Articles

Perancangan dan Pembuatan Kapal Wisata dengan Motor Generator Listrik Tenaga Surya Sebagai Energi Alternatif Penggerak Propeler Sudiyono, Sudiyono; Antoko, Bambang
Jurnal Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2008): April 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The development of solar energy as an alternative energy is highly supported by the weather at Surabaya and its surroundings. It is supported as well by development of tourism particularly in water sector with the existence of river running along downtown. As we know, the revenue of water sector tourism is much less than the one of industrial. On the river bank, had already developed places of interest such as Submarine Monument, JMP City Mall, Kalimas Tradisional Port, Kayoon Florist Center, etc. One solution to improve water tourism especially river tourism is by designing and producing a tour ship. With solar energy, that will reduce pollution level and bring better atmosphere and environment. Considering the stream of Kalimas river, design constrains implemented for tour ship are: 2 passenger and 1 captain ship with Loa: 3,48 m, Lpp: 2,9 m, B: 1,38 m, T: 0,27 m, v: 3 Knot, and battery recharging time for solar cell is 3,3 hrs starting from empty to fully charged. Abstract in Bahasa Indonesia: Kondisi cuaca wilayah Surabaya dan sekitarnya sangat mendukung untuk mengem¬bangkan pemanfaatan energi matahari sebagai energi alternative, khususnya pada sektor pariwisata terutama pariwisata air yang juga didukung oleh sungai yang mengalir ditengah kota. Melihat pemasukan disektor pariwisata terutama pariwisata air yang masih sangat sedikit dibandingkan dari sector industri, maka untuk meningkatkan pemasukan tersebut dikembangkan beberapa wilayah pinggir sungai sebagai tempat wisata seperti Monumen Kapal Selam, wisata kota (Mall) JMP, pelabuhan tradisional Kali Mas, pasar bunga Kayoon dan lain – lain. Perancangan dan pembuatan kapal wisata merupakan salah satu solusi/usaha untuk lebih mendekatkan pada wisata air terutama wisata sungai. Dengan pembuatan kapal wisata tenaga surya akan semakin mengurangi polusi dan lebih mendekatkan pada suasana lingkungan yang lebih baik. Dengan melihat kondisi sungai Kali Mas, maka dilakukan pendekatan perhitungan dan sekaligus pembuatan kapal dengan batasan: kapal wisata dengan penumpang 2 orang dan 1 nahkoda denagan ukuran Loa: 3,48 m, Lpp: 2,9 m, B: 1,38 m, T: 0,27 m, v: 3 Knot, dan waktu pengisian baterai dari solar sell 3,3 jam pada kondisi baterai kosong sampai penuh Kata kunci: Perancangan kapal, tenaga surya, sel surya (solar cell)
STUDI POTENSI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH “PUTRI CEMPO” SURAKARTA SEBAGAI SUMBER PAKAN SAPI POTONG Sudiyono, Sudiyono; Handayanta, Eka
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  potensi dari tempat pembuangan  sampah akhir ( TPA) Putri Cempo Surakarta sebagai sumber pakan sapi potong. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan di beberapa  lokasi  antara  lain 1) TPA  sampah  “Putri  Cempo”  Mojosongo  Surakarta,  untuk  pengambilan sampel  sampah  2) Laboratorium  Biokimia  Nutrisi  Fakultas  Peternakan  UGM  untuk analisis  proksimat (kandungan   nutrien)   sampel  sampah  (organik),   3).  Laboratorium   Pengujian   Veteriner   Balai  Besar Veteriner  (BBVET), Wates Yogyakarta untuk analisis kandungan logam berat (Pb dan Hg) pada sampah organik.  