Denny Nugroho Sugianto
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang Semarang. 50275 Indonesia

Published : 61 Documents
Articles

Kajian Kondisi Hidrodinamika (Pasang Surut,Arus, Dan Gelombang) Di Perairan Grati Pasuruan, Jawa Timur Sugianto, Denny Nugroho
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 14, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan Grati Pasuruan, Jawa Timur pada bulan Juni 2008. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi hidrodinamika di perairan Grati Pasuruan, Jawa Timur. Pengukuran kecepatan dan arah arus serta tinggi dan periode gelombang menggunakan Sontek Argonaut XR, sedangkan untuk mengetahui pasang surut di perairan tersebut menggunakan tide gauge type Richard branch. Hasil yang diperoleh menunjukkan tipe pasang surutnya campuran condong ke harian ganda (mixed prevealing semi diurnal tide). Pola arus didominasi oleh arus pasang surut dengan kecepatan arus rata-rata berkisar 0,0025–0,2305 m/det dengan arah menuju ke timur – tenggara (arah 75o – 120o). Kecepatan arus permukaan berkisar antara 0.013-0.77 m/det, arus kedalaman tengah 0,001–0,32 m/det, dan di dasar 0,00–0,37 m/det. Tinggi gelombang pengamatan rata–rata adalah 0,11 cm dengan periode gelombang 4,76 detik. Hasil peramalan dengan pemodelan pada musim barattinggi gelombang mencapai 1,9-2,1 m dan musim timur 2,0-2,3 m. Klasifikasi gelombang termasuk gelombang perairan transisi. Profil vertikal kecepatan orbital gelombang pada puncak gelombang 0,13 m/det dan lembah gelombang -0,13 m/det.Kata kunci: hidrodinamika, pasang surut, arus, gelombang, perairan GratiThe survey was conducted at Grati Pasuruan East Java sea waters during June 2008. Objective of research is known hydrodynamic condition at Grati Pasuruan East Java sea waters. Current (velocity and direction) and wave (height and period) were measure used Sontek Argonaut XR. Tide was measure used Tide Gauge type Richard branch. The result had shown that tidal type is mixed prevealing semi diurnal tide. Current pattern dominance by tidal current where current velocity average between 0.0025-0.2305 m/sec and current direction to east-south east (75o–120o). The current velocity at sea surface 0.013 - 0.77 m/sec, 0.001-0.32 m/sec at sea midle, and 0.00-0.37 m/sec at sea bottom. Average of wave height observation 0.11 cm and wave period 4.76 second. Wave height prediction by modelling in west monsoon 1.9–2.1 m and east monsoon 2.0–2.3 m. Classification of wave characteristic is transition sea wave. Vertical profiles of wave induced velocities at wave crest 0.13 m/sec and wave trough -0.13 m/sec.Key words: hydrodinamic, current, wave, tide, Grati sea waters
Pola Sirkulasi Arus Laut di Perairan Pantai Provinsi Sumatera Barat Sugianto, Denny Nugroho; ADS, Agus
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek oseanografi yang penting untuk mengetahui hidrodinamika dari suatu perairan adalah polapergerakan arus. Wilayah pantai Sumatera Barat memiliki topografi yang unik, terdiri dari banyak pulau, teluk dan tanjung serta terdapat pertemuan 2 massa air besar. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kondlsi arus perairan Sumatera Barat. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode Eularian. Sedangkan metode deskriptif digunakan untuk analisa hasil penelitian dan model matematis diperlukan untuk membantu analisis tersebut terutama untuk pola arus secara spasial. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode pertimbangan (Purposive Sampling Method) sebanyak 3 lokasi. Pengambilan data lapangan dibagi menjadi 3 kondisi musim yaitu musim peralihan (27-30 April 2004), musim timur (9-12 Juli2004) dan musim barat (24-27 Nopember 2004). Lokasi penelitian berada di wilayah perairan sebelah barat Provinsi Sumatera Barat, yang meliputi perairan sekitar Padang, Kab. Padang (Lokasi 1), Pariaman, Kab.Padang Pariaman (Lokasi 2), dan Painan, Kab. Pesisir Selatan (Lokasi 3). Data survey lapangan yang diperolehakan digunakan sebagai veriffkasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di perairan pantai Suma tera Barat di pengaruhi oleh pasut serta pola arus regional di Samudera Hindia. Dari hasil pengamatan lapangan, kecepatan arus terbesar terjadi pada musim peralihan, dengan kecepatan maksimal mencapai 0,358 - 0,397 m/dt dengan arah dominan ke tenggara hingga selatan. Pada musim timur kecepatan arus maksimal mencapai 0,22 - 0,24 m/dt dengan arah dominan ke arah tenggara. Sedangkan pada musim barat kecepatan arus maksimal 0,22-0,29 m/dt dengan arah dominan kearah utara hingga selatan.Kata kuncl: Oseanografi, Arus, Pasut, Model, Sumatera Barat.
Model Distribusi Data Kecepatan Angin dan Pemanfaatannya dalam Peramalan Gelombang di Perairan Laut Paciran, Jawa Timur Sugianto, Denny Nugroho
