Sona Suhartana
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan JL. Gunung Batu No. 5 Bogor, 16610

Published : 83 Documents
Articles

PRODUKTIVITAS PENGANGKUTAN KAYU DENGAN TRUK DAN TUGBOAT DI HUTAN RAWA GAMBUT : KASUS DI SATU PERUSAHAAN HUTAN DI JAMBI Suhartana, Sona; Yuniawati, -
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 24 (2008)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Log transportation in peat swamp forest estate could be carried out by pontoon that is pulled by a tugboat passing channel and by trucks passing land road. This study was carried out in June 2008 in PT Wirakarya Sakti, Jambi. The aim of the study is to find out the productivity and transportation cost by tugboat and truck in peat swamp forest estate. Data were analyzed by tabulation and calculating its mean. Results revealed that : (1).  The average of transportation productivity by using tugboat and truck each are 35.20 m3.km/hour and 105.44 m3.km/hour; and (2).The average of transportation cost by tugboat and by truck each are Rp 3,722.3/m3.km and Rp 2,228.6/m3.km. Keyword : Log transportation, peat swamp forest, tugboat, truck, productivity
PENINGKATAN EFISIENSI PEMANFAATAN KAYU GMELINA (Gmelina arborea) MELALUI PENERAPAN TEKNIK PENEBANGAN DAN SIKAP TUBUH PADA DUA KELERENGAN DI PT. PURWA PERMAI, KALIMANTAN TENGAH Suhartana, Sona; Yuniawati, -
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 25 (2009)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efficiency and effectively of felling techniques and feller postures on a certain slopes can ascertain a whole timber utilization efficiency. This study was carried out on July 2007 in Central Kalimantan. The aim of the study is to find out the effects of slopes (≤ 15% and  > 15%), feller postures (squatted, bowed, and stand), and felling techniques (conventional/CLT and lowest possible felling techniques/LPFT) to increasing TUE of gmelina. To recommend a better technique, the two felling techniques have been compared based on productivity, efficiency and production cost by using split plot factorial 2x2x3.The results showed that implementing LPFT can increase TUE about 16.7% equal Rp 1,472,263,200/year and leaved  a lowest stump height around 10.2 cm. Keywords: Slopes, felling techniques, feller postures, increasing, log utilization
EFISIENSI KEBUTUHAN PERALATAN PEMANENAN DI HUTAN TANAMAN INDUSTRI, DI KALIMANTAN BARAT Suhartana, Sona; Yuniawati, -; Rahmat, -
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 26 (2009)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanization of logging is much chosen by the company because of its benefit, i.e. produce high productivity. In its utilization needs some aspects, i.e. it is possible technically, benefit able economically, and ecologically is causing a minimum disturbance to their environment. So, it is required the efficient of logging tools utilization.   Study was carried out at PT. Finnantara Intiga, in West Kalimantan in 2007. This paper presents the use of efficient logging tools which analyzed based on maximum AAC, production target, and production realization .The result shows that: (1) The use of efficient tool depends on production target, i.e.44 unit of chainsaw for felling, 7 unit of forwarders for skidding, 8 unit of excavators  for loading , 85 unit of trucks for transportation, and 4 unit of wheel loaders for unloading; (2) The use of logging tools in field  for felling is more than analyzes result, however for skidding, loading, unloading and transportation are less than analyzes result based on maximum AAC, production target and production realization. This condition indicated that the use of logging tools in this company is not efficient. Keywords: Number of tools, logging , efficient, production target
PENYARADAN KAYU RAMAH LINGKUNGAN DI HUTAN TANAMAN DI KALIMANTAN TIMUR Suhartana, Sona; Yuniawati, -
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT. Excavator used in skidding is necessary to get high productivity. However, it could be forest soil damages i.e. top soil displacement. A study was carried out in PT Surya Hutani Jaya, in 2010. The aim of the study was to find out the increase of productivity, cost reduction and decrease of top soil displacement by using RIL and conventional skidding technique. Data were analyzed by tabulation. Result revealed that implemented RIL techniques in skidding could increase productivity by about 14.72%, cost reduction almost of 17.53% and decrease top soil displacement at 26.89%. Skidding as one of the timber harvesting activities must implement RIL techniques especially in peat lands. Keywords: Skidding, RIL, productivity, cost, top soil ABSTRAK.Penggunaan ekskavator dalam penyaradan kayu diperlukan guna mencapai produktivitas yang tinggi. Tetapi penggunaan alat tersebut dapat menimbulkan kerusakan tanah hutan berupa penggeseran lapisan tanah atas. Penelitian telah dilaksanakan di HPHTI PT Surya Hutani Jaya, Kalimantan Timur, tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produktivitas, penurunan biaya dan penggeseran lapisan tanah atas akibat penyaradan dengan menggunakan teknik RIL dan teknik setempat. Data diolah secara tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik RIL dalam kegiatan penyaradan kayu dapat meningkatkan produktivitas sebesar 14,72%, menurunkan biaya produksi sebesar 17,53% dan meminimalkan terjadinya kerusakan lapisan tanah atas sebesar 26,89%. Kata kunci : Penyaradan, RIL, produktivitas, biaya, top soil
ANALYSIS OF USING EFFICIENT LOGGING TOOLS AT PT. PURWA PERMAI IN CENTRAL KALIMANTAN Suhartana, Sona; Yuniawati, Yuniawati
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 5, No 1 (2008): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A high log demand that often exceeds its supply capability should be overcome by using appropriate logging  tools. Numerous  kinds and types of logging  tools require  a well planning in their utilization. Number of tools which are greater or fewer than what is actually needed can be disadvantageous  for a company. In relevant to these aspects, a study was carried out at a timber estate in Central Kalimantan  in 2007. The aim of the study was to find out an efficient number  of tools used for logging  in a timber  estate. The analysis was based on the target and realization of the company’s log production. The result revealed that: (1) Optimum number of logging tools depended on production target,  i.e. 41 units  of chainsaws  for felling,  42 units  of farm tractors  for skidding,  9 units of loaders for loading and unloading, and 36 units of trucks for transportation; (2) Number  of logging tools as obtained from all activities  in the field was fewer than that from  the analysis based on production target and realization. This condition  indicated that number of logging tools used in the company was not yet efficient.
