Sarifa Suhra
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Watampone

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUKUM ISLAM Suhra, Sarifa
Al-Ulum Vol 13, No 2 (2013): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.068 KB)

Abstract

Tulisan ini menegaskan keadilan dan kesetaraan dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan persamaan mengandung prinsip-prinsip kesetaraan. Laki-laki dan Perempuan sama-sama sebagai hamba, khalifah di bumi, dan menerima perjanjian primordial. Adam dan Hawa sama-sama aktif dalam drama kosmis. Laki-laki dan perempuan berpotensi untuk meraih prestasi optimal. Implementasi kesetaraan gender perspektif al-Qur’an melahirkan adanya transformasi hukum Islam yang bertalian dengan isu kesetaraan. Relasi di bidang profesi, seperti adanya hakim perempuan serta memicu lahirnya produk hukum yang berpespektif kesetaraan dan keadilan gender.  -------------------------In this paper, the writer emphasises justice and equality in the perspective of the Quran and the Hadith. Islam as a religion holds the values of justice and equality contains the principles of equality. Both men and women are equally as worshippers of Allah; men and women alike as the leaders on this earth; they alike receive primordial covenant. It is believed that Adam and Eve were both active in the cosmic drama, men and women have the potential to achieve optimal performance. The implementation of the gender equality based on the perspective of the Quran in Islamic law leads to the transformation of Islamic law relating to the issues of the relation of equality between men and women. It is also within professional fields such as the female judge whose produce the legal products based on gender equality .
PENDIDIKAN BERKEADILAN GENDER (Belajar dari Pemikiran Emansipasi Qasim Amin) Gender Equitable based Education (Learning from the emancipation thought of Qasim Amin) Suhra, Sarifa
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.789 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.115

Abstract

Islam mengakui adanya pendidikan berkeadilan gender karena pada dasarnya dalam Islam, pengetahuanadalah suci dan mencari atan menuntutnya adalah hak dan kewajiban bagi siapa saja (pria dan wanita)tanpa perbedaan. Tulisan ini mengkaji tentang pendidikan berkeadilan gender perspektif Islam menyorotipemikiran emansipasi Qasim Amin. Qasim Amin adalah salah seorangyang consent dalam dunia pemikirandan pembaruan Islam, melalui konsep emansipasi wanitanya ia menekankan perlunya peremption untukmendapatkan pendidikan setara dengan laki-laki. Hal ini didasarkan pada pengembangan historistasIslam itu sendiri yang tidak menafikan peran perempuan dari waktu ke waktu. Di bidang pendidikan, diamengatakan bahwa tertinggalnya perempuan dalam pendidikan menyebabkan tertinggalnya bangsa darikemajuan, hal ini dikarenanakan penduduk suatu negara sekitar 50% adalah perempuan dan bagaimanamungkin perempuan bodoh dapat mendidik anak-anak mereka. Ini berarti bahwa kemajuan suatu bangsaterletak pada tingkat pendidikan warganya, khususnya perempuan karena perempuan lebih banyakwaktunya untuk mendidik, melatih dan membentuk karakter anak menjadi pemimpin masa depan bangsa
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Budaya Masyarakat Bugis Bone Suhra, Sarifa
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 11 No 1 (2019): September 2019
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v11i1.459

Abstract

This article with regard to the educational values of characters in the tradition of the Bugis community and aims to determine the values of character education contained in  (pappaseng) and  (elong). Qualitative descriptive nature of this study, use several approaches sociological. Data consisted of primary and secondary. The primary data sourced from books containing  (pappaseng) and other informants who support as: Bugis community leaders. The results showed that there is some educational value in  (pappaseng) character as such as: caring, tolerance and democracy, honest, clean, and patience. characters patience in  (elong) reads:  (Ininnawa sabbarakki lolongeng gare Deceng tosabbaraede),   (Pitu taunna sabbara tengnginang kulolongeng riyasengnge Deceng, Deceng enrekki ri bola tejjali tettappere banna mase-mase). The conclusion of the research in the Bugis community are knowen  (pappaseng) and  (elong)to be loaded with the value of character education.
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Hukum Islam Suhra, Sarifa
Al-Ulum Vol 13 No 2 (2013): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.715 KB)

Abstract

Tulisan ini menegaskan keadilan dan kesetaraan dalam perspektif Al-Qurâ??an dan Hadis. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan persamaan mengandung prinsip-prinsip kesetaraan. Laki-laki dan Perempuan sama-sama sebagai hamba, khalifah di bumi, dan menerima perjanjian primordial. Adam dan Hawa sama-sama aktif dalam drama kosmis. Laki-laki dan perempuan berpotensi untuk meraih prestasi optimal. Implementasi kesetaraan gender perspektif al-Qurâ??an melahirkan adanya transformasi hukum Islam yang bertalian dengan isu kesetaraan. Relasi di bidang profesi, seperti adanya hakim perempuan serta memicu lahirnya produk hukum yang berpespektif kesetaraan dan keadilan gender.