Articles

Found 37 Documents
Search

ADAPTASI MASYARAKAT KAWASAN PESISIR TERHADAP BANJIR ROB DI KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH Desmawan, Bayu Trisna; Sukamdi, Sukamdi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.563 KB)

Abstract

Penelitian ini mengetahui adaptasi masyarakat kawasan pesisir di Kecamatan Sayungterhadap banjir rob. Dari data yang dikumpulkan serta dianalisis secara deskriptif diketahuibahwa daerah pesisir di Kecamatan Sayung yang terkena banjir rob pada ketinggian 0,25madalah Desa Sriwulan, Desa Surodadi, Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Dampak banjirrob antara lain: kerusakan bangunan tempat tinggal, salinitas air tanah, kerusakan lahantambak, dan, kehilangan lahan, serta kerusakan pada kendaraan atau peralatan kerja.Respon masyarakat terhadap banjir rob yang terjadi yakni masyarakat tetap tinggal danpindah atau mengungsi. Adaptasi dilakukan pada bangunan tempat tinggal, ketersediaanair bersih dan pada lahan tambak. Adaptasi pada bangunan tempat tinggal yaitu meninggikanlantai rumah, meninggikan rumah dan atapnya, membuat tanggul, membuat saluran air.Adaptasi pada ketersediaan air bersih yaitu menggunakan air bersih yang dipasok dari daerahlain, sedangkan adaptasi pada lahan tambak yaitu meninggikan tanggul, memasangjaring/waring dan penanaman bakau.Kata Kunci : Dampak Banjir Rob, Respon Masyarakat, Adaptasi Masyarakat, Daerah PesisirKecamatan Sayung 
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERMIGRASI PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN (Kasus di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo) Utami, Rizqika Tri; Sukamdi, Sukamdi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.265 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji proses pengambilan keputusan migrasidalam keluarga migran perempuan, 2) mengetahui peran migran perempuan dalampengambilan keputusan untuk bermigrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif melalui metode survey. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapatperbedaan proses pengambilan keputusan migrasi migran perempuan pada migrasiyang pertama dan yang ke dua. Pada migrasi yang pertama, migran didominasi olehperempuan pada usia antara 20 tahun hingga 35 tahun dan berpendidikan relatifrendah. Pengambilan keputusan cenderung dipengaruhi oleh teman dan keluargamigran. Sementara itu pada migrasi yang kedua keputusan sebagian besar diambiloleh migran perempuan sendiri. Pada umumnya berpendidikan lebih tinggidibandingkan dengan kepala rumah tangga laki-laki.Kata kunci: Pengambilan keputusan, Migrasi, Pekerja migran perempuan
PROSPEK PETANI TEMBAKAU DI IMOGIRI (Kasus di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul) Astuti, Yunika; Sukamdi, Sukamdi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.764 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prospek petani tembakau di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara proportional random sampling. Populasinya adalah seluruh petani tembakau di Desa Selopamioro. Metode kualitatif dilakukan dengan metode field research dan pengumpulan informasi dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisis dilakukan secara diskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa prospek petani tembakau di desa ini cukup baik meskipun menghadapi beberapa kendala. Untuk saat ini keputusan pemerintah mengenai undang-undang larangan merokok belum mempengarui prospek petani tembakau di Desa Selopamioro. Tanaman tembakau dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan petani dengan syarat pemerintah ikut membantu petani tembakau mengatasi masalah dan kendala yang dihadapi.Kata kunci : Tembakau, Petani Tembakau, Prospek
KARAKTERISTIK PENGANGGUR TERBUKA, SETENGAH PENGANGGUR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI JAWA TIMUR (Analisis Data Sakernas Agustus Tahun 2010) Purnomo, Adi; Sukamdi, Sukamdi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.628 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dari penganggur terbuka dan setengah penganggur. Selanjutnya, penelitian ini juga untuk menguji jika ada hubungan diantara pertumbuhan ekonomi dengan penganggur terbuka maupun setengah penganggur. Asumsi dasar yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat  untuk menurunkan penganggur terbuka dan setengah penganggur. Penelitian ini dilakukan di Propinsi Jawa Timur serta menggunakan Kabupaten/Kota sebagai unit analisisnya. Data yang digunakan berasal dari Survei Ketenagakerjaan Nasional Tahun 2010 kondisi Bulan Agustus dan Data PDRB menurut Kabupaten/Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenganggur terbuka dan setengah penganggur relatif tinggi. Penganggur terbuka terjadi sangat tinggi pada kelompok yang berpendidikan dan berumur muda. Yang lebih menarik lagi, tidak terjadi hubungan diantara penganggur terbuka dan setengah penganggur dengan pertumbuhan ekonomi. Artinya, kondisi pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh apa-apa  dalam menurunkan penganggur terbuka maupun setengah penganggur. Dalam kata lain, pertumbuhan ekonomi telah gagal untuk menciptakan kesempatan kerja yang cukup untuk diserap oleh tenaga kerja. Kata kunci: penganggur terbuka, setengah penganggur, pertumbuhan ekonomi
PERUBAHAN POLA MOBILITAS PENDUDUK KABUPATEN BANGKALAN KE KOTA SURABAYA (KASUS KECAMATAN LABANG, KABUPATEN BANGKALAN) Al Walii, Fiqih Nuruddin; Sukamdi, Sukamdi
Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.503 KB)

