Articles

Found 13 Documents
Search

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Sukarsono, Sukarsono; Harmianto, Liliek; Wasitho, Muhadi Ayub; Sudibyo, Sudibyo; Purwadi, Dhandang
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.731 KB)

Abstract

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONALFLUID DYNAMIC (CFD). Pelapisan kernel UO2, merupakan salah satu tahap dalam pembuatan bahan bakarnuklir yang sangat menentukan terhadap hasil akhir bahan bakar reaktor suhu tinggi. Kernel hasil prosessintering, yang merupakan partikel bulat UO2 diameter sekitar 0,8 mm, dikenakan proses pelapisan pirokarbondan silika karbida secara chemical vapor deposition (CVD). Aspek utama yang ditinjau dalam fluidisasi adalahmekanika fluida yang menggambarkan apa yang terjadi dalam proses fluidisasi. Kemampuan untukmemprediksi awal terjadinya fluidisasi sangat penting di dalam proses fluidisasi. Hal ini dilakukan untukmemperoleh hasil operasi yang bagus, life time tinggi, penentuan kecepatan minimum fluidisasi dan kecepatanmaksimum fluidisasi. Cairan atau gas apabila dilewatkan dari bawah ke atas pada partikel padat padakecepatan rendah, maka partikel tidak bergerak dan apabila kecepatan ditambah, pada titik tertentu partikelmulai bergerak. Kecepatan alir ini disebut sebagai kecepatan minimum fluidisasi. Dalam fluidisasi apabilakecepatan fluida yang melewati partikel dinaikkan maka perbedaan tekanan di sepanjang reaktor akanmeningkat pula. Partikel-partikel ini akan bergerak-gerak dan mempunyai perilaku sebagai fluida. Keadaanseperti ini dikenal sebagai partikel terfluidisasi (fluidized bed). Reaksi kimia yang terjadi dalam fluidisasi jugaberpengaruh terhadap kondisi proses dan terjadi perpindahan massa selama fluidisasi. Dalam penelitian initelah dilakukan modeling proses pelapisan pirokarbon dan silika karbida dengan Computational Fluid Dynamic(CFD) Fluent 6.3. Pelaksanaan penelitian, pertama-tama digambar reaktor dengan program Gambit 2.2.30 dandijalankan dengan program Fluent 6.3. Proses fluidisasi dihitung dengan model multiphase Eulerian dengan gassebagai fase primer dan kernel sebagai fase sekunder. Model dipilih untuk proses unsteady dan aliran laminar.Teori Syamlal-Obrien digunakan untuk perhitungan interaksi antar fase. Dari perhitungan Fluent 6.3, ternyatakecepatan alir gas masuk 8 m/dt masih ada kernel yang jatuh ke bawah, sehingga ini sesuai denganperhitungan menggunakan persamaan kecepatan minimum fluidisasi yang terhitung = 8,6 m/dt. Pada percobaanmenggunakan reaktor gelas juga diperoleh data pada kecepatan 9,49 m/dt sudah terjadi fluidisasi yang baikdibandingkan dengan fluidisasi pada kecepatan 7,11 m/dt masih terlihat ada kernel yang jatuh ke penampung.Data perhitungan nantinya bisa digunakan untuk operasi reaktor fluidisasi alat pelapisan kernel bahan bakar diPTAPB BATAN Yogyakarta.Kata kunci : kernel, reaktor suhu tinggi, fluidisasi, pirokarbon
STUDI STATUS TEKNIK PENGAYAAN D2O Sukarsono, Sukarsono; Dahroni, Imam; Herhady, Didiek
