Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh pH, Suhu dan Waktu pada Sintesis LiFePO4/C dengan Metode Sol-Gel Sebagai Material Katoda untuk Baterai Sekunder Lithium Yuniarti, Endah; Triwibowo, Joko; Suharyadi, Edi
Berkala Ilmiah MIPA Vol 23, No 3 (2013)
Publisher : FMIPA UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis LiFePO4/C dengan metode sol-gel sebagai material katoda baterai sekunder litium telah dilakukan. Bahan pembentuk LiFePO4 adalah serbuk Li2CO3, FeC2O4.2H2O dan NH4H2PO4. Asam sitrat digunakan sebagai sumber karbon pada material katoda LiFePO4. Parameter sintesis yang telah diteliti adalah nilai keasaman (pH), suhu dan waktu sinter. Pengaruh parameter sintesis terhadap morfologi serbuk material katoda LiFePO4/C terkait dengan nilai konduktivitas dan performa elektrokimia telah dianalisis. Nilai keasaman (pH) prekursor divariasi dari 5; 5,4, dan 5,8. Suhu dan waktu pada proses sintesis divariasikan yaitu 600, 700 dan 800ºC serta 6, 8 dan 10 jam. Komposisi fasa dari material katoda hasil sintesis dianalisis dengan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil analisis menunjukkan bahwa fasa dominan yang terbentuk adalah LiFePO4. Morfologi material katoda dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Kenaikan nilai pH akan memperkecil diameter butir. Selain itu, aglomerasi butir terjadi seiring meningkatnya suhu dan waktu sinter. Luas permukaan spesifik material katoda diperoleh dari uji Brunauer Emmett and Teller (BET) dengan nilai 7,743 m2/gr dihasilkan oleh sampel dengan pH 5,8 yang disinter pada suhu 700°C selama 10 jam. Hasil uji Electrochemichal Impedance Spectroscopy (EIS) menunjukkan bahwa konduktivitas listrik LiFePO4/C tertinggi diperoleh pada sampel ber-pH 5,8 dengan suhu sinter 700°C delama 6 jam yaitu 1,842x10-3 S/cm. Kurva Cyclic Voltammetry (CV) yang menunjukkan reaksi redoks paling stabil berdasarkan rentang pH 5, suhu sinter 600 sampai 800°C selama 6 sampai 10 jam diperoleh dari sampel dengan pH 5,8 yang disinter pada suhu 700°C selama 6 jam.
SINTESIS NANOPARTIKEL ZINC FERRITE (ZnFe2O4) DENGAN METODE KOPRESIPITASI DAN KARAKTERISASI SIFAT KEMAGNETANNYA Asmin, La Ode; Mutmainnah, -; Suharyadi, Edi
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNanopartikel Zinc Ferrite (ZnFe2O4) telah disintesis dengan metode kopresipitasi. Nanopartikel disintesis dengan variasi konsentrasi NaOH 1,5 M; 3 M; dan 6 M dan suhu sintesis pada suhu ruang, 60oC, dan 90oC. Karakterisasi struktur kristal dan morfologi sampel menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa sampel merupakan fasa ZnFe2O4 berstruktur spinel campuran normal dan invers. Ukuran partikel dihitung dengan menggunakan persamaan Scherrer diperoleh bahwa ukuran partikel menurun dengan peningkatan konsentrasi NaOH dan menurunnya suhu sintesis. Ukuran partikel sampel dengan variasi konsentrasi NaOH yaitu 1,5 M; 3 M; dan 6 M berturut-turut adalah 8,4; 7,3 dan 5,6 sedangkan dengan variasi suhu sintesis yaitu pada suhu ruang, 60oC dan 90oC berturut-turut adalah 8,1; 8,4 dan 9,2 nm. Karakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa sampel dengan variasi konsentrasi NaOH memiliki koersivitas meningkat dengan menurunnya ukuran partikel. Sementara sampel dengan variasi suhu, semakin tinggi ukuran partikel, koersivitasnya cenderung meningkat. Pada 15 kOe, ukuiran partikel 5,6 nm dengan rasio fasa α-Fe2O3 terendah memiliki nilai magnetisasi tertinggi yaitu 16,510 emu/g dan koersivitas tertinggi yaitu 47,06 Oe. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ukuran partikel dan kehadiran fasa α-Fe2O3 mempengaruhi sifat kemagnetan nanopartikel ZnFe2O4.Kata kunci: nanopartikel, zink ferit (ZnFe2O4), kopresipitasi. AbstractZinc Ferrite Nanoparticles (ZnFe2O4) have been synthesized by co-precipitation method. The nanoparticles were synthesized with various concentration of NaOH 1,5 M; 3 M and 6 M and synthesis temperature at room temperature, 60oC and 90oC. The characterization of the crystal structure and morphology of samples by using X-ray Diffraction (XRD) and Transmission Electron Microscopy (TEM) showed that the samples were phase ZnFe2O4 with mixture of normal and inverse spinel structures. The particle size estimated using the Scherrer formula were found that the particle size decrease with increasing of NaOH concentrations and decreasing of synthesis temperature. The particle size samples with various concentration of NaOH of 1.5; 3 and 6 M are 8.4; 7.3 and 5.6 nm respectively, whereas with various synthesis temperature of room temperature, 60 and 90oC are 8.1; 8.4 and 9.2 nm, respectively. Characterization of magnetic properties by using Vibrating Sample Magnetometer (VSM) showed that the samples with various concentration of NaOH has a coercivity increases with decreasing particle size. Meanwhile for several of synthesis temperature, the increasing of particle size, than the coercivity tends to increase. At 15 kOe, the particle of size 5.6 nm with the lowest phase ratio of α-Fe2O3 has the highest magnetization of 16.510 emu/g and the highest coercivity of 47.06 Oe. Based on the results it can be concluded that the particle size and the appearance of α-Fe2O3 influence the magnetic properties of ZnFe2O4 nanoparticle.Keywords: nanoparticles, zinc ferrite (ZnFe2O4), co-precipitation.
STUDI AWAL DEPOSISI LAPISAN TIPIS YTTRIA-STABILIZED ZIRCONIA (YSZ) PADA SUBSTRAT BAJA FERITIK DENGAN METODE PLD - PULSED LASER DEPOSITION Agusutrisno, Agusutrisno; Suharyadi, Edi; Mardiyanto, Mardiyanto; Rivai, Abu Khalid
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi awal lapisan tipis Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ) telah berhasil dideposisi di atas substrat baja feritik dengan teknik Pulsed Laser Deposition (PLD) di fasilitas laboratorium Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju - BATAN. Lapisan tipis ini dideposisi dengan tekanan chamber dalam rentang 200 mTorr hingga 225 mTorr dengan temperatur substrat pada temperatur ruang serta pulsa tembakan laser adalah 30×1000 tembakan dengan frekuensi 10 Hz. Selanjutnya sampel yang diperoleh dianalisis dengan Optical Microscope (OM), X-Ray Diffractometer (XRD), Raman Spectrometer dan Atomic Force Microscope (AFM). Sebagai bahan perbandingan sampel tersebut dipanaskan (annealing) pada temperatur 800oC kemudian dikarakterisasi dengan metode yang sama. Hasil analisis secara visual maupun dengan OM serta AFM menunjukkan bahwa lapisan YSZ telah terdeposisi di atas permukaan substrat baik sebelum dipanaskan maupun setelah dipanaskan. Karakterisasi struktur kristal sampel menggunakan X-ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa derajat kristalinitas lapisan tipis YSZ masih rendah baik dengan substrat dipanaskan maupun tanpa dipanaskan. Karakterisasi Raman Spectroscopy menunjukkan bahwa pada deposisi dengan temperatur ruang belum tampak dengan jelas ikatan dan fasa YSZ. Sedangkan pada sampel dengan substrat dipanaskan menghasilkan puncak pada 550 cm-1 yang menunjukkan bahwa lapisan cenderung amorf. Karakterisasi topografi permukaaan menggunakan AFM menunjukkan bahwa sampel yang dideposisi menggunakan teknik PLD menghasilkan surface roughness yang sangat halus dalam rentang nano-meter sehingga berpotensi digunakan sebagai aplikasi Thermal Barrier Coating (TBC) pada material temperatur tinggi.Kata kunci: Lapisan tipis, Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ), Pulsed Laser deposition (PLD), baja, nano-meter AbstractPRELIMINARY STUDY OF A YTTRIA-STABILIZED ZIRCONIA (YSZ) THIN FILM DEPOSITION ON A FERRITIC STEEL SUBSTRATE USING PLD - PULSED LASER DEPOSITION METHOD. A thin film of Ytrria-Stabilized Zirconia has been deposited on a ferritic stainless steel by Pulsed Laser Deposition (PLD) at laboratory facilities of Center For Science and Technology of Advanced Materials-BATAN. The thin film was deposited with the chamber pressure range of 200 mTorr to 225 mTorr, substrate temperature at room temperature, and 30x1000 shots of pulsed-laser with 10 Hz of frequency. Afterward, the sample was analyzed using Optical Microscope (OM), X-Ray Diffractometer (XRD), Raman Spectrometer and Atomic