Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KEKERASAN PERLAKUAN PANAS BAJA PEGAS DENGAN PENDINGINAN SISTEM PANCARAN PADA TEKANAN 20, 40 DAN 60 PSi Asfarizal, Asfarizal; Suhardiman, Suhardiman
Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No 2 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the heat treatment with rapid dye method (Quenching) has the disadvantage that the increase of water temperature around the metal is high enough, it is not suitablefor long material, this issue need another attempt to study the cooling method with spraying system which is done to the spring steel. Heating is done until temperature of 920 ° C, with holding time 60 min, pressure 20, 40, 60 psi and 120 seconds of spraying time. After heat treatment, the specimens hardness is tested by the method of Rockwell C (HRC). The results of hardness testing showed that the average hardness at a pressure of 20, 40, 60 psi is 34.55 HRC, HRC 39.80, and 40.45 HRC. At a pressure of 60 psi martensiticphase is observed clearly. There is a tendency that the higher the pressure, the hardness increased.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KANCING GAMERINCING TERHADAP PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Tiangka, Safril; Qaddafi, Muhammad; Suhardiman, Suhardiman
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6, No 1 (2018): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v6i1a6

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimen Design yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Minat dan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Koopeartif kancing gamerincing peserta didik pada kelas VIII SMP Negeri 1 Baraka, 2) Minat dan hasil belajar peserta didik yang tidak diajar dengan model pembelajaran Koopeartif kancing gamerincing peserta didik pada kelas VIII SMP Negeri 1 Baraka, 3) peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik antara yang diajar dan yang tidak diajar dengan model pembelajaran Koopeartif kancing gamerincing peserta didik pada kelas VIII SMP N Negeri 1 Baraka. Desain penelitian yang digunakan adalah Intac-Group Comparison Design. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik antara kelas yang diajar dan yang tidak diajar dengan model pembelajaran koopeartif pada kelas VIII SMP Negeri 1 Baraka Kabupaten Enrekang.
Penyelidikan Kuat Tekan Komposit Polimer yang Diperkuat Serbuk Kayu Sebagai Bahan Baku Konstruksi Kapal Kayu Suhardiman, Suhardiman; Mukhlis, Asroni
Jurnal Surya Teknika Vol 2, No 04 (2016): Surya Teknika
Publisher : Jurnal Surya Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini, penggunaan bahan baku kayu untuk pembuatan konstruksi kapal kayu sangat terbatas.Sementara hasil serbuk kayu dari olahan mabel tidak dimanfaatkan secara ekonomis. Oleh karena itu perlu perlu dilakukan kajian untuk serbuk kayu menjadi bahan baku alternative pada pembuatan konstriksi kapal kayu. Dalam penelitian ini, digunakan serbuk kayu dengan bahan pengikat polimer resin. Proses dalam pelaksanaan penelitian ini, dengan menvariasikan 4 variabel perbandingan yaiti 1:1, 2:1, 2.5:1 dan 3:1 dengan fraksi volume. Kemudian dibuat spesimen uji tekan sebanyak 5 buah spesimen untuk masing-masing variabel.. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan serbuk kayu dengan polimer resin  (1:1), mendapat nilai kekuatan tekan fc = 820 kg/cm2, (2:1), mendapat nilai kekuatan tekan fc = 620 kg/cm2, (2,50:1), mendapat nilai kekuatan tekan fc = 500 kg/cm2, dan (3:1), mendapat nilai kekuatan tekan fc = 580 kN/mm2.
AKU TAK MAU HIDUP DAN MATI SIA-SIA; Refleksi Penulis atas Pengalaman Menulis dan Meneliti Suhardiman, Suhardiman
AT-TURATS Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v3i1.273

Abstract

KAJIAN EKSPERIMENTAL KEKUATAN KOMPOSISI PADUAN ALUMINIUM PISTON DAN SEPATU REM Suhardiman, Suhardiman; Suryadi, Dadang
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 1 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 1 - 2016
Publisher : INOVTEK POLBENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berkembangnya penggunaan paduan aluminium diberbagai industri, khususnya industri otomotif akan menghasilkan limbah logam aluminium yang semakin banyak.  Pengecoran ulang (Remelting) diperlukan untuk mengolah limbah alumunium agar bisa dimanfaatkan kembali dengan nilai kekuatan yang baru sehingga dapat dipergunakan untuk tujuan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik hasil dari  paduan aluminium yang berasal dari limbah piston dan sepatu rem dengan memvariasikan komposisi yaitu 70% piston dan 30% sepatu rem, 50% piston dan 50% sepatu  rem, dan 30% piston dan 70% sepatu rem. Hasil pengujian menunjukan bahwa paduan aluminium 70% piston dan 30% sepatu  rem memiliki kekuatan 114,84 N/mm², paduan aluminium 50% piston 50% sepatu rem 111,26 N/mm², 30% piston 70% sepatu rem 58,36 N/mm. Semakin banyak komposisi paduan aluminium  piston yang diberikan  maka nilai kekuatan akan semakin tinggi. Kata kunci : Paduan aluminium, kekuatan, komposisi, piston dan sepatu rem 
ANALISA KEAUSAN KAMPAS REM NON ASBES TERBUAT DARI KOMPOSIT POLIMER SERBUK PADI DAN TEMPURUNG KELAPA Suhardiman, Suhardiman; Syaputra, Mukmin
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 2 (2017): INOVTEK Volume 7, No 2, November 2017
Publisher : INOVTEK POLBENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.778 KB)

