Agus Suharsono
Jurusan Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

ERROR CORRECTIONMODEL PADA VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK SURABAYA Suharsono, Agus; Guritno, Suryo
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perdagangan saham sebenarnya merupakan perdagangan biasa sebagaimana jual beli barang di pasar pada umumnya. Adapembeli, penjual, tawar menawar, penyerahan barang dan uang. Hanya saja bedanya bahwa didalam perdagangan sahamini seseorang yang ingin membeli atau menjual saham di bursa efek tidak dapat secara langsung mengadakan transaksi jualbeli tersebut. Untuk melakukan jual beli investor harus melalui perusahaan efek (broker atau pialang) yang juga anggotabursa yang selanjutnya akan bertindak sebagai pembeli atau penjual. Harga saham suatu perusahaan dipengaruhi olehbeberapa faktor dimana interaksi diantara faktor tersebut akan membentuk nilai saham. Salah satu diantara faktor tersebutfaktor fundamental. Faktor fundamental merupakan informasi yang berkaitan dengan kondisi internal perusahaan, industrisejenis, dan prospek usaha.
Perbandingan Model ARIMAX dan Fungsi Transfer Untuk Peramalan Konsumsi Energi Listrik di Jawa Timur Ditago, Andria Prima; Suharsono, Agus; Suhartono, Suhartono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.005 KB)

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik dari pelanggan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Seiring dengan kenaikan kebutuhan akan energi listrik dari para pelanggan, maka sistem energi listrik haruslah dikembangkan. Untuk membangkitkan dan menyalurkan energi listrik secara ekonomis maka harus dibuat peramalan konsumsi energi listrik jauh sebelum listrik tersebut dibutuhkan agar permintaan pelanggan terpenuhi dan tidak terjadi kekurangan pasokan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai ramalan konsumsi listrik untuk setiap kelompok pada tahun 2013. Metode analisis peramalan yang digunakan yaitu model ARIMA dengan deteksi outlier (ARIMAX) dan fungsi transfer. Dari kedua model tersebut akan dibandingkan nilai residual yang telah diperoleh dari kriteria out-sample. Model peramalan terbaik yang sesuai untuk prediksi jumlah konsumsi listrik di Jawa Timur pada periode Januari 2013 hingga Desember 2013 untuk kelompok sosial, bisnis, dan industri dengan menggunakan model ARIMAX didapatkan nilai MAPE(%) out-sample sebesar 4,50, 2,30, dan 3,63. Sedangkan untuk kelompok rumah tangga dan publik dengan menggunakan model fungsi transfer didapatkan nilai MAPE(%) out-sample sebesar 2,20 dan 1,91.
Analisis Volatilitas Saham Perusahaan Go Public dengan Metode ARCH-GARCH Nastiti, Khoiru Liummah Ayu; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis return dan volatilitas merupakan salah satu aspek penting dalam bidang finansial. Tujuannya adalah mencegah terjadinya risiko dan membantu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode ARCH dan GARCH dalam memodelkan volatilitas saham lima perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SMGR) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) selama periode 1 Februari 2011 hingga 31 Januari 2012. Return saham dimodelkan terlebih dahulu dengan model ARIMA. Return saham dimodelkan terlebih dahulu dengan model ARIMA. Model ARIMA terbaik dipilih berdasarkan nilai MSD terkecil. Residual yang diperoleh dari model ARIMA diuji heteroskedasticity dengan uji Lagrange Multiplier (LM). Hasilnya return saham ANTM, BBCA dan SMGR  memiliki sifat heteroskedasticity sedangkan saham ASII dan UNTR telah bersifat homoskedasticity. Model volatilitas yang diperoleh yaitu saham ANTM memiliki model GARCH (1,1) dan saham SMGR memiliki model ARCH (1). Berdasarkan plot conditional variance (volatilitas) didapatkan bahwa saham SMGR memiliki potensi risiko lebih tinggi dari pada saham ANTM.
Evaluasi Kinerja PDAM Kota Probolinggo dalam Perspektif Balanced Scorecard Hubaisy, Zarrin; Suharsono, Agus; Helpiastuti, Selfi Budi
e-SOSPOL (e-ISSN: 2355-1798) Vol 1, No 1: Januari 2014
Publisher : e-SOSPOL (e-ISSN: 2355-1798)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.053 KB)

Abstract

Regional Water Company (PDAM) is one form of Local Authority-Owned Enterprise (BUMD) that provides services in the provision of clean water to the society. Although in the year 2010, it was in the “healthy” category, in some important ways it still has problems, such as financial target that was achieved only 60%, the clean water service coverage of downtown population which is imbalance with the number of population, water production value which is still higher than the water sale to the community members as well as the efficiency level of employees toward the water connection which has not reached the target. In order to improve the company services and development, it is necessary to measure the performance of the Regional Water Company (PDAM) of Probolinggo City. Balanced Scorecard Perspective was used in this research. Time series data were collected by the document study and was analyzed with descriptive statistical technique. The analysis results were presented in graphical form. The research was intended to evaluate the PDAM performance of Probolinggo City. The results showed that, in the balanced scorecard perspective, PDAM performance of Probolinggo City in 2009 – 2011 was categorized “not good”. Keywords: public organization, balanced scorecard
Peramalan Penjualan Sepeda Motor Tiap Jenis di Wilayah Surabaya dan Blitar dengan Model ARIMA Box-Jenkins dan Vector Autoregressive (VAR) Anggraeni, Ade Dwi; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.258 KB)

