Raheni Suhita
Unknown Affiliation

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

KONFLIK BATIN TOKOH-TOKOH DALAM KUMPULAN CERITA MADRE KARYA DEWI LESTARI Jatmiko, Jatmiko; Sumarwati, Sumarwati; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.691 KB)

Abstract

  Abstract: The aims of this research are to describe the character of the figures on Madre and Menunggu Layang-layang story; to describe the figure internal conflicts of Madre and Menunggu Layang-layang story by psychoanalysis theory of Sigmund Freud; to describe the perception of readers to Madre and Menunggu Layang story. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative method by literary psychology approach. The sample of this research taken by purposive sampling technique and the data taken from content analysis and interview. Interactive analysis is used to analysis on this research. As result of this reseach are: first, Tansen as a good boy and hard worker, Pak Hadi as a man who has strong principle, Mei as a hardworker although she has a mistake when she was a child, Bu Cory and Bu Sum as subordinate have a big loyality to their leader, Christian as a hardworker who has a regimentation, Starla as a hardworker, but she has a bad personality, and Rako as a man who afraid with the commitment. Second, the historical of Tansen’s family is not clear and suddenly he gets the legacy from anonymous person; Pak Hadi afraid of lost his life identity; Mei has a mistake when she was a child and until now she feels it; Christian afraid of alteration and indeterminancy; Starla afraid of commitment; Rako’s desirability to have a relationship with Starla isn’t attained. Keywords: internal conflict,figure, Madre story, psychology approach Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakter tokoh pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang, menggambarkan konflik batin pada cerita Madre dan Menunggu Layang-layang berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menggambarkan persepsi pembaca terhadap cerita Madre dan Menunggu Layang-layang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dan data yang diambil dari analisis isi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut. Pertama, Tansen sebagai anak yang baik dan pekerja keras, Pak Hadi sebagai orang yang memiliki prinsip yang kuat, Mei sebagai hardworker, walau dia memiliki kesalahan ketika dia masih kecil, Bu Cory dan Bu Sum memiliki loyalitas yang besar kepada pemimpin mereka, Kristen memiliki sebuah resimentasi, Starla, memiliki kepribadian yang buruk, dan Rako sebagai orang yang takut dengan komitmen. Kedua, sejarah keluarga Tansen tidak jelas dan tiba-tiba ia mendapat warisan dari orang tidak dikenal, Pak Hadi takut kehilangan identitas hidupnya, Mei memiliki kesalahan ketika dia masih kecil dan sampai sekarang dia merasa itu; Kristen takut perubahan, Starla takut komitmen, dan keinginan Rako untuk memiliki hubungan dengan Starla tidak tercapai.   Kata kunci: konflik batin, tokoh,  kumpulan cerpen Madre, psikologi sastra
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM FILM SANG PENCERAH KARYA HANUNG BRAMANTYO Eka Pradita, Linda; Sumarwati, Sumarwati; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.475 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to describe picture of inner conflict experienced by film the main character and solution of main character in Sang Pencerah a film by Hanung Bramantyo in dealing with inner conflict. This research is a qualitative descriptive research with a sample inner conflict of the main character in Sang Pencerah a film by Hanung Bramantyo (a literary psychological review). The sampling technique used was purposive sampling. Data collection techniques used were document analysis conducting interviews. Data analysis technique used is the interactive analytical model that includes four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and verification. The conclusions of this study is the characters personality Ahmad Dahlan in Sang Pencerah a film is influenced of the three systems of personality that is the id, ego, and superego. These three systems are interconnected with each other. When there is conflict both within themselves and outside themselves figure Ahmad Dahlan is controlled by the three systems of personality. Ahmad Dahlan figures used aspects of personality development is the identification and sublimation (transfer) to overcome the conflict they experienced.   Keywords: Sang Pencerah novel, inner conflict, psychological review Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin yang dialami oleh tokuh utama pada film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo dan solusi yang digunakan dalam menghadapi konflik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus pada konflik batin tokoh utama. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang meliputi empat komponen, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Simpulan penelitian ini adalah karakter Ahmad Dahlan pada film Sang Pencerah dipengaruhi oleh tiga sistem kepribadian yaitu id, ego, dan super ego. Ketiga sistem tersebut saling berhubungan satu sama lain. Ketika ada konflik, baik dalam diri mereka sendiri maupun di luar diri mereka, sosok Ahmad Dahlan dikendalikan oleh tiga sistem kepribadian. Aspek pengembangan kepribadian yang digunakan tokoh Ahmad Dahlan adalah identifikasi dan sublimasi (transfer) untuk mengatasi konflik yang mereka alami.   Kata kunci:  novel Sang Pencerah , konflik batin, psikologi sastra
