Articles

PENGARUH LOKASI DAN FASILITAS TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN LIMASAN KAFE KARAWANG Setiawan, Rido; Kosasih, Kosasih; Sudrajat, Ajat
Buletin Studi Ekonomi VOL.24.NO.2.AGUSTUS 2019
Publisher : Buletin Studi Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BSE.2019.v24.i02.p01

Abstract

Abstract: The Effect of Location and Facilities on Limasan Cafe Karawang CustomerSatisfaction. The problems of this study are (1) how big is the relationship between location andfacilities, (2) how big is the partial influence of location and facilities on customer satisfaction, (3)how big is the simultaneous influence of location and facilities on customer satisfaction.This research uses a descriptive, verification approach. Samples obtained were 343 respondentswho were consumers of Limasan Karawang cafes using incidental sampling techniques, dataanalysis used in this study was the validity test, reliability test, normality test, path analysis, andhypothesis testing.Based on the results of the study showed the criteria agreed on the location obtained an averageof 1319 and on the facilities obtained an average of 1272. While the Criteria agreed on customersatisfaction obtained an average of 1363. The results showed the location and facilities have astrong relationship, amounting to 0.773 . Location has a direct influence of 39.5% on customersatisfaction. As for the facility has a direct influence of 4% on customer satisfaction and bothindirect effects on customer satisfaction of 9.7%. So it can be explained that location variables aremore dominant in influencing customer satisfaction and Limasan Karawang cafes are advised topay more attention to facility variables for customer satisfaction convenience.
Pengembangan Rubrik Asesmen Kinerja untuk Mengukur Kompetensi Mahasiswa Melakukan Praktikum Kimia Analisis Volumetri Sudrajat, Ajat; Permanasari, Anna; Zainul, Asmawi; Buchari, ,
C H E M I C A Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.491 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh rubrik asesmen kinerja untuk mengukur kompetensi mahasiswa dalam melakukan praktikum kimia analitik dasar, khususnya analisis volumetri dengan validitas dan reliabilitas yang memadai. Pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan, perumusan draf rubrik, revisi berdasarkan saran dan pertimbangan pakar dan mahasiswa, validasi dan uji coba lapangan  sehingga diketahui reliabilitasnya. Rubrik yang diperoleh mempunyai validitas dan reliabilitas yang sangat baik (excellent) dengan harga a =0,8935. Hampir seluruh mahasiswa berkompeten dalam melakukan praktikum analisis volumetri. Kata kunci : rubrik, asesmen, kompetensi ABSTRACT This study aims to obtain a performance assessment rubric to measure student competency in performing basic analytical chemistry practicum, especially volumetric analysis with adequate reliability and validity. Development starts from the needs analysis, formulation of the draft rubrics, revisions based on expert advice and consideration and students, validation and field trials so that the known reliability. Rubric validity and reliability have gained a excellent at a = 0.8935. Almost all students are competent in performing volumetric analysis practicum. Key words: the rubric, assessment, competency
PENGEMBANGAN BUKU AJAR KIMIA SMA/MA KELAS XI SEMESTER II DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MENUMBUHKEMBANGKAN KARAKTER SISWA Mahmud, Mahmud; Sudrajat, Ajat; Napitupulu, Shofia Rija
JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim) Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v7i1.5502

Abstract

AbstractThis study aims to develop of chemistry textbooks that used in Eleventh Grade of Senior high school of second semester based on 2013 curriculum to improve students’ achievement and develop students’ character. The samples of this study are SMAN 1 Lubuk Pakam, SMAN 2 Lubuk Pakam, Nusantara Senior High School, MAN Lubuk Pakam. The sample treatment is divided into two, experimental class and control class. The Data collection is done with objective tests, observation sheets during the learning process is done as well as a questionnaire to measure the evolving character at the end of learning. Data were analyzed using SPSS 19 with significance level 0.05. To determine difference in students’ achievement and students’ character by using Cooperative problem Based Learning. The effectiveness score of textbooks quality was 84.37 and KTSP textbook was 74.41. In addition, this research improves students’ achievement and character such as responsibility, creative, communicative and psychomotor. The students’gain achievement of the experiment class was 74.92 and the control class was 67.11. The effectiveness score of communicative character in experiments class was 78,08 and the controll class was 74.26, the creative character in experiment class was 78.28 and the controll class was 75.12, and the responsibility character in experiment class was 79.51 and the controll class was 75.30. The results of this study of indicate that the chemistry textbook was develop in this study can to to improve students’ Achievement and develop students’ character.Kata Kunci : Buku Ajar Kimia, Cooperative Problem Based Learning, Hasil Belajar, Tanggung Jawab, Kreativitas, Komunikatif, Psikomotorik
