Agus Suharyanto
Department of Civil Engineering, University of Brawijaya

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

EVALUASI FASILITAS PARKIR DI STASIUN KOTA BARU MALANG

Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.944 KB)

Abstract

Stasiun Kota Baru Malang merupakan salah satu stasiun yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan tingkat pertumbuhan penumpang yang semakin bertambah tiap tahun. Sejalan dengan tingkat pertumbuhan penumpang, penggunaan kendaraan pribadi ataupun umum yang masuk wilayah stasiun semakin bertambah. Hal ini mengakibatkan perlu adanya penanganan terhadap fasilitas parkir untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang layak kepada para penumpang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kapasitas parkir dan kebutuhan parkir yang dapat memberikan penilaian terhadap kebutuhan ruang  parkir yang ada.. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meliputi analisis karakteristik parkir, ekonometrika, dan studi pelayanan perparkiran. Di dalam penelitian ini dilakukan survai yaitu survey plat kendaraan untuk mengetahui karakteristik parkir di wilayah studi, selain itu dilakukan pula survai lahan parkir guna mengetahui kapasitas tempat parkir dalam kondisi eksisting, dan untuk memperoleh data mengenai jumlah penumpang tiap kendaraan maka dilakukan survei kebutuhan pengguna parkir. Dalam perhitungan ekonometri dengan memanfaatkan data statistik yang telah diterbitkan BPS dan dianalisa dengan menggunakan perhitungan regresi linear. Untuk perhitungan kebutuhan parkir digunakan metode studi perencanaan parkir dengan menganalisa data yang telah diketahui dari hasil perhitungan karakteristik parkir dan ekonometri. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas lahan parkir Stasiun Kota Baru Malang dalam kondisi eksisting tidak mencukupi kebutuhan parkir, hal ini dibuktikan bahwa ketersediaan lahan parkir sepeda motor 288 (150 kendaraan parkir inap dan 78 kendaraan parkir sementara), 13 mobil dan 8 taksi sedangkan akumulasi parkir sepeda motor inap 210 kendaran, Akumulasi sepeda motor sementara 135 kendaraan, Akumulasi angkutan umum (taksi) 13 kendaraan dan mobil 37 kendaraan. Prediksi 10 tahun mendatang, luas kebutuhan lahan parkir Stasiun Kota Baru Malang seluas 557,20 m2 (224 SRP) untuk sepeda motor sementara, 2689,79 m2  (1081 SRP) untuk sepeda motor inap dan 899 m2 (58 SRP) untuk mobil. Total kebutuhan lahan parkir adalah 4145.99 m2. Sehubungan dengan kebijakan PT.KAI Malang tentang pembangunan stasiun di tempat lahan baru, maka tempat parkir akan di tempatkan pada lahan baru sebelah timur lokasi stasiun saat ini. Karena ketersediaan lahan parkir baru (3610 m2) tidak memenuhi kebutuhan parkir 10 tahun mendatang (4145,99 2) maka dapat dilakukan dengan alternatif pembangunan gedung parkir.   Kata kunci:     parkir, Stasiun Kota Baru Malang, ekonometri, karakteristik parkir, studi perencanaan parkir.

Predicting of Tsunami Inundation Area based on Propagation and Runup Numerical Model in Pacitan City

Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 2, No 2 (2012): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.86 KB)

Abstract

Pacitan city represents one of the regions residing in South East Java ProvinceIndonesia about which on direct with Indian Ocean. In this area there is a meeting of plate of Indo-Australia with plate of Eurasia which is if colliding head-on potency can generate tsunami. Seeing this existing condition, it is needed a study to know how susceptible level of South East Java Province regional to get disaster of tsunami. Based on the tsunami was occurred in Aceh Indonesia on December 26, 2004 was killed more than 200.000 peoples, the tsunami disaster management become very important to study. One of the studies ishow to predict the tsunami runup along shoreline of southern beach of East Java Province Indonesia. According to the geological data, area of east Java Ocean has high potential of earthquake. The history shows that there are many time tsunami occurred in East Java. Based on the initial study, one of the areas predicted as dangerous area for the tsunami is Pacitan city. To minimize the effect of tsunami hazard, prediction of inundation area base on the numerical model simulation of tsunami runup was done for Pacitan city. In this research predicting of inundation area caused by tsunami was studied. GIS was used astool to predict the inundation area. From this research it can be shown that numerical model of tsunami can be used to predict the runup. Base on runup elevation, inundation area can be predicted well by using GIS

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Kabupaten Mojokerto

Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Kabupaten Mojokerto, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Kabupaten Mojokerto, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Kabupaten Mojokerto. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis keterssediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis dengan adanya pengaruh perubahan iklim. Akibat perubahan iklim debit banjir andalan dari aliran permukaan (run off) diperkirakan menurun drastis, begitu pula air hujan yang akan meresap menjadi air tanah. 

