Gandung Sugita
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Bentuk Kononik Similar Blok Bersesuaian dengan Indeks Keterkotrolan pada (A,B) Tak Kontrol

Media Eksakta Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Media Eksakta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini dibicarakan pasangan (A,B) tidak terkontrol yaitu rank C(A,B) < n ditransformasikan ke bentuk kanoniknya.  Sebagaimana diketahui bahwa untuk pasangan (A,B) yang terkontrol dapat ditransformasikan ke bentuk-bentuk kanonik Brunovsky-Leunberger I dan Brunovsky-Leunberger II. Untuk mentrasformasikan pasangan (A,B) tersebut digunakan matriks keterkontrolan (A,B), yaitu C(A,B) dan  indeks keterkontrolan tak nol dari (A,B) yaitu k1 ³  k2 ³ . . .³ kr (ki > 0).

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBANTUAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR I

Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.558 KB)

Abstract

Abstrak : Rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu apakah penguasaan mahasiswa pendidikan matematika pada mata kuliah struktur Aljabar I dapat ditingkatkan dengan melaksanakan pembelajaran berbantuan tutor sebaya?. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pembelajaran berbantuan tutor sebaya , yakni: Penguasaan mahasiswa terhadap mata kuliah Struktur Aljabar I dapat ditingkatkan dengan menerapkan pembelajaran berbantuan tutor sebaya. Peningkatan tersebut ditandai dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang lulus pada siklus I dan II. Kata Kunci: Tutor Sebaya, Penguasaan mahasiswa, Struktur Aljabar I

Peningkatan Pemahaman Konsep Hubungan Antar Satuan Panjang Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Toribulu

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah penggunaan metode kooperatif tipe STAD pemahaman siswa kelas IV SD Inpres 2 Toribulu dalam pembelajaran konsep hubungan antar satuan panjang dapat ditingkatkan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan metode kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD Inpres 2 Toribulu dalam pembelajaran konsep hubungan antar satuan panjang. Metode penelitian yang digunakan/diterapkan dalam PTK ini adalah penggunaan metode kooperatif tipe STAD yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana pada setiap siklus dilakukan langkah-langkah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa siswa kelas IV SD Inpres 2 Toribulu Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang, yang terdiri atas siswa laki-laki sebanyak 8 orang dan siswa perempuan sebanyak 12 orang. Hasil penelitian tindakan kelas melalui penggunaan metode kooperatif tipe STAD dengan dua siklus menunjukkan nilai rata-rata atau persentase yang berbeda terhadap pemahaman siswa kelas IV SD Inpres 2 Toribulu Tahun Ajaran 2013/2014. Pada pelaksanaan tindakan Siklus I ketuntasan klasikal siswa adalah 40% (8 orang siswa yang tuntas hasil belajar), tetapi hal tersebut belum mencapai kriteria ketuntasan yang diharapkan, yaitu tuntas secara klasikal bila mencapai ≥ 65% atau memperoleh skor ≥ 65. Pada tindakan Siklus II, diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 100% dengan perolehan nilai semua siwa (20 orang siswa) sudah mencapai skor ≥ 65. Dengan demikian, pemahaman siswa kelas IV SD Inpres 2 Toribulu dalam pembelajaran konsep hubungan antar satuan panjang dapat ditingkatkan melalui penggunaan metode kooperatif tipe STAD.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP ADVENT PALU PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.267 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Advent Palu pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu: 1) perencanaan, 2)  pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Advent Palu yang berjumlah 23 siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI  yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VII SMP Advent Palu yaitu dengan mengikuti  fase-fase: 1) pembelajaran secara individual, 2) pengorganisasian kedalam kelompok, 3) diskusi kelompok mengenai hasil belajar, 4) pemberian kuis, 5) pemberian penghargaan, dan 6) penyimpulan materi.Kata kunci: kooperatif tipe TAI, hasil belajar, operasi hitung bentuk aljabar.

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERSAMAAN DAN IDENTITAS TRIGONOMETRI BERDASARKAN KRITERIA WATSON DI KELAS X SMA AL-AZHAR PALU

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.055 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa kelas X dalam menyelesaikan soal persamaan dan identitas trigonometri berdasarkan kriteria Watson. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil tiga siswa dari 80 siswa yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri adalah prosedur tidak tepat dan masalah hirarki keterampilan. Sedangkan pada soal identitas trigonometri jenis kesalahan yang dilakukan adalah prosedur tidak tepat dan masalah hirarki keterampilan. (2) Jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek berkemampuan sedang dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri adalah data hilang, prosedur tidak tepat, manipulasi tidak langsung dan masalah hirarki keterampilan. Sedangkan pada soal identitas trigonometri jenis kesalahan yang dilakukan adalah prosedur tidak tepat dan masalah hirarki keterampilan. (3) Jenis kesalahan yang dilakukan oleh subjek berkemampuan rendah dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri adalah kategori lainnya. Sedangkan pada soal identitas trigonometri jenis kesalahan yang dilakukan adalah prosedur tidak tepat dan masalah hirarki keterampilan. Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Persamaan dan Identitas Trigonometri, Kriteria Watson

PELATIHAN PENGGUNAAN PUZZEL PADA PEMBELAJARAN PECAHAN BAGI GURU SD DI KKG SAONGULARA KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.418 KB)