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL SERI TERJEMAHAN RUMAH KECIL KARYA LAURA INGALLS WILDER SERTA KESESUAIANNYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN APRESIASI NOVEL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Yuni’ah, Yuni’ah; Suwandi, Andayani; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 1 (2012): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.864 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to elaborate educational value of this translated series novel Rumah Kecil by Laura Ingalls Wilder and the suitability as the material of novel learning appreciation for senior high school students. The method of this research which is used is the descriptive-qualitative methode by the analysis content. The result of this research shows. First, the educational value in Rumah Kecil novel are: a) the nature of religious education includes teach figures by way of being grateful to pray in all activities and teach about respect and reverence for religion; b) the value of moral education includes the depiction of the character of which is patient, peace-loving, respectful and polite, achievement-appreciable, desperate, honesty, and responsibility; c) the value of custom and culture education which is delivered to teach about the culture of western clung such as cleaning the body on certain days, and not talking about work at the dinning table; and d) the social-education value which is delivered in typically teachs about the need to live together, such as affection, mutual help, trust, confession, and awards. That educational value contains a character education to students who need to be instilled early on. Second, doing the curriculum analysis related to the appreciation of the translated novel and the syntetic of data source with informants who can concluded that most of the translated series novel Rumah Kecil is Anak Tani, di Tepi Sungai Plum, and di Pantai Danau Perak by Laura Ingalls Wilder, they can be used as the material of novel appreciation learning to the senior high school students because it is suitable to the curriculum and developed stage of the students. Keywords: translated novel Rumah Kecil, educational value, material of learningAbstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan pada seri novel terjemahan Rumah Kecil karya Laura Ingalls Wilder dan kesesuaiannya sebagai materi pembelajaran apresiasi novel terjemahan bagi siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan analisis isi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, nilai pendidikan dalam novel Rumah Kecil meliputi: a) nilai pendidikan agama meliputi sifat tokoh yang mengajaran cara mensyukuri nikmat dengan cara berdoa dalam segala aktivitas dan mengajarkan tentang penghargaan dan penghormatan kepada agama; (b) nilai pendidikan moral meliputi penggambaran karakter pemaaf, sopan santun, berterima kasih, bekerja keras, dan tidak putus asa; (c) nilai pendidikan sosial yang disampaikan pada umumnya mengajarkan tentang kebutuhan hidup bersama, seperti kasih sayang, tolong-menolong, kepercayaan, pengakuan, dan penghargaan; dan (d) nilai pendidikan adat/budaya yang disampaikan pada umumnya mengajarkan tentang budaya barat yang dijunjung tinggi seperti membersihkan badan pada hari tertentu, dan tidak boleh membicarakan tentang pekerjaan di meja makan. Nilai pendidikan tersebut mengandung pendidikan karakter yang perlu ditanamkan kepadasiswa sejak dini. Kedua, berdasarkan hasil analisis nilai pendidikan, dilakukan analisis kurikulum yang terkait dengan apresiasi novel terjemahkan dan sintesis sumber data dengan informan sehingga dapat disimpulkan bahwa besar novel seri terjemahan Rumah Kecil yaitu Anak Tani, Di Tepi Sungai Plum, dan Di Pantai Danau Perak karya Laura Ingalls Wilder dapat digunakan sebagai materi pembelajaran apresiasi novel terjemahan pada siswa SMA karena sesuai dengan kurikulum dan tingkat perkembangan siswa.Kata kunci: novel terjemahan Rumah Kecil, nilai pendidikan, materi pembelajaran