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 3 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2015.7 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan di perairan Laut Paciran, Jawa Timur pada bulan Oktober 2009. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model distribusi kecepatan angin dan pemanfaatannya untuk peramalan gelombang di perairan Laut Paciran, Jawa Timur. Data angin diperoleh dari stasiun pengukuran angin Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda Surabaya tahun 2007-2009, berupa data angin tiap jam. Pengolahan data angin dikelompokkan berdasarkan skala Beufort. Pengukuran tinggi dan periode gelombang menggunakan  Sontek  Argonaut  XR.  Peramalan  gelombang  menggunakan  data  angin  dilakukan  dengan menggunakan metode SMB dan Darbyshire. Hasil pengukuran data gelombang diperoleh hasil tinggi gelombang antara 3,2-82,9 cm dan periode gelombang 6,0 -7,9 detik, dari klasifikasi gelombang termasuk gelombang perairan transisi. Model distribusi data kecepatan angin menunjukkan bahwa untuk kecepatan angin kuat (1727 knot) pada musim barat durasinya antara 3-6 jam, sedangkan pada musim timur antara 1-4 jam. Dengan menggunakan metode SMB dan Darbyshire pada saat terjadi kecepatan maksimum pada musim Timur, tinggi gelombang mencapai 1,51 meter dengan periode 5,2 detik, sedangkan pada musim barat tinggi maksimum gelombang mencapai 2,4 meter dengan durasi 7 detik. Dari nilai MRE (mean relative error) data lapangan terhadap hasil peramalan dari data angin selama 3 tahun didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 0,3 34,32 % untuk tinggi gelombang dan 13,24 - 22,06 % untuk periode gelombang.Kata kunci: Distribusi kecepatan angin, gelombang, perairan laut Paciran, Jawa Timur The survey was conducted at Paciran East Java sea waters during October 2009. The purpose of this study to determine the wind speed distribution model and its use for forecasting waves in the sea waters Paciran, East Java. Wind data obtained from wind measurement stations Meteorology, Climatology and Geophysics (BMKG) Class I Juanda Surabaya in 2007-2009, in the hourly wind data. Wind data grouped by Beufort scale for processing. Height and wave period measured using Sontek Argonaut XR. Wave forecasting using wind data were calculated using SMB and Darbyshire method. The observation data obtained by the wave of wave height between 3.2 to 82.9 cm and wave period from 6.0 to 7.9 seconds, from the classification of waves including transitional waters. Wind speed data distribution model showed that for strong winds (17-27 knots) in the west season duration is between 3-6 hours, while in the east monsoon between 1-4 hours. By using the SMB method and Darbyshire in the event of a maximum speed of the Eastern season, wave height 1.51 m and periods of 5.2 seconds, while the west monsoon maximum wave height 2.4 meters and 7 seconds duration. The MRE (mean relative error) field data on the forecasting from wind data obtained during 3 years the mean relative error between 0.3 - 34.32 % of wave height and between 13.24 - 22.06 % of wave period. Key words: Winds speed distribution, wave, Paciran sea water, East Java.
SIMULASI MODEL TRANSPOR SEDIMEN TERSUSPENSI UNTUK MENDUKUNG PERENCANAAN PELABUHAN TELUK BAYUR, SUMATERA BARAT Sugianto, Denny Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti Vol 5, No 2 (2009): DESEMBER 2009
Publisher : Jurnal Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulation model of suspended sediment to support development planning for Teluk Bayur port. The survey was conducted at Teluk Bayur sea waters during September 2008, where this area is development planning for Teluk bayur port. Objective of research is known suspension sediment transport at dredging area and dumping site for development planning of Teluk Bayur port at Teluk Bayur, Province of West Sumetera. Grab sampler was used to carry sediment bottom and Nansen bottle was used collect water sample for total suspended sediment (TSS). Analysis of hydrodynamic pattern used modeling system by software SMS 8.1 (Surface Water Modeling System) with SED2D module. The result had shown that TSS is above sea water standard for marine organism, between 6,0 – 10,0 mg/L. Therefore bottom sediment was dominated by sand, and then silt and gravel. The result of modeling shown that sediment transport depends of monsoon current pattern, where sediment transport to east-northeast on west monsoon and to northwest-north on east monsoon. Dredging and dumping site activity due to decreasing water quality at construction time.
Analisis Bathimetri dan Komponen Pasang Surut untuk Penentuan Kedalaman Tambahan Kolam Dermaga di Perairan Tanjung Gundul Bengkayang – Kalimantan Barat Simanjuntak, Benni Leo; Handoyo, Gentur; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.074 KB)

