Agus Suharsono
Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Published : 18 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Jurnal Sains dan Seni ITS

Perbandingan Model ARIMAX dan Fungsi Transfer Untuk Peramalan Konsumsi Energi Listrik di Jawa Timur

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.005 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik dari pelanggan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Seiring dengan kenaikan kebutuhan akan energi listrik dari para pelanggan, maka sistem energi listrik haruslah dikembangkan. Untuk membangkitkan dan menyalurkan energi listrik secara ekonomis maka harus dibuat peramalan konsumsi energi listrik jauh sebelum listrik tersebut dibutuhkan agar permintaan pelanggan terpenuhi dan tidak terjadi kekurangan pasokan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai ramalan konsumsi listrik untuk setiap kelompok pada tahun 2013. Metode analisis peramalan yang digunakan yaitu model ARIMA dengan deteksi outlier (ARIMAX) dan fungsi transfer. Dari kedua model tersebut akan dibandingkan nilai residual yang telah diperoleh dari kriteria out-sample. Model peramalan terbaik yang sesuai untuk prediksi jumlah konsumsi listrik di Jawa Timur pada periode Januari 2013 hingga Desember 2013 untuk kelompok sosial, bisnis, dan industri dengan menggunakan model ARIMAX didapatkan nilai MAPE(%) out-sample sebesar 4,50, 2,30, dan 3,63. Sedangkan untuk kelompok rumah tangga dan publik dengan menggunakan model fungsi transfer didapatkan nilai MAPE(%) out-sample sebesar 2,20 dan 1,91.

Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis return dan volatilitas merupakan salah satu aspek penting dalam bidang finansial. Tujuannya adalah mencegah terjadinya risiko dan membantu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode ARCH dan GARCH dalam memodelkan volatilitas saham lima perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) selama periode 1 Februari 2011 hingga 31 Januari 2012. Return saham dimodelkan terlebih dahulu dengan model ARIMA. Return saham dimodelkan terlebih dahulu dengan model ARIMA. Model ARIMA terbaik dipilih berdasarkan nilai MSD terkecil. Residual yang diperoleh dari model ARIMA diuji heteroskedasticity dengan uji Lagrange Multiplier (LM). Hasilnya return saham ANTM, BBCA dan SMGR  memiliki sifat heteroskedasticity sedangkan saham ASII dan UNTR telah bersifat homoskedasticity. Model volatilitas yang diperoleh yaitu saham ANTM memiliki model GARCH (1,1) dan saham SMGR memiliki model ARCH (1). Berdasarkan plot conditional variance (volatilitas) didapatkan bahwa saham SMGR memiliki potensi risiko lebih tinggi dari pada saham ANTM.

Peramalan Penjualan Sepeda Motor Tiap Jenis di Wilayah Surabaya dan Blitar dengan Model ARIMA Box-Jenkins dan Vector Autoregressive (VAR)

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.258 KB)

Abstract

Transportasi khususnya sepeda motor saat ini menjadi salah satu elemen yang sangat dibutuhkan manusia dalam membantu mobilitas manusia melakukan kegiatan sehari-hari. AISI (2010) menjelaskan bahwa penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat dari 5,9 juta unit di tahun 2009 menjadi 7,4 unit di tahun 2010. Adanya peningkatan sebesar 25,7 persen dalam satu tahun menunjukkan adanya pertumbuhan yang pesat untuk penjualan sepeda motor di Indonesia. Pada penelitian ini menganalisis mengenai peramalan penjualan sepeda motor Merk “X” dan Total Market tiap jenis di wilayah Surabaya dan Blitar karena Surabaya dan Blitar memiliki nilai IPM tertinggi di Jawa Timur. Diduga terdapat efek hubungan timbal balik antar penjualan sepeda motor, sehingga penyelesaian dalam kasus ini menggunakan metode ARIMA secara univariate dan Vector Autoregressive (VAR) secara multivariate. Berdasarkan univariate time series didapatkan model terbaik wilayah Surabaya adalah model ARIMA (1,1,0) baik untuk variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,0). Begitu pula pada wilayah Blitar didapatkan model terbaiknya adalah ARIMA (1,1,0) variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,1). Sedangkan untuk model VAR didapatkan VARIMA (1,1,0) untuk Merk “X” dan Total Market Surabaya dan Blitar.

