Articles

Keefektifan Pendekatan CTL dan Problem Solving Ditinjau dari Prestasi Belajar Matematika dan Religiusitas Siswa Wijayanti, Tri; Sugiman, Sugiman
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2: Desember 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent controlgroup design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII di sekolah berbasis pesantren yaitu SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Sampel penelitian adalah kelas VII C, VII D, dan VII E. Instrumen penelitian ini adalah angket religiusitas siswa dan tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis secara multivariat dengan taraf signifikansi 5% untuk pengujian kesamaan rata-rata kelompok dan ditindak lanjuti dengan analisis univariat pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendekatan CTL efektif ditinjau dari prestasi belajar matematika dan religiusitas siswa, (2) pendekatan problem solving efektif ditinjau dari prestasi belajar matematika dan religiusitas siswa, dan (3) pendekatan CTL tidak lebih efektif dibandingkan pendekatan problem solving ditinjau dari prestasi belajar matematika dan religiusitas siswa.Kata kunci: pendekatan contextual teaching and learning (CTL), pendekatan problem solving,  prestasi belajar matematika, religiusitas siswa The Effectiveness of CTL and Problem Solving Approach in Terms of Student’s Mathematics Achievement and Religiosity AbstractThis study is aquasi-experimental research design with nonequivalent control group design. The study population was a class VII student of SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta as islamic boarding school. Samples were class VIIC, VIID, and VIIE. The research instrument was a questionnaire religiosity students and mathematics achievement tests. Data were analyzed by the multivariate analysis at the significance level of 5% for the average similarity testing groups and followed up by a univariate analysis at the significance level of 5%. The results showed that (1) CTL approach effective in terms of student’s mathematics achievement and religiosity, (2) problem solving approach effective in terms of student’s mathematics achievement and religiosity, and (3) CTL approach is not more effective than problem solving approach in terms of student’s mathematics achievement and religiosity.Keywords: contextual teaching andlearning(CTL) approach, problem solving approach, mathematics achievement, studentreligiosity
Pengaruh Pendekatan PMRI terhadap Motivasi Berprestasi, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Prestasi Belajar Wahidin, Wahidin; Sugiman, Sugiman
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1: Juni 2014
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan pendekatan konvensional serta keefektifan pendekatan PMRI dan pendekatan konvensional ditinjau dari motivasi berprestasi, kemampuan pemecahan masalah, dan prestasi belajar siswa pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Luragung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Luragung, semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas delapan kelas. Sampel dipilih sebanyak dua kelas dari 8 kelas dengan menggunakan teknik cluster sampling. Perbedaan pengaruh dianalisis menggunakan uji multivariat (MANOVA) dan keefektifan dianalisis dengan uji one sample t test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan PMRI dan pendekatan konvensional ditinjau dari motivasi berprestasi, kemampuan pemecahan masalah, dan prestasi belajar siswa dan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari motivasi berprestasi.Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia, pendekatan konvensional, motivasi berprestasi, kemampuan pemecahan masalah, prestasi belajar. The Effect of the IRME Approach on the Achievement Motivation, Problem Solving Skills, and Learning Achievement AbstractThis study aimed to describe (1) Differentiation the effect of Indonesian Realistic Mathematics Education (IRME) and the conventional approach and (2) Effectiveness of IRME approach and the conventional approach on achievement motivation, problem solving skills, and learning achievement of the eighth grade students of SMP Negeri 1 Luragung. This study was a quasi-experimental study (quasi-experiment). The population of this research was all the eighth grade students of SMP Negeri 1 Luragung, semester I academic year 2013/2014 consisting of eight classes. Two classes was chosen from 8 classes by using cluster sampling technique as samples. The effect of IRME were analyzed using multivariate test (MANOVA), and effectiveness were analyzed using one sample t test with a significance level of 0.05. The results show that there is a significant difference effect between IRME approach and the conventional approach on achievement motivation, problem solving skills, and students learning achievement. IRME approach effective on achievement motivation in the subject system linear equations in two variables in SMP Negeri 1 Luragung.Keywords: Indonesian Realistic Mathematics Education (IRME) approach, the conventional approach, achievement motivation, problem solving skills, learning achievement.
Pengaruh Pendekatan PMRI terhadap Aktivitas dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Nugraheni, Esti Ambar; Sugiman, Sugiman
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: Juni 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah pendekatan PMRI berpengaruh terhadap aktivitas dan pemahaman konsep matematika siswa, dan apakah pendekatan PMRI lebih baik dibandingkan direct instruction ditinjau dari aktivitas dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul pada pembelajaran garis dan sudut. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari empat kelas. Dari empat kelas diambil dua kelas secara acak. Kelas VII B diberi perlakuan dengan pendekatan pembelajaran PMRI, sedangkan kelas VII A diberi perlakuan dengan direct instruction. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket untuk mengukur aktivitas siswa dan tes uraian (pretest dan posttest) untuk mengukur pemahaman konsep matematika siswa. Uji normalitas data menggunakan jarak Mahalanobis dan uji homogenitas menggunakan Box’s M test (= 0,05). Data dianalisis menggunakan uji MANOVA dan uji t dengan kriteria Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pendekatan PMRI berpengaruh terhadap aktivitas dan pemahaman konsep matematika, dan pendekatan PMRI lebih baik dibandingkan direct instruction ditinjau dari aktivitas dan pemahaman konsep matematika siswa kelas VII SMP Negeri 4 Banguntapan Bantul pada pembelajaran garis dan sudut.Kata Kunci: PMRI, direct instruction, aktivitas siswa, pemahaman konsep matematika The Effects of PMRI Approach According to Students’ Activities and Mathematics Concept Understanding of State Junior High School AbstractThis study is aimed to investigate whether the PMRI approach has an effects according to students’ activities and mathematics concept understanding, and whether the PMRI approach has better than direct instruction viewed from the activities and mathematics concept understanding of the 7th Graders of State Junior High School 4 Banguntapan Bantul on the teaching of the topics on line and angle. This study was a quasi experiment conducted in the second semester of the academic year 2011/2012. The research population was all the 7th graders of State Junior High School 4 Banguntapan Bantul, consisting of four classes. From the four classes, two classes were established as the sample randomly. The 7th-B class was taught using the PMRI approach, while 7th-A class was taught using the direct instruction. The instrument to collect the data was a questionnaire to measure the students’ activity and an essay test (pretest and posttest) to measure mathematics concept understanding. The normality testing of the data used Mahalonobis’ distance and the homogenity testing used Box’s M test (  = 0.05). The data were analyzed using MANOVA test and t test with Bonferroni criterion. The results of the study show that: the PMRI approach has an effects according to students’ activities and mathematics concept understanding, and the PMRI approach has better than the direct instruction viewed from students’ activities and mathematics concept understanding of the 7th graders of State Junior High School 4 Banguntapan Bantul on the teaching of the topics on line and angle.Keywords: PMRI, direct instruction, student activity, mathematics concept understanding
KONEKSI MATEMATIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sugiman, Sugiman
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1: Juni 2008
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Koneksi matematik merupakan salah satu kemampuan yang menjadi tujuan pembelajaran matematika. Koneksi matematik terjadi antara matematika dengan matematika itu sendiri atau antara matematika dengan di luar matematika. Dengan kemampuan koneksi matematik, selain memahami manfaat matematika, siswa mampu memandang bahwa topik-topik matematika saling berkaitan. Dalam artikel ini dikaji mengenai koneksi matematik yang meliputi pengertian, peran dalam pembelajaran matematika, dan kemampuan koneksi matematik dari siswa kelas 3 sebuah SMP .   Kata kunci: Koneksi matematik.
Pengaruh Kelembaban Adherend pada Durabilitas Perbaikan Komposit Masri, Masri; Sugiman, Sugiman
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2006): OCTOBER 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