Abstract

Perairan Tanjung Gundul merupakan wilayah pesisir barat yang terletak di Bengkayang Kalimantan Barat yang akan dimanfaatkan pemerintah sebagai kawasan PLTU. Maka  dibutuhkan dermaga sebagai pendukung aktifitas laut. Sehubungan dengan rencana pemerintah tersebut maka dibutuhkan penelitian batimetri dan pasang surut. Analisi batimetri dan komponen pasang surut merupakan parameter penting dalam proses penentuan kolam dermaga. Perairan Tanjung Gundul memiliki  bentuk morfologi flat to almost flat (rata/hampir rata) karena memiliki lereng 0 – 2% memiliki kedalaman 0 – 9,50 meter. Memiliki tipe pasang surut campuran dengan tipe ganda yang menonjol, dimana  MSL 59,6 cm dengan interval pasang surut 110 cm, LLWL (-35,02 cm) dan HHWL (137,8 cm). Dalam penentuan syarat batas aman kolam dermaga kedalaman kolam dermaga terukur (-5,5 m),  sedangkan  kedalaman berdasarkan LLWL  (-5,15 m). Batas aman kedalaman perairan untuk kapal barang curah dengan bobot 150.000 DWT yaitu 20,16 m, maka kedalaman perairan untuk kolam dermaga perairan Tanjung Gundul membutuhkan 14,66 m agar kapal yang singgah aman.
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI DITELUK PACITAN, KABUPATEN PACITAN, JAWA TIMUR Wahyuningsih, Indah; Sugianto, Denny Nugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1553.358 KB)

Abstract

Kabupaten Pacitan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah  Jawa Timur bagian selatan, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia sehingga daerahnya mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti angin laut, dan pasang surut air laut. Hal ini sangat menguntungkan bagi Teluk Pacitan karena dapat dikembangkan sebagai daerah wisata serta sebagai daerah pengembangan perikanan. Di samping itu, gelombang yang datang dari Samudera Hindia memliki tingi dan energi yang sangat besar, sehingga berdampak buruk terhadap ketahanan morfologi pantai seperti perubahan garis pantai.Penelitian ini dilakukan pada bulan tanggal 5-6 April 2011 di Teluk Pacitan, Kabupaten Pacitan. Secara geografis lokasi penelitain terletak pada 111°04´44.65"-111°05´35.39" BT dan 8°13´17.18" – 8°13´17.64" LS. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan garis pantai yang terjadi selama 10 tahun (tahun 2001-2011).  Serta prediksi perubahan garis pantai selama sepuluh tahun (2012-2020). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam menentukan kebijakan tentang pembangunan bangunan pantai ataupun pembangunan yang tekait dengan ekowisata, dan dapat menjadi referensi pada dinas terkait dalam upaya penyelamatan wilayah pantai, serta menambah rasa kepedulian masyarakat pada lingkungannya. Analisa perubahan garis pantai dilakukan dengan menggunakan bantuan software  CEDAS (Coastal Engineering Design and Anlysis System) sub program NEMOS.Berdasarkan hasil simulasi perubahan garis pantai selama 10 tahun (2001-2011) Teluk Pacitan mengalammi abrasi. Dengan rata-rata transpor sedimen kotor (Qg) pertahun 9.447.312 m3 dan 5.252.514 m3 untuk transpor sedimen bersih (Qn). Serta hasil simulasi prediksi perubahan garis pantai setiap tahun selama 9 tahun (2012-2020) adalah pantai mengalami abrasi dengan abrasi terluas pada tahun 2016, yaitu seluas 82.820 m2 dan lahan terakresi seluas 32.900 m2.
KAJIAN ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) AKIBAT PENGARUH TRANSFORMASI GELOMBANG DI PERAIRAN SEMARANG R. R, Intan Meilistya; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.978 KB)