Analisis Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Kabupaten Ngawi dengan Arima dan Arimax

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.793 KB)

Abstract

Tingginya kebutuhan akan kendaraan sepeda motor dan banyaknya perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang penjualan sepeda motor, maka diperlukan target dan strategi dalam penjualan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik serta nilai peramalan pada periode dua tahun kedepan di Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic, dan sport di Kabupaten Ngawi sejak bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014. Data dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2013 digunakan sebagai in-sample dan data pada bulan Januari 2014 sampai Maret 2014 sebagai out-sample. Metode yang digunakan untuk pemodelan adalah ARIMA dan ARIMAX. Model terbaik untuk menggambarkan perkembangan jumlah penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic dan sport di Kabupaten Ngawi adalah dengan model ARIMAX, dengan nilai MAPE untuk sepeda motor jenis cub sebesar 26%, matic sebesar 26%, dan sport sebesar 14%.

Peramalan Permintaan Penjualan SepedaMotor di PT. “A” dengan Menggunakan ARIMAX dan VARX (Studi Kasus diKabupaten Ponorogo)

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.775 KB)

Abstract

Kebutuhan akan sarana transportasi menjadi sangat penting bagi masyarakat. Transportasi dapat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas, salah satunya adalah sepeda motor. Salah satu merek sepeda motor yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah sepeda motor merek “A”. Data AISI menunjukkan bahwa rata-rata penambahan sepeda motor “A” di Kabupaten Ponorogo sebesar 64% dari total motor baru yang terjual. Penelitian ini menggunakan metode ARIMAX dan VARX untuk meramalkan data penjualan sepeda motor. Penjualan sepeda motor yang diprediksi antara lain Total Market, Total Market matic, Total Market cub, motor merek “A”, merek “A” jenis matic, dan merek “A” jeniscub. Hasil ramalan secara univariate maupun multivariate menunjukkan bahwa efek variasi kalender memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan sepeda motor terutama pada saat satu bulan sebelum hari raya dan bulan tahun ajaran baru. Peramalan tahun 2014 berdasarkan hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kenaikan untuk jenis matic dan total kendaraan serta terjadi penurunan pada jenis cub. Selain itu terdapat keterkaitan penjualan sepeda motor di wilayah Ponorogo.

Estimasi Value at Risk dalam Investasi Saham Subsektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia dengan Pendekatan Extreme Value Theory

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.859 KB)

Abstract

Investasi di pasar modal merupakan salah satu cara alternatif untuk meningkatkan aset sebesar-besarnya di masa mendatang dengan risiko tertentu. Salah satu aset financial yang banyak diminati adalah investasi dalam bentuk saham. Pengukuran risiko merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan investasi dana yang cukup besar. Dalam berinvestasi, investor diharapkan mampu mengestimasi tingkat risiko sebelum melakukan investasi. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menghitung tingkat risiko pada bidang keuangan. Metode yang digunakan dalam menghitung risiko yaitu metode Value at Risk (VaR). Namun pada kenyataannya, data terkait bidang keuangan sering kali mengandung nilai-nilai ekstrem, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan metode Extreme Value Theory (EVT). Pada penelitian ini, perhitungan tingkat risiko dilakukan dengan dua pendekatan EVT yaitu Block Maxima (BM) dan Peaks Over Threshold (POT).  Diperoleh hasil tingkat risiko yang dihasilkan oleh metode BM lebih besar dibanding tingkat risiko dari POT. Namun hasil backtesting menyatakan bahwa metode POT lebih akurat dibanding metode BM.

Pemodelan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan PT Djarum Unit Karangbener, Kudus-Jawa Tengah Menggunakan Structural Equation Modeling

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.029 KB)

Abstract

PT Djarum merupakan perusahaan penghasil rokok yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Perusahaan memiliki beberapa brak produksi rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT), salah satunya yaitu di Unit Karangbener yang berada di Desa Karangbenar, Kudus-Jawa Tengah. Perusahaan selalu mewujudkan suasana lingkungan kerja agar karyawan selalu merasa senang dan nyaman sehingga dapat optimal dalam bekerja dan dapat menghasilkan produk yang berkualitas baik. Namun dalam menilai kinerja karyawan, perusahaan belum mengetahui indikator-indikator yang dapat digunakan sebagai alat ukur. Oleh karena itu, dilakukan penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) dikarenakan variabel yang digunakan adalah variabel yang tidak terukur (laten). Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi kinerja karyawan antara lain kemampuan diri, motivasi, dan dukungan yang diterima. Data yang digunakan merupakan data primer dengan melakukan survey secara langsung kepada karyawan giling dan karyawan batil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan diri dan motivasi berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan, serta terdapat pengaruh tidak langsung dari dukungan sosial terhadap kinerja karyawan melalui motivasi.