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.48 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi status teknik pengayaan air berat baik yang telah dilakukan di Indonesia maupun di dunia.Proses pembuatan air berat yang sudah diteliti meliputi distilasi air, distilasi hidrogen, pemisahan dengan laser,elektrolisa dan pertukaran isotop. Pertukaran isotop sendiri dapat menggunakan pasangan bahan kimia seperti airhidrogensulfit, ammonium-hidrogen, aminomethan-hidrogen, dan air- hidrogen. Untuk proses pertukaran isotop adayang dijalankan pada satu panas (mono thermal) atau dua panas (bithermal). Negara produsen terbesar air beratadalah Kanada. Negara-negara yang sudah mempunyai pabrik air berat adalah Amerika Serikat, Norwegia danIndia. Proses yang banyak digunakan untuk produksi air berat adalah pertukatan isotop Girdler-Sulphide (G-S),distilasi dan elektrolisa, yang masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulannya sendiri. Penelitian yangsudah dilaksanakan di Batan Yogyakarta bertujuan untuk melihat karakteristik pemisahan air berat, meliputi distilasi,eletrolisa dan pertukaran isotop. Beberapa peratalan sudah berdiri adalah distilasi 3 buah dengan kolom pirek tinggi2 m, stainless steel tinggi 3 m dan baja 6 m. Peralatan elektrolisa yang ada adalah 50 buah sel elektrolisa, dan unitpertukaran isotop dengan katalisator Ni-Cr2O3 dan Pt-Carbon. Peralatan tersebut dalam keadaan yang belum siapdioperasikan
KAJIAN PENGURANGAN SO2 DAN NOX DARI GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN DENGAN AKSELERATOR Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 7, No 1 (2004)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN PENGURANGAN SO2 DAN NOx DARI GAS BUANG HASIL PEMBAKARAN DENGAN AKSELERATOR. Emisi gas nitrigen oksida dan sulfur oksida merupakan salah satu sumber pencemaran dan kerusakan lingkungan. Gas-gas tersebut disebut gas asam, dapat menyebabkan hujan asam, efek rumah kaca secara tidak langsung, merusakkan hutan, menghancurkan hasil panen, merusakkan lahan pertanian dan kehidupan hewan, korosi bangunan dan menimbulkan masalah-masalah kesehatan. Pengurangan gas berbahaya dalam gas hasil pembakaran banyak dilakukan dengan penyerapan gas SO2, dikombinasi dengan proses pencegahan terjadinya gas NOx melalui pembakaran ulang gas NOx atau reduksi gas hasil pembakaran baik secara katalitik maupun tidak. Cara tersebut menimbulkan banyak limbah cair. Cara baru yang tidak menimbulkan limbah cair dan dapat menghilangkan NOx dan SO2 secara simultan dapat dilakukan dengan iradiasi menggunakan berkas elektron. Gas Hasil Pembakaran diiradiasi menghasilkan senyawa radikal yang memicu reaksi NOx menjadi asam nitrat dan SO2 menjadi asam sulfat yang apabila direaksikan dengan ammoniak menghasilkan ammonium sulfat dan ammonium nitrat. Kedua hasil samping dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Dengan proses baru ini biaya investasi lebih besar tetapi biaya opeasional menjadi murah dan dihasilkan produks samping sehingga biaya keseluruhan menjadi murah.
Kualitas Minuman Herbal Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.) pada Suhu Pengeringan Berbeda Lestari, Herly Dwi; Sukarsono, Sukarsono; Latifa, Riomil; Husamah, Husamah
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Biologi UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v5i2.3551