DAYA PRAGMATIK TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Yuliana, Rina; Rohmadi, Muhammad; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.875 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this  research are to describe: (1) the types of speech acts are used by teachers in classroom learning Indonesian VIII F SMPNegeri 2 Kebakkramat Karanganyar, (2) Pragmatic power contained in the speech act Indonesian teacher class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar. This research method is descriptive kualititatif.  Data sources used are documen, events, and informants. This study use is triangulation of data and methods. This study uses a model that consists of an interactive analysis of data reduction, data display, and conclusion. The results of this research is: (1) the typeof speech act learning Indonesian teachers in class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar, ie speech acts locutions, ilokusi speech acts, speech acts perlokusi. Ilokusi speech act consists of (a) representative speech act consisting of states, and the mentioning; (b) directive which consists of speech acts ordered; (c) commissive consisting of speech acts promised; (d) consists of expressive speech acts criticized and praise; (e) a declaration that consists of speech acts prohibited and decide. (2)Power pragmatic speech actis realized through a directive, contained in the speech act Indonesian teacher in class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar very strong against the students, namely: (a) provide information, (b) affect (c) ordering, (d) reprimand, (e) criticize, (f) suggests, (g) praise. (h) determine, (i) quip, (j) scolded. Keywords: speech acts, pragmatic, language, learning process Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis tindak tutur yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar, dan (2) daya pragmatik yang terkandung dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen, peristiwa, dan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Uji validitas dilalukan dengan triangulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisisinteraktif yang terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini adalah: (1) jenis tindak tutur pembelajaran yang digunakan guru Bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, tindak tutur perlokusi. Tindak tutur ilokusi yang terdiri atas: (a) representatif yang terdiri tindak tutur menyatakan, dan menyebutkan, (b) direktif yang terdiri tindak tutur menyuruh, (c) komisif yang terdiri tindak tutur berjanji, (d) ekspresif terdiri tindak tutur mengkritik dan memuji, (e) deklarasi yang terdiri tindak tutur melarang dan memutuskan. Daya pragmatik direalisasikan melalui tindak tutur direktif, yang terkandung dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia kelas VIII F di SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar sangat kuat terhadap siswa yaitu: (a) memberi informasi, (b) mempengaruhi (c) menyuruh, (d) menegur, (e) mengkritik, (f) menyarankan, (g) memuji. (h) memutuskan, (i) menyindir, (j) memarahi.   Kata kunci: tindak tutur, pragmatik, bahasa, proses pembelajaran
UNSUR-UNSUR DRAMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN FILM DENIAS:SENANDUNG DI ATAS AWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMP Harnani, Santi; Suryanto, Edy; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 2, No 1 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.653 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this research is to describe: (1) dramatic elements that build up the film Denias: Senandung di Atas Awan, (2) the educational value contained in the film Denias: Senandung di Atas Awan, and (3) relevance of the film Denias: Senandung di Atas Awan is as a medium of Indonesian literature learning in junior high school. The study method used is qualitatively descriptive. By analyzing data can be concluded that: (1) film Denias: Senandung di Atas Awan has a good story idea, using a title that is striking statement, having the theme of a persons hard work and struggling to get an education, built on an interesting plot, characters of the stories depicted in several ways and takes place only in one place, namely in Papua (2) the value of education in the film Denias: Senandung di Atas Awan, includes: (a) the religious values ​​surrendered to God, patience of facing of temptation, and always remember God; (b) the moral values ​​that teach to reach the dream, not to give up easily, to love parents, and to be virtuous; (c) the social value of life that teaches the importance of groups in society; (d) the cultural values that teach cultural treat such as to uphold the prevailing culture, and (e) the aesthetics that tech values to appreciate the exotic beauty of a different side of Papua, (3) film Denias: Senandung di Atas Awan by John De Rantau can be used as a medium of literature learning in junior high school because it is based to the criteria of good instructional media and value education. The results of this study is expected to be used as a reference for educators in use the appropriate learning media to pay attention to the instructional goals and student characteristics.   