Force Microscope (AFM). As for comparison analysis, the sample was annealed at 800oC then characterized using the same methods. The result of analyses with visually and using OM then AFM showed that the thin film of YSZ was deposited on the surface of the substrate. The characterization of the crystal structure of the sample by using XRD showed that the crystallinity degree of thin film with the substrate both with and without annealing was still low. Raman spectroscopy characterization showed that the bond and phase of YSZ deposition with the substrate at room temperature were not clearly formed. Whereas the sample was annealed resulted peak at 550 cm-1, which is showed that the thin film was still amorphous. Surface topography characterization using AFM showed that the surface roughness of the sample deposited by PLD method was relatively smooth in the range of nano-meter.Keywords: Thin film, Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ), Pulsed Laser Deposition (PLD), steel, nano-me
Kajian Sifat Dielektrik pada Nanopartikel Magnetite (Fe3O4) yang Dienkapsulasi Polimer Polyethylene Glycol (PEG-4000) Heriansyah, -; Mustawarman, -; Suharyadi, Edi
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKajian sifat dielektrik telah dipelajari pada nanopartikel magnetite (Fe3O4)  yang dienkapsulasi polimer Polyethylene Glycol (PEG-4000) dengan variasi konsentrasi 0%, 33%, 50% dan 75%  pada jangkauan frekuensi 10-120 kHz. Sifat dielektrik diukur menggunakan spektroskopi impedansi, dengan hasil berupa konstanta dielektrik riil (εr’), dielektrik imajiner (εr”), dan rugi tangen  (tan δ). Konstanta dielektrik mengalami penurunan dengan meningkatnya frekuensi yang disebabkan polarisasi interfacial, hal ini sesuai  dengan  model dua lapisan dari  Maxwell-Wagner. Selain itu Konstanta dielektrik menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG-4000. Terlihat pada frekuensi 10 kHz konstanta dielektrik sampel dengan konsentrasi PEG 33% dan 50%  masing-masing bernilai 252,5 dan 208,6.Hal ini terjadi karena ukuran yang besar lebih konduktif dari ukuran yang kecil. Selain itu terdapat pengaruh fase lain yang muncul pada sintesis nanopartikel magnetite (Fe3O4)  yang dienkapsulasi PEG terhadap sifat dielektrik. Rugi tangen  mengecil dengan meningkatnya frekuensi dan meningkat dengan bertambahnya konsentrasi PEG. Hasil pengukuran sifat dielektrik menunjukkan keoptimalan pada sampel yang dienkapsulasi dengan konsentrasi PEG yang rendah, dikarenakan memiliki kehilangan energi yang kecil, dan sifat dielektrik menurun tidak begitu signifikan.Kata kunci: Dielektrik riil, Dielektrik imajiner, Fe3O4 , Polyethylene Glycol (PEG). AbstractDielectric properties of Fe3O4 nanoparticles encapsulated with polymer Polyethylene Glycol (PEG-4000) have been studied under various concentration 0%, 33%, 50% and 75% in the  frequency range 10-120 kHz. Dielectric properties measured by impedance spectroscopy, and obtained real dielectric constant (εr’), imaginary dielectric (εr”), and loss tangent. Dielectric constant decreased rapidly with increasing frequency because of the interfacial polarization, this phenomena corresponding to the two-layer model as predicted Maxwell-Wagner. Moreover, the higher PEG concentration, the lower the value of dielectric constant. At the frequency 10 kHz, dielectric constant of the sample with 33% and 50% concentration of PEG is 252.5 and 208.6 respectively. This occurred because the bigger grain size more conductive than the small one. Besides that, found the influence of the other phases that appear on the synthesis of Fe3O4 nanoparticles encapsulated with PEG to the dielectric properties. The loss tangent decreases as the increase of frequency, and it increases as the increase PEG concentration.  The results show that the dielectric properties of the sample, reach the optimal value with the low PEG concentration, since it has a low dissipation and the decrease of dielectric properties is not significant.Keywords: Real Dielectric, Imaginayr Dielectric, Fe3O4 , Polyethylene Glycol (PEG).
HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM PROSES GANTI KERUGIAN TANAH PELEBARAN JALAN TRANS SULAWESI POROS MAKASSAR-PAREPARE DI KABUPATEN PANGKEP Suharyadi, Edi; Cangara, Hafied
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.713 KB)

Abstract

Abstract This study aims to determine the form of communication that is done in the process of land restitution, factors that become an obstacle in the process of restitution of land and also determine whether communication in the ground damages the widening of the Trans Sulawesi Makassar-Pare Pare shaft in the District implemented Pangkep.Penelitian by using research methods kualitatif.Subyek this study consisted of 24 community informants comprised of landowners, community leaders, political leaders, lawyers, and related SKPD on government Pangkep. The research data was obtained through in-depth interviews, observation and documentation were then analyzed using descriptive analysis kualitatif. research results obtained show that the obstacles that arise in the process of restitution of land for the construction of the Trans Sulawesi in Pangkep is disagreement on the amount of damages because the difference in price fixing base compensation between the government and society caused by several factors including bureaucratic communication, frame of mind, psychological, interests, and prejudices.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi yang dilakukan dalam proses ganti kerugian tanah,faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses ganti kerugian tanah dan apakah komunikasi turut menentukan dalam ganti kerugian tanah pelebaran jalan Trans Sulawesi Poros Makassar-Parepare di Kabupaten Pangkep.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.Subyek penelitian ini terdiri dari 24 orang informan yang terdiri dari masyarakat pemilik tanah, tokoh masyarakat, tokoh politik, pengacara, dan SKPD terkait lingkup Pemda Pangkep . Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa hambatan-hambatan yang timbul dalam proses ganti kerugian tanah untuk Pembangunan Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Pangkep adalah ketidaksepakatan tentang besaran ganti kerugian karena perbedaan dasar penetapan harga ganti kerugian antara pemerintah dengan masyarakat yang disebabkan oleh beberapa faktor komunikasi diantaranya birokrasi, kerangka pikir,psikologis , kepentingan, dan prasangka. 
Magnetite (Fe3O4) Nanoparticle Synthesis using Silica (SiO2) Template and Magnetic Properties Characterisation Taib, Suryani; Suharyadi, Edi
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 5, No 01 (2015): IJAP Volume 05 Issue 01 Year 2015
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanoparticles of magnetite (Fe3O4) have been successfully synthesized by coprecipitation method by mixing FeSO4.7H2O and FeCl3.6H2O with the addition of 10% NH4OH as kopresipitan. Then, functionalized Fe3O4  concentration variation silica (SiO2) 5%, 10%, 15%, 20%, 30% and 50%. Particle size and magnetic properties of Fe3O4 nanoparticles were tested by X-Ray Diffraction (XRD) and Vibrating Sample Magnetometer (VSM). XRD results showed the addition of silica is not found new phases when added SiO2that serves as a template. The particle size of Fe3O4 nanoparticles obtained 14.23 nm, while the Fe3O4nanoparticles with the addition of a concentration of 5% and 20% respectively SiO215.45 nm and 16.37 nm. VSM results show the value of saturation magnetization and remanent magnetization decreased as more silica concentration, and increased coercivity field. Test Results of Fourier Transform Infra Red (FTIR) obtained new peaks which indicate that the functionalization process Fe3O4 with silica has been successfully carried out.
Adsorpsi Logam Tembaga (Cu), Mangan (Mn) dan Nikel (Ni) dalam Artificial Limbah Cair dengan Menggunakan Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) Mahmudah, Diah; Sakinah, Nurhidayati; Suharyadi, Edi
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 4, No 02 (2014): IJAP Volume 04 Issue 02 Year 2014
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetite (Fe3O4) nanoparticles have been successfully synthesized using co-precipitation method and have been used for removing Cu, Mn and Ni metals ions from artificial wastewater. Ability of removing metal ions with Fe3O4 against pH, adsorbent particle size, readsorption and by addition of Polyethylene Glycol (PEG-4000) as coating agent of adsorbent have been studied. The adsorption process was found to be pH-dependent. Maximum adsorption at pH 12 for most of the metal ions with percent of sorption Cu 99.79%, Ni 69.83% and Mn 44.53%. Using adsorbent with 12 nm of particles size, readsorption process and by addition of Polyethylene Glycol (PEG-4000) as coating agent of adsorbent also made the ability of removing metals ions increasing. Preliminary results indicate that magnetite nanoparticles may be used as an adsorbent for removal of Cu, Mn and Ni from wastewater.
