Suharyana Suharyana
Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sebelas Maret University Surakarta 57126, Indonesia

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Sensitive Magnetic Field Sensor Based on Compensated Double Pick Up Coil Purnama, Budi; Suharyana, Suharyana; Sutomo, Artono Dwijo
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 23, No 1 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.198 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v23i1.16

Abstract

Sensitive magnetic field sensor based on compensated double pick up coil has been developed. In order to confirm sensitifity of modified design, experiment carried out in two steps. Firstly, sensitify of conventional design is clarified. Here pick up coil as an active sensor and solenoid as an exitation coil is separately made. Secondly, modified sensor of integrated configuration is developed. Here for both active flux gate sensor and the exitation coil is made in same one core magnetic. Ferrite and standar foil soft magnetic is utilized in this experiment. In attention, frequency of 50 Hz is used for the whole experimens. A result showed that sensitvity of the integrated configuration sensor is much larger than conventional one. Then, power consume of the integrated flux gate sensor is much lower than conventional. Finally, a range measurement of the integrated configuration sensor can be realized less than 20 T which potential may perhaps sense a change of natural local magnetic field.
Neutron Diffraction Study on the Magnetic Structure of Pr6Fe13Sn Suharyana, Suharyana; Cadogan, J.M.; Rianaris, A.
Atom Indonesia Vol 36, No 1 (2010): April 2010
Publisher : PPIKSN-BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.067 KB) | DOI: 10.17146/aij.2010.9

Abstract

We have successfully prepared a Pr6Fe13Sn sample by employing argon arc melting. The crystal structure of the sample has been examined by an x-ray diffraction. The x-ray pattern reveals that the sample crystallize in the tetragonal Nd6Fe13Si structure type with space group I4/mcm. Neutron diffraction at 150K performed on a powder sample shows a collinear antiferromagnetic ordering of the Fe and Pr sublattices with the wave vector (0, 0, 1) and an Ip type magnetic lattice with anti-centering translation. The main axis of antiferromagnetism is restricted to the (0 0 1) plane. The average refined Fe moments at 150 K is (2.0±0.4) µB whereas the Pr moments are (2.1±0.4) and (1.9±0.4) µB for the 8f and 16l sites, respectively.  Received: 20 November 2009; Revised: 3 April 2010; Accepted: 20 April 2010
Kajian Simulasi Mikromagnetik: Ketergantungan Medan Koersif dengan Besaran Intrinsik Nano-Dot Magnetik dengan Anisotropi Tegak Lurus Purnama, Budi; Ismail, Ismail; Suharyana, Suharyana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.519 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.835

Abstract

Kajian simulasi mikromagnetik magnetisasi reversal pada nano-dot magnetik dengan anisotropi tegak lurus telah dilakukan dengan menyelesaikan persamaan Landau-Lifshitz-Gilbert. Model yang disimulasikan nano-dot bahan magnetik pada unit sel Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) dengan dimensi 50 nm × 50 nm × 20 nm, 4MS = 2500 gauss, TC = 373 K dan konstanta anisotropi K? = 5.105 erg/cm3. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor fisis yang berpengaruh pada koersifitas dari pengamatan proses magnetisasi reversal. Hasil simulasi menunjukkan medan koersif meningkat sebesar 18% dengan penurunan redaman Gilbert dari = 1 hingga = 0,3. Akhirnya, peningkatan medan koesif juga teramati sebesar 32,7% dengan penurunan konstanta exchange stiffness dari A = 1.10−6 erg/cm hingga A = 1.10−7 erg/cm.
Optimalisasi Geometri Wedge pada Pesawat Teleterapi 60Co Putri, Ajeng Sarinda Yunia; Suharyana, Suharyana; Riyatun, Riyatun; Muhtarom, Muhtarom
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16352

