Articles

PERANAN USAHATANI KAKAO TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA WIYONO, GEDONG TATAAN, LAMPUNG

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomipetani, mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap besarnya tingkat pendapatanpetani dan mengetahui besarnya sumbangan pendapatan usahatani kakao terhadappendapatan total rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode survei. observasi dan wawancara terstruktur. Teknik analisis datamenggunakan uji statistik berupa metode uji regresi berganda dan tabel frekuensi.Pendapatan yang berasal dari usahatani kakao memberikan kontribusi yangbesar terhadap pendapatan total rumah tangga petani yaitu sebesar 91,7%. Darihasil uji regresi berganda yang dilakukan pada faktor produksi usahatani kakaoterhadap pendapatan bersih usahatani kakao menunjukan bahwa faktor upahtenaga kerja merupakan faktor yang paling banyak mengurangi pendapatan yangdiperoleh petani, sedangkan luas lahan kakao merupakan faktor yang palingbanyak meningkatkan pendapatan yang diperoleh petani.Kata kunci: Usahatani, Faktor Produksi, Pendapatan

PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SECARA MANUAL DAN DIGITAL UNTUK START UP COMPANY

Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bentuk usaha terkecil dalam dunia usaha. Bentuk ini bisa dilakukan perorangan atau berbadan hukum. Secara ketentuan perpajakan, yang dikatakan sebagai UMKM adalah usaha yang telah berjalan dan memiliki omzet setahun dibawah Rp 4,8M. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi UMKM saat ini terkait dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan gambaran kinerja UMKM pada stakeholder. DILO (Digital Innovative Lounge) merupakan suatu badan yang dibentuk oleh TELKOM untuk mewadahi para start uplokal untuk lebih siap berkompetisi di dunia usaha. Anggota DILO merupakan start upmurni yang memiliki kompetensi di bidang Teknologi Informasi (web, game maker, pembuat font, pembuat aplikasi) dan komunitas lainnya. Melihat kondisi tersebut maka dirasakan perlu untuk melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Bandung terutama untuk UMKM yang bergerak dibidang digital. Pelatihan ini mendasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil dan Menengah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan berlaku efektik mulai Januari 2018

PERILAKU PETANI DALAM MENGELOLA LAHAN PERTANIAN DI KAWASAN RAWAN BENCANA LONGSOR (STUDI KASUS DESA SUMBEREJO KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA JAWA TENGAH)

Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani dan mengetahui faktor-faktor yangmempengaruhinya dalam mengelola lahan pertanian perilaku dalam mengelola lahan pertanian dikawasan rawan bencana longsor di Desa Sumberejo Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Dalampenelitian ini perilaku petani diukur dari 8 variabel dalam mengelola lahan yaitu mengolah lahanpertanian, pembibitan, pemupukan dan frekuensi pemupukan, pengairan dan frekuensi pengairan,pemberantasan hama dan penyakit, penyiangan, cara mencegah erosi dan longsor. Faktor-faktor yangmempengaruhi perilaku petani meliputi umur petani, tingakt pendidikan petani yang ditamatkan, lamabertani, pengetahuan petani terhadap kawasan rawan bencana longsor, dan frekuensi penyuluhan yangdiikuti oleh petani. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Desa Sumberejo masihtergolong rendah dalam mengelola lahan pertanian, yaitu perilaku petani yang tidak berwawasanlingkungan. Faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap kecenderungan perilaku petanidalam mengelola lahan pertanian adalah umur petani, lama bertani dan penyuluhan.Kata kunci: perilaku petani, lahan pertanian, rawan longsor

ANALISIS PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU DI DESA MENGGORO KECAMATAN TEMBARAK KABUPATEN TEMANGGUNG

Jurnal Bumi Indonesia Volume 1, Nomor 3, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sampel responden dengan metode simple random sampling. Teknikanalisis menggunakan analisis regresi berganda analisis tabulasi silang.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pendapat pada setiap luaskelas lahan. Semakin luas lahan pertanian tembakau yang diusahakan, makapendapatannya juga semakin tinggi. Faktor yang paling berpengaruh terhadapbesarnya pendapatan petani tembakau adalah luas lahan. Sumbangan pendapatandari usahatani tembakau terhadap pendapatan total rumahtangga petani sebesar86,2%.Kata Kunci : Petani, Tembakau, Pendapatan petani tembakau.

ANALISIS POTENSI EMISI KARBON PADA AKTIVITAS PRODUKSI TANAMAN PADI (Kasus Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedhangsari, Gunungkidul)