Abstract

Abstrak Gelombang yang merambat dari perairan dalam menuju ke perairan dangkal (pantai) akan mengalami perubahan perilaku gelombang (transformasi). Gelombang pecah yang membentuk sudut dengan garis pantai dapat menimbulkan arus menyusur pantai (longshore current), dimana dapat mengakibatkan proses erosi pantai secara alami. Perairan Semarang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang pesisirnya mengalami erosi pantai. RCPWAVE (Regional Coastal Processes Wave) digunakan untuk simulasi penjalaran gelombang. Kecepatan longshore current dihitung dengan perhitungan empiris . Hasil simulasi model menunjukkan bahwa arah penjalaran gelombang menuju Perairan Semarang akan mengalami refraksi dan shoaling akibat adanya perubahan kedalaman. Kecepatan longshore current dari pengukuran tinggi dan periode gelombang signifikan adalah 1,586 m/det, sedangkan kecepatan longshore current dari hasil simulasi adalah 0,9017 – 1,1832 m/det.  
ANALISIS SPEKTRUM GELOMBANG BERARAH DI PERAIRAN PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG, BALI Bakhri, Syaeful; purwanto, purwanto; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2012): Journal of Oceanography
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.609 KB)

Abstract

Abstrak Penjalaran gelombang dengan flux energi yang besar mampu merusak bangunan pelindung pantai dan menyebabkan erosi. Kondisi ini sangat merugikan bagi pantai, khususnya pantai dengan gelombang besar seperti Pantai Kuta, sehingga dibutuhkan pengetahuan tentang karakteristik gelombang yang menuju ke pantai untuk mengantisipasi kerusakan pantai lebih besar.  Melalui pendekatan analisis spektrumgelombang berarah dapat diperoleh estimasi tinggi gelombang , periode  dan arah penjalaran gelombang  sertakarakteristik gelombang di Perairan Kuta, Bali.Sedangkan metode yang digunakan untuk mengestimasi gelombang bersifat kuantitatif dan penentuan lokasi penelitiannya menggunakan metode cluster sampling.Analisis spektrum berarah dengan metode Bayesian Direction (BD) menghasilkan sebesar 0,985 m dan  sebesar 12,5 detik, nilai tersebut paling mendekati dengan perhitungan  di lapangan. Metode DFT, EML, IML, EMEP dan BD menunjukkan frekuensi diantara 0,09-0,15  atau gelombang frekuensi rendah. Estimasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi gelombang di lokasi pengukuran adalah gelombang swell. Estimasi penjalaran gelombang  dengan metode DFT, EML dan IML menunjukkan bahwa gelombang membelok akibat pengaruh arus sebesar300, sedangkan metode EMEP dan BD sebesar 1700. Perhitungan di lapangan menghasilkan nilai  = 1,19 m dan  = 13,20 detik. Klasifikasi gelombang berdasarkan kedalaman relatif menunjukkan nilai  sebesar 0,0956 , yaitu . Hal ini menunjukkan bahwa gelombang di lokasi pengukuran adalah termasuk gelombang transisi.
STUDI BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DALAM PENENTUAN JALUR PELETAKAN PIPA BAWAH LAUT (Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal) Agus Masrukhin, Muhammad Ali; Sugianto, Denny Nugroho; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5951.915 KB)