In this paper, the effect of moisture on the durability of composite repair is investigated using fracture mechanics approach. The specimens of double cantilever beam were made from two composites adherend (fiberglass/unsaturated polyester) bonded by epoxy adhesives. The adherend were immersed in the distillate water to gain moisture and then dried in different drying conditions at room temperature (RT) for 12 hours followed by 100 oC for 15 minutes, 50 oC for 5 hours and 100 oC for 2.5 hours. The spesimen was wedged tested in both dry and wet condition in room temperature. The results show that the lower moisture about 2.8%wt according to drying temperature 100 oC give the better durability followed by drying temperature of 50 oC and room temperature. The indication is shown by stable crack growth at higher fracture energy and also by low crack speed at higher fracture energy. Whereas, for wet testing, the better result is reached by drying temperature of 50 oC (moisture contents of 4,4 %wt) and for dry temperature of 100 oC give the worst result. The contradiction suggested that drying temperature for adherend of composite repair should not higher than 100 oC. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam paper ini pengaruh kelembaban pada perbaikan durabilitas komposit fiberglass/polyester telah diselidiki dengan pendekatan fracture mechanics. Spesimen berupa Double Cantilever Beam yang terbuat dari dua adherend komposit fiberglass/polyester yang direkatkan dengan perekat epoxy. Adherend direndam dalam air distilat untuk memperoleh kelembaban dan kemudian dikeringkan dengan beberapa suhu pengeringan, yaitu suhu kamar selama 12 jam diikuti dengan 100 oC selama 15 menit, 50 oC selama 5 jam dan 100 oC selama 2,5 jam. Spesimen diuji baji pada kondisi kering (lingkungan udara) dan kondisi basah (lingkungan air). Hasil pengujian menunjukkan bahwa untuk pengujian kering, kelembaban yang rendah sesuai dengan suhu pengeringan 100 oC memberikan durabilitas yang lebih baik diikuti dengan suhu pengeringan 50 oC dan kemudian pada suhu kamar. Hal tersebut ditunjukkan dengan energi patah yang relatif cukup tinggi dan juga kecepatan retak yang rendah pada energi patah tinggi. Sedangkan pada pengujian basah, hasil yang lebih baik diperoleh pada suhu pengeringan 50 oC (kelembaban 4,4%) dan suhu pengeringan 100 oC memberikan hasil yang terendah. Hal ini menyarankan bahwa suhu pengeringan seharusnya tidak pada atau lebih tinggi dari 100 oC untuk kondisi lingkungan basah. Kata kunci: Perbaikan, kelembaban, pengeringan, double cantilever beam, uji baji, durabilitas.
PANDANGAN MATEMATIKA SEBAGAI AKTIVITAS INSANI BESERTA DAMPAK PEMBELAJARANNYA Sugiman, Sugiman
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2008): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program studi magister Pendidikan Matematika FKIP Unsri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.868 KB)

Abstract

Pandangan matematika sebagai aktivitas insani rupanya merupakan pilihan yang tepat dalam kerangka menjadikan warga negara Indonesia menjadi literasi dalam matematika. Kemampuan literasi matematika harus dikuasai oleh setiap warga Indonesia dalam menuju  “mathematics for all”. Fungsi dari mathematics for all tentu saja harus (1) mendasari matematika lebih lanjut serta (2) dapat diaplikasikan dalam kehidupan keseharian umumnya bagi mereka yang tidak akan melanjutkan studinya (Soedjadi, 1999).   Kata kunci : Matematiks sebagai aktivitas insani, mathematich for all
DAMPAK PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Sugiman, Sugiman; Kusumah, Yaya S.
Journal on Mathematics Education Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.1.1.793.41-52

Abstract

This quasi-experimental study aims to determine the impact of realistic mathematics education (RME) on increasing Mathematical Problem-Solving Abilities (MPSA). The research design used was the non-equivalent control group with the subject population of all junior high school students in the city of Yogyakarta originating from low (C), moderate (B), and high (A) levels. From each school level, one school was taken then from each school taken an experimental class that received RME and one class of control who received regular learning (PB). The instrument used is in the form of two sets of equivalent MPSA tests. Data analysis uses the t-test and Anava. The results of the research were: (1) an increase in the MPSA of RME students was higher than the increase in the MPSA of PB students for all students and all levels of the school; (2) the highest increase in MPSA for RME students occurs at level A schools; and (3) there is no interaction between learning at school level in increasing MPSA.
Comic book for improving the elementary school students' mathematical problem solving skills and self-confidence Suryatin, Suryatin; Sugiman, Sugiman
Jurnal Prima Edukasia Vol 7, No 1: January 2019
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v7i1.10747