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE (IOC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Rodiah, Aisatul; Marini, Arita; Sudrajat, Ajat
Metamorfosa Journal Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.262 KB)

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengumpulkan Data Yang Berkaitan Dengan Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Blok I Kecamatan Cilegon Kota Cilegon Banten Melalui Penerapan Model Pembelajaran Inside Outside. Penelitian Ini Menggunakan Metode Classroom Research Atau Penelitian Tindakan Kelas Dengan Model penelitian tindakan  Kemmis dan Mc. Taggart. Tahapan dari model ini terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data dalam pelaksanaan penelitian tindakan ini adalah siswa kelas IV pada Sekolah Dasar Negeri Blok I Kecamatan Cilegon Kota Cilegon Banten sebagai obyek penelitian yang berjumlah 25 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, soal tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dilihat  dari peningkatan Hasil Belajar Siswa pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada tahap prasiklushasil hasil belajar siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dengan persentase 33,33%, siklus I meningkat menjadi 56%, dan siklus II kembali meningkat menjadi 84%. Dengan demikian maka akhir siklus II ini penelitian ini dihentikan dan dikatakan berhasil karena persentase ketercapaian yang didapat lebih dari 80%. Kata Kunci: Model, Inside Outside, Hasil Belajar Siswa AbstractThis study aims to collect data related to efforts to improve student learning outcomes Class V Blok I State Elementary School Blok I Cilegon District Cilegon City Banten Through Application of Inside Outside Learning Model. This Research Uses Classroom Research Methods or Classroom Action Research with a research model of Kemmis and Mc. Taggart. The stages of this model consist of 4 stages: planning, implementation, observation and reflection stages. Sources of data in the implementation of this action research is a fourth grader at Blok I State Elementary School Block Cilegon District Cilegon Banten as a research object of 25 students, consisting of 14 male students and 11 female students. Data collection techniques used are observation sheets, test questions, field notes, and documentation. The results of this study can be seen from the increase in Student Learning Outcomes in the pre-cycle, cycle I, and cycle II stages. At the prasiklushasil stage of student learning outcomes that scored above the KKM with a percentage of 33.33%, cycle I increased to 56%, and cycle II again increased to 84%. Thus, at the end of the second cycle this research was stopped and said to be successful because the percentage of achievement obtained was more than 80%. Keywords: Model, Inside Outside, Student Learning Outcomes
PENINGKATAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN IPS TERPADU MODEL NESTED DI SMP NEGERI 3 BANGUNTAPAN BANTUL Sofli, Sofli; Sudrajat, Ajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.217 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan karakter peserta didik melaluipembelajaran IPS terpadu model nested di kelas, (2) meningkatkan keterampilan peserta didik,dan (3) meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui pembelajaran IPS terpadu model nested.Subjek penelitian adalah 26 orang peserta didik kelas VII G SMP N 3 Banguntapan, Bantul tahun pembelajaran 2013/2014.Untuk mengungkap karakter menggunakan teknik observasi, angket, dokumentasi dan wawancara.Untuk mengungkap keterampilan menggunakan teknik observasi.Untuk mengungkap hasil belajar menggunakan tes dan dokumentasi.Tindakan yang dilakukan meliputi inkulkasi, permodelan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan. Penggunaan model nested untuk memudahkan pada pendekatan komprehensif dan terintegrasi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1)Ada peningkatan karakter peserta didik berdasarkan hasil observasi. Pada siklus I karakter peserta didik 60%; siklus II 74%; dan siklus III 83,55%. Ada peningkatan karakter peserta didik berdasarkan hasil angket. Pada siklus I 83,41; siklus II 84,70; dan siklus III 85,73. (2) Ada peningkatan keterampilan peserta didik pada pembelajaran IPS Terpadu Model Nested. Pada siklus I 56,15; siklus II 68,46; dan siklus III 71,15. (3) Ada peningkatan nilai tes peserta didik pada pembelajaran IPS Terpadu Model Nested. Pada siklus I nilai tes peserta didik 69,60; siklus II 77,69; dan siklus III 76,92.   Kata Kunci: karakter, terpadu, model nested, hasil belajar IPS.
PEMBELAJARAN MODEL STS BERBANTUAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, SIKAP, DAN HASIL BELAJAR IPS Sidi, Purnomo; Sudrajat, Ajat
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.134 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan (1) aktivitas belajar, (2) sikap siswa terhadap pembelajaran, dan (3) hasil belajar IPS. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas VIII-A SMP N 3 Leksono tahun pelajaran 2013/2014.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, angket, tes, dan wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif statistik dengan nilai rata-rata untuk membandingkan kemajuan antar siklus. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Ada peningkatan aktivitas belajar siswa, rata-rata  aktivitas belajar siswa 69,44 pada siklus I menjadi 80,11 menjadi pada siklus II, dan 88,03 pada siklus III. (2) Ada peningkatan sikap siswa terhadap pembelajaran, rata-rata 81,24 pada siklus I menjadi 82,63 pada siklus II, dan 84,83 pada siklus III. (3) Ada peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa, pada pada siklus I 61,29% menjadi 67,74% pada siklus II, dan 83,33% pada siklus III.Kata Kunci : model STS, media pembelajaran, aktivitas belajar, hasil belajar
MENUNDA PERNIKAHAN DALAM ISLAM: Kontruksi Sosial Pelaku Telat Nikah Pada Masyarakat Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Sudrajat, Ajat
Kodifikasia Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Perkawinan merupakan suatu ibadah bagi umat Islam di mana hukumnya bervariasi, dari mubah, sunat, wajib, makruh, dan haram. Perkawinan termasuk pranata sosial yang menjadi inti dalam institusi sosial. Perilaku telat nikah di Desa Cikadu dan Purwasari, Kecamatan Cisayong, Kabu­paten Tasikmalaya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk di teliti. Kehidupan sosial keagamaan mereka sangat kondusif dan termasuk komunitas santri. Namun dalam hal melaksanakan ibadah berupa nikah yang memiliki berbagai kelebihan dan bagian terpenting dalam hidup serta memberikan status sosial yang prestis, banyak yang menundanya. Inilah yang menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan di lokasi tersebut. Penelitian ini mengkaji masalah utama tentang penyebab perilaku telat nikah. Agama Islam merupakan suatu fenomena sosial. Sebagaimana agama-agama lain, Islam memiliki dimensi individual, di samping bersifat sosial. Karena itu, agama berada dalam aktivitas personal, intelektual, kesadaran, sekaligus dalam hal-hal tententu yang merupakan suatu pranata dan struktur sosial yang sangat mempengaruhi tindakan sosial, serta merupakan suatu faktor lingkungan yang menghasilkan aki bat-aki bat sosial. Ajaran agama Islam yang berkaitan dengan pernikahan adalah contohnya. Beberapa teori yang dipandang dapat membantu dalam menganalisis fenomena "telat nikah" dalam masyarakat Cisayong Tasikmalaya adalah teori evolusi dari August Comte. Teori ini mengungkap proses pemahaman dalam perkembangan masyarakat. Ada tiga tahap perkembangan masya­rakat dari tahap primitif (teologis) ke tahap peralihan (metafisis), dan ter­akhir adalah tahap ilmiah (positivistis). Penelitian lapangan ini meng­gunakan metode kualitatif dengan pendekatan Konstruksinistik. Penggalian data dilakukan dengan wawancara secara mendalam didukung observasi secara seksama agar mendapatkan makna yang sebenarnya sesuai dengan tujuan penelitian. Jawaban tentang beberapa hal yang berkaitan dengan telat nikah semuanya sesuai dengan hukum Islam dan rata-rata menggunakan argumen atau didasarkan kepada agama. Selain itu, jawaban mereka sesuai juga dengan nilai-nilai sosial yang menunjukkan kebaikan perilaku hidup rumah tangga. Keyakinan kepada agama yang mengharuskan untuk menikah dikalahkan oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi berupa pertimbangan efektifitas dan efisiensi. Ini menunjukkan bahwa pemikiran dan keyakinan terhadap agama telah mengalami pergeseran, dari metafisik ke positivistik.Kata Kunci: pernikahan, pranata sosial, metafisik, positivistik
PERBEDAAN ANTARA KEMAMPUAN SISWA LAKI-LAKI DAN SISWA PEREMPUAN KELAS VII SMP NEGERI 1 KRAMATMULYA DALAM MEMAHAMI UNUR-UNSUR INTRINSIK YANG TERDAPAT PADA CERPEN YANG BERJUDUL HUKUMAN MANIS BUAT ARYA KARYA WENDI WIDYA RATNA DEWI Sudrajat, Ajat; Muzaki, Ilman