Sintesis Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Sifat Kemagnetannya Setiadi, Eko Arief; Shabrina, Nanda; Budi Utami, Hesti Retno; Fahmi, Nur Fadhilah; Kato, Takeshi; Iwata, Satoshi; Suharyadi, Edi
INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Vol 3, No 01 (2013): IJAP VOLUME 03 ISSUE 01 YEAR 2013
Publisher : Department of Physics, Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnetic nanoparticles of cobalt ferrite (CoFe2O4) have been synthesized by co-precipitation method with various synthesis temperature and concentration of NaOH. The structural characteristics and particle size of CoFe2O4 were determined by X-ray diffraction (XRD) and Transmission Electron Microscopy (TEM), its showed that nanoparticles well crystallized with various grain size which depend on synthesis parameters. The grain sizes estimated using the Scherrer formula were found that the grain size increased with increasing temperature synthesis and decreasing concentration of NaOH. Magnetic characterization of CoFe2O4 nanoparticles was investigated by using a Vibrating Sample Magnetometer (VSM). Sample with various concentration of NaOH showed that coercivity was decrease with the decrease of particle size. In other hand, samples with various synthesis temperature found that sample withsmallest grain size have high coersivity. The saturation magnetization increase when crystallinity increase. Based on the results, it can be concluded that magnetic characterization of CoFe2O4 was influenced by grain size and crystallinity.
STUDI AWAL DEPOSISI LAPISAN TIPIS YTTRIA-STABILIZED ZIRCONIA (YSZ) PADA SUBSTRAT BAJA FERITIK DENGAN METODE PLD - PULSED LASER DEPOSITION Agusutrisno, Agusutrisno; Suharyadi, Edi; Mardiyanto, Mardiyanto; Rivai, Abu Khalid
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 1 (2015): SPEKTRA, Volume 16 Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.682 KB)

Abstract

Abstrak   Studi awal lapisan tipis Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ) telah berhasil dideposisi di atas substrat baja feritik dengan teknik Pulsed Laser Deposition (PLD) di fasilitas laboratorium Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju - BATAN. Lapisan tipis ini dideposisi dengan tekanan chamber dalam rentang 200 mTorr hingga 225 mTorr dengan temperatur substrat pada temperatur ruang serta pulsa tembakan laser adalah 30×1000 tembakan dengan frekuensi 10 Hz. Selanjutnya sampel yang diperoleh dianalisis dengan Optical Microscope (OM), X-Ray Diffractometer (XRD), Raman Spectrometer dan Atomic Force Microscope (AFM). Sebagai bahan perbandingan sampel tersebut dipanaskan (annealing) pada temperatur 800oC kemudian dikarakterisasi dengan metode yang sama. Hasil analisis secara visual maupun dengan OM serta AFM menunjukkan bahwa lapisan YSZ telah terdeposisi di atas permukaan substrat baik sebelum dipanaskan maupun setelah dipanaskan. Karakterisasi struktur kristal sampel menggunakan X-ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa derajat kristalinitas lapisan tipis YSZ masih rendah baik dengan substrat dipanaskan maupun tanpa dipanaskan. Karakterisasi Raman Spectroscopy menunjukkan bahwa pada deposisi dengan temperatur ruang belum tampak dengan jelas ikatan dan fasa YSZ. Sedangkan pada sampel dengan substrat dipanaskan menghasilkan puncak pada 550 cm-1 yang menunjukkan bahwa lapisan cenderung amorf. Karakterisasi topografi permukaaan menggunakan AFM menunjukkan bahwa sampel yang dideposisi menggunakan teknik PLD menghasilkan surface roughness yang sangat halus dalam rentang nano-meter sehingga berpotensi digunakan sebagai aplikasi Thermal Barrier Coating (TBC) pada material temperatur tinggi.   Kata kunci : Lapisan tipis, Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ), Pulsed Laser deposition (PLD), baja, nano-meter       Abstract   PRELIMINARY STUDY OF A YTTRIA-STABILIZED ZIRCONIA (YSZ) THIN FILM DEPOSITION ON A FERRITIC STEEL SUBSTRATE USING PLD - PULSED LASER DEPOSITION METHOD. A thin film of Ytrria-Stabilized Zirconia has been deposited on a ferritic stainless steel by Pulsed Laser Deposition (PLD) at laboratory facilities of Center For Science and Technology of Advanced Materials-BATAN. The thin film was deposited with the chamber pressure range of 200 mTorr to 225 mTorr, substrate temperature at room temperature, and 30x1000 shots of pulsed-laser with 10 Hz of frequency. Afterward, the sample was analyzed using Optical Microscope (OM), X-Ray Diffractometer (XRD), Raman Spectrometer and Atomic Force Microscope (AFM). As for comparison analysis, the sample was annealed at 800oC then characterized using the same methods. The result of analyses with visually and using OM then AFM showed that the thin film of YSZ was deposited on the surface of the substrate. The characterization of the crystal structure of the sample by using XRD showed that the crystallinity degree of thin film with the substrate both with and without annealing was still low. Raman spectroscopy characterization showed that the bond and phase of YSZ deposition with the substrate at room temperature were not clearly formed. Whereas the sample was annealed resulted peak at 550 cm-1, which is showed that the thin film was still amorphous. Surface topography characterization using AFM showed that the surface roughness of the sample deposited by PLD method was relatively smooth in the range of nano-meter.   Keywords: Thin film, Yttria-Stabilized Zirconia (YSZ), Pulsed Laser Deposition (PLD), steel, nano-me  
KAJIAN SIFAT DIELEKTRIK PADA NANOPARTIKEL MAGNETITE (Fe3O4) YANG DIENKAPSULASI POLIMER POLYETHYLENE GLYCOL (PEG-4000) Heriansyah, Heriansyah; Mustawarman, Mustawarman; Suharyadi, Edi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 3 (2015): SPEKTRA, Volume 16 Nomor 3, Desember 2015
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.363 KB)

Abstract

AbstrakKajian sifat dielektrik telah dipelajari pada nanopartikel magnetite (Fe3O4) yang dienkapsulasi polimer Polyethylene Glycol (PEG-4000) dengan variasi konsentrasi 0%, 33%, 50% dan 75% pada jangkauan frekuensi 10-120 kHz. Sifat dielektrik diukur menggunakan spektroskopi impedansi, dengan hasil berupa konstanta dielektrik riil (εr’), dielektrik imajiner (εr”), dan rugi tangen (tan δ). Konstanta dielektrik mengalami penurunan dengan meningkatnya frekuensi yang disebabkan polarisasi interfacial, hal ini sesuai dengan model dua lapisan dari Maxwell-Wagner. Selain itu Konstanta dielektrik menurun dengan meningkatnya konsentrasi PEG-4000. Terlihat pada frekuensi 10 kHz konstanta dielektrik sampel dengan konsentrasi PEG 33% dan 50% masing-masing bernilai 252,5 dan 208,6. Hal ini terjadi karena ukuran yang besar lebih konduktif dari ukuran yang kecil. Selain itu terdapat pengaruh fase lain yang muncul pada sintesis nanopartikel magnetite (Fe3O4) yang dienkapsulasi PEG terhadap sifat dielektrik. Rugi tangen mengecil dengan meningkatnya frekuensi dan meningkat dengan bertambahnya konsentrasi PEG. Hasil pengukuran sifat dielektrik menunjukkan keoptimalan pada sampel yang dienkapsulasi dengan konsentrasi PEG yang rendah, dikarenakan memiliki kehilangan energi yang kecil, dan sifat dielektrik menurun tidak begitu signifikan.AbstractDielectric properties of Fe3O4 nanoparticles encapsulated with polymer Polyethylene Glycol (PEG-4000) have been studied under various concentration 0%, 33%, 50% and 75% in the frequency range 10-120 kHz. Dielectric properties measured by impedance spectroscopy, and obtained real dielectric constant (εr’), imaginary dielectric (εr”), and loss tangent. Dielectric constant decreased rapidly with increasing frequency because of the interfacial polarization, this phenomena corresponding to the two-layer model as predicted Maxwell-Wagner. Moreover, the higher PEG concentration, the lower the value of dielectric constant. At the frequency 10 kHz, dielectric constant of the sample with 33% and 50% concentration of PEG is 252.5 and 208.6 respectively. This occurred because the bigger grain size more conductive than the small one. Besides that, found the influence of the other phases that appear on the synthesis of Fe3O4 nanoparticles encapsulated with PEG to the dielectric properties. The loss tangent decreases as the increase of frequency, and it increases as the increase PEG concentration. The results show that the dielectric properties of the sample, reach the optimal value with the low PEG concentration, since it has a low dissipation and the decrease of dielectric properties is not significant.