Abstract

Kampas rem merupakan salah satu komponen sepeda motor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju sepeda motor secara nyaman. Sehingga peneliti ingin mengetahui  nilai keausan dan umur pakai kampas rem  sepeda motor dan membuat sampel kampas rem sepeda motor dengan menggunakan bahan komposit yang ramah lingkungan dengan beberapa variasi komposisi bahan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekam padi, tempurung kelapa, resin dengan katalis sebagai pengering. Pembuatan kampas rem ini diperoleh dengan cara pencampuran semua bahan dan dicetak sampai beberapa hari sehinga mengeras. Pengujian yang dilakukan meliputi uji keausan.  Bahan kampas rem pada penelitian ini di uji keausan dengan variasi kandungan bahan yang disajikan pada diagram alir pengujian. Data yang diperoleh dari pengujian keausan kampas rem dengan komposisi sekam padi  25%, Tempurung kelapa 25%, Resin 50%, harga laju keausan sebesar 4,27x10-6 gram/mm2.detik sedangkan untuk nilai terendah pada komposisi Sekam padi  40%, Tempurung kelapa 30%, Resin 30% memiliki nilai 3,75x10-6 gram/ mm2.detik. Kata kunci - kampas rem, variasi komposit dan pengujian keausan
ANALISIS REMBESAN PADA BENDUNGAN TIPE URUGAN (UJI SIMULASI LAB) Nurnawaty, Nurnawaty; Suhardiman, Suhardiman; Ihwan, Ihwan
TEKNIK HIDRO Vol 11, No 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.484 KB)

Abstract

Bendungan adalah sebuah struktur konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air dari sisi hulu ke hilir. Salah satu masalah pada bendungan adalah rembesan. Rembesan didefenisikan sebagai sifat bahan berpori yang memungkinkan cairan yang berupa air atau minyak mengalir melewati rongga pori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi tinggi hidrostatis terhadap rembesan yang terjadi pada tubuh bendungan. Material pembentuk tubuh bendungan adalah jenis tanah lempung organik. Penelitian ini meninjau pola rembesan dan debit rembesan terhadap variasi tinggi hidrostatis. Debit rembesan (Qf) dihitung menggunakan 3 metode yaitu metode Dupuit, metode Schaffernak, dan  metode Cassagrande. Variasi tinggi hidrostatis yang ditinjau adalah H10, H15, dan H20. Pada metode Cassagrande memperlihatkan debit yang tertinggi untuk H10 dan H15, pola rembesan yang terjadi tidak signifikan, karena waktu rembesannya sangat lambat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat kecil.  Sedangkan pada tinggi hidrostatis H20  metode Schaffernak memperlihatkan debit yang tertinggi. Berbeda dengan variasi tinggi H20 pola rembesan yang terjadi sangat signifikan, Karena waktu rembesannya sangat cepat, akibatnya debit rembesan yang dihasilkan pun sangat besar.  Kata kunci : Rembesan, Tinggi Hidrostatis, Bendungan Urugan
PERBANDINGAN PEMAHAMAN KONSEP MENGGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN SCRAMBLE ANTARA MEDIA INTERAKTIF COURSELAB DAN MEDIA MICROSOFT POWERPOINT PESERTA DIDIK KELAS XI MIA MAN WAJO KABUPATEN WAJO Suhardiman, Suhardiman; Tayeb, Thamrin; Qadri, Nurul
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v5i2a6