Jurnal Bumi Indonesia Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Geografi UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan mengidentifikasi jenis aktivitas produksi tanaman padi yang berpotensi menghasilkan emisi karbon dan mengestimasi besaran emisi karbon yang dihasilkan dalam studi kasus di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedhangsari, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini membagi aktivitas produksi pertanian dalam 5 kelompok yaitu aktivitas pengolahan pertanian, aktivitas pembibitan, aktivitas pemeliharaan, aktivitas pemanenan dan aktivitas pengolahan sisa hasil panen. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan jumlah sampel 92 keluarga petani yang diperoleh dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas yang terindikasi menghasilkan emisi karbon adalah aktivitas pengolahan lahan dengan estimasi emisi sebesar 9,26 ton/thn, aktivitas pemeliharaan dengan estimasi emisi sebesar 516,74ton/th dan aktivitas pemanenan dengan estimasi emisi sebesar 83,15 ton/th dengan total emisi 609,15 ton/th yang berasal dari penggunaan mesin pertanian, pupuk kimia, aktivitas penggenangan serta residu pada lahan pertanian dikarenakan pengolahan kurang sempurna.Kata kunci : estimasi emisi karbon, aktivitas produksi pertanian

Perancangan Sistem Kontrol Pesawat Model Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) Berbasis Arduino

Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol 1 (2017): SNITP 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.349 KB)

Abstract

Pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah sebuah sistem pesawat udara yang tidak memiliki awak yang berada didalam pesawat, sedangkan awak pengendali pesawat tetap berada di darat dan mengendalikanya dari jarak jauh. Perkembangan teknologi UAV cukup pesat sejak 30 tahun yang lalu. Salah satu teknologi canggih yang pesat ini adalah teknologi autonomous. Teknologi ini mampu membuat wahana pesawat UAV mampu terbang secara mandiri. Penggunaan teknologi flight controller saat ini sudah sangat maju dan mudah diakses datanya sehingga memungkinkan teknologi cepat berkembang di semua kalangan militer mapun non militer. UAV di Indonesia secara komersial banyak sekali dijumpai pada pemetaan lahan pertanian, perkebunan atau peta untuk pemerintah karena memang di Indonesia potensi pemetaan sangatlah luas dan dapat mempermudah pekerjaan manusia. Pada sistem ini menggunakan APM sebagai autopilot UAV yang lengkap untuk mendukung misi penerbangan UAV. Pesawat UAV di rancang untuk dapat melakukan misi terbang dari titik koordinat awal sampai koordinat akhir melalui GPS.

REVITALISASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN

Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangsa Indonesia dengan wilayahnya yang sangat luas yang terdiri dari beribu-ribu etnis, bahasa, agama, tradisi dan budaya yang berinteraksi dan berbaur sehingga terbentuklah masyarakat yang multi etnis. Migrasi bangsa Arab, China, dan India ke kepulauan Nusantara menjadikan bangsa Indonesia semakin beragam. Bangsa Indonesia yang multikultura merupakan sebuah potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kemajuan. Namun kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik antaretnis, agama, dan budaya. Konflik horisontal yang terjadi di Sambas, Poso, Sampit, Tasikmalaya, dan lain-lain menunjukkan bahwa multikulturalisme perlu dikelola sedemikian rupa sehingga berdampak positif terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks Indonesia kesadaran multikulturisme perlu ditanamkan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dalam konteks tersebut terdapat pengakuan serta toleransi antaretnis yang bermuara pada terjalinnya kerjasama dan kepercayaan sehingga tercipta kehidupan yang damai dan demokratis. Sebagai bangsa multikultur, Indonesia harus mempunyai kesadaran multikulturalisme agar suku-suku bangsa yang berdiam di wilayah ini menjalin interaksi dan komunikasi yang sehat dan dinamis agar tercipta masyarakat yang demokratis, rukun, dan damai. Dunia pendidikan merupakan the starting point untuk melakukan rekonstruksi budaya multikultur dalam masyarakat yang demokratis. Melalui sekolah, guru dapat menanamkan hakikat dan praktik pluralistis bagi peserta didik. Guru perlu bertindak secara kreatif dalam menjembatani pluralitas menuju budaya yang plural dan damai. Sebagai ujung tombak pendidikan multikultural, guru harus mempunyai pemahaman yang memadai tentang multikulturalisme dan pendidikan multikultural. Di dalam kegiatan pembelajaran, guru mengembangkan iklim yang multiculture-oriented yang mengedepankan keadilan sosial dan budaya bagi murid-muridnya. Dalam kaitan dengan hal tersebut guru perlu melakukan transformasi diri menuju pribadi yang multikultur da mempunyai desain pembelajaran yang berbasis multikultur yang tidak berorientasi pada kognitif semata.Kata kunci: multikulturalisme, pendidikan multikultur.

Mewujudkan Sekolah Unggul

WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 3, September 2014
Publisher : WUNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap satuan pendidikan berusaha untuk mewujudkan dirinya menjadi sekolah yang unggul di daerahnya. Ini merupakan impian bagi setiap sekolah  karena dengan menjadi sekolah unggul mereka tidak repot-repot lagi untuk mencari siswa dan menarik biaya pendidikan yang tinggi kepada masyarakat. Beberapa tahun yang lalu sekolah baik tingkat SD, SMP, maupun SMA berlomba-lomba untuk mengubah status sekolahnya menjadi RSBI, bahkan ada sekolah yang dengan berani menamakan dirinya sekolah berstandar internasional, yang tidak lain hanyalah upaya formalistis untuk mendapat anggapan sebagai sekolah unggul. Dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah ditambah dengan biaya pendidikan yang dipungut dari masyarakat sekolah melakukan usaha-usaha perbaikan kualitas dan mutu layanan pendidikan yang diberikan.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

