Hamdan Sugilar
Pendidikan Matematika Universitas Suryakancana Cianjur

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA MADRASAH TSANAWIYAH MELALUI PEMBELAJARAN GENERATIF

Infinity Journal Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Number 2, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan disain kelompok kontrol tidak ekivalen karena tidak adanya pengacakan dalam menentukan subjek penelitian. Peneliti tidak membentuk kelas baru berdasarkan pemilihan sampel secara acak. Subjek sampel diambil dua kelas dari kelas VII siswa MTs Negeri Cikembar Kabupaten Sukabumi, satu kelas sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran generatif dan satu kelas sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes dan non tes. Hasil studi penelitian ini adalah: 1) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mengikuti pembelajaran generatif lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional ditinjau dari pencapaian hasil belajar dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen termasuk pada kategori sedang sedangkan kelas kontrol termasuk kategori rendah.2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik antara siswa kemampuan tinggi, sedang, dan rendah yang mendapat pembelajaran generatif, 3) disposisi matematik siswa yang mengikuti pembelajaran matematika melalui pembelajaran generatif lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran matematika secara konvensional, disposisi matematik siswa pada kelas eksperimen termasuk pada kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol disposisi matematik termasuk pada kategori rendah. 4) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan tingkat kemampuan awal siswa dalam menghasilkan kemampuan berpikir kreatif. 5) terdapat asosiasi antara kemampuan berpikir kreatif matematik dengan disposisi matematik, kategori asosiasinya tinggi.Kata Kunci : Pembelajaran Generatif, Berpikir Kreatif, Disposisi Matematik  This research quasi-experiment with design controls not equivalent as there is not a beating in determining the subject research. Researchers does not set up new class based on the election samples randomly. The subject samples taken two classes of class VII students MTs Cikembar Sukabumi, a class as class experiment with learning generative and one class as control classes with conventional teaching. Instruments that used is testing and non-test. Result of the study this research are: 1) increase the capacity and capability creative thinking students attending generative learning better than students who follow in mathematics teaching conventional learning achievement in terms of and increase the capacity and capability creative thinking. Ability to think creative class experiments, including in category is while control classes include category rendah.2 increase the capacity and capability) there are differences between the students think creatively mathematical ability, is low, and who got a lesson generative, 3) Mathematical Disposition students attending mathematics lessons by learning generative better than students who follow in mathematics teaching conventional, this mathematical disposition students in the class experiments, including in category, while in control classes this mathematical disposition including in category is low. 4) There is interaction between models in teaching and skill level early students in producing creative ability to think. 5) There is the association between ability to think creatively mathematical with Disposition, mathematical category association.Key words : Learning Generative, Creative Thinking, Mathematical Disposition

LEARNING MOTIVATION AND MATHEMATICAL UNDERSTANDING OF STUDENTS OF ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL THROUGH ACTIVE KNOWLEDGE SHARING STRATEGY

Jurnal Infinity Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and describe learning motivation, mathematical understanding and activities of students' and teachers at Islamic Junior High School (Madrasah Tsanawiyah/MTs) through Active Knowledge Sharing strategy. The research is conducted in MTs. Al-Mukhlisin Bandung Indonesia.  The method of this research is a mixed method with Classroom Action Research (CAR). The instruments used were motivation questionnaires, observation sheets, mathematical understanding tests and observation sheets. The results of the research indicate that learning motivation, mathematical understanding and activities of teachers and students through the Active Knowledge Sharing strategy increase in each cycle. Students' learning motivation is shown from the result of the questionnaire, states that the average percentage of motivation indicator increase in each cycle, those are 70,35% (cycle I), 71,17% (cycle II ) and 72.15% (cycles III), student mathematical understanding indicated from the test results states that the average value increases in each cycle and the end of the cycle has reached the classical completeness, that is 79.41%, the activities of students and teachers during teaching- learning increased in each cycle of 60.95% (cycle I), 73.33% (cycle II) and 86.67% (cycles III).

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MADRASAH ALIYAH

Jurnal Analisa Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.995 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah antara siswa yang mendapatkan pembelajaran model investigasi kelompok dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Subjek penelitian ini adalah siswa Madrasah Aliyah dengan sampel penelitian terdiri dari dua kelas yang diambil secara acak dari delapan kelas XI yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung dengan teknik purposive sampling. Kelas pertama sebagai kelas kontrol dan kelas kedua sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol memperoleh pembelajaran biasa dan kelas eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model investigasi kelompok. Pengumpulan data hasil penelitian menggunakan instrumen berupa soal-soal tes kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis dianalisis secara kuantitatif. Data sebelum dianalisis terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitas dilanjutkan uji-t, jika data tidak normal memakai uji Mann-Whitney. Data hasil skala sikap dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menggunakan pembelajaran model investigasi kelompok dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa. Analisis data angket skala sikap memperlihatkan bahwa siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika yang mencakup sikap terhadap pelajaran matematika, pembelajaran dengan model investigasi kelompok maupun terhadap soal-soal kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis.

MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA MELALUI NILAI-NILAI MATEMATIKA

MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.604 KB)

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun karakter mahasiswa melalui nilai-nilai matematika, capaian pembelajaran mata kuliah dan upayanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui angket, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat nilai-nilai matematika yang dapat membentuk karakter. Nilai-nilai matematika yang ada pada setiap mata kuliah dapat membangun karakter mahasiswa yang meliputi sikap sungguh-sungguh, teliti, jujur, kerja keras, tekun dan yang lainnya. Pendidikan karakter dibutuhkan oleh mahasiswa dan membutuhkan figur teladan dan bimbingan dalam membangun karakter mahasiswa.Abstract:The study aims to build the students’ characters through the values of mathematics, the achievement of learning subjects and efforts. The method used was qualitative method by collecting data through questionnaire, literature study, and interview. The study findings showed that there were mathematical values that were able to build the characters, the study program set the learning outcomes actualized in every subject. The values of every subject could build the students’ characters through the characteristics of the subject consisting of the attitude of earnest, thorough, honest, hard work, diligent and so forth. The character education is urgently needed by the students and requires an exemplary figure and guidance in building the characters of the lecturers.

Membangun Matematika Sosial di era Digital

PRISMA Vol 7, No 2 (2018): Jurnal PRISMA Volume VII, No 2 tahun 2018
Publisher : PRISMA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.825 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pola komunikasi matematika melalui matematika sosial pada era revolusi industri 4.0. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ini adalah Mahasiswa Pendidikan Matematika semester lima UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sedangkan instrumen penelitian ini adalah wawancara, angket dan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika sosial mengikis asumsi bahwa matematika itu kaku dan sulit berkomunikasi, melalui pola komunikasi dan proses pembelajaran yang menuntut siswa berkomunikasi dapat meningkatkan kemampuan komunikasi mahasiswa dengan baik.

ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PROSES PEMBELAJARAN GURU MATEMATIKA

Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2019): Volume 3, No. 1, Januari 2019
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelaksanaan pembelajaran matematika pada prodi pendidikan matematika dengan kemampuan guru alumni prodi pendidikan matematika dalam melaksanakan standar proses pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah sebagai upaya meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran matematika.  Kemampuan menguasai materi dan strategi pembelajaran merupakan dua hal kemampuan guru yang tidak dapat ditawar lagi. Melalui penguasaan materi pelajaran akan menghasikan pemahaman dan penguasaan kognitif siswa dengan baik, siswa memahami dan memaknai belajar matematika dengan bermakna dan menyenangkan. Pada pembelajaran siswa merasa nyaman dan tertantang, mereka asyik dan enjoy dalam belajar dikarenakan ketepatan strategi, model, dan metode mengajar yang tepat dan baik. Hal ini dapat terwujud salah satunya apabila guru menyiapkan standar proses pembelajaran dengan tepat, baik dan terukur. Diharapkan alumni pendidikan matematika terampil dan mampu melaksanakan standar proses pembelajaran dan menerapakn ilmu yang telah diperoleh waktu perkuliahan, sebagai feed back juga untuk peningkatan kualitas prodi pendidikan matematika. Hasil penelitian diperoleh bahwa umumnya guru matematika (alumni prodi pendidikan matematika) mampu membuat RPP namun belum mampu mengembangkan pada kegiatan inti pembelajaran, penerapan model yang tercantum RPP belum sepenuhnya dilakukan bahkan belum sampai pada evaluasi dan guru kurang menekankan aspek pengembangan karakter atau akhlak mulia. Kata Kunci: analisis impelementasi, standar proses, matematika AbstractThe purpose of the study was to determine the suitability of the implementation of mathematics learning in mathematics education study programs with the ability of alumni teachers of mathematics education study programs in implementing the standard learning process. The success of the learning process is the main thing that is coveted in implementing education in schools as an effort to increase success in mathematics learning. The ability to master the material and learning strategies are two things that the teacher's abilities are not negotiable anymore. Through mastering the subject matter will produce students' cognitive understanding and mastery well, students understand and interpret learning mathematics meaningfully and pleasantly. In learning students feel comfortable and challenged, they are absorbed and enjoy learning because of the precision of strategies and models, and the right and good teaching methods. This can be realized, one of which is if the teacher prepares the standard learning process appropriately, well and measurably. It is expected that skilled mathematics education alumni and able to carry out the standard of the learning process and receive the knowledge gained during the lecture, as a feed back as well as to improve the quality of mathematics education study programs. The results showed that generally mathematics teachers (mathematics education study program alumni) were able to make lesson plans but had not been able to develop core learning activities, the implementation of the model listed in the lesson plan had not yet been fully implemented and had not even been evaluated and the teacher lacked the character development or noble character. Keywords: implementation analysis, process standards, mathematics

SPEKTRUM SYMBOL DAN STRUCTURE SENSE MATEMATIKA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2019): KALAMATIKA April 2019
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the symbol sense and structure of mathematical sense in terms of students' ability to solve algebraic problems or other mathematical problems that require symbol expression or structure. Difficulties experienced by students in solving mathematical or algebraic problems may be due to the ability of symbol sense and low structure sense or didactic design that the teacher conveyed is not in accordance with the category of symbols and structure sense that students have. A student with good symbols and structure sense is able to appreciate the power of symbols, knowing when to use the right symbols and being able to manipulate and understand symbols in various contexts. The method used in the study used a qualitative descriptive method. The population of this study was seventh grade students of the Islamic junior high school, the instruments used were symbol and structure sense tests, questionnaires, and interview forms. The results of the study indicate that the ability of symbol sense and student structure sense is still low because of a lack of conceptual knowledge and algebraic manipulation, for this reason it is necessary to have an appropriate learning model to improve both of these abilities.

ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL KOMUNIKASI MATEMATIS MATERI BANGUN RUANG

Jurnal Perspektif Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Perspektif
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.75 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the errors and causes that often occur in solving problems in the material building space beam and cube in terms of mathematical communication. In this study using a type of qualitative descriptive research, with data collection techniques used are tests, and interviews. The subjects of this study were 4th semester students at one of the universities in Bandung. The analysis technique used is an interactive technique which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The mathematical communication indicators used in this research are expressing everyday problems in mathematical languages / symbols, presenting allegations, and drawing conclusions. Errors made by students in solving problems are wrong in symbolizing data that is known and asked, does not calculate prerequisite data, determine formulas, and do not draw conclusions. The cause of the error is due to the assumption that symbolizing the known and asked data is not important, does not focus when working on the problem so that it is not thorough and understands the questions given, and the unfamiliarity to draw conclusions on each problem resolved

Implementasi Model Perkuliahan Assesment for Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Pembuktian pada Mahasiswa Pendidikan Matematika

Jurnal Perspektif Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Perspektif
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap mahasiswa terhadap assessment for learning (AFL), sikap mahasiswa terhadap mata kuliah analisis riil ditinjau dari substansi atau materi kuliah dan kesungguhan mahasiswa mempelajari materi kuliah dan mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar mahasiswa antara mahasiswa yang kuliah dengan model perkuliahan AFL dengan ekspositori. Metodologi penelitian ini adalah quasi eksperimen (percobaan semu) di mana penulis melakukan perlakuan terhadap variabel bebas dan mengamati perubahan yang terjadi pada variabel terikat. Jenis desain eksperimennya yaitu kelompok kontrol pretes–postes. menurut mahasiswa 92,5% menyatakan bahwa analisis riil, merasa bingung dan kesulitan dalam menyelesaikan soal pembuktian, sikap mahasiswa terhadap mata kuliah analisis riil ditinjau dari substansi atau materi kuliah dan kesungguhan mahasiswa mempelajari materi kuliah diperoleh 70% mahasiswa tidak mempelajari mata kuliah ini sebelumnya. Ketika perkuliahan berlangsungpun 65% mahasiswa kurang memahami materi dengan baik dan memberikan sikap pasif. 77,5% mahasiswa merespon positif terhadap model perkuliahan AFL. berdasarkan hasil postes rata-rata kelas eksperimen 62, kelas kontrol 55 dengan prosentase kenaikan kelas eksperimen 61% sedangkan kelas kontrol 42%. Kesimpulannya mahasiswa yang dalam perkuliahannya melalui AFL kemampuan pembuktian pada mata kuliah analisis riil lebih baik secara signifikan dari pada yang menggunakan perkuliahan ekspositori. Kata kunci: analisis riil, assesment for learning,

KUALITAS PERANGKAT LUNAK: MODULARITAS PUSTAKA TEXT PRE-PROCESSING

Jurnal Perspektif Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Perspektif
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.45 KB)

Abstract

Perangkat lunak yang baik harus mencapai kualitas yang baik pula. Termasuk pustaka (library) dan komponen perangkat lunak yang akan dipanggil pada perangkat lunak lainnya. Terdapat beberapa faktor kualitas yang dapat dicapai pustaka perangkat lunak, antara lain fleksibilitas, modularitas, interoperabilitas, dan portabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur faktor kualitas modularitas dari pustaka text pre-processing untuk Bahasa Indonesia. Metodologi pembangunan pustaka menggunakan Waterfall dengan menerapkan Unified Modelling Language (UML) sebagai model perangkat lunak. Pustaka text pre-processing dibangun dengan bahasa pemrograman Java dengan masukan berupa koleksi dokumen teks dan keluaran berupa Himpunan Frequent Word Itemset (HFWI) sebagai representasi teks terstruktur. Modularitas pustaka diukur dengan menggunakan metriks Coupling between Object Classes (CBO) dan Lack of Cohesion in Methods (LCOM). Hasil pengukuran dan evaluasi modularitas pustaka menunjukkan bahwa modularitas pustaka sudah dicapai dengan kohesi yang cukup tinggi dan kopling yang rendah. Kohesi yang cukup tinggi ditunjukkan dengan nilai LCOM 0.381, sedangkan kopling yang rendah ditunjukkan dengan nilai CBO 1.045.