Hasil  pengambilan  sampel  (sampling)  sampah  yang  dibuang  ke  TPA  “Putri  Cempo”  dan dipisahkan     antara sampah organik dan sampah anorganik,  terlihat bahwa jumlah sampah organik jauh lebih banyak daripada yang anorganik. Jumlah sampah organik dari masing-masing sumber sampah yang dibuang di TPA, diantaranya sampah domistik   adalah 63,82%, sampah pasar adalah  83,21% dan sampah umum 67,53%. Hasil analisis proksimat terlihat bahwa kandungan protein (PK)  sampah organik  berkisar antara 10,00 – 12,79%. dan bahan kering (BK) 26,88-34,01 %. Berdasarkan kandungan bahan keringnya, maka total BK sampah organik selama 5 (lima) tahun terakhir adalah berkisar antara 15,81 – 16,56 ribu ton/tahun, jika diasumsikan  bakalan sapi potong yang digemukan dengan bobot badan 300 Kg/ekor dan kemampuan  mengkonsumsi  pakan  (dalam  BK)  sebesar  3%  bobot  badan  (9  Kg/ekor/hari  atau  3.285 Kg/ekor/tahun)   maka   sampah organik tersebut dapat mencukupi 4812 – 5041   ekor. Kandungan logam berat Timbal  atau Plumbum  (Pb) dari sampah organik yang dibuang ke TPA “Putri Cempo”  Surakarta sebesar 12,34 ppm adalah cukup tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini bahwa TPA Putri Cempo Surakarta,  potensial  sebagai sarana penggembalaan  ternak sapi potong,  mengingat  jumlah sampah organik (Bahan Kering) yang dibuang  secara kuantitatif cukup besar yakni 15,81 – 16,56 ribu ton /tahun dan secara kaulitatif masih mengandung  nutrien yang cukup baik yang   dapat dimanfaatkan  oleh sapi potong, akan tetapi tercemar oleh Timbal atau Plumbum (Pb), tetapi tidak tercemar oleh Mercury atau Hydrogyrum (Hg).
EFEKTIVITAS BETAIN PADA PAKAN AYAM BROILER RENDAH METIONIN BERDASARKAN PARAMETER BERAT BADAN DAN KARKAS Ratriyanto, Adi; Indreswari, Rysca; Sudiyono, Sudiyono
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas betain sebagai donor gugus metil berdasarkan parameter berat badan dan karkas. Sebanyak 100 ekor day old chicken (DOC) ayam broiler digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi secara acak ke dalam 4 perlakuan pakan dengan 5 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Pakan basal disusun dalam kondisi rendah metionin. Pakan kontrol diperoleh dari pakan basal yang disuplementasi metionin sehingga mencukupi kebutuhan yaitu sebesar 5g/kg pada fase starter dan 3,8 g/kg pada fase finisher. Tiga pakan perlakuan lainnya adalah pakan basal yang disuplementasi betain sebesar 1, 2 dan 3 g/kg pakan. Data yang diamati adalah pertambahan berat badan dankarakteristik karkas. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi rancangan acak lengkap dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Dunnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 g/kg dan 2 g/kg pakan defisien metionin dapat menghasilkan performan yang setara dengan pakan yang  disuplementasi  metionin.  Suplementasi  betain  pada  pakan  defisien  metionin  dapat menghasilkan karakteristik karkas yang setara dengan suplementasi metionin, yang berarti bahwa betain efektif dalam menghemat penggunaan metionin di dalam pakan ternak unggas. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi betain sebesar 1 dan 2 g/kg pakan dapat menurunkan penggunaan metionindalampakanayam broiler.
EFEKTIVITAS BETAIN PADA PAKAN AYAM BROILER RENDAH METIONIN BERDASARKAN PARAMETER BERAT BADAN DAN KARKAS Ratriyanto, Adi; Indreswari, Rysca; Sudiyono, Sudiyono
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 27, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.954 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v27i1.14342

Abstract

This experiment was conducted to investigate the efficacy of methyl groups donor of betaine to spare methionine based on performance and carcass in broiler chickens. In total, 100 day old broiler chickenss were used in this experiment. They were allocated to 4 dieaty treatmants in 5 replicates with 5 broilers each. The basal diet was deficient in methionine. The control diet was obtained from basal diet supplemented with methionine to meet the requirements 5 g/kg diet for starter period and 3.8 g/kg diet for finisher period. The rest 3 treatments were basal diet deficient in methionine supplemented with 1, 2 and 3 g betaine per kg diet. The variables that were observed included average daily gain and carcass characteristics. The data were than analyzed by analysis of variance of Completely Randomized Design and continued with Dunnet test. The result indicated that supplementation of 1 and 2 g betaine per kg diet deficient in methionine resulted the broiler performance which was not different with supplementation of methionine. Accordingly, carcass characteristics for broilers fed diet supplemented with methionine were not different with that supplemented with betaine, which indicated that betaine may reduce the methionine level in the broiler diet. It can be concluded that betaine spares metionine in broiler diets.
PERENCANAAN DENGAN HORIZONTAL DIRECTIONAL DRILLING (HDD) UNTUK MEMASANG PIPELINE DIBAWAH SUNGAI KALIMAS Sudiyono, Sudiyono; Hariyanto, Hariyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 21, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Supply of aviation fuel to the pile tank in DPPU Juanda still done by bridger/Skid-Truck, where the distance delivery of aviation fuel from ISG Tj. Perak - DPPU Juanda carried through as far as 35 km. Replacement of the transport system of Briger / Skid Truck by transport through the pipeline aims to avoid congestion, the increase losses, and the required for additional facilities so as to anticipate future business competition, especially in terms of the sale of aviation fuel. Truck the delivery of aviation fuel pipeline through some of them crossing rivers, highways, or railroads. This study takes the point of crossing the river Kalimas Surabaya on Horizontal Directional Drilling (HDD) method. Horizontal directionally drilled is one method that is suitable for applications crossing the river using horizontal drilling technology that direction and the curvature occurs when the drilling process. The result of research produce planning report before installation of avtur pipeline with Horizontal Directional Drilling (HDD) method, construction of avtur pipeline and know the pulling load and stress value of as the effect of pulling by Horizontal Directional Drilling machine.    
RESPON BIRAHI KAMBING PERANAKAN ETAWA BETINA YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI PAKAN UREA MOLASES MINERAL ANTI PARASIT BLOK DALAM PROGRAM SINKRONISASI ESTRUS MENGGUNAKAN HORMON PROSTAGLANDIN F2α Prastowo, Sigit; Ratriyanto, Adi; Sudiyono, Sudiyono; Sunarto, Sunarto
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 25, No 2 (2010): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.237 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v25i2.14064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon estrus kambing PE betina yang mendapat pakan suplemen UMMAT blok, dalam program Sinkronisasi Estrus. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Jatikuwung, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Materi yang digunakan adalah 9 ekor kambing PE betina yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok 1 adalah perlakuan pemeliharaan dengan pakan hijauan, kelompok 2 pakan hijauan dan UMMAT blok  dan kelompok 3 pakan hijauan dan konsentrat. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, analisa data menggunakan anova. Sinkronisasi Estrus dengan injeksi 0.5 ml hormon PGF2α secara intramuscular, interval 11 hari pengamatan waktu, lama dan tanda-tanda estrus pada setiap individu kambing seluruh kelompok perlakuan.Hasil penelitian diperoleh data estrus pada masing-masing kelompok yaiu, waktu estrus (jam) 30.67, 28.67, 27.66 dan lama estrus (jam) 33.67, 35.67, 35.66. Hasil uji anova menunjukkan beda nyata (P<0.05) pada waktu estrus antara kelompok 1 dengan kelompok 2 dan 3. Secara deskriptif terdapat tanda-tanda estrus yang teramati pada seluruh kelompok perlakuan yaitu vulva bengkak, mengeluarkan mucus dan ekor diangkat.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa UMMAT blok mampu meningkatkan dan memperbaiki kinerja reproduksi kambing PE betina dalam proses Sinkronisasi Estrus.
Evaluation of Vegetation and Wildlife in Gunung Ambang Nature Reserve Sudiyono, Sudiyono
Jurnal Wasian Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Wasian
Publisher : Balai Penelitian Kehutanan Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.957 KB) | DOI: 10.20886/jwas.v1i2.874