JIPSINDO 2014: Jipsindo No. 1, Volume 1, Maret 2014
Publisher : JIPSINDO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas Pembelajaran IPS di SD melalui Pendidikan Multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), model Kemmis & Taggart yang terdiri dari: planning (perencanaan), acting & observing (pelaksanaan dan pengamatan), serta reflecting (refleksi). Tindakan penelitian dilakukan dengan tiga siklus dimana pada siklus pertama tindakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran jigsaw, pada siklus kedua dengan model team games tournament, sedangkan pada siklus ketiga dengan model team investigation report. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion atau kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; 1) siklus pertama pola perancangan upaya peningkatan meningkatkan kerjasama seluruh siswa, 2) siklus kedua pada pola penanaman sikap kerjasama dan kompetisi, 3) siklus ketiga pada cara siswa melakukan investigasi, merumuskan hipotesis, dan menyelesaikan permasalahan yang muncul.

ANALISIS FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKTRAK KASAR ETANOL DAUN MERANTI MERAH (Shorea leprosula Miq.) DAN SIFAT ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Eschericia coli

Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the content of secondary metabolites and antibacterial power crude extract copper leaf meranti (Shorea leprosula Miq.) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Antibacterial power is determined by the size of inhibition zone formed using paper disc diffusion method of Kirby-Bauer. The research design using a completely randomized design (CRD), with a concentration of 6 treatments and 4 replication for each type of bacteria. Variations in the concentration of a given treatment consisting of 0%, 3.75%, 7.5%, 11.25%, 15%, and chloramphenicol (positive control). The results shown that crude extract copper leaf meranti (Shorea leprosula Miq.) contain secondary metabolites such as alkaloids, saponins, triterpenoids, flavonoids, phenols and antibacterial power against Staphylococcus aureus and Escherichia coli, with the relatively strong antibacterial category. Anova analysis showed that the value of F count = 41,190 with sig = 0.000 <0.05, which means that H0 is rejected, in other words, treatment factors meranti copper leaf crude extract with various concentrations of 3.75%, 7.5%, 11, 25%, and 15%. different significantly affect the bacterial inhibition zone for S. aureus. The result same effect shown onE. coli demonstrated the value Fcount = 81, 236 with sig = 0.000 <0.05. These results demonstrate the influence of crude extract of leaf meranticopper very significantly to the growth of bacteria S. aureus and E. coli. At S.aureus, treatment concentration of 3.75%, 7.5%, 11.25%, and 15%yielding different significant of inhibition zone. In the E.colibacterial, treatment concentration of 3.75%, 7.5%, 11.25%, and 15% yielding different significant of inhibition zone.Best concentration as antibacterial S.aureus and E.coli have been shown on providing the lowest treatment concentration (3.75%), which shows the power antibacterial properties not significantly different from the concentration on it. Keywords: Leaf of Shorea leprosula Miq, secondary metabolite substance, antibacterial, Staphylococcusaureus, Escherichia coli   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan daya antibakteri ekstrak kasar daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus danEscherichia coli.Ukuran daya antibakteri ditentukan oleh zona hambat yang terbentuk menggunakan metode difusi kertas cakram Kirby-Bauer.Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan konsentrasi dari 6 perlakuan dan 4 replikasi untuk setiap jenis bakteri.Variasi  konsentrasi perlakuan yang diberikan terdiri atas 0%, 3.75%, 7.5%, 11.25%, 15% dan  kloramfenikol (kontrol positif). Hasil penelitian menunujukkan bahwa ekstrak kasar daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, saponin, triterpenoid, flavonoid, fenol dan daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dengan kategori antibakteri tergolong kuat.Analisis anava menunjukkan bahwa nilai F hitung = 41.190 dengannilai sig = 0,000 < 0,05, yang berarti  bahwa H0ditolak, dengan kata lain faktor perlakuan ekstrak kasar daun meranti tembaga dengan variasi konsentrasi 3,75%, 7,5%, 11,25%, dan 15 %.  berpengaruhberbeda secara sangat signifikan terhadap zona hambat untuk bakteri S. aureus.Hal yang sama ditunjukkan pengaruhnya terhadap E.coli dengan nilai Fhitung = 81.236 dengannilai sig = 0,000 < 0,05. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh ekstrak kasar daun meranti termbaga secara  sangatsignifikan terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. Pada bakteri Staphylococcus aureus,perlakuan konsentrasi 3.75%, 7.5%, 11.25%, dan 15% menghasilkan zona hambat yangberbeda signifikan. Pada bakteri Escherichia coli, perlakuan konsentrasi 3.75%, 7,5%, 11.25%, dan 15% menghasilkan zona hambat yang berbeda signifikan. Konsentrasi terbaik sebagai antibakteri S.aureus dan E.coli telah ditunjukkan pada pemberian konsentrasi perlakuan terendah (3,75 %), yang menunjukkan sifat daya antibakterinya tidak berbeda nyata dengan konsentrasi di atasnya. Kata Kunci : Daun meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.), zat bioaktif, antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli