This Author published in this journals
All Journal Agrikultura
Tarya J Sugarda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Pengembangan Usahatani Padi Organik SRI (System of Rice Insensification) Berwawasan Agribisnis dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Secara Berkelanjutan Sugarda, Tarya J; Charina, Anne; Setiagustina, Lisye; Setiawan, Iwan
Agrikultura Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Agrikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2740.391 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merumuskan alternatif pengintegrasian on farm dengan off farm dalam sistem agribisnis untuk mewujudkan pola pengembangan SRI secara berkelanjutan di Iawa Barat. Melalui wawancara dengan pelaku padi organik di Kab. Ciamis, Kab. Tasikmalaya, dan Kota Sukabumi, serta analisis perbandingan. Diperoleh beberapa temuan; 1) Secara spasial, pilot project SRI masih terkonsentrasi di zona ekologi ]awa Barat bagian selatan. Secara sosial, mayoritas petani belum mengetahui informasi dan teknis SRI. Secara ekonomis, jika input organik diproduksi sendiri, metode SRI lebih menguntungkan dibandingkan dengan metode konvensional. Secara ekologis, dengan metode SRI, tanah menjadi lebih baik. Secara teknis. SRI dipandang rumit oleh petani, sehingga penerapannya masih berada pada tahap mencoba (trial) kecuali beberapa tokoh tani; 2) sosialisasi SRI berjalan terlalu tergesa-gesa dan orientasi yang bias (pseudo); 3) pengembangannya belum didukung payung hukum atau pemihakan politis; 4) perilaku bertani organic petani yang Iemah, ketergantungan pada metode konvensional, kurangnya motivasi, kurangnya supply pupuk, belum berperannya kelompok tani, belum memadainya tenaga fasilitator, minimnya informasi SRI, dan lemahnya akses jaringan pemasaran padi organik berpengaruh terhadap perkembangan padi SRI; dan 5) strategi untuk mengatasi permasalahan di atas meliputi: memproduksi pupuk organik yang lebih praktis dalam skala besar; menerapkan manajemen rice estate dan corporate farming berbasis kelompok tani; mengintegrasikan metode SRI dengan agribisnis peternakan; menguatkan modal sosial (seperti budaya beternak dan kerjasama); mengintegrasikan pasar padi organik; menggulirkan program rehabilitasi lahan, dan mengembangkan petani-petani SRI yang berusia muda, berpendidikan, dan berwawasan lestari.