Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISASI PROTEIN KASAR DAN LEMAK KASAR UNTUK MENENTUKAN KUALITAS TEPUNG CACING SUTRA (Tubifex sp.) DIBANDINGKAN TEPUNG IKAN BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN (CHARACTERIZATION OF CRUDE PROTEIN AND CRUDE FAT TO DETERMINE OF SILK WORMS (Tubifex sp.) MEAL Q Sugiantoro, Sugiantoro; Hidajati, Nurul
UNESA Journal of Chemistry Volume 2, Number 3, 2013
Publisher : UNESA Journal of Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MEDIA ANIMASI TERHADAP RESPON DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Sugiantoro, Sugiantoro
JURNAL EDUKASI: KAJIAN ILMU PENDIDIKAN. Vol 4, No 1 (2018): JURNAL EDUKASI: KAJIAN ILMU PENDIDIKAN.
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang dilakukan secara sadar dan direncanakan untuk saling bertukar informasi. Dalam kegiatan pembelajaran peran guru memiliki peran sebagai jembatan dalam kegiatan transfer pengetahuan. Namun untuk emnunjang kegiatan pembelajaran maka guru perlu melakukan strategi pembelajaran agar siswa mampu memahami isi materi yang disampaikan. Oleh sebab itu strategi untuk mencapai itu semua diperlukan kecermatan dan ketelitian dalam memilih atau mendesain pembelajaran agar semua peserta didik menjadi aktif dan mudah memahami. Model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi digunakan agar siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui perbedaan hasil belajar pada pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi dengan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar peserta didik; 2) mengetahui respon positif peserta didik ; 3) mengetahui mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP PGRI 8 Sidoarjo tahun pelajaran 2017/2018. Jumlah responden sebanyak 30 peserta didik  dimana responden merupakan populasi sekaligus sampel penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan desain one group pretest postest. Dari hasil analisis diatas menunjukkan: (1) terdapat perbedaan perbedaan hasil belajar pada pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pelajaran PPKn, yakni ketuntasan prestasi belajar individu lebih dari 80% atau telah mencapai KBM,dan persentase ketuntasan prestasi belajar klasikal siswa adalah 90% yang artinya juga lebih dari 80% telah mencapai KBM, 3) terdapat kefektifan pembelajaran berbasis masalah berbantuan media animasi terhadap hasil belajar peserta didik.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK MENUJU KAMPUNG SEHAT DI RW 15 KELURAHAN MADYOPURO KOTA MALANG Amin, Mohamad; Irawati, Mimien Henie; Novianti, Vivi; Sugiantoro, Sugiantoro; Fauziah, Fauziah; Hernawati, Diana; Maulina, Dina; Suryani, Siti Darwa
Jurnal KARINOV Vol 2, No 2 (2019): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.023 KB)

Abstract

Kelurahan Madyopuro merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang letaknya sangat strategis dengan sumber potensi yang dimiliki yaitu: Central Business (Pusat Perdagangan), sebagai kota mahasiswa, produksi dari hasil kreatifitas home industri berupa kue basah dan makanan ringan lainnya dan usia produktif mendominasi populasi, ketersediaan tenaga kerja yang besar. Salah satu wilayah yang berdekatan dengan pusat kegiatan masyarakat adalah wilayah Rukun Warga (RW) 15. Berdasarkan observasi dan analisis situasi dapat disampaikan bahwa rata-rata per KK di RW 15 di Kelurahan Madyopuro ini setiap hari menghasilkan tidak kurang dari 1kg sampah organik dan lebih dari 1kg sampah anorganik. Dengan demikian, dari RW 15 ini per hari tidak kurang dari 125kg sampah organik dan 185kg sampah anorganik per hari. Dengan demikian perlu ada usaha untuk mengelola sampah ini agar lebih berguna terutama untuk menjadikan kampong sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran yang tinggi dari peserta selama kegiatan berlangsung dan tingkat pemahaman yang tinggi pula selama proses pelatihan dan pendampingan mengacu pada survey yang dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Saran untuk lanjutan kegiatan pelatihan PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK MENUJU KAMPUNG SEHAT Di RW 15 KELURAHAN MADYOPURO KOTA MALANG sebagai upaya untuk menuju kampung sehat adalah penambahan jumlah komposter di setiap RT (minimal setiap RT ada 10 ? 15 komposter sehingga mampu mengolah kompos secara menyeluruh produk rumah tangga (per RT rata-rata memiliki jumlah KK 20 hingga 30 KK), pendampingan composting hingga produktif bahkan sampai strategi pengemasan dan pemasaran dan inisiasi Bank Sampah sebagai dampak dari pemilahan limbah domestic yang sudah diolah dengan composting ini