Abstract

Abstrak Batimetri (bathimetry) dapat diartikan sebagai pengukuran dan pemetaan topografi dasar laut. Informasi kedalaman laut (batimetri) di suatu perairan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pemanfaatan ruang di wilayah pantai. Depot Pertamina yang semula bertempat di Jl. Menteri Supeno, Kota Tegal akan direlokasi ke Desa Munjungangung, Kabupaten Tegal, dengan demikin Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal akan menjadi tempat dilaluinya pipa bawah laut. Pipa bawah laut yang dimaksud adalah pipa penyalur minyak yang digunakan sebagai media penyalur minyak dari kapal tanker (tank ship) ke depot. Depot minyak (oil depot) yaitu sebuah tempat penyimpanan hasil-hasil minyak sebelum kemudian didistribusikan kepada konsumen atau ke tempat penyimpanan selanjutnya. Kedalaman 12 meter dipilih sebagai kedalaman single point moornig (SPM). Single point mooring merupakan titik tambat kapal pada saat kapal berhenti di lautan untuk melakukan keperluan tertentu, dalam hal ini yaitu  proses menyalurkan minyak dari kapal tanker ke depot melalui pipa penyalur. Hal tersebut mengharuskan tersedianya informasi kedalaman laut (batimetri) di Perairan Larangan-Maribaya yang akan menjadi lokasi peletakan pipa. Informasi morfologi dasar laut di lokasi rencana peletakan pipa juga diperlukan untuk membantu menganalisis resiko yang dapat terjadi terhadap pipa, dan sebagai bahan pertimbangan untuk kegiatan peletakan pipa selanjutnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman (batimetri) dan morfologi dasar laut (seabed characteristics) yang selanjutnya digunakan untuk menentukan jalur peletakan pipa bawah laut di Perairan Larangan-Maribaya, Kabupaten Tegal. Pengukuran kedalaman laut (survei batimetri) dilakukan menggunakan single beam echosounder pada tangal 20 dan 21 Mei 2013, pengambilan sedimen dasar laut menggunakan grab sampler dilakukan pada tanggal 22 dan 23 Mei 2013, pengukuran kemiringan pantai menggunakan selang waterpass pada tanggal 24 Mei 2013 dan pengukuran pasang surut air laut menggunakan palem pasang surut pada tanggal 20-22 Mei 2013. Data hasil pengukuran di lokasi penelitian selanjutnya dianalisis dan diolah menggunakan bantuan perangkat lunak Surfer 11, ArcGIS 10.1, dan Global Mapper 13, sehingga mendapatkan informasi kedalaman laut (batimetri) dan morfologi dasar laut di Perairan Larangan-Maribaya. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 1,09-13,78 meter. Morfologi permukaan dasar laut lokasi penelitian relatif rata (tidak bergelombang dan tidak terdapat cekunagan-cekungan) dengan kemiringan yang sangat landai yaitu 1,35o, dan memiliki sedimen dasar laut yang didominasi oleh jenis silt di bagian perairan. Jalur pipa terbaik yang dipilih yaitu jalur yang memiliki jarak terpendek dari lokasi depot hingga single point mooring (kedalaman 12 meter). Jalur 2 sebagi jalur peletakan pipa bawah laut terpilih dengan jarak 5,75 km dari lokasi rencana depot Pertamina sampai single point mooring.
KARAKTERISTIK ARUS, SUHU DAN SALINITAS DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Yulvia, Dinda; Yusuf, Muh.; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Journal of Oceanography

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.775 KB)

Abstract

Abstrak Karimunjawa terletak di utara Pulau Jawa, wilayah Kabupaten Jepara-Jawa Tengah. Kondisi oseanografi perairan sangat perlu diperhatikan sebab Karimunjawa sebagai salah satu objek wisata bahari di Indonesia sering dijadikan tujuan wisata lokal maupun mancanegara, begitu juga dengan aktivitas penduduk setempat. Oleh karena itu dibutukan informasi yang cukup mengenai kondisi perairan di Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arus dan mengetahui persebaran suhu dan salinitas di Kepulauan Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada April 2009 di Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan di 13 titik sampling. Penelitian dilakukan di atas Kapal KR. Baruna Jaya VIII milik LIPI. Arus laut diukur menggunakan instrumen Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) meter, sedangkan untuk parameter massa air diukur dengan menggunakan instrumen Conductivity Temperature and Depth (CTD) meter. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa arus disekitar perairan Karimunjawa merupakan arus pasang surut. Menurut hasil scatter plot arah arus di Kepulauan Karimunjawa dominan ke arah Barat Daya-Barat Laut. Untuk pergerakan arus, pemodelan ADCIRC menghasilkan peta pergerakan arus Pulau Karimunjawa. Kondisi tersebut diwakili dengan vektor arus yang memperlihatkan arah dan kecepatan arus yang dihasilkan. Pemodelan arus dilakukan selama 3 hari sesuai dengan waktu pengukuran di lapangan. Kecepatan arus hasil model pada saat surut menuju pasang adalah 0,008 m/s. Kecepatan arus hasil model pada saat pasang menuju surut adalah 0,003 m/s.