Abstract

The objective of this research is to evaluate the ecosystem functions through vegetation and wildlife indicators.  Methods used are vegetation analysis and direct indirect method to count wildlife .  Results show that the dominant type of land coverage in Gunung Ambang Nature Reserve is open secondary forest, where shrubs, rattan, and epiphytes dominated.  This might lead to vulnerability of the site toward disturbance.  Furthermore, it was indicated that this area still contains local wildlife species such as Babyrousa babyrussa celebensis.  Eventhough land degradation has become a significant issue, the status of Gunung Ambang as nature reserve has limited restoration attempts both vegetatively and mechanically.  
The Opacity of Kidney in Nephrogram Phase with Different Urea and Creatinine levels in Patients Who Undergoing Intravenous Pyelography Examination Sudiyono, Sudiyono; Rochmayanti, Dwi; Aryani, Asri Indah
Jurnal LINK Vol 10, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.064 KB)

Abstract

The examination of intravenous pyelography (IVP) is one of the tests carried out with the aim to examine abnormalities of urinary tract anatomy and physiology. The opacity of urinary tract anatomy and function of the kidney, especially on an X-ray, is influenced by serum urea and creatinine levels of the patients prior to conducting the IVP examination. The study was an observational survey with retrospective approach. Purpose of this study was to describe the opacity of kidney picture in Nephrogram phase with different urea and creatinine levels. Urea and creatinine data were obtained from medical records of patients who underwent radiological examinations in Dr. Moewardi Hospital in 2013. The nephrogram phase imaging picture was taken from the document of Computed Radiography. The study sample was 41 patients. Data of overview kidney opacity in nephrogram phase were analyzed with Matlab software to get the value at the point calyces Pixel kidney (ROI). Research results revealed that 32 p atients (78%) of 41 patients had laboratory results of urea levels higher than normal (8-25 mg/100 ml) and 34 patients (83%) had normal creatinine levels (0.6 to 1.2 mg/ 100 ml). The results of test matlab found that opacity kidney picture nephrogram phase in patients with urea level higher than normal had a decrease of Pixel value (65220 pix.value) when compared to patients with normal urea levels (65231 pix. values ). Patients with creatinine above 1.2 mg/ 100 ml had a higher Pixel value (65239 pix.value), comparing to patients with normal creatinine levels (65219 pix.value). Further research is expected to gain more understanding. It is recommended that patients levels of urea and creatinine should be checked in 48-72 hours before the time of IVP test, and interventions to decrease these levels should be implemented before conducting the test.
ANALISIS KERUSAKAN DINI (PREMATURE FAILURE) RUAS JALAN NGUTER-WONOGIRI Sudiyono, Sudiyono; Setyawan, Ary
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJalan Nguter–Wonogiri adalah jalan provinsi dan termasuk kategori jalan kolektor dalam sistem jalan jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota dan sebagai kawasan jalan strategis provinsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan serta dapat memilah metode penanganan kerusakan yang tepat guna.Data yang dibutuhkan untuk penelitian adalah data lalu-lintas kendaraan harian, data dimensi, lokasi serta jenis kerusakan, peta jaringan jalan, data geometri jalan, data berat dan jenis kendaraan, serta panduan harga pekerja, bahan dan peralatan. Data tersebut diolah untuk menghitung nilai pertumbuhan lalu lintas ruas jalan Nguter – Wonogiri, untuk menghitung nilai (Indeks Tebal Perkerasan) ITPawal  dan nilai ITPexisting, menghitung nilai ESAL pada tahun 2007, 2008, dan 2010. Membandingkan nilai (Equivalent Single-Axle Load) ESAL setiap tahun dengan nilai ITP setiap tahun, serta dapat memilih metode perbaikan yang tepat dari sisi kualitas dan biaya konstruksi dengan cara membandingkan metode perbaikan Standar, Overlay, Rigid, (Cement Treated recycling Base) CTRB.ESAL pada ruas jalan Nguter – Wonogiri pada tahun 2007 = 129.044,54 standard axle, ESAL pada tahun 2008 = 130.812,69 standard axle, ESAL pada tahun 2010 =150.231,52 standard axle. Pertumbuhan lalu lintas dari tahun 2007 sampai tahun 2010 adalah 10,21 % per tahun. Indeks tebal perkerasan (ITP) di ruas jalan Nguter – Wonogiri mengalami penurunan akibat bertambahnya umur layak jalan.  ITP yang semula 5 pada awal umur rencana