Dadi Rochnadi Sukarsa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN RUMPUT LAUT Sargassum sp. SEBAGAI ADSORBEN LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMAH TANGGA PERIKANAN Ibrahim, Bustami; Sukarsa, Dadi Rochnadi; Aryanti, Linda
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.704 KB)

Abstract

Seaweed Sargassum sp. is able to adsorb organic materials in fisheries liquid waste because it contain polysaccharides, protein and lipid in cell wall surface that consist of functional groups like amino, hydroxil, carboxyl and sulfate. This research aims were to determined the utilization of Sargassum as an adsorbent, the effect of chemical modification of Sargassum and adsorbent’s weight in ability to adsorb fisheries liquid waste. Some parameters were tested in this research. Colour of liquid waste was observed visually, pH of liquid waste was tested by pH meter, turbidity was tested by turbidimeter, total suspended solids (TSS) was tested by gravimetry method and chemical oxygen demand (COD) was tested by closed reflux with titrimetry method. Reduction COD value of fisheries home industry liquid waste optimally can be achieved by Sargassum modified by acid. Optimal performance was obtained when the weight value of adsorbent between  1.0-2.0 gram in 100 ml liquid waste. Generally, optimal weight of adsorbent in order to reduce organic compounds was 1.0 gram in 100 mL fisheries home industry liquid waste. Using 1.0 gram Sargassum with acid modification made the liquid waste colour almost clearly, reached a pH level of 4.84, decreased turbidity level of 245 NTU, decreased TSS level of 851.7 mg/L and COD level of 720 mg/L.Keyword: acid modification, adsorb, adsorbent, fisheries liquid waste, Sargassum sp.
Study of Inhibitory Effects Of Chitosan on Quality Deterioration of Catfish (Pangasius hypopthalmus) Fillet at Room Temperature Storage Suptijah, Pipih; Gushagia, Yayandi; Sukarsa, Dadi Rochnadi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.139 KB)

Abstract

Upaya penghambatan kemunduran mutu ikan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet yang sebaiknya digunakan adalah yang bersumber dari bahan alami, untuk meminimalkan pengaruh bahan kimia yang berbahaya apabila menggunakan bahan sintetik. Salah satu bahan pengawet alami dari hasil perairan yang aman adalah kitosan. Ikan patin segar dengan berat 500-600 gram dipreparasi menjadi bentuk fillet skin on, fillet kemudian direndam selama 3 menit dalam larutan kitosan dengan konsentrasi 0 %, 1,5 %, dan 3 %, dibiarkan terbuka tanpa kemasan pada suhu ruang selama 18 jam dengan selang waktu pengamatan setiap 6 jam. Pengamatan dilakukan terhadap nilai organoleptik fillet, pengukuran nilai pH, nilai TVB, dan nilai TPC fillet ikan patin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor percobaannya adalah perlakuan larutan kitosan konsentrasi 0 %, 1,5 %, dan 3 %, dan lama penyimpanan 0 jam, 6 jam, 12 jam, dan 18 jam. Nilai pH tertinggi terdapat pada fillet ikan tanpa larutan kitosan penyimpanan jam ke-0, yaitu sebesar 6,94; nilai pH terendah pada fillet ikan patin dengan larutan kitosan 3 % penyimpanan jam ke-18, yaitu sebesar 5,41. Nilai TVB fillet ikan tertinggi adalah pada fillet tanpa kitosan penyimpanan jam ke-18, yaitu 28,84 mg N/100 g sampel, sedangkan nilai terendah pada fillet dengan larutan kitosan 1,5 % pada jam ke-0, yaitu 10,36 mg N/100 g sampel. Nilai TPC terendah adalah 1,27x10^4 koloni/g terdapat pada fillet ikan dengan perlakuan larutan kitosan 3 %penyimpanan jam ke-0, sedangkan nilai TPC tertinggi adalah 7,15x10^7 koloni/g pada fillet tanpa perlakuan kitosan penyimpanan jam ke-18. Penggunaan larutan kitosan 1,5 % memberikan hasil yang terbaik berdasarkan parameter penampakan daging, tekstur, bau, nilai pH dan nilai TVB fillet. Sedangkan penggunaan larutan kitosan 3% memberikan hasil terbaik untuk parameter lendir dan nilai TPC fillet. Uji regresi linear menunjukkan bahwa penggunaan larutan kitosan mampu mempertahankan kesegaran fillet ikan patin 2 jam  lebih lama dibandingkan dengan fillet ikan patin tanpa perlakuan larutan kitosan.Kata kunci: antibakteri, enzimatis, fillet, kitosan,
Study of Inhibitory Effects Of Chitosan on Quality Deterioration of Catfish (Pangasius hypopthalmus) Fillet at Room Temperature Storage Suptijah, Pipih; Gushagia, Yayandi; Sukarsa, Dadi Rochnadi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.139 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v11i2.907

Abstract

Upaya penghambatan kemunduran mutu ikan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan pengawet. Bahan pengawet yang sebaiknya digunakan adalah yang bersumber dari bahan alami, untuk meminimalkan pengaruh bahan kimia yang berbahaya apabila menggunakan bahan sintetik. Salah satu bahan pengawet alami dari hasil perairan yang aman adalah kitosan. Ikan patin segar dengan berat 500-600 gram dipreparasi menjadi bentuk fillet skin on, fillet kemudian direndam selama 3 menit dalam larutan kitosan dengan konsentrasi 0 %, 1,5 %, dan 3 %, dibiarkan terbuka tanpa kemasan pada suhu ruang selama 18 jam dengan selang waktu pengamatan setiap 6 jam. Pengamatan dilakukan terhadap nilai organoleptik fillet, pengukuran nilai pH, nilai TVB, dan nilai TPC fillet ikan patin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor percobaannya adalah perlakuan larutan kitosan konsentrasi 0 %, 1,5 %, dan 3 %, dan lama penyimpanan 0 jam, 6 jam, 12 jam, dan 18 jam. Nilai pH tertinggi terdapat pada fillet ikan tanpa larutan kitosan penyimpanan jam ke-0, yaitu sebesar 6,94; nilai pH terendah pada fillet ikan patin dengan larutan kitosan 3 % penyimpanan jam ke-18, yaitu sebesar 5,41. Nilai TVB fillet ikan tertinggi adalah pada fillet tanpa kitosan penyimpanan jam ke-18, yaitu 28,84 mg N/100 g sampel, sedangkan nilai terendah pada fillet dengan larutan kitosan 1,5 % pada jam ke-0, yaitu 10,36 mg N/100 g sampel. Nilai TPC terendah adalah 1,27x10^4 koloni/g terdapat pada fillet ikan dengan perlakuan larutan kitosan 3 %penyimpanan jam ke-0, sedangkan nilai TPC tertinggi adalah 7,15x10^7 koloni/g pada fillet tanpa perlakuan kitosan penyimpanan jam ke-18. Penggunaan larutan kitosan 1,5 % memberikan hasil yang terbaik berdasarkan parameter penampakan daging, tekstur, bau, nilai pH dan nilai TVB fillet. Sedangkan penggunaan larutan kitosan 3% memberikan hasil terbaik untuk parameter lendir dan nilai TPC fillet. Uji regresi linear menunjukkan bahwa penggunaan larutan kitosan mampu mempertahankan kesegaran fillet ikan patin 2 jam  lebih lama dibandingkan dengan fillet ikan patin tanpa perlakuan larutan kitosan.Kata kunci: antibakteri, enzimatis, fillet, kitosan,
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT Sargassum sp. SEBAGAI ADSORBEN LIMBAH CAIR INDUSTRI RUMAH TANGGA PERIKANAN Ibrahim, Bustami; Sukarsa, Dadi Rochnadi; Aryanti, Linda
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.704 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v15i1.5333

Abstract

Seaweed Sargassum sp. is able to adsorb organic materials in fisheries liquid waste because it contain polysaccharides, protein and lipid in cell wall surface that consist of functional groups like amino, hydroxil, carboxyl and sulfate. This research aims were to determined the utilization of Sargassum as an adsorbent, the effect of chemical modification of Sargassum and adsorbent’s weight in ability to adsorb fisheries liquid waste. Some parameters were tested in this research. Colour of liquid waste was observed visually, pH of liquid waste was tested by pH meter, turbidity was tested by turbidimeter, total suspended solids (TSS) was tested by gravimetry method and chemical oxygen demand (COD) was tested by closed reflux with titrimetry method. Reduction COD value of fisheries home industry liquid waste optimally can be achieved by Sargassum modified by acid. Optimal performance was obtained when the weight value of adsorbent between  1.0-2.0 gram in 100 ml liquid waste. Generally, optimal weight of adsorbent in order to reduce organic compounds was 1.0 gram in 100 mL fisheries home industry liquid waste. Using 1.0 gram Sargassum with acid modification made the liquid waste colour almost clearly, reached a pH level of 4.84, decreased turbidity level of 245 NTU, decreased TSS level of 851.7 mg/L and COD level of 720 mg/L.Keyword: acid modification, adsorb, adsorbent, fisheries liquid waste, Sargassum sp.