Keywords: literature, drama, learning media, the educational values,character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur dramatis yang membangun film Denias: Senandung di Atas Awan, (2) nilai pendidikan yang terkandung dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, dan (3) relevansi film Denias: Senandung di Atas Awan sebagai media pembelajaran sastra Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) film Denias: Senandung di Atas Awan memiliki ide cerita yang bagus, menggunakan judul yang bersifat striking statement, memiliki tema sebuah kerja keras dan perjuangan seseorang untuk mendapatkan pendidikan, dibangun di atas alur yang menarik, dan tokoh-tokohnya digambarkan dengan beberapa cara dan mengambil latar hanya di satu tempat yaitu di Papua; (2) nilai pendidikan dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, meliputi: (a) nilai religius yang mengajarkan berserah diri kepada Tuhan, sabar dalam menghadapi cobaan, dan senantiasa mengingat Tuhan; (b) nilai moral yang mengajarkan semangat dalam mencapai cita-cita, tidak mudah menyerah, berbakti kepada orang tua, berbudi baik; (c) nilai sosial mengajarkan pentingnya kehidupan berkelompok dalam masyarakat; (d) nilai budaya yang mengajarkan sifat berbudaya seperti menjunjung budaya baik yang berlaku; dan (e) nilai estetis yang mengajarkan untuk menghargai keindahan dari sisi yang berbeda dari Papua; (3) film Denias: Senandung di Atas Awan karya John De Rantau merupakan film yang menarik untuk dijadikan media pembelajaran karena sesuai dengan kriteria media pembelajaran yang baik dan bernilai pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk memperhatikan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Kata kunci: sastra, drama, media pembelajaran, nilai pendidikan, karakter
DAYA PRAGMATIK TINDAK TUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Yuliana, Rina; Rohmadi, Muhammad; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.875 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this  research are to describe: (1) the types of speech acts are used by teachers in classroom learning Indonesian VIII F SMPNegeri 2 Kebakkramat Karanganyar, (2) Pragmatic power contained in the speech act Indonesian teacher class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar. This research method is descriptive kualititatif.  Data sources used are documen, events, and informants. This study use is triangulation of data and methods. This study uses a model that consists of an interactive analysis of data reduction, data display, and conclusion. The results of this research is: (1) the typeof speech act learning Indonesian teachers in class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar, ie speech acts locutions, ilokusi speech acts, speech acts perlokusi. Ilokusi speech act consists of (a) representative speech act consisting of states, and the mentioning; (b) directive which consists of speech acts ordered; (c) commissive consisting of speech acts promised; (d) consists of expressive speech acts criticized and praise; (e) a declaration that consists of speech acts prohibited and decide. (2)Power pragmatic speech actis realized through a directive, contained in the speech act Indonesian teacher in class VIIIF SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar very strong against the students, namely: (a) provide information, (b) affect (c) ordering, (d) reprimand, (e) criticize, (f) suggests, (g) praise. (h) determine, (i) quip, (j) scolded. Keywords: speech acts, pragmatic, language, learning process Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis tindak tutur yang digunakan guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar, dan (2) daya pragmatik yang terkandung dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen, peristiwa, dan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen, observasi, dan wawancara. Uji validitas dilalukan dengan triangulasi data dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisisinteraktif yang terdiri dari reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini adalah: (1) jenis tindak tutur pembelajaran yang digunakan guru Bahasa Indonesia di kelas VIII F SMP Negeri 2 Kebakkramat Karanganyar, yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, tindak tutur perlokusi. Tindak tutur ilokusi yang terdiri atas: (a) representatif yang terdiri tindak tutur menyatakan, dan menyebutkan, (b) direktif yang terdiri tindak tutur menyuruh, (c) komisif yang terdiri tindak tutur berjanji, (d) ekspresif terdiri tindak tutur mengkritik dan memuji, (e) deklarasi yang terdiri tindak tutur melarang dan memutuskan. Daya pragmatik direalisasikan melalui tindak tutur direktif, yang terkandung dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia kelas VIII F di SMP Negeri 2 Kebakkramat Kabupaten Karanganyar sangat kuat terhadap siswa yaitu: (a) memberi informasi, (b) mempengaruhi (c) menyuruh, (d) menegur, (e) mengkritik, (f) menyarankan, (g) memuji. (h) memutuskan, (i) menyindir, (j) memarahi.   Kata kunci: tindak tutur, pragmatik, bahasa, proses pembelajaran