Abstract

Banana peels have not been utilized optimally, just disposed of as organic waste or used as animal feed. Ripe banana peel skin is rich of chemical compounds which are antioxidants, both flavonoid compounds and other phenolic compounds. Banana peel contains high antioxidant activity compared to meat, especially “Raja Bulu” banana skin  which has antioxidant equal to 97,85%. Natural source of antioxidants in banana peel skin is very beneficial for health. The purpose of this study was to determine the effect of various drying temperature on antioxidant activity and the optimum drying temperature to antioxidant activity. This study also aims to determine the level of panelists preference for herbal drinks of “Raja Bulu” banana peel with various drying temperatures. The type of research used is True Experimental Research. The study design was using RAL with 4 treatment P0 (control), P1 (drying temperature 75°C), P2 (drying temperature 80°C), P3 (drying temperature 85°C). Data is included the amount of antioxidant activity content and the average of organoleptic properties of banana peel herbal drink. Data analysis techniques used are One Way Anova and qualitative descriptive. The results showed 1) Various drying temperature effect on the antioxidant activity of banana peel herbal drink. 2) The best treatment is P3 (drying temperature 85°C) with antioxidant activity of 84.87%. 3) The result of the panelists favorite test for the best color, flavor and taste on P3 treatment with 85 ° C drying temperature.
Alkaloid compound identification of Rhodomyrtus tomentosa stem as biology instructional material for senior high school X grade Ningrum, Retno; Purwanti, Elly; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.433 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3863

Abstract

Rhodomyrtus tomentosais one of herbs which belongs to myrtaceaefamily. This plant possessesalkaloid which is efficacious as anti diarrhea, anti diabetes, anti microbial, and anti malaria, however some alkaloid compoundsare poisonous. Thus,it is necessity to identify the alkaloid compounds contained in the stem of Rhodomyrtus tomentosa which are known the use. Thisresearch aimed to identify the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem and find out its usesas the biology teaching materials in form of LKS (Student Work Sheet). The research was descriptive explorative which was purposed to describe the types of alkaloid compoundsin the Rhodomyrtus tomentosa stem. LC-MS (Liquid Chromatograpgy-Mas Spectroscopy) was employed in this research to analyze the compounds. The research results showed that there were seven types of alkaloid compounds within the Rhodomyrtus tomentosa, namely: maritidine (BM 288 m/z), berberine (BM 336 m/z), ismine (BM 258 m/z), tazettine (BM 332 m/z), lycorine (BM 288 m/z), deoxytazettine (BM 216 m/z), and homolycorine (BM 316 m/z). The results of the research has been used as biology teaching materials in senior high school X grade,The Biodiversity of Indonesia.
THE BIODIVERSITY OF GASTROPODS IDENTIFIED IN THE MANGROVE FOREST OF BABAN VILLAGE, GAPURA DISTRICTS SUMENEP REGENCY AS THE RESOURCE OF LEARNING BIOLOGY Romdhani, Ahmad Mundzir; Sukarsono, Sukarsono; Susetyarini, Rr. Eko
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 2 (2016): JULY
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.029 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i2.3687

Abstract

Gastropoda merupakan hewan yang bergerak dengan menggunkan perutnya (gaster= perut dan podos=kaki) yang saat ini mulai terancam keberadaannya karena rusaknya ekosistem hutan mangrove karena konversi lahan, dampak ekologis yang ditimbulkan adalah mengganggu keseimbangan ekosistem hutan mangrove. Masalah lain adalah kurangnya informasi tentang keanekaragaman Gastropoda khususnya di daerah terpencil, salah satu daerah terpencil yang belum diteliti adalah Desa Baban Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep.Penelitian ini berujuan untuk mengetahui keanekaragaman Gastropoda hutan mangrove. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-24 April 2016 pada saat air surut dengan metode random sampling dengan menggunakan transek kuadrat. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi atau pengamatan langsung terhadap populasi yang diamati.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropoda yang ditemukam terdiri dari 11  jenis yaitu Nerita fulgurans, Cassidula aurisfelis, Telescopium telescopium,  Cerithidea quadrata, Ceritiopsis sp, Littroraria scabra, Raphitoma purpurea, Alvania sp, Littoraria  melanostoma,  Terebralia  sulcata, dan Littorina  sp. Struktur komunitas Gastropoda berdasarkan beberapa hal: 1) indeks kepadatan tertinggi terdapat pada spesies Terebralia sulcata (2.17 individu per meter persegi) sementara indeks kepadatan terendah adalah Nerit fulgurans (0,25 individu per meter persegi); 2) indeks nilai penting tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata (33%) dan yang terendah adalah pada spesies spesies Nerita fulgurans (0.05%); 3) indeks keragaman termasuk dalam kategori standar yaitu antara 1,84 sampai 2,16; 4) indeks nilai kemerataan menunjukkan kemerataan pada setiap stasiun, mulai 0.77 sampai 0.90; 5) indeks dominansi menunjukkan tidak adanya dominansi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar Biologi dalam bentuk booklet.
Phytoremediation of Phosphate content in liquid laundry waste by using Echinodorus paleafolius and Equisetum hyemale used as biology learning resource Siswandari, Ayu Maharani; Hindun, Iin; Sukarsono, Sukarsono
Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Vol 2, No 3 (2016): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.771 KB) | DOI: 10.22219/jpbi.v2i3.3860