Abstract

The study aims at generating a product in the form of comic book and also displaying the feasibility and the effectiveness of the comic book in improving the mathematical problem-solving skills and the self-confidence of the Grade IV students in the Muhammadiyah Elementary School Condongcatur Yogyakarta. The study is a Research and Development initiative (R&) with reference to 10 stages that have been developed by Borg & Gall. During the conduct of the study, the subjects were the Grade IV students of Muhammadiyah Elementary School Condongcatur Yogyakarta. The results of the study show that: (1) a comic book-based learning media that meet the criteria of feasibility based on the validation results by the material expert, the media expert, the teacher response and the students response have been generated with “Good” category; and (2) the comic book-based learning media that have been generated are effective for improving the students’ mathematical problem-solving skills and also the students’ self-confidence.
Keefektifan Model Arias Berbantuan Kartu Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Rahayu, Eva Agustiana; Waluja, Stevanus Budi; Sugiman, Sugiman
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 5, No 1 (2014): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Sema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kreano.v5i1.3272

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran ARIAS berbantuan kartu masalah pada siswa kelas XI materi barisan dan deret geometri dapat mencapai ketuntasan belajar, menganalisis apakah kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pembelajar-an ARIAS berbantuan kartu masalah lebih baik dibanding ekspositori,menganalisis penga-ruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikasi matematis, serta menganalisis a-da tidaknya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan pembelajaran ARIAS berbantuan kartu masalah dan ekspositori. Pengambilan data diperoleh dengan me-tode tes dan angket yang kemudian dianalisis dengan uji kemampuan komunikasi matema-tis berdasar KKM, uji perbedaan rata-rata, analisis regresi linier sederhana dan analisis ga-in. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis kelas eksperi-men telah mencapai ketuntasan belajar dan lebih baik daripada kelas kontrol, terdapat peng-aruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan komunikasi matematis, serta peningkatan kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen lebih besar dibanding ekspositori. Kata Kunci: ARIAS; Kartu Masalah; Kemampuan Komunikasi Matematis; Motivasi Berprestasi.   AbstractThe purpose of this research was to analyze the ARIAS learning-assisted problem cards in class XI material geometric sequence and series can achieve mastery learning, analyzing whether mathematical communication skills of students with learning problems ARIAS assisted problem cards better than expository, analyzing the effect of achievement motivation on mathematical communication skills , as well as to analyze whether there is an increase in student’s mathematical communication skills by the ARIAS learning-assisted problem cards and  expository. Data is collected obtained by tes method and questionnaire which is then analyzed by Communication Mathematical Skill test based on KKM, the average similary test, simple linear regression analyze and gain analyze. The results showed that the mathematical communication skills of experiment class has achieved mastering of learning and is better than the control class, there are an influence between achievement motivation and mathematical communication skills, and improving communication skills of experiment class bigger than expository.  Keywords:      ARIAS; Problem Cards; Mathematical Communication Skill; Achievement Motivation.
EXPLORASI PEMBELAJARAN OPERASI PECAHAN SISWA SEKOLAH DASAR MENURUT TEORI GRAVEMEIJER DI KABUPATEN NGADA NTT Bito, Gregorius Sebo; Sugiman, Sugiman