KAJIAN TARIF KERETA API PENATARAN JURUSAN BLITAR-SURABAYA

Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.548 KB)

Abstract

Dicabutnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah menyebabkan terjadinya fluktuasi harga BBM yang mengikuti harga minyak dunia. Hal ini mengakibatkan berubahnya biaya operasional kereta api sebelum dicabut dan setelah dicabutnya subsidi, sehingga nanti akan berpengaruh pada penetapan tarif kereta api. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), kesesuaian tarif berdasarkan kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) penumpang dalam membayarkan jasa transportasi KA, dan mengetahui tingkat pelayanan KA Penataran saat ini. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan dengan tarif yang berlaku saat ini, untuk mengetahui kesesuaian tarif berdasarkan kemampuan (Ability To Pay) dan kemauan (Willingness To Pay) membayar jasa transportasi massal kereta api dengan tarif yang berlaku saat ini dan tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, untuk mengetahui tingkat pelayanan Kereta Api Penataran saat ini ditinjau dari sisi penumpang. Kajian ini menggunakan metode survei wawancara. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 809 penumpang dengan jumlah sampel sebanyak 300 dengan menggunakan bantuan rumus Slovin. Digunakan asumsi tingkat keterandalan 95% sehingga nilai galat pendugaan sebesar 5% (0,05). Data dikumpulkan dengan metode angket. Dilakukan di Stasiun Blitar, kota Blitar dengan penumpang yang bertujuan dari Blitar ke Surabaya lewat Malang. Metode analisis dalam kajian ini menggunakan metode Importance-Performance Analysis (IPA), Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Metode IPA digunakan untuk melihat bagaimana kinerja kendaraan ditinjau dari tingkat kinerja dan tingkat kepentingannya. Metode ATP digunakan untuk menentukan besaran tarif yang mampu dibayar oleh responden, sementara metode WTP digunakan untuk menentukan besaran tarif yang bersedia dibayar oleh responden untuk menggunakan jasa. Berdasarkan analisis IPA didapatkan nilai rata-rata kepentingan dari keseluruhan atribut pelayanan sebesar 4,435 dan nilai rata-rata kinerjanya sebesar 3,213. Berdasarkan analisis BOKA yang didapatkan dari perhitungan PT.KAI sebesar Rp43.918,- jauh lebih besar dari tarif yang berlaku saat ini yaitu Rp15.000,- yang artinya untuk menurunkan besaran tarif dari perhitungan BOKA menjadi tarif yang berlaku saat ini sudah dialokasikan subsidi sebesar Rp28.918,-. Berdasarkan analisis Ability to Paydidaptakan persamaan regresi Y=0,0007X+444,1 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.435.074,- sehingga diperoleh nilai ATP sebesar Rp7.459,-. Persentase responden yang mampu membayar tarif yang berlaku saat ini sebanyak 25,33%. Berdasarkan analisis Willingness to Paydidapatkan persamaan regresi Y=0,0003X+9954,7 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp4.435.074,- sehingga diperoleh nilai WTP sebesar Rp11.285,-. Persentase responden yang bersedia membayar sesuai tarif yang berlaku saat ini sebanyak 53,67%. Selanjutnya berdasarkan kesesuaian ATP dan WTP diperoleh nilai tarif yang memenuhi keduanya sebesar Rp10.500,-   Kata kunci : Pelayanan, Tarif, KA Penataran, Blitar-Surabaya, BOKA, ATP, WTP, IPA

Evaluasi Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Universitas Brawijaya

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammmadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.648 KB)