Abstract

Laundry liquid waste is the remain water of clothes washing process which causes toxic effects to the biotic area in the water in case of the liquid waste without proper processing. Phytoremediation is a system which is conducted by plants to break a contaminant compound into the non-hazard materials. This research aimed to analyze the mechanism to reduce phosphate content in laundry liquid waste by through phytoremediation process which had been done by using Echinodorus paleafolius and Equisetum hyemale. The research is quantitative descriptive in which the data analysis method was descriptive. The research was conducted in 17 May to 10 June 2016 in the Laboratory of Water Quality of Perum Jasa Tirta Jl. Surabaya No. 2A Malang. The research results showed that the phosphate content in laundry liquid waste exceed of threshold limit value of liquid waste standard which has been issued as PP No. 82 Year 2001. Therefore, this over limit of phosphate content is hazardous to be released to the environment. Echinodorus paleafolius is able to reduce the phosphate content as much as 3.451 mg within the high-density-phosphate waste and as much as 2.271 mg within the lower one. However Equisetum hyemale could not be used to reduce the phosphate content even though it could reduce acidity degree (pH) as much as 3.7 unit within this liquid waste through phytoremediation process. The implementation of the research results was the contextual handout which is completed with colored pictures.
Pengaruh Viskositas Sol dan Presolidifikasi Pada Gelasi Eksternal Dalam Pembuatan Gel Ammonium Diuranat Menggunakan Sorrogate Cerium Sukarsono, Sukarsono; Rachmawati, Meniek
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 23, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.884 KB) | DOI: 10.17146/urania.2017.23.2.3229