Abstract

Penelitian ini bertujuan “(1) untuk mengetahui pemahaman konsep peserta didik yang diajar metode pembelajaran Scramble berbasis media interaktif Courselab di kelas XI MIA MAN Wajo, (2) untuk mengetahui pemahaman konsep peserta didik yang diajar dengan metode Scramble berbasis media Microsoft Power Point  dan (3) apakah metode pembelajaran Scramble berbasis media interaktif Courselab berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa kelas XI MIA MAN Wajo”. Penelitian ini dilaksanakan selama empat kali pertemuan.Metodologi penelitian ini yaitu penelitian Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA MAN Wajo. Adapun sampelnya menggunakan teknik Non Probability Sampling Tipe Convience Sampling.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata pemahaman konsep siswa dengan menggunkan metode Scramble berbasis media Courselab 6,36 dengan kategori baik. Sedangkan pemahaman konsep menggunakan media Microsoft Power Point adalah 5,78 dengan kategori cukup. Pemahaman konsep dengan menggunakan metode Scramble berbasis media Courselab dengan nilai signifikan 0,162/2 = 0,081 lebih besar dari 0,05 (0,081 ˃ 0,05) dan H0 diterima. Dengan demikian metode Scramble berbasis media Courselab lebih baik untuk meningkatkan pemahaman konsep dibandingan dengan metode Scramble berbasis media Microsoft Power Point.Implikasi dari penelitian ini yang diharapkan oleh peneliti adalah semoga Motode Scramble berbasis media Courselab digunakan oleh guru bidang studi fisika di sekolah yang bersngkutan, agar peseta didik tidak jenuh dengan pembelajaran yang monoton namun harus disesuaikan dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan.
KRITERIA VISIBILITAS HILAL DALAM PENETAPAN AWAL BULAN KAMARIAH DI INDONESIA Suhardiman, Suhardiman
Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2013): Volume 3 Nomor 1 Maret 2013
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.193 KB) | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v3i2.214

Abstract

To determine the start of lunar months, there are several methods that serve as the basis, among others by using the methods of hisab (calculation) and rukyat (new moon sighting). Actually, both hisab and rukyat have the same goal, namely hilal. Therefore, the two methods do not need to be disputed any more. In fact they complement each other. Calculation of the correct and accurate reckoning will certainly be proven by rukyat anyway. However, the problem remain for Muslims today is the critera imkan ar-rukyat (visibility of the new moon) used. If these problems can be overcome, then it is certain that Muslims are no longer stuck with the difference of opinions and views from many quarters about the determination of the beginning of the month, when the hilal is on a "critical" position. As for the criterion concerning the visibility of the new moon in Indonesia, which has been used by the Government and become standard in the determination of kamariah (Ramadhān, Syawāl and Dzulhijjah) is the height of hilal at 2 degrees, the Sun-Moon distance is a minimum of 3 degrees, or a minimum hilal period of 8 hours based on data collected by the Agency of Hisab and Rukyat of the Ministry of Religious Affairs from a variety of sources. This is an implementation of the legitimate law (the Qur'an and the Hadith) that serves as the basis in determining the beginning of the month. In addition, the validity of rukyat is first tested with astronomical data which are discussed in the next session of the forum and later in Isbat decided by the Government and becomes an alternative solution to the differences of opinion and views that may occur. The Government through the Minister of Religious Affairs serves as the holder of authority (qadi) which has the legal authority to determine the beginning of the Islamic fasting and holy day in isbāt session held annually. Through Ditjen Bimas Islam, the Agency of Hisab and Rukyat (BHR) was established which is in charge of conducting the study, research and development of matters relating to the implementation of the hisab-rukyat and worship. Therefore, Muslims also need to support the realization of an Islamic calendar (Hijri calendar), which gives the certainty of dates, not only used for the purpose of worship, but can also be used as a civil calendar for everyday purposes, such as trade, business and other administrative activities.
Perancangan Prototype Mesin listrik AC Dinamis dan Statis Dengan Pemodelan Rangkaian Ekivalen (Pengaruh Nilai Parameter L Terhadap ηmax dan Regulation Transformator ) Abidin, Zainal; Adam, Adam; Suhardiman, Suhardiman
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 4, No 1 (2019): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.786 KB)

Abstract

Kondisi ideal transformator tidak mengalami rugi-rugi, karena perbandingan kumparan merupakan perbandingan tegangan dan secara praktek, daya masuk trafo tidak sama dengan daya keluaran, karena terjadi rugi-rugi inti besi dan kumparan. Transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian ekivalen, nilai parameter didapat dengan melakukan uji rangkaian tanpa beban dan uji rangkaian hubung singkat. Drop tegangan parameter Rc dan Xm uji rangkaian tanpa beban sebesar 13,8 V.dan 17,2 V, dan uji hubung singkat, diabaikan, karena tegangan yang terukur merupakan tegangan di Zeq. Parameter L meningkat di uji hubung singkat, secara bertahap tegangan primer diturunkan dari 16 V , 14 V, 12 V, dengan nilai L berturut-turut sebesar 4,9315 mH, 13,6148 mH dan 53,7771 mH. Efesiensi dan regulation trafo turun akibat tegangan primer turun, terjadi perpotongan Efisiensi (4,6 kVA) dan regulation (4,5%) saat tegangan primer 195V. Pengujian tanpa beban, daya Poc dan Psc menurun, tegangan primer 190V terjadi titik pertemuan dengan nila L = 0,0152 mH dan pengujian hubung singkat pada tegangan 14 V dengan nilai L =  13,6148 mH