Jurnal Fon Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The difference between the ability of students Male and Female Seventh Grade Students of Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding unsure intrinsic elements contained in a short story titled Sweet Punishment Make Wendi Widya Arya Ratna Dewi works. This study about the difference between the ability of students Male and Female Seventh Grade Students of Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding unsure intrinsic elements contained in a short story titled Sweet Punishment Make Wendi Widya Arya Ratna Dewi works. The objectives of this research are as follows. 1) Want to know the ability of Students Male Class VII Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding Intrinsic Elements contained in a short story titled Sweet Punishment Make Work Wendi Widya Arya Ratna Dewi. 2). Women want to know the ability of class VII students of Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding Intrinsic Elements contained in a short story titled Sweet Punishment Make Work Wendi Widya Arya Ratna Dewi. 3). Want to know the difference between the ability of students Male and Female Seventh Grade Students of Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding unsure intrinsic elements contained in a short story titled Sweet Punishment Make Work Wendi Widya Arya Ratna Dewi.Metode research is descriptive comparative method, the method of research that can be used to describe comparisons (differences and similarities) of two variables, so it can be determined through the assessment process differences between them. Data acquisition techniques used in this study are: Observation, library research and testing. Data processing techniques are used to distinguish the two variables used t test. The population in this study was a class VII with a number of 165 students. In this study, the authors take a sample class VII students by 40 male students and female students 40 students. Based on the analysis can be summarized as follows. 1) The ability of the male students of class VII Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding the intrinsic elements titled Sweet Punishment Make Wendi works Widya Arya Ratna Dewi, please. With an average value of 62.25. Thus hypothesis 1 is accepted. 2) The difference in the ability of women students of class VII Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding the intrinsic elements titled Sweet Punishment Make Arya Ratna Dewi Widya Wendis work, either. With an average value of 72. Thus hypothesis 2 is accepted. 3) The average difference between the ability of male students and female students of class VII Junior High Schools 1 Kramatmulya in understanding the intrinsic elements titled Sweet Punishment Make Wendi works Widya Arya Ratna Dewi obtained by calculating the t test t count obtained greater than t table ( 3.52> 1.6646), the 5% significance. Thus, the authors formulated the hypothesis 3 is accepted.Keyword : difference ability of students Male and Female Seventh Grade Students, intrinsic elements, short story.
PERBEDAAN METODE SIMULASI DAN METODE STUDI MANDIRI TERHADAP KEMAMPUAN MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMAN 2 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Sudrajat, Ajat; Naryanti, Desye Sagita
Jurnal Fon Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode simulasi dan metode studi mandiri terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi siswa kelas X SMAN 2 Kuningan. Metode simulasi menekankan pada kolaborasi siswa dalam memecahkan masalah, sedangkan studi mandiri menekankan pada kemandirian siswa dalam memecahkan masalah. Pengembangan keterampilan memecahkan masalah merupakan implikasi dari pengembangan keterampilan berpikir kritis oleh karena itu peneliti ingin pengembangan keterampilan tersebut. Rumusan Masalah. 1) bagaimana kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi dengan menggunakan metode studi mandiri pada siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; 2) Bagaimana kemampuan memahami struktur dan kaidah teks ekposisi dengan menggunakan metode simulasi pada siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; 3) Apakah terdapat perbedaan metode simulasi dan metode studi mandiri terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi pda siswa SMAN 2 Kuningan kelas X tahun ajaran 2013/2014?; Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dan jenis penelitiannya dengan menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas A sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 dan kelas B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 34. Hasil uji statistik menunjukkan adalah zhitung > ztabel dengan nilai 2,29 > 2,23 maka hipotesis H1: > 6,7 diterima. Hasil uji t menunjukan nilai zhitung lebih besar daripada ztabel. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran simulasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hasil ini sesuai dengan rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa yang melampaui kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu sebesar 8,11 dengan KKM sebesar 7,6. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran simulasi dan metode pembelajaran studi mandiri memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan memahami struktur dan kaidah teks eksposisi siswa.Kata kunci : metode simulasi, metode studi mandiri, struktur dan kaidah teks eksposisi, siswa kelas X SMAN 2 Kuningan.