UNSUR-UNSUR DRAMATIK DAN NILAI PENDIDIKAN FILM DENIAS:SENANDUNG DI ATAS AWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA DI SMP Harnani, Santi; Suryanto, Edy; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 1, No 2 (2013): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.653 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this research is to describe: (1) dramatic elements that build up the film Denias: Senandung di Atas Awan, (2) the educational value contained in the film Denias: Senandung di Atas Awan, and (3) relevance of the film Denias: Senandung di Atas Awan is as a medium of Indonesian literature learning in junior high school. The study method used is qualitatively descriptive. By analyzing data can be concluded that: (1) film Denias: Senandung di Atas Awan has a good story idea, using a title that is striking statement, having the theme of a persons hard work and struggling to get an education, built on an interesting plot, characters of the stories depicted in several ways and takes place only in one place, namely in Papua (2) the value of education in the film Denias: Senandung di Atas Awan, includes: (a) the religious values ​​surrendered to God, patience of facing of temptation, and always remember God; (b) the moral values ​​that teach to reach the dream, not to give up easily, to love parents, and to be virtuous; (c) the social value of life that teaches the importance of groups in society; (d) the cultural values that teach cultural treat such as to uphold the prevailing culture, and (e) the aesthetics that tech values to appreciate the exotic beauty of a different side of Papua, (3) film Denias: Senandung di Atas Awan by John De Rantau can be used as a medium of literature learning in junior high school because it is based to the criteria of good instructional media and value education. The results of this study is expected to be used as a reference for educators in use the appropriate learning media to pay attention to the instructional goals and student characteristics.   Keywords: literature, drama, learning media, the educational values,character Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur dramatis yang membangun film Denias: Senandung di Atas Awan, (2) nilai pendidikan yang terkandung dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, dan (3) relevansi film Denias: Senandung di Atas Awan sebagai media pembelajaran sastra Indonesia di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) film Denias: Senandung di Atas Awan memiliki ide cerita yang bagus, menggunakan judul yang bersifat striking statement, memiliki tema sebuah kerja keras dan perjuangan seseorang untuk mendapatkan pendidikan, dibangun di atas alur yang menarik, dan tokoh-tokohnya digambarkan dengan beberapa cara dan mengambil latar hanya di satu tempat yaitu di Papua; (2) nilai pendidikan dalam film Denias: Senandung di Atas Awan, meliputi: (a) nilai religius yang mengajarkan berserah diri kepada Tuhan, sabar dalam menghadapi cobaan, dan senantiasa mengingat Tuhan; (b) nilai moral yang mengajarkan semangat dalam mencapai cita-cita, tidak mudah menyerah, berbakti kepada orang tua, berbudi baik; (c) nilai sosial mengajarkan pentingnya kehidupan berkelompok dalam masyarakat; (d) nilai budaya yang mengajarkan sifat berbudaya seperti menjunjung budaya baik yang berlaku; dan (e) nilai estetis yang mengajarkan untuk menghargai keindahan dari sisi yang berbeda dari Papua; (3) film Denias: Senandung di Atas Awan karya John De Rantau merupakan film yang menarik untuk dijadikan media pembelajaran karena sesuai dengan kriteria media pembelajaran yang baik dan bernilai pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi pendidik dalam menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk memperhatikan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Kata kunci: sastra, drama, media pembelajaran, nilai pendidikan, karakter
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM ACARA TALK SHOW MATA NAJWA DI METRO TV Handayani, Catur; Sumarwati, Sumarwati; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 2, No 3 (2014): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.999 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: 1) bentuk-bentuk implikatur percakapan pada acara Mata Najwa di Metro TV dan 2) fungsi implikatur percakapan pada acara Mata Najwa di Metro TV. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dan expert judegment. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi teori. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa terdapat empat bentuk tindak tutur berimplikatur dalam percakapan pada acara Mata Najwayang berupa representatif, direktif, ekspresif, dan komisif. Ditemukan sebanyak tujuh fungsi dari implikatur dalam percakapan acara Mata Najwa, yaitu memberi penjelasan, menyatakan harapan, memberikan usulan, memberikan saran, mengajak untuk melakukan sesuatu, menunjukkan perasaan, dan berjanji.