Abstract

Transportasi khususnya sepeda motor saat ini menjadi salah satu elemen yang sangat dibutuhkan manusia dalam membantu mobilitas manusia melakukan kegiatan sehari-hari. AISI (2010) menjelaskan bahwa penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat dari 5,9 juta unit di tahun 2009 menjadi 7,4 unit di tahun 2010. Adanya peningkatan sebesar 25,7 persen dalam satu tahun menunjukkan adanya pertumbuhan yang pesat untuk penjualan sepeda motor di Indonesia. Pada penelitian ini menganalisis mengenai peramalan penjualan sepeda motor Merk “X” dan Total Market tiap jenis di wilayah Surabaya dan Blitar karena Surabaya dan Blitar memiliki nilai IPM tertinggi di Jawa Timur. Diduga terdapat efek hubungan timbal balik antar penjualan sepeda motor, sehingga penyelesaian dalam kasus ini menggunakan metode ARIMA secara univariate dan Vector Autoregressive (VAR) secara multivariate. Berdasarkan univariate time series didapatkan model terbaik wilayah Surabaya adalah model ARIMA (1,1,0) baik untuk variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,0). Begitu pula pada wilayah Blitar didapatkan model terbaiknya adalah ARIMA (1,1,0) variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,1). Sedangkan untuk model VAR didapatkan VARIMA (1,1,0) untuk Merk “X” dan Total Market Surabaya dan Blitar.
Analisis Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Kabupaten Ngawi dengan Arima dan Arimax Harahap, Muflih Rori Putra; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.793 KB)

Abstract

Tingginya kebutuhan akan kendaraan sepeda motor dan banyaknya perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang penjualan sepeda motor, maka diperlukan target dan strategi dalam penjualan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik serta nilai peramalan pada periode dua tahun kedepan di Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic, dan sport di Kabupaten Ngawi sejak bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014. Data dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2013 digunakan sebagai in-sample dan data pada bulan Januari 2014 sampai Maret 2014 sebagai out-sample. Metode yang digunakan untuk pemodelan adalah ARIMA dan ARIMAX. Model terbaik untuk menggambarkan perkembangan jumlah penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic dan sport di Kabupaten Ngawi adalah dengan model ARIMAX, dengan nilai MAPE untuk sepeda motor jenis cub sebesar 26%, matic sebesar 26%, dan sport sebesar 14%.
Peramalan Permintaan Penjualan SepedaMotor di PT. “A” dengan Menggunakan ARIMAX dan VARX (Studi Kasus diKabupaten Ponorogo) Badriyah, Ani Satul Ru’yati; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.775 KB)