Abstract

perubahan pola mobilitas dari Kabupaten Bangkalan ke Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perubahan pola mobilitas antara sebelum dan sesudah ada Suramadu. Selain itu,penelitian ini menguji apakah pola dapat dijelaskan dengan menggunakan karakteristik individu.Yang terakhir adalah untuk mengetahui apakah pola dapat menjelaskan kondisi sosial ekonomimasyarakat. Analisis ini didasarkan pada analisis deskriptif dengan tabulasi silang sertainferensial dengan menggunakan Chi-square test dan independent sample T-test. Temuan inimenunjukkan bahwa adanya Jembatan Suramadu telah mengubah pola mobilitas penduduk dariyang permanen menjadi non permanen. Dalam hal karakteristik individu, terdapat perbedaan yangsignifikan dalam hal pekerjaan dan tingkat pendidikan antara pelaku mobilitas yang mengubah dantidak mengubah pola mobilitas. Dalam penelitian ini juga terbukti bahwa terdapat perbedaansignifikan dalam hal persepsi terhadap kondisi sosial ekonomi, yakni pelaku mobilitas yangmengubah pola mobilitas memiliki persepsi sosial ekonomi lebih baik dibandingkan dengan yangtidak mengubah pola mobilitas.Kata kunci : pola mobilitas, karakteristik individu, sosial ekonomi
PEMBINAAN AGAMA ISLAM BERBASIS RUMAH KELUARGA ASUH TERHADAP ANAK YANG MENGALAMI DISFUNGSI KELUARGA DAN SOSIAL (Studi di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Nur Hidayah Surakarta) Sukamdi, Sukamdi; Fajrin, Latifah Permatasari
Jurnal Tawadhu Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Tawadhu
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.618 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menguraikan pembinaan anak asuh yang mengalami penurunan pola perilaku dan karakter karena disfungsi keluarga dan sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nur Hidayah Surakarta beserta model pembinaan yang dilakukan di asrama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di  Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nur Hidayah, Jalan Pisang No. 23 Kerten, Laweyan, Surakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 77 anak asuh. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi terlibat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini meliputi : 1) Pelaksanaan pembinaan agama Islam (spiritual) terhadap anak asuh yang mengalami disfungsi keluarga dan sosial di panti asuhan Nur Hidayah dilakukan meliputi persiapan : a) materi disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami, b) metode yang digunakan yaitu diskusi, ceramah, praktek, dan tanya jawab, c) media yang digunakan yaitu al-Qur’an, al-Hadits, Iqra’, dan buku-buku bacaan yang relevan dengan topik materi, serta d) evaluasi dilakukan yang berupa tanya jawab dan praktek ibadah. 2) Bagaimana model pembinaan agama Islam terhadap anak asuh yang mengalami disfungsi keluarga dan sosial di panti asuhan Nur Hidayah : a) pembinaan anak asuh dilakukan secara rutin dan insidental dalam bentuk pembinaan insan yang berperilaku Qur’ani. Pembinaan berperilaku Qur’ani secara integratif dan komprehensif baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat meliputi pembinaan spiritual, bimbingan psikologi dan kesehatan, b) Pembinaan kemandirian untuk mengembangkan potensi (potential capasity) yang dimilikinya menjadi kemampuan nyata (actual ability) secara optimal sehingga tetap dalam pribadi fitrah dan lurus (hanief) sebagaimana keadaan ketika lahir, meliputi pembinaan bakat, bimbingan belajar, memasak dan keterampilan handycraft membuat gantungan kunci, tempat pensil, bros serta bunga plastik.
KEBERAGAMAN BATASAN USIA ANAK DI INDONESIA HUBUNGANNYA DENGAN PERKAWINAN PADA ANAK Kartika, Norma Yuni; Darwin, Muhajir; Sukamdi, Sukamdi
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : JPG (Jurnal Pendidikan Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat inkonsistensi batasan usia anak yang berlaku dalam Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden, maupun Peraturan Menteri yang ada di Indonesia. Tujuan dalam tulisan ini adalah mengetahui dasar hukum batasan usia anak di tingkat nasional terkait perkawinan anak. Berdasarkan Undang-Undang, Surat Keputusan, Keputusan Presiden, Instruksi Presiden maupun Peraturan Menteri dapat disimpulkan bahwa mereka yang berusia dibawah 18 tahun disebut anak.Keberlangsungan praktik perkawinan anak di Indonesia dipengaruhi salah satunya oleh faktor kebijakan pemerintah atau perundang-undangan. Hak individu untuk anak dan orang dewasa berbeda. Anak mempunyai hak, konsen anak berkaitan dengan hak. Anak-anak yang belum mempunyai kedewasaan, dalam hal ini ditandai dengan adanya batasan usia minimal anak yang tercantum dalam Undang-Undang, sehingga konsen anak harus dilindungi, karena ketidakdewasaannya untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu perkawinan pada usia anak harus di cegah untuk mewujudkan anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera. Katakunci : keberagaman, batasan, usia, anak
PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sukamdi, Sukamdi
Populasi Vol 16, No 1 (2005): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.875 KB) | DOI: 10.22146/jp11895

Abstract

There is a gap of development achievement in Indonesia. At least it can be observed from human development index (HDI) in the period of 1996- 2002 which show a significant different across provinces. Among provinces in Java, Yogyakarta sit in the second position after Jakarta in the year of 1996 and 1999, but it became third rank in the year of2002. As it was in other provinces, the value of the index is still lower in 2002 compared to 1996, but higher than in 1999. It means the economic crisis which hit the country affect the human development a lot. In the same time among the district in the Yogyakarta province, the gap of HDI also appeared between the District of Gunung Kidul which the rank was 140 and the city of Yogyakarta which the rank was Q in 2002. Even the gap was higher in 1996 and 1999 because the rank of Gunung Kidul is 187 and 1965 respectively while it was 5 and 2 for the city of Yogyakarta. Gunung Kidul is also the area which was the most hit by the crisis as can be seen from the sharp decline in peoples purchasing power. However this area experience faster recovery shown by the higher increase of purchasing power than other districts.
Peran Sumber Pelayanan dan Jenis Provider Terhadap Diskontinuitas Kontrasepsi: Analisis Data SDKI 2012 Arifah, Izzatul; Sukamdi, Sukamdi; Wilopo, Siswanto Agus
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 11 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.272 KB) | DOI: 10.22146/bkm.9357

Abstract

Latar belakang: Tingkat putus pakai kontrasepsi modern yang cukup tinggi mengurangi efektivitasnya dalam mencegah kehamilan tidak direncanakan sehingga berkontribusi pada stagnansi TFR. Kontinuitas penggunaan dapat diperoleh dengan pemberian layanan berkualitas. Peran provider dan sumber pelayanan KB diduga mempengaruhi kontinuitas melalui penyampaian layanan yang berkualitas. Penelitian bertujuan mengkaji peran sumber pelayanan KB dan jenis provider terhadap pola diskontinuitas penggunaan kontrasepsi modern pada WUS. Metode: Peneliti menganalisis data longitudinal  menggunakan data sekunder SDKI 2012. Sampel yaitu WUS yang pernah menggunakan kontrasepsi pil, suntik, IUD dan implan. Analisis diskontinuitas berdasarkan prediktornya dilakukan  dengan  stratified cox model. Hasil: Kurva Kaplan-meier menunjukkan bahwa diskontinuitas lebih tinggi pada metode kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Analisis multivariabel membuktikan, setelah mengendalikan faktor lain yaitu umur, jumlah anak, tingkat pendidikan dan tempat tinggal, terdapat pengaruh sumber pelayanan KB pada diskontinuitas. Resiko untuk diskontinuitas lebih besar pada sumber pelayanan KB pemerintah HR 1,14 95% CI (1,06 – 1,23). Analisis sub-sampel sumber pelayanan swasta menunjukkan resiko diskontinuitas lebih besar pada jenis provider dokter, HR 1,28 95% CI(1,06 – 1,54).Kesimpulan: Tingkat diskontinuitas penggunaan kontrasepsi modern lebih rendah pada wanita dengan sumber pelayanan swasta dan jenis provider bidan. Tingkat diskontinuitas juga lebih rendah pada wanita berumur lebih tua, jumlah anak lebih banyak, dan tingkat pendidikan rendah.
MENGATASI KEMISKINAN: AGENDA PEMBANGUNAN YANG TAK PERNAH SELESAI* Sukamdi, Sukamdi
Populasi Vol 7, No 1 (1996): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.564 KB) | DOI: 10.22146/jp11488

Abstract

Development for three decades in Indonesia has gained a significant result in lowering poverty. However, the statistic shows that a large number of people is still under poverty line. Inaddition, poverty has another dimension which might be more crucial to be solved, that are social and political poverty. The next unfinished agenda of development is how to solve this problem to accelerate the success of economic poverty aleviation.