrium dan tekanan darah terhadap peningkatan kadar CRP pada remaja.Metode: Penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Semarang. Desain penelitian cross sectional dengan jumlah subyek 38 siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Data asupan natrium didapatkan dari wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire satu bulan terakhir. Tekanan darah diperiksa dengan Sphygmomanometer. Kadar CRP diperiksa dengan teknik aglutinasi. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan timbangan digital, dan lingkar pinggang menggunakan pita ukur. Data dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi untuk mengetahui besar risiko asupan natrium tinggi dan tekanan darah tinggi terhadap peningkatan kadar CRP.Hasil: Prevalensi sindrom metabolik pada remaja obesitas sebesar 15,2 %. Penelitian ini menemukan 8 (80 %) subyek dengan sindrom metabolik memiliki tekanan darah tinggi dan 10 (100 %) subyek dengan sindrom metabolik memiliki asupan natrium tinggi. Didapatkan besar risiko yang tidak bermakna antara asupan natrium tinggi (RP=1,031, CI 95 %=0,165-6,646) dan tekanan darah sistolik tinggi (RP=0,369, CI 95 %=0,028-2,471) terhadap peningkatan kadar CRP.Simpulan: Pada penelitian ini asupan natrium tinggi dan tekanan darah sistolik tinggi tidak terbukti dapat meningkatkan kadar CRP. Asupan natrium tinggi memberikan risiko 1,048 kali terhadap peningkatan kadar CRP.