ANALISIS PELAFALAN ANAK USIA 2 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN KOSAKATA DASAR YANG BERKENAAN DENGAN OBJEK-OBJEK DI SEKITARNYA Sudrajat, Ajat; Nurhasanah, Anah
Jurnal Fon Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah pelafalan anak usia 2 (dua) tahun dengan menggunakan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data: studi pustaka, observasi dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan hp untuk merekam pelafalan anak. Populasi dalam penelitian ini anak usia 2 tahun yang ada di kelurahan Citangtu sebanyak 6 anak. Dari hasil analisis dapat peneliti simpulkan bahwa pelafalan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya belum fasih dilafalkan anak usia 2 (dua) tahun, karena pada pelafalan tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap berupa penyederhanaan seperti penghilangan satu atau lebih fonem pada awal kata yaitu: fonem /k/; fonem /p/; fonem /m/; fonem /s/; fonem /b/; fonem /d/; fonem /t/; fonem /h/; fonem /l/; fonem /i/; fonem /r/; fonem /j/; fonem /c/; fonem /g/, pada tengah kata yaitu: fonem /h/ dan fonem /n/, pada akhir kata yaitu fonem /k/, pada awal dan tengah kata pada kata /rambut/-/abut/; /mandi/-/adi/; /pergi/-/əgi/; /bersih/-/əcih/; /lambat/-/amat/, pada awal dan akhir kata pada kata /adik/-/di/; /tanah/-/ana/, dan pada satu suku kata di awal kata yaitu pada kata /kakek/-/tek/; /leher/-/hen/; /bahu/-hu/; /rambut/-/but/; /mata/-/ta/; /hidung/-/duŋ/; /perut/-/lut/; /bibir/-/bil/; /lidah/-/dah/; /paha/-/ta/; /paha/-/ha/; /kaki/-/ti/; /betis/-/tis/; /sana/-/na/; /saya/-/ya/; /kita/-/ta/; /lima/-/ma/; /tiga/-/da/; /makan/-/tan/; /minum/-/num/; /pergi/-/gi/; /lambat/-/bat/; /besar/-/can/; /kenyang/-/ñaŋ/; /kecil/-/cin/; /kotor/-/ton/; /banyak/-/ñak/; /muda/-/da/; /hidup/-/dup/; /langit/-/ŋit/; /bulan/-/lan/. Penggantian fonem yaitu: fonem /k/ menjadi fonem /t/ dan fonem /n/; fonem /r/ menjadi fonem /l/, fonem /n/ dan fonem /ŋ/; fonem /s/ menjadi fonem /n/, fonem /c/ dan fonem /t/; fonem /p/ menjadi fonem /m/, fonem /t/ dan fonem /k/; fonem /a/ menjadi fonem /i/ dan fonem /ə/; fonem /g/ menjadi fonem /d/; fonem /ŋ/ menjadi fonem /n/; fonem /ñ/ menjadi fonem /n/; fonem /j/ menjadi fonem /d/; fonem /m/ menjadi fonem /b/ dan fonem /t/; fonem /b/ menjadi fonem /m/; fonem /l/ menjadi fonem /m//; fonem /n/ menjadi fonem /ŋ/; fonem /h/ menjadi fonem /t/; fonem /t/ menjadi fonem /p/; fonem /d/ menjadi fonem /t/. Penambahan fonem /n/ pada kata /betis/-/əntis/; /ini/-/nini/ dan fonem /h/ pada kata /dada/-/dadah/; /sana/-/anah/. Perubahan bunyi kata pada kata /paman/-/tapal/; /leher/ -/helən/; /bahu/-/pəu/; /dagu/-/gadu/; /dada/-/dagIŋ/; /kita/-/pa/; /pergi/-/bedi/; /kenyang/-/ŋənal/.Kata kunci : pelafalan anak, kosa kata dasar, benda di sekitarnya