Abstract

Evaluasi Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Universitas BrawijayaEvaluation of Needs A Parking Space On The Campus Brawijaya UniversityNuzul Wahyunita R1, Harnen Sulistio2 , Agus Suharyanto31,2,3Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas BrawijayaJln. MT. Haryono, Malang, Jatime-mail: nuzul_wr@yahoo.comAbstractAn increasing number of students, faculty and staff that occurred at UB will produce a number of traffic movements are quite large due to use of each vehicle to campus, so that the number of vehicles entering volume resulting difficulty in obtaining adequate parking. Therefore this study aims to find out what the existing parking capacity at UB Campus, knowing what the parking needs at the present time, how the model predictions parking needs for the purpose of parking for 5 years to come, and make recommendations to the parking arrangement of five years to come. Models obtained from multiple linear regression analysis are: Y1 = 132.437 + 0.068 X2 0,780 R2 value, and Y2 = 17.149 + 0249 X3 0,952 R2 value. The capacity of the existing car park at the Campus UB at this time in the amount of 624 SRP, while the capacity of the motorcycle that is equal to 5.312 SRP, and the need for car parking space at the moment at UB in the amount of 693 SRP, and to the needs of motorcycle parking space that is equal to 5.902 SRP. In order to meet the parking needs for the coming 5 years is the provision of alternative parking deck in 5 regions, with a total overall SRP for motorcycle with an area of 1.405 SRP of 2.107,5 m2 and parking for four-wheeled vehicles by 35 SRP with a land area of 437,5 m2 parkingKeywords : Parking capacity, SRP, Regression Analysis, Parking BuildingAbstrakPeningkatan jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan yang terjadi di UB akan menghasilkan jumlah pergerakan lalu lintas yang besar karena menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus, sehingga mengakibatkan kesulitan mendapatkan tempat parkir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah kapasitas parkir, berapakah kebutuhan parkir pada saat sekarang , bagaimanakah model kebutuhan parkir untuk keperluan prediksi parkir untuk 5 tahun yang akan datang, membuat rekomendasi penataan parkir pada 5 tahun yang akan datang. Model yang didapatkan dari analisa regresi linier berganda adalah :Y1 = 132,437 + 0.068 X2 memiliki nilai R2 0.780, dan Y2 = 17,149 + 0.249 X3 memiliki nilai R2 0.952. Kapasitas parkir mobil yaitu 624 SRP, sedangkan kapasitas sepeda motor yaitu 5.312 SRP. Kebutuhan ruang parkir mobil yaitu 693 SRP, dan kebutuhan ruang parkir sepeda motor yaitu 5.902 SRP. Guna memenuhi kebutuhan parkir untuk 5 tahun yang akan datang adalah dengan penyediaan alternatif gedung parkir di 5 kawasan, dengan total SRP keseluruhan untuk sepeda motor 1.405 SRP dengan luas parkir 2.107,5 m2 dan untuk mobil sebesar 35 SRP dengan luas parkir sebesar 437,5 m2Kata Kunci: Kapasitas Parkir, SRP, Analisa Regresi, Gedung Parkir

EVALUASI RUTE ANGKUTAN KOTA BERBASIS KEBUTUHAN PERGERAKAN MASYARAKAT DENGAN METODE (GIS) DI KOTA MALANG

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammmadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.1 KB)

Abstract

EVALUASI RUTE ANGKUTAN KOTA BERBASIS KEBUTUHAN PERGERAKAN MASYARAKAT DENGAN METODE (GIS) DI KOTA MALANGEvaluation of Public Tramsportation Based on People Demand With (GIS) Methode In Malang CityAchendri M. K1, A. Wicaksono2, Agus Suharyanto31,2,3Jurusan Teknik SipilFakultas TeknikUniversitas BrawijayaAlamat korespondensi : Jln. MT. Haryono, Malang, Jatime-mail: 1)achendri.ac@Gmail.comAbstractThe problem of public transport in the city of Malang have much affect on the city , to prevent public transport issues are more complex , it is essential to be anticipated as early as possible with the “ Evaluation of City Transportation These Movement Needs a Community- Based Methods ( GIS ) in Malang “. The total area of these villages through which the TST area of 36.86 km2 . Broad coverage area of 25.41 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 11.68 km2 . The results show that the overlay area unserved area of 11.45 km2 . The majority of the people on the TST still willing to use public transportation with a maximum distance of 200m . The total area through which the village area of 21.325 km2 route ABH . Broad coverage area of 19.12 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 0 km2 . So the overlay results show that the area of the unserved area of 2.208 km2 . The majority of the people on the route ABH still willing to use public transportation with a maximum distance of 100m . The total area through which the village area of 12.998 km2 HM service . Broad coverage area of 11.87 km2 . Broad coverage area clean without overlapping area of 1,496 km2 . So the overlay results show that the vast area covering 1,123 km2 unserved . Communities on the route HM still willing to use public transportation with a maximum distance of 200m.Key Word : GIS, coverage area, overlapping area, routeAbstrakMasalah angkutan umum di Kota Malang telah banyak mempengaruhi kegiatan kota, untuk mencegah timbulnya permasalahan angkutan umum yang lebih kompleks lagi, maka perlu kiranya diantisipasi sedini mungkin dengan “Evaluasi Rute Angkutan Kota Berbasis Kebutuhan Pergerakan Masyarakat Dengan Metode (GIS) Di Kota Malang”. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute TST seluas 36,86 km2. Luas coverage area 25,41 km2. Luas coverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 11,68 km2. Hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 11,45 km2. Mayoritas masyarakat pada rute TST masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 200m. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute ABH seluas 21,325 km2. Luas coverage area 19,12 km2. Luascoverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 0 km2. Sehingga hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 2,208 km2. Mayoritas masyarakat pada rute ABH masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 100m. Luas wilayah kelurahan yang dilalui rute HM seluas 12,998 km2. Luas coverage area 11,87 km2. Luas coverage area bersih tanpa adanya overlapping seluas 1,496 km2. Sehingga hasil overlay menunjukkan bahwa luas area yang belum terlayani seluas 1,123 km2. Masyarakat pada rute HM masih bersedia menggunakan angkot dengan jarak maksimal 200m.Kata kunci : GIS, urban sprawl, transportation, route

PREDICTING OF TSUNAMI HAZARD AREA USING SATELLITE REMOTE SENSING DATA AND GIS

Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tsunami is very important phenomena in the disaster management problems. Based on the tsunami was occurred in Aceh Indonesia on December 26, 2004 killed more than 200.000 peoples, the tsunami disaster management become very important to study. According to the geological data, area of east Java Ocean has high potential of earthquake. The history shows that there are many time tsunami occurred in east Java. In 1994 the tsunami was occurred in Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi Prefecture) beach and was killed 240 peoples. To minimize the effect of tsunami hazard, the study of tsunami disaster management is necessary. The first step of study is predicting of area in along shoreline of east Java province, Indonesia. The study based on the topographic map in scale 1:25.000, SPOT HRV satellite imageries scanned on 2009. Geographic Information System (GIS) technology was used in this research. The tsunami runup was simulated using COMCORT.  From the analyzed results it can be seen that there are five important areas have dangerous effect of tsunami. The areas from west to east are Pacitan city, Prigi fishermen residential area, Ambulu residential area, Grajagan tourist’s area, and several small residential areas along the shoreline. From this study it can be concluded that the satellite remote sensing data combined with the GIS is powerful to analyze the inundated area due to the tsunami hazard. To analyze the evacuation route and place which takes in refugees or shelter area topographic map, road physical condition, number of residential, infrastructure along evacuation route data are necessary.

SIMULASI NUMERIS PERUBAHAN MORFOLOGI DASAR LAUT PADA DESAIN PELABUHAN DI KABUPATEN GRESIK, INDONESIA

Jurnal Teknik Pengairan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengembangan konstruksi Indonesia yang cepat akhir-akhir ini salah satunya dipicu dengan kebijakan tol laut dengan cara pembangunan pelabuhan baru. Salah satunya adalah di Kabupaten Gresik sebagai bongkar barang curah cair dan curah padat. Dibangunnya pelabuhan ini adalah mengurangi beban dan lama tunggu bongkar muat di Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Besaran lahan reklamasi untuk pelabuhan dan panjang dermaga yang direncanakan akan berhubungan terhadap perubahan morfologi dasar laut. Untuk memahami kondisi tersebut studi dilakukan dengan menggunakan model numeris 2D Coastal Modeling System-Flow (CMS Flow). CMS-Flow menyelesaikannya dengan depth-integrated continuity dan persamaan momentum menggunakan metode volume-hingga. Formula transpor sedimen unified, van Rijn, dan formula transpor non-equilibrium (NET). Pemodelan jangka menengah dijalankan dengan waktu simulasi tiga bulan dengan 5 macam alternatif. Besaran sedimentasi yang minimum di dalam kolam pelabuhan adalah inti dari peninjauan studi. Alternatif yang ketiga dengan desain lolos air memberikan nilai erosi-sedimentasi yang paling kecil, sehingga membuat arus pasang surut dan sungai lebih stabil. Pengembangan dari reklamasi pelabuhan di masa depan disarankan maksimum pada jarak 2700m atau kurang dari garis pantai untuk mencegah turbulensi lebih lanjut. Key words: Perubahan morfologi, analsis hidrodinamik, alternatif pelabuhan, USACE CMS-Flow ABSTRACT The rapid development of Indonesia leads to Sea Toll Policy by Indonesian government. One of the potential locations is in Gresik Regency as solid and liquid bulk cargo. Purpose of the new harbor is to reduce dwelling time in Tanjung Perak harbor. The amount of land reclamation and the size of the port is strictly related with local sea bed morphological change. This study is conducted using the Coastal Modeling System-Flow (CMS-Flow) 2D numerical model. The unified sediment transport formula, the van Rijn, and a non-equilibrium transport formula (NET) were applied for the computation of sediment transport and morphology change. 5 alternatives medium-term CMS-Flow runs, with simulated times of three months. Minimum sedimentation rate inside harbor is key of the assessment. The chosen alternative model 3 with permeable design gives the lowest rate of erosion and sedimentation that makes tidal and river current are more stable. Development of port reclamation is suggested maximum 2700 m from the shoreline or less to prevent further turbulences. Key words: Morphological changes, hydrodynamic analysis, harbor alternatives, USACE CMS-Flow

Pengaruh Aksesibilitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Pemilihan Moda Transportasi Udara (Studi Kasus Bandara Abdurachman Saleh Malang-Bandara Juanda Surabaya)

Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pengguna moda transportasi pesawat Udara di Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan di Bandara Juanda Surabaya, mengetahui pengaruh faktor aksesibiltas dan kualitas pelayanan terhadap pemilihan Bandara dengan mengunakan moda transportasi udara di Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan di Bandara Juanda Surabaya serta mengetahui model pemilihan Bandara antara Bandara Abdulrachman Saleh Malang dan Bandara Juanda Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Stated Preference. Hasil metode Importance Performance Analysis didapatkan pengaruh faktor aksesibilitas dan kualitas pelayanan di Bandara Abdulrachamn Saleh Malang dipengaruhi 8 (delapan) faktor dengan kinerja rendah dengan kepentingan tinggi, yaitu ruang tunggu yang luas, kebersihan ruang tunggu dan area bandara, suhu udara ruang tunggu, Jumlah Tempat duduk ruang tunggu, luas ruang check in, waktu pelayanan di antrian check in, fasilitas penunjang bandara, adanya cctv di area parkir bandara, di Bandara Juanda Surabaya di pengaruhi 5 (lima) faktor yang kinerjanya kurang baik yaitu ongkos menuju Bandara, harga tiket pesawat, kemudahan menuju Bandara, waktu tempuh menuju Bandara, tersedianya angkutan umum menuju Bandara, sedangkan model probabilitas Berdasar atribut biaya perjalanan adalah P BMlg = Δ X 1 4 0 , 0 0 0 0 0 6 6 7 0 , 8 1 2 e 1 e  berdasarkan atribut frekuensi perjalanan adalah P BMlg   Δ X 1 4 0 , 0 0 0 0 0 6 6 7 0 , 8 1 2 berdasarkan biaya perjalanan dan frekuensi perjalanan P BMlg P BMlg Jurnal Tata Kota dan Daerah Volume 8, Nomor 1, Juli 2016 139 = , P Bsby =1- P BMlg, Δ X 2 171 0, 0 , 6 3 5 e 1 e =    Δ X 2 0 , 1 7 1 35 0, - P BSby model probabilitas, = 1- P BMlg, Δ X 2 0 , 2 3 0 Δ X 1 4 3 6 7 0 , 0 0 0 0 0 1 , 9 2 3 e 1 e      Δ X 2 0 , 2 3 0 Δ X 1 4 3 6 7 0 , 0 0 0 0 0 1 , 9 2 3 -Kata Kunci : kualitas pelayanan, metode IPA, metode stated preference, bandara abdulrachman saleh Malang.

Analisis Monitoring Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Pasar Rakyat Bareng Kota Malang

Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curve-S, Earned Value, and Tracking. The results of the analysis using the curve method S, week 1 to 6 project acceleration took place, while at week 17, 18, and 19 projects too late. At week 20 the work is accelerated until the last week of the 22nd week, and the duration of the last project is 22 weeks. The result of analysis using Earned Value method, week 17,18,19 late, and other week happened acceleration. Cost deviations occur in weeks 1-4,6,7,15,16,17, and 18. To estimate the final cost of the total final cost, and the prediction for the total project completion time is 22 weeks. The analysis result using tracking shows that the actual duration is 158 days, and the estimated duration is 2 calendar days. The project prediction is completed on January 28, 2017. The total cost incurred is less than the final project cost plan. So the recommendation of the appropriate monitoring method for the Peoples Market is Tracking.