Abstract

Kebutuhan akan sarana transportasi menjadi sangat penting bagi masyarakat. Transportasi dapat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas, salah satunya adalah sepeda motor. Salah satu merek sepeda motor yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah sepeda motor merek “A”. Data AISI menunjukkan bahwa rata-rata penambahan sepeda motor “A” di Kabupaten Ponorogo sebesar 64% dari total motor baru yang terjual. Penelitian ini menggunakan metode ARIMAX dan VARX untuk meramalkan data penjualan sepeda motor. Penjualan sepeda motor yang diprediksi antara lain Total Market, Total Market matic, Total Market cub, motor merek “A”, merek “A” jenis matic, dan merek “A” jeniscub. Hasil ramalan secara univariate maupun multivariate menunjukkan bahwa efek variasi kalender memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan sepeda motor terutama pada saat satu bulan sebelum hari raya dan bulan tahun ajaran baru. Peramalan tahun 2014 berdasarkan hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kenaikan untuk jenis matic dan total kendaraan serta terjadi penurunan pada jenis cub. Selain itu terdapat keterkaitan penjualan sepeda motor di wilayah Ponorogo.
ERROR CORRECTIONMODEL PADA VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK SURABAYA Suharsono, Agus; Guritno, Suryo
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan saham sebenarnya merupakan perdagangan biasa sebagaimana jual beli barang di pasar pada umumnya. Adapembeli, penjual, tawar menawar, penyerahan barang dan uang. Hanya saja bedanya bahwa didalam perdagangan sahamini seseorang yang ingin membeli atau menjual saham di bursa efek tidak dapat secara langsung mengadakan transaksi jualbeli tersebut. Untuk melakukan jual beli investor harus melalui perusahaan efek (broker atau pialang) yang juga anggotabursa yang selanjutnya akan bertindak sebagai pembeli atau penjual. Harga saham suatu perusahaan dipengaruhi olehbeberapa faktor dimana interaksi diantara faktor tersebut akan membentuk nilai saham. Salah satu diantara faktor tersebutfaktor fundamental. Faktor fundamental merupakan informasi yang berkaitan dengan kondisi internal perusahaan, industrisejenis, dan prospek usaha.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jangka pendek dan jangka panjang volume perdagangan saham diBursa Efek Surabaya dan mengetahui pengaruh faktor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), right issue, kurs dollar dantingkat suku bunga Singapore International Bank Offered Rate (SIBOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatankointegrasi memberikan hasil yang lebih baik dibanding analisis regresi. Hal ini dilihat dari nilai R2 yang tinggi danterpenuhinya asumsi residual yang berimplikasi pengaruh jangka panjang dari peubah penjelasnya dapat diketahui.Sedangkan pada analisis regresi apabila asumsi dipenuhi berimplikasi adanya hubungan jangka panjang.
Pemodelan Persamaan Struktural untuk Loyalitas Konsumen Bank Koesmono, H. Teman; Suharsono, Agus
STATISTIKA: Forum Teori dan Aplikasi Statistika Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Program Studi Statistika Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasar saat ini lebih memusatkan perhatian dalam mempertahankan pelanggan yang sudahada, disamping mendapatkan pelanggan baru. Mereka mulai menyadari bahwa pelanggan yangsudah ada merupakan sasaran penjualan yang lebih mudah dan seringkali lebih menguntungkan.,tetapi kepuasan pelanggan tidak cukup lagi menjadikan ukuran loyalitas pelanggan. Untuk itu harusdiperhatikan variabel lain seperti unsur bauran pemasaran, hal ini dalam rangka mempertahankanpelanggan agar tetap loyal. Demikian halnya dengan nasabah Bank, unsur bauran pemasaran yangditeliti meliputi atribut produk, lokasi, dan biaya.Selanjutnya akan ditelusuri unsur mana yang paling berpengaruh terhadap loyalitas nasabah,baik secara langsung maupun secara tidak langsung, yaitu melalui variabel retransactioncommitment, cross selling, dan word of mouth. Untuk mengetahui besarnya pengaruh tersebut,digunakan pemodelan persamaan struktural.Hasil penelitian menunjukkan model struktural adalah sebagai berikut:WOM = 0.003 Produk + 0.13 Lokasi + 0.34 BiayaRetransaction = 0.13 Produk + 0.26 Lokasi + 0.66 BiayaCross selling = 0.13 Produk + 0.321Lokasi + 0.70 BiayaLoyalitas = 0.20 WOM + 0.34 Retransaction + 0.35 Cross sellingSecara keseluruhan model dapat dikatakan masih kurang baik, hal ini ditunjukkan dengannilai Chi-Square yang besar (3,338) dan p value (0.00) lebih kecil dari a = 0,05. Tetapi dalamfenomena ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut bahwa unsur yang harus ditingkatkan adalahkonstruk biaya, karena mempunyai pengaruh paling besar terhadap Cross Selling, yaitu sebesar0.70. Sementara Cross selling adalah variabel antara yang paling berpengaruh terhadap loyalitas,dengan pengaruh sebesar 0.35. Disamping itu konstruk biaya juga mempunyai pengaruh langsungterhadap loyalitas nasabah paling besar dibandingkan dengan konstruk eksogen yang lain.
Estimasi Value at Risk dalam Investasi Saham Subsektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia dengan Pendekatan Extreme Value Theory Rohmah, Salisa Minchatur; Suharsono, Agus
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.859 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.24983

Abstract

Investasi di pasar modal merupakan salah satu cara alternatif untuk meningkatkan aset sebesar-besarnya di masa mendatang dengan risiko tertentu. Salah satu aset financial yang banyak diminati adalah investasi dalam bentuk saham. Pengukuran risiko merupakan hal yang sangat penting berkaitan dengan investasi dana yang cukup besar. Dalam berinvestasi, investor diharapkan mampu mengestimasi tingkat risiko sebelum melakukan investasi. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menghitung tingkat risiko pada bidang keuangan. Metode yang digunakan dalam menghitung risiko yaitu metode Value at Risk (VaR). Namun pada kenyataannya, data terkait bidang keuangan sering kali mengandung nilai-nilai ekstrem, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan metode Extreme Value Theory (EVT). Pada penelitian ini, perhitungan tingkat risiko dilakukan dengan dua pendekatan EVT yaitu Block Maxima (BM) dan Peaks Over Threshold (POT).  Diperoleh hasil tingkat risiko yang dihasilkan oleh metode BM lebih besar dibanding tingkat risiko dari POT. Namun hasil backtesting menyatakan bahwa metode POT lebih akurat dibanding metode BM.