Abstract

Abstract: In  RSUD Dr.  Moewardi available wedge angle of 15°, 30°, 45°, and 60°. This research simulates with Monte Carlo N-Particle eXtended Version (MCNPX) computer software to determine the geometry of the wedge that produces the isodose angle of 20°, which is hoped to be applied to therapy of organ tilt of 20 ° in some cases of cervical cancer. In simulation obtained the value of the wedge factor of isodose angle of 20° and distribution of dose rate. The simulated material of wedge is Lead-Antimony Alloy. Verification of the simulation result was done by measuring the wedge factor of angle of 30° and 60°, the simulation result was validated with result of measurement experiment on 60Co teletherapy in RSUD Dr. Moewardi Surakarta. The relative error between simulation and measurement experiment of wedge angle of 30° is 8.84% and angle of 60° is 4.35%. The relative error is small to convince the researcher to develop a simulation at an isodose angle of about 20°. From the simulation results obtained isodose angle 20.3° of Lead-Antimony Alloy material with geometry is length 16 cm, width 14.9 cm, thick 0.83 cm, the value of the angle α of 3.2°. Wedge factor of isodose angle of  20.3 ° is (0.68 ± 0.01). Wedge isodose angle of 20.3° if used in therapy in an organ tilt about 20 ° gives dose rate enough uniform. Abstrak :. Di RSUD Dr. Moewardi tersedia wedge untuk sudut 15°, 30°, 45°, dan 60°. Penelitian ini mensimulasikan dengan software computer Monte Carlo N-Particle eXtended Version (MCNPX) untuk menentukan geometri wedge yang menghasilkan sudut isodosis 20°, dimana diharapkan dapat diaplikasikan pada terapi organ dengan kemiringan 20° di beberapa kasus kanker serviks. Besaran yang diperoleh dari simulasi adalah nilai faktor transmisi wedge sudut isodosis 20° dan distribusi laju dosis serap penggunaan wedge tersebut. Bahan wedge yang disimulasikan adalah Lead-Antimony Alloy. Verifikasi hasil simulasi dilakukan dengan pengukuran faktor wedge pada sudut isodosis 30° dan 60°, hasil simulasi divalidasi dengan hasil pengukuran langsung pada pesawat teleterapi 60Co di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kesalahan antara simulasi dan pengukuran langsung pada isodosis sudut 30° adalah 8,84 % dan pada sudut 60° adalah 4,35 %. Kesalahan relatif tersebut cukup kecil sehingga meyakinkan peneliti untuk menyusun simulasi pada sudut sekitar 20°. Dari hasil simulasi diperoleh isodosis sudut 20,3° dari bahan Lead-Antimony Alloy dengan geometri yaitu panjangnya 16 cm, lebarnya 14,9 cm, tebalnya 0,83 cm, nilai sudut α sebesar 3,2°. Faktor wedge sudut 20,3° sebesar (0,68 ± 0,01). Wedge sudut isodosis 20,3° bila digunakan dalam terapi pada organ dengan kemiringan 20° memberikan laju dosis yang cukup seragam. 
EFEK 57Fe DAN 119Sn MOSSBAUER PADA SENYAWA RFe6Sn6 (R=Y, Gd - Lu) Suharyana, Suharyana; Cadogan, J. M.; Ryan, D. H.
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 3, NO 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.214 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5243

Abstract

EFEK 57Fe DAN 119Sn MOSSBAUER PADA SENYAWA RFe6Sn6 (R=Y, Gd - Lu). Telah digunakan efek 57Fe dan 119Sn Mossbauer untuk mempelajari sifat - sifat magnetik senyawa Rl7e6Sn6 (R=Y, Gd-Lu). Semua senyawa memiliki medan magnetik superhalus pada inti 57Fe sebesar ~19,5 T pada suhu 295K dan kuadrupol spliting positif. Hasil eksperimen 119Sn Mossbauer menunjukkan bahwa hanya 1/3 posisi Sn yang menstransfer momen magnetik dari Fe tetangga terdekat, sedangkan 2/3 posisi Sn memiliki tetangga terdekat atom - atom Fe yang arah momen magnetiknya antiparalel sehingga tidak menstransfer medan magnetik superhalus.
STUDI ORIENTASI MOMEN MAGNETIK ION Fe PADA SUHU 10K SENYAWA ErFe6Sn6 MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON Suharyana, Suharyana
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: Oktober 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.079 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5212

Abstract

STUDI ORIENTASI MOMEN MAGNETIK ION Fe PADA SUHU 10K SENYAWA ErFe6Sn6 MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Teknik difraksi neutron telah digunakan untuk menetukan posisi atom di dalam sel satuan serta orientasi momen magnetik ion Fe senyawa ErFe6Sn6 pada suhu l0 K. Pola difraksi neutron dianalisis menggunakan metode Rietveld GSAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa ErFe6Sn6 memiliki struktur kristal ortorombik dengan grup ruang Cmcm tipe ErFe6Sn6. Orientasi momen magnetik subkisi Fe bersifat antiferomagnetik mengarah ke sumbu a kristal ortorombik dengan grup ruang magnetik Cpmcccmc. Semua ion Fe memiliki momen magnetik sebesar (2,3±0,2)mB.