Agung Suharyanto
Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Medan Area

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

Upacara Sipaha Sada Pada Agama Parmalim Di Masyarakat Batak Toba Dalam Kajian Semiotika Wiflihani, Wiflihani; Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2011): Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.439 KB)

Abstract

Bunyi gondang hasapi mengalun dari dalam parsantian (rumah ibadah) mengiringi Ihutan (pemimpin agama) yang berdiri paling depan diantara kepulan dupa dari sanganonna, sambil manortor (menari) yang diikuti semua pengikutnya yang manatea (menari sambil duduk bersila). Asap (dupa) yang berasal dari sanganon (sebagai simbol alat pemanasnya) dan perasan jeruk purut sebagai pangurason untuk air pemandiannya, kain putih (hio putih) sebagai kain pembalutnya (abit sabinna) serta kain panjang tenun (ulos jugia na so pipot) sebagai kain gendongannya. Dalam upacara ini, Simarimbulubosi dipercayai berkenan menerima "sembah" dari orang yang percaya kepadanya dengan bentuk "sembah"nya adalah persembahan bermacam pelean (sesaji). Persembahan pelean (sesaji) tersebut terdiri dari kambing putih dan ayam "berwarna hitam bercampur putih" (jarumbosi) dan sesaji lainnya sebagai kurban untuk menyambut hari kelahirannya.
Waria dalam Pandangan Antropologi Tubuh Suharyanto, Agung
Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.293 KB)

Abstract

Focus dari tulisan ini adalah mengenai pergulatan waria dalam dirinya, identitas dan kehidupan social. Waria melihat diri mereka sendiri jauh lebih penting dibandingkan melihat dunia mereka sebagai dunia yang terisolir dan terpojok atau perjuangan kelas dan rasial. Hal ini mengingatkan bahwa identitas itu sendiri bukan semata-mata dibentuk secara individual, tetapi juga secara sosial, yakni ketika perilaku seseorang tersebut dipresentasikan secara sosial. Waria bisa didefinisikan ketika seorang laki laki berperilaku seperti perempuan, umumnya orang akan mengatakan bahwa dia banci, meski dunia banci sebenarnya tidak sesederhana itu. Sebaliknya, seseorang yang sudah benar-benar mapan dengan ke-bancian-nya, dan kemudian menjadi pelacur, maka bukan banci yang dimaknai sebagai identitas tersebut, melainkan pelacur. Dengan demikian antara perilaku individu dengan realitas di dalam masyarakat terjadi satu proses dialektika antara tubuh dan sosial.
Teater Tradisional Melayu Makyong dalam Lintasan Sejarah dan Kekinian Di Sumatera Utara Wiflihani, Wiflihani; Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 2 (2014): JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.333 KB)

Abstract

The Makyong traditional theatre is a Malayan performing art belong to the indigenous Malays people in North Sumatra, which is knownly originated from Malaysia and Thailand. It was acculturated intimately with the North Sumatra malay costums since had been develop-ped and staged by Royal of Serdang Sultanate. The traditional theatre then had become a entertainment form by for the people in which it performed entertainly and comical staging for refreshing the audience. Nowadays it is a folk art form which  has revived by urban community that performs humors and jokes as the dominant feature in the show. It is staged by spend approxi-mately one and a half hour where it becomes more fascinated in watching in term merely several aspect such as artistics, meanings, symbols, and other which are trapped audience in hard thougth.
Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Non Kependidikan dalam Ranah Ilmu-ilmu
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enculturation process is done by parents, or the person considered as senior by children or by the younger. Manners, customs, skill of a tribes/family usually inherited to the next generation through enculturation. In the family, in the first time children have early direct experiences which will be used as provision of their life later by physical exercise, social, mental, emotional even spiritual.
Aktualisasi dan Filosofi Konsep Kepemimpian Tradisional bagi Generasi Muda di Bale Marojahan Medan Suharyanto, Agung; Matondang, Armansyah; Hidayat, Taufik Wal
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 8, No 2 (2016): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.325 KB) | DOI: 10.24114/jupiis.v8i2.5164

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah aktualisasi dan filosofi kepemimpinan tradisional yang diberikan kepada generasi muda di Bale Marojahan Medan. Metode yang digunakan adalah dengan membantu salah satu acara yang tidak bisa dilaksanakan karena tidak adanya dana untuk menjalankan rencana kegiatan tersebut. Acara yang diselenggarakan adalah dengan mendanai acara seminar aktualisasi dan filosofi kepemimpinan tradisional yang tema kali ini memfokuskan pada tradisi Mandailing Angkola dan Minangkabau. Penyelenggaraan cara seminar ini diselenggarakan di Bale Marojahan Medan yang yang menjadi tempat berkumpulnya beberapa komunitas yang terdiri dari generasi muda untuk bisa meningkatkan rasa cinta terhadap tradisi dan nasionalisme bangsa. Target yang dibidik adalah generasi muda untuk tidak mengabaikan kearifan tradisi dan nilai-nilai budaya masyarakat lokal tentang kepemimpinan. Evaluasi kemudian dilakukan 3 bulan sesudah acara diselenggarakan untuk melihat bagaimana aplikasi dan semangat dari generasi muda untuk menggali konsep kepemimpinan tradisional sebagai salah satu alternative dan pilihan diantara berbagai bentuk pola kepemimpinan yang ada kepada komunitas masing-masing.
Status Kewarganegaraan Etnis Tionghoa Pasca Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 di Kota Medan Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 3, No 2 (2015): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.859 KB)

Abstract

Status is a state or position (person, entity, etc.) to do with the public sekitar. UU 12 2006 that legislation governing citizenship of the Republic of Indonesia. Citizens are people as part of a population that is becoming an element of the state. Citizenship is a membership that shows the relationship between the citizen or bond with other residents. This research aims to determine the citizenship status of ethnic Chinese after the Law No. 12 of 2006 on Citizenship of the Republic of Indonesia and the implementation of Law No. 12 of 2006 on ethnic Chinese. The method used in this research is descriptive quantitative research methods were implemented in the district of Medan Sunggal Medan. Data collection tool used in this study was the observation and dissemination angket. Jumlah population in this study were 285 households and the determined sample is 20% of the total population that is 57 families. After conducting research and data processing can be concluded after the birth or the Law No. 12 of 2006 on Citizenship of the Republic of Indonesia ethnic Chinese community in the Village VII Environmental Lalang Sunggal district of Medan Medan city have Indonesian citizenship status.
Partisipasi Politik Masyarakat Tionghoa dalam Pemilihan Kepala Daerah Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 2, No 2 (2014): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.557 KB)

Abstract

This study aims to determine how the Chinese Peoples Political Participation and the constraints faced by the Chinese community in Binjai city elections in 2010 in Kampung Tanjung District of Binjai City. The methodology used in this research is descriptive qualitative method is a way or method of describing the state of research in the field or object. Total population in this study were all heads of families Kampung Tanjung Binjai City District of the ethnic Chinese as many as 326 households. The sampling technique is by means of random sampling of 10% of the population. Then the sample in this study is 10% of the 326 households 32 households of ethnic Chinese are drawn randomly. Data collection techniques used were observation, questionnaires, and interviews. The data obtained in the study were analyzed using descriptive analysis method, then analyzed using frequency tables. Based on the analysis of observation, questionnaires and interviews were then held a discussion on the research results obtained the conclusion that the Chinese community in Kampung Tanjung District of Binjai City has participated in the elections of Binjai in 2010. Thus it is clear these results support the hypothesis, which also means that the hypothesis acceptable.
Peranan Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membina Sikap Toleransi Antar Siswa Suharyanto, Agung
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 2 (2013): JPPUMA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.449 KB)

Abstract

Tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar Siswa. peranan pendidikan kewarganegaraan dalam membina sikap toleransi antar Siswa, siswa tersebut saling bergaul, saling hormat menghormati, saling membantu antara sesamanya. Tidak pernah ada permusuhan dan tidak pernah ada pertentangan diantara mereka dan mereka tidak pernah membeda bedakan antara agama yang satu dengan yang lain. toleransi yang telah dimiliki mereka telah dilakukkan dengan sebaik-baiknya. Jadi nampak jelas bahwa peranan pendidikan kewarga negaraan sudah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan yang diajarkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan
Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Kesehatan di Rumah Sakit Umum Sibuhuan Suryani, Ade Irma; Suharyanto, Agung
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 4, No 1 (2016): PUBLIKAUMA JUNI
Publisher : Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.596 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Padang Lawas. Masalah yang diteliti adalah sejauhmana sasaran dari program BPJS. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan didukung data skunder. Jenis data yang digunakan adalah data primer di peroleh dari hasil wawancara dan data sekunder diperoleh data pengolahan data dan observasi. Tehnik analisa data dimulai dari pengumpulan informasi melalui wawancara dan pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Implementasi Program Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang diterapkan di Rumah Sakit umum Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas sudah berjalan dengan baik.
Pendidikan dan Proses Pembudayaan dalam Keluarga Suharyanto, Agung
JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Vol 7, No 2 (2015): JUPIIS (Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial) DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.824 KB)

Abstract

Enculturation process is done by parents, or the person considered as senior by children or by the younger. Manners, customs, skill of a tribes/family usually inherited to the next generation through enculturation. In the family, in the first time children have early direct experiences which will be used as provision of their life later by physical exercise, social, mental, emotional even spiritual.