Jurnal Prima Edukasia Vol 1, No 2: Juli 2013
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan belajar operasi pecahan siswa sekolah dasar menurut teori Gravemeijer di Kabupaten Ngada NTT. Jenis penelitian kualitatif fenomenologi digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Dalam penelitian ini Hypothetical Learning Trajectory (HLT) memainkan peranan penting sebagai instrumen penelitian. Perangkat pembelajaran yang disusun untuk menjalankan serangkaian aktivitas belajar dalam HLT telah dikonsultasikan dengan dua orang ahli Pembelajaran Matematika selanjutnya diuji coba pada kelompok kecil yaitu lima siswa Kelas IV Sekolah Dasar Katolik Bomari Langa pada tahap eksperimen pilot. Selanjutnya HLT dibandingkan dalam proses pembelajaran sebenarnya pada tahap eksperimen pengajaran dengan 24 siswa. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa siswa dapat berkembang dalam belajar operasi pecahan dengan menggunakan tingkat aktivitas yang berbeda berdasarkan pendekatan PMR menurut teori Gravemeijer. Pada level pertama yaitu level situasional, Drama Matematika dapat menstimulasi pengetahuan informal siswa tentang prosedur operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Pada level referensial, untaian manik-manik dan kartu pecahan menjadi model dari situasi drama matematika yang merupakan jembatan menuju gagasan penggunaan garis bilangan untuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Pada level ketiga yaitu level general, siswa dapat menggunakan garis bilangan sebagai model untuk operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Pada level formal, dengan bantuan untaian bilangan membawa siswa mengkonstruksi soal cerita sendiri dan menyelesaikan soal cerita yang dihasilkan dengan prosedur formal operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kata Kunci: Teori Gravemeijer, hipotesis trayektori belajar, penjumlahan dan pengurangan pecahan.
Co-Authors Absorin, Absorin Ade Kumalasari, Ade Afdhal, Muhammad Agus Budiman Alfian Nur Aziz, Alfian Nur Ali Mahmudi Alif Fauziah Sari, Alif Fauziah Andriyani, Fitri Anggiati, Asri Kristi Anggraeini, Raras Angrayana, David Anifa, Hilda Dewi Ardhi Prabowo Aryanida, Rensi Ayu Rizki Susilowati Azhar Azhar Azis Azis, Azis Badrun Kartowagiran Budiyono Budiyono Damayanti, Astri Darsono Darsono Diyan Purnamasari, Diyan Djamilah Bondan Widjajanti Een Y. Haenilah Eilin Nagari Harto Putri, Eilin Nagari Harto Emmy Dyah Sulistyowati, Emmy Dyah Endang Listyani Esti Ambar Nugraheni, Esti Ambar Eva Agustiana Rahayu Fitria Akhyar Fitriyani Fitriyani Gregorius Sebo Bito Herpratiwi Herpratiwi Indah Suriyana Irawan, Irsyad Wahyu Jaya, Thoha B.S. Kana Hidayati Lilik Sabdaningtyas M. Thoha B.S. Jaya Maharani, Annisa Maman Surahman Masri Masri Mathilda Susanti Mubarokah, Inayatu Much Aziz Muslim Muhammad fauzan Muhammad Irfan Rumasoreng Muhammad Yusuf Mulhamah Mulhamah, Mulhamah Mulya, Annisa Putri Nadzifah Ajeng Daniyati, Nadzifah Ajeng Nazaruddin Wahab Nengsih, Widia Novri Tanti, Novri Nuning Melianingsih, Nuning Nur Indah Sari Nurlinarsih, Ana Paryanto Setyawan, Paryanto Pindo Apip Permana, Pindo Apip Pratiwi, Clarisa Pratiwi, Selvina Dwi Putra, Dwi Setia Putri, Dian Yanika Putu Ayu Cakyamuni, Putu Ayu Rachmadi Widdiharto, Rachmadi Risa Novinda, Risa Risqhe Rumsi, Risqhe Riswandi Riswandi Riswanti Rini Rochmiyati Rochmiyati Rocmiyati, Rochmiyati Ruhiyat, Salsabila Safitri, Selly Rizky Safrina, Reysa Sahid Sahid Saiful Arifin Saiful Marom Sari, Julian Sasmiati Sasmiati Selviani B., Citra Rona Setiadi, Muhammad Ilham Sihite, Ayu Maria Lestari Sinaga, Jorfri B. Sinaga, Jorfri Boike Stevanus Budi Waluja Sugiyanto Sugiyanto Sulardjaka Sulardjaka Surya, Irma Ade Suryatin, Suryatin Syaifuddin Latief Tazkiya, Verika Tri Wijayanti Utami, Ajeng Tri Utami, Delfi Citra Vrisca Dyah Kurniati Wahidin Wahidin Wardani, Wildha Wijayani, Isnaini Wiyana, Ditisya Atthiyah Wulan Fitriyani Yaya S. Kusumah Yuli Sulistyowati Yulia Citra, Yulia Yuniarti, Hana