BIAYA DAN PRODUKTIVITAS PENYARADAN DAN PEMBUATAN/PEMELIHARAAN KANAL DI HTI RAWA GAMBUT DI RIAU DAN JAMBI Suhartana, Sona; Yuniawati, Yuniawati; Dulsalam, Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas, biaya sarad, dan pembuatan/pemeliharaan kanal memegang peranan penting dalam kegiatan pemanenan kayu di hutan tanaman rawa gambut, karena hal ini dapat menentukan efisiensi pemanenan kayunya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2011 di PT Arara Abadi, Riau dan bulan Juli 2011 di PT Wirakarya Sakti (WKS), Jambi. Tujuan penelitian untuk mengetahui produktivitas dan biaya sarad dan kanal di hutan tanaman rawa gambut. Data lapangan berupa produktivitas dan biaya penyaradan dan pemeliharaan/pembuatan kanal diolah ke dalam bentuk tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa : 1. Produktivitas sarad rata-rata untuk Petak ukur (PU) I, II, dan III masing-masing 12,42; 13,77; 15,32, m3/jam (Jambi) dan 11,46; 13,04; 15,13 m3/jam (Riau), 2. Biaya sarad rata-rata untuk PU I, II, dan III masing-masing Rp 28.306/m3, Rp 25.483/m3, Rp 22.843/m3 (Jambi) dan Rp 30.592/m3, Rp 26.834/m3, Rp 23.158/m3 (Riau), dan 3. Biaya kanal rata-rata untuk PU I, II, dan III masing-masing Rp 13.623/m, Rp 13.189/m, Rp 13.048/m (Jambi) dan Rp 9.670/m, Rp 9.630/m, Rp 9.431/m (Riau). Kata kunci : Produktivitas, biaya, penyaradan, pembuatan kanal, hutan tanaman rawa gambut
POTENSI KARBON PADA LIMBAH PEMANENAN KAYU Acacia Crassicarpa (Carbon Potential of Waste Timber Harvesting Acacia Crassicarpa) Y, Yuniwati; Suhartana, Sona
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan limbah kayu akibat pemanenan kayu merupakan suatu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan kayu sehingga dicapai kesimbangan antara berkurangya pasokan kayu bulat dari hutan alam dengan kebutuhan bahan baku kayu bulat. Selama ini pemanfaatan limbah kayu belum optimal, sehingga banyak limbah kayu yang ditinggalkan di dalam hutan dan dibiarkan membusuk di dalam hutan. Kegiatan tersebut mengakibatkan terjadinya proses dekomposisi pada limbah kayu. Proses pembusukan tersebut berarti emisi karbon ke atmosfer. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi karbon yang ada pada limbah pemanenan kayu Acacia crassicarpa. Metode penelitian adalah pengukuran potensi massa karbon pada tegakan Acacia crassicarpa kelas umur 2,3,4 dan 5 tahun dan pada areal setelah pemanenan kayu kelas umur 0 tahun untuk pengukuran massa karbon limbah kayu, bagian-bagian pohon dan limbah dianalisis uji laboratorium untuk mengukur kadar karbon serta penggunaan persamaan alometrik. Penelitian dilaksanakan di areal HTI rawa gambut PT Riau Andalan Pulp and Paper Sektor Pelalawan Riau pada tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata potensi karbon pada limbah kayu Acacia crassicarpa mengalami penurunan sebesar 2,62% dari tegakan sebelum pemanenan (tegakan umur 2,3,4 dan 5 tahun). Limbah kayu berupa tunggak merupakan limbah yang memiliki rata-rata potensi karbon yang lebih tinggi daripada jenis limbah yang lain, hal tersebut dikarenakan volume kayu pada limbah tunggak lebih besar. Volume kayu tunggak yang tinggi disebabkan kurang terampilnya operator chainsaw saat penebangan. Semakin banyak limbah kayu yang ditinggalkan di dalam hutan maka semakin besar potensi karbon akan hilang teremisi akibat pembusukan. Kata Kunci : Limbah kayu, pemanenan kayu, potensi karbon