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan pengabdian Dosen Pendidikan Matematika  FKIP Universitas Tadulako yang dibiayai oleh dana BOPTN FKIP Universitas Tadulako tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan di KKG Saongulara kecamatan Sirenja kabupaten Donggala, dan berlangsung selama 2 hari yaitu 1 hari untuk observasi awal dan 1 hari untuk pelatihan. Adapun yang menjadi fokus kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan pelatihan penggunaan dan pembuatan Puzzel untuk pembelajaran Pecahan. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD di KKG Saongulara kecamatan Sirenja kabupaten Donggala. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan alternatif penggunaan alat peraga pada pembelajaran Pecahan yang selama ini dirasakan cukup sulit untuk mengajarkan pada siswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa: 1) ceramah/presentasi, 2) tanya jawab, 3) kerja kelompok dan 4) simulasi terbatas. Target luaran yang ingin dicapai adalah guru memiliki kompetensi yang memadai dalam memahami konsep Pecahan dan mampu membuat serta menggunakan Puzzel pada pembelajaran Pecahan dengan baik dan tepat.Kata Kunci: Media Puzzel, pembelajaran Pecahan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN KARTU POSITIF-NEGATIF DI KELAS IV SD INPRES 2 SINEY KECAMATAN TINOMBO SELATAN

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 8 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.134 KB)

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres 2 Siney pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti menggunakan alat peraga kartu Positif-Negatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam belajar baik secara kelompok maupun perorangan. Subjek penelitian ini berjumlah 21 orang  yang terdiri dari 13 siswa perempuan dan 8 orang siswa laki-laki. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diambil adalah data hasil observasi guru dan siswa serta data hasil belajar siswa. Hasil penelitian pada siklus I materi penjumlahan bilangan bulat diperoleh Presentase Ketuntasan  Belajar Klasikal adalah 85,71 %  dengan siswa yang tuntas sebanyak 18 orang. Pada siklus II materi pengurangan bilangan bulat, Presentase Ketuntasan Belajar Klasikal mencapai  80,95 % dengan siswa yang tuntas sebanyak 17 orang. Aktivitas guru pada tindakan siklus I sebesar 79,17 %  mencapai kriteria baik dan pada siklus II sebesar 75 % mencapai  kriteria baik. Aktivitas Siswa pada siklus I sebesar 81,81 % mencapai kriteria baik dan pada tindakan siklus II sebesar 75 % juga dalam kategori baik. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  kartu positif-negatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SD Inpres 2 Siney Kecamatan Tinombo Selatan pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Kata kunci  : Hasil Belajar Siswa, Operasi Penjumlahan dan Pengurangan  Bilangan Bulat, Penggunaan Kartu Positif-Negatif.

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SD INPRES 3 KOTARAYA

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 8 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.656 KB)

Abstract

The topic this research is Improving Students Learning Outcomes on Number Raised to the Third Power through STAD Learning Model at sixth Grade Inpres 3 Kotaraya. Problems has found in this reseach was the lack of student learning outcomes. This research purpose to improve students learning outcomes on number raised to the third power at sixth SD Inpres 3 Kotaraya through cooperative learning STAD type. Type of this research is a classroom action research which cycles, consist of planning, action, observation, and reflection. The data collected in this research consist of student learning result, observation of teacher activities and result from observation of student activities. Result of research in cycle I was obtained who has completed 18 students and has not completed 15 students with presentation of classical absorption is 69,8% and learning classical mastery 54,5%. In cycle II was obtained the improving in complete individually become 28 students, with presentation of classical absorption is 77,4% and learning classical mastery 84,8%. That mean learning in cycle II has been reaching as indicator success with classical absorption minimal 65% and learning classical mastery minimal  75%. Based classical absorption and learning classical mastery in cycle II, so that can be concluded that cooperative learning STAD type at sixth SD Inpres 3 Kotaraya can improve student learning outcomes on number raised to the third power. Keywords : Students learning outcomes, Model Cooperative learning STAD type

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 6 PALU PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.013 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu pada materi pertidaksamaan linear satu variabel. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi.  Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, wawancara, catatan lapangan, serta data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu pada materi pertidaksamaan linear satu variabel meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan enam tahap sebagai berikut: 1) stimulasi dimana siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya agar timbul keinginan mencari untuk menyelidiki sendiri. 2) perumusan masalah yang sesuai dengan bahan pelajaran.  3) pengumpulan data  sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis. 4) pemrosesan data dimana siswa mengolah data atau informasi yang diperolehnya sendiri. 5) verifikasi atau pemeriksaan kembali secara cermat untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif. 6) generalisasi atau penarikan kesimpulan. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 58,6% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82,7%. Kata Kunci: model pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel

Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Materi Volume Kubus dan Balok Menggunakan Alat Peraga di Kelas V SDN Pebatae Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali

Jurnal Kreatif Online Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal volume kubus dan balok, kesulitan ini disebabkan kurangnya pemahaman tentang volume dan siswa sering lupa rumus volume kubus dan balok. Oleh sebab itu, dirumuskan masalah “apakah penggunaan alat peraga dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi volume kubus dan balok di kelas V SDN Pebatae Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali”? Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi volume kubus dan balok melalui penggunaan alat peraga di kelas V SDN Pebatae Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan melibatkan 23 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014. Peneliti menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari dua siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa dilihat dari kemampuan siswa setelah diberikan tindakan berupa penggunaan alat peraga dalam menemukan rumus volume kubus dan balok, sehingga siswa mampu menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus yang telah ditemukan. Disamping itu dapat dilihat dari hasil belajar pada siklus I dengan persentase ketuntasan klasikal 91,30% menjadi 100% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga kubus satuan dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi volume kubus dan balok di kelas V SDN Pebate Kecamatan Bumi Raya Kabupaten Morowali.   Kata Kunci: Peningkatan Pemahamanm, Volume Kubus dan Balok, Alat Peraga