PENDIDIKAN BUDI PEKERTI BERBASIS CERITA ANAK MELALUI PENANAMAN NILAI ETIS-SPIRITUAL DI SD Suryanto, Edy; Suhita, Raheni; Mujiyanto, Yant
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 24 Nomor 1 Mei 2015
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.47 KB)

Abstract

Abstract: the current study was intended to (1) find the model of character building for elementary school students, and (2) test the effectiveness of the character building model for elementary school students. The study utilized descriptive qualitative method. The data was collected by using observation, interview, document analysis, and test. The analysis technique of the interactive model and the product tryout were conducted by using experimental technique. The results of the study were (1) the early product development was prepared in such a way that the students would find the values by questioning and internalization processes through role playing, it would be meaningful if it was followed by making them habit in other relevant subjects, modeling, and giving examples; and (2) model could be used to effectively build the characters of the students in elementary schools.Keywords: characters, children story, ethic-spiritual values, elementary schoolsAbstrak: Penelitian ini bertujuan (1) menemukan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD, dan (2) menguji keefektifan model pendidikan budi pekerti untuk siswa SD. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data menggunakan terknik observasi, wawancara, analisis dokumen, dan tes. Teknik analisis model interaktif dan pengujian produk dengan teknik eksperimen. Hasil penelitian, (1) pengembangan awal model dikemas sampai pada tahap siswa menemukan nilai melalui pertanyaan-pertanyaan dan proses internalisasi melalui bermain peran, hal itu bermakna bila ditindaklanjuti dengan pembiasaan pada mata pelajaran lain yang relevan, pemodelan, dan keteladan; dan (2) model dapat digunakan untuk pembangunan karakter siswa secara efektif di SD.Kata kunci: budi pekerti, cerita anak, nilai etis-spiritual, SD.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM PEMBELAJARAN MENCERITAKAN KEMBALI ISI TEKS BIOGRAFI DENGAN MEDIA CETAK Puspitasari, Pipit Dewi; Suwandi, Sarwiji; Suhita, Raheni
BASASTRA Vol 6, No 1 (2018): Jurnal BASASTRA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.649 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to describe the quality of the learning process and the skills of retelling the contents of the biographical text with the print media using the Think Talk Write model of learning in students of class X Motorcycle Technique (TSM) B SMK Gamaliel 1 Madiun. This study is a Classroom Action Research (PTK) which is implemented in two cycles, with each cycle consisting of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. Subjects in this study were students of class X TSM B consisting of 21 male students. Data collection techniques used in this study include observation, field notes, interviews, documentation, and ability tests. This research used compative descriptive data anlysis technique. The results showed that the application of Think Talk Writelearning model with print media can improve the quality of the learning process and the skills of retelling the content of the biography of the students in cycle I and cycle II. This is indicated by the improvement of process quality from cycle I with an average score of 71,42 increased in cycle II with an average score of 90,47. Then, skill enhancement retells the contents of the biography text in cycle I with an average score of 70,42 increases in cycle II with an average score of 82,80. Keywords: biographical texts, media, think talk write models.  Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas proses pembelajaran dan keterampilan menceritakan kembali isi teks biografi dengan media cetak mengunakan model pembelajaran Think Talk Write pada siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) B SMK Gamaliel 1 Madiun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TSM B yang terdiri dari 21 siswa laki- laki. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write dengan media cetak dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan keterampilan menceritakan kembali isi teks biografi siswa pada siklus I dan siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kualitas proses dari siklus I dengan skor rata- rata 71,42 meningkat pada siklus II dengan skor rata- rata 90,47. Kemudian, peningkatan keterampilan menceritakan kembali isi teks biografi pada siklus I dengan skor rata- rata 70,42 meningkat pada siklus II dengan skor rata- rata 82,80. Kata Kunci: teks biografi, media cetak, model pembelajaran think talk write.