Analisis Kecenderungan Zona Nilai Tanah di Wilayah Surabaya Menggunakan Multiple Correspondence Analysis

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.496 KB)

Abstract

Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk yang terus menigkat setiap tahunnya. Sedangkan ketersediaan lahan di Surabaya tidak sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk. Hal ini mengakibatkan kebutuhan akan lahan tanah sebagai tempat tinggal akan meningkat sehingga harga tanah akan semakin tinggi. BPN sebagai lembaga pemerintah yang bertugas di bidang pertanahan menetapkan Zona Nilai Tanah (ZNT) sebagai acuan dalam penentuan harga tanah di wilayah Kota Surabaya. Penentuan ZNT didasarkan pada harga pasar tanah di wilayah tertentu. Selain itu harga tanah juga dipengaruhi oleh wilayah dan tersedianya fasilitas umum. Untuk mengetahui kecenderungan variabel ZNT, banyaknya fasilitas umum dan pembagian wilayah di Kota Surabaya dilakukan penelitian dengan menggunakan analisis kecenderungan dua / lebih variabel kategori dengan menggunakan Multiple Correspondence Analysis (MCA). Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki hubungan saling ketergantungan dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Dalam analisis ini didapatkan bahwa ZNT memiliki kedekatan  dengan fasilitas umum dan pembagian wilayah. Hasil MCA menunjukkan terbentuk kelompok-kelompok yang memiliki tingkat kecenderungan yang tinggi yaitu wilayah Surabaya Barat berada di ZNT3 dengan banyaknya fasilitas umum lebih dari 15 unit. Wilayah Surabaya Timur memiliki kecenderungan pada ZNT 2. Sedangkan Surabaya Selatan cenderung pada ZNT 4 dengan jumlah fasilitan umum antara 3 hingga 15 unit.

Pengendalian Kualitas Bulb Lampu Pijar Tipe PS 47 di PT. Sinar Angkasa Rungkut Menggunakan Diagram Kendali Multivariat

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.843 KB)

Abstract

PT. Sinar Angkasa Rungkut adalah salah satu produsen lampu terkemuka di Indonesia yang memproduksi lampu lisktrik merek Chiyoda. Lampu pijar tipe PS 47 merupakan salah satu jenis lampu pijar yang masih diproduksi hampir setiap hari sampai saat ini dengan tingkat penjualannya yang cukup tinggi. Salah satu ukuran kualitas lampu pijar tipe PS 47 adalah pada bola lampu (bulb). Kualitas lampu di perusahaan ini hanya ditentukan berdsarkan variabel kualitas bulb yang telah sesuai dengan spesifikasi tanpa adanya pengendalian kualitas secara statistik. Pada penelitian ini digunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Variance (MEWMV) dengan pengamatan individual untuk mendeteksi perubahan variabilitas proses. Sementara itu, monitoring rata-rata proses produksi dilakukan dengan menggunakan diagram kendali Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA). Variabel kualitas bulb yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata tebal leher minimum dan rata diameter luar leher. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa variabilitas proses telah terkendali secara statistik dengan menggunakan pembobot optimum= 0,7 dan = 0,9. Sementara itu untuk rata-rata proses belum terkendali secara statistik dengan menggunakan nilai pembobot optimum  λ = 0,9. Variabel utama penyebab pengamatan yang berada diluar batas kendali pada rata-rata proses adalah rata tebal leher minimum. Kapabilitas proses menggunakan indeks MPpk menunjukkan bahwa proses telah kapabel. Nilai MPpk sebesar 1,14 menunjukkan bahwa presisi dan akurasi proses telah baik.

Pengendalian Kualitas Proses Penetasan Telur Ayam di PT X Unit Hatchery Malang Menggunakan Peta Kendali Multiatribut

Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.229 KB)

Abstract

PT X melakukan pengendalian kualitas mulai dari pembibitan DOC hingga proses akhir secara ketat namun selama ini perusahaan belum melakukan pengendalian kualitas lebih jauh menggunakan metode statistik. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pengendalian kualitas statistik terhadap proses penetasan telur ayam menggunakan peta kendali p multiatribut karena tiga jenis kecacatan telur yang terjadi, yaitu abnormal, retak, dan pecah saling berkorelasi satu sama lain sehingga pengendalian kualitasnya dilakukan secara simultan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandang 1 dan 3 merupakan kandang yang paling bermasalah sehingga monitoring kualitas difokuskan pada telur yang berasal dari kedua kandang tersebut. Peta kendali p multiatribut fase I menunjukkan bahwa proses penetasan telur yang berasal dari kedua kandang tersebut belum terkendali secara statistik. Setelah diperoleh peta kendali fase I yang sudah in control, ternyata batas kendali yang diperoleh menunjukkan pergeseran proses yang semakin buruk pada fase II. Artinya, kecacatan telur yang terjadi pada fase II mengalami peningkatan dari periode sebelumnya. Dari hasil identifikasi diketahui bahwa abnormalitas merupakan jenis cacat yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kecacatan telur yang mengakibatkan proses penetasan telur ayam tidak terkendali secara statistik.