Abstract

Proses gelasi eksternal digunakan dalam pembuatan gel ammonium diuranat dan diproses lebih lanjut menjadi partikel UO2 terlapis. Partikel UO2 terlapis merupakan inti bahan bakar reaktor suhu tinggi (RST). Dalam makalah ini akan dijelaskan proses gelasi eksternal pembuatan gel menggunakan bahan pengganti (sorrogate) zirkonium yang distabilkan dengan cerium. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses gelasi gel ammonium diuranat dan pengaruh viskositas gel serta proses presolidifikasi terhadap kebulatan gel yang dihasilkan. Parameter yang dianalisis adalah viskositas sol dengan variasi penambahan bahan aditif dan proses gelasi dengan presolidifikasi (dengan aliran gas NH3) dan tanpa presolidifikasi (tanpa aliran gas NH3). Gel Ce-Zr dibuat melalui proses yang sama dengan proses pembuatan gel ADU yaitu proses gelasi eksternal. Larutan campuran cerium nitrat dan zirkonium dengan kadar Ce 12% mol ditambahkan urea, tetra hydro furfuryl alcohol (THFA) dan poly vinyl alcohol (PVA) menjadi larutan sol sebagai umpan proses gelasi. Nozzle penetes larutan sol divibrasi dengan frekuensi berkisar 90-110 Hz dengan amplitudo tertentu. Presolidifikasi dilakukan dengan melewatkan tetesan sol pada gas NH3 dan tetesan ditampung pada kolom gelasi berisi NH4OH. Pengoperasian kolom gelasi untuk menghasilkan gel yang bulat dan seragam dilakukan pengaturan frekuensi, amplitudo dan laju alir larutan sol. Kolom gelasi yang diperasikan dengan frekuensi 100 Hz, viskositas larutan sol sebesar 97 cP dan laju alirnya 25,8 mL/menit menghasilkan gel dengan kehalusan, keseragaman dan kebulatan yang relatif baik. Sol dengan viskositas 56 cP mempunyai laju alir yang relatif baik sebesar 28,8 mL/menit, sedangkan pada viskositas 46 cP diperoleh laju alir 30 ml/menit. Pengoperasian alat gelasi pada frekuensi 110 Hz, 100 Hz dan 90 Hz, menghasilkan gel yang halus, seragam dan bulat pada laju alir sol 27,9; 25,8 dan 21,2 mL/menit. Proses gelasi dengan aliran gas NH3 menghasilkan gel yang lebih bulat dan seragam dibandingkan dengan tanpa aliran gas NH3 yang menghasilkan gel yang tidak bulat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa viskositas sol dan frekuensi vibrasi nozzle penetes mempengaruhi laju alir sol tetapi tidak mempengaruhi kebulatan gel. Makin besar viskositas sol, makin kecil laju alir sol untuk mendapatkan gel yang terpisah, seragam dan bulat. Meningkatnya frekuensi vibrasi akan memperbesar laju alir untuk mendapat gel yang baik dan proses gelasi tanpa presolidifikasi menghasilkan gel yang tidak bulat.Kata kunci: proses sol-gel, bahan bakar RST, cerium, zirkonium, gelasi eksternal, presolidifikasi.
EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii [Ness.] BI) TERHADAP DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis Qomar, Moh. Syaifuddin; Budiyanto, Moch. Agus Krisno; Sukarsono, Sukarsono; Wahyuni, Sri; Husamah, Husamah
Biota Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Biota 2018
Publisher : Faculty of Science and Technology State Islamic University Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/Biota.v4i1.1454

Abstract

Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that can cause infectious diseases. In general Staphylococcus epidermidis can cause diseases of swelling (abscess) such as skin infections or acne. Cinnamon (Cinnamomum burmannii [Ness.] BI) leaf extract has a substance which gives antimicrobial effects that can be used as an inhibitor of the Staphylococcus epidermidis bacteria’s growth because it contains substances such as essential oils, flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids. The aim of this research is to analyse the effect of the concentration of cinnamon leaf extract and to determine the concentration of extract which has the best influence to the inhibition zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria. This research was conducted in Biology Laboratory of University of Muhammadiyah Malang, on 17-18 May 2017. The results showed that there was an effect of giving various concentrations of cinnamon leaf extract to the inhibition zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria’s growth. The concentration of cinnamon leaf extract which has the best influence to the inhibitory zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria is 100% with the mean of inhibitory zone diameter 15.16 mm.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenol Daun Gayam (Inocarpus fagiferus Fosb) Lestari, Dwi Marga; Mahmudati, Nurul; Sukarsono, Sukarsono; Nurwidodo, Nurwidodo; Husamah, Husamah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.1.596

Abstract

This study aims to determine the total phenolic content and antioxidant activity in gayam leaf extract (Incarpus fagiferus Fobs). The research method used is a quasi-experiment that aims to predict the situation to be achieved through actual experiments but no treatment. The sample used is old gayam leaves, with the characteristic of dark green leaf and rough leaf surface. The process of preparing simplicia, ie preparing fresh gayam leaves, dried in an oven temperature 45-50oC, and then dried to produce gayam leaf powder. Samples were extracted with methanol solvent and ethanol for 5 days. The total phenol assay method uses Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity test using DPPH free radical retardation method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results showed that the total phenolic content of gayam leaf extract with ethanol and methanol solvent was 313,704 GAE (Gallic Acid Equivalent) and 273,913 GAE, respectively. Antioxidant activity as a free antidote to free radical DPPH is known to be valued with IC50 (inhibitory concentration).