OPTIMASI LUASAN PETAK TEBANG DI HUTAN TANAMAN RAWA GAMBUT BERDASARKAN PRODUKTIVITAS DAN BIAYA Suhartana, Sona; Yuniawati, Yuniawati; Dulsalam, Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini pengelolaan pemanenan kayu di HTI rawa gambut belum optimal. Oleh karena itu diperlukan model untuk menentukan optimalisasi petak tebang di areal HTI rawa gambut agar dapat terwujud pengelolaan hutan lestari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 di PT Wirakarya Sakti, jambi  dan bulan Juni 2012 di PT Riau Andalan Pulp & Paper, Riau. Data diambil secara deskriptif dan purposif serta dianalisis dengan regresi kuadratik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model petak tebang optimal yang ada di Jambi yaitu Y =254,82 –10,98 X + 0,21 X2 (R2 = 0,43) dengan luas petak tebang optimal = 26,69 ha dan biaya penyaradan dan pemeliharaan/pembuatan kanal minimum 105,32 (x Rp 1.000.000.000), sedang di Riau Y =299,47 – 14,85 X + 0,26 X2 (R2 = 0,60) dengan luas petak tebang optimal = 28,60 ha dan biaya penyaradan dan pemeliharaan/pembuatan kanal minimum 87,14 (xRp 1.000.000.000).
LUAS PETAK TEBANG OPTIMAL PEMANENAN KAYU DI AREAL HUTAN TANAMAN RAWA GAMBUT Suhartana, Sona; Yuniawati, Yuniawati; Dulsalam, Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penyaradan dan pembuatan/ pemeliharaan kanal di hutan rawa gambut membutuhkan perencanaan yang matang mengingat lahan gambut merupakan lahan yang labil, apabila rusak sulit untuk pulih.  Diperlukan luas petak tebang yang optimal, sehingga dari aspek teknis, ekonomis dan lingkungan ukuran tersebut layak diterapkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 di PT Bina Silva Nusa (PT BSN), Kalimantan Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui luas  petak tebang yang optimal di hutan tanaman rawa gambut  dan peningkatan produktivitas penyaradan dan pembuatan/ pemeliharaan kanal.  Data diambil secara deskriptif dan purposif serta dianalisis dengan regresi kuadratik. Berdasarkan analisis regresi kuadratik antara luas petak tebang (Y) dengan biaya sarad+kanal (X), 1. Didapatkan model petak tebang optimal sebagai berikut Y trans =  55.7  -  6.8 Xtrans  + 0.21 Xtrans2; atau Ln Y =  55.7  - 6.8 Ln X + 0.21 Ln2 X , dengan R2 = 0.1532** atau R =  0.3914**  (lebih besar dari R tabel = 0.254 atau R2 tabel = 0.0645 pada db = 117, dengan peluang P = 0.99), luas petak tebang optimal (Yopt ) sebesar 22,21 ha dengan biaya minimal (Xmin) sebesar Rp 612.644.033; 2. Rata-rata peningkatan produktivitas sarad, pembuatan/pemeliharaan kanal sekunder, kanal kolektor dan kanal tersier masing-masing 1,37 m3/jam (9,5%), 1,298 m/jam (5,3%), 1,706 m/jam (2,33%), dan 1,4 m/jam (1,3%).
Pengaruh Selip Terhadap Kerusakan Tanah Pada Kegiatan Pengangkutan Kayu Pinus Merkusi Wati, Yunia; Suhartana, Sona
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol 7, No 2 (2015): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol7.iss2.art4

Abstract

Kegiatan pengangkutan kayu sering terkendala oleh selip yang terjadi, terutama pada kondisi jalan tanah angkutan kayu yang licin. Perlu adanya upaya untuk mengurangi selip tersebut, dengan menggunakan alat bantu rangkaian besi kotak. Tujuan tulisan adalah untuk mengetahui pengaruh selip terhadap kerusakan tanah yang terjadi, dengan menggunakan alat bantu maupun tidak menggunakan alat bantu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara selip dengan kerusakan tanah pada jalan angkutan kayu. Semakin besar selip maka kerusakan tanah yang terjadi juga akan semakin besar. Kerusakan tanah tersebut dapat menghambat kelancaran distribusi kayu ke industri pengolahan kayu. Upaya untuk mengurangi selip dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu, sehingga pengurangan terjadinya selip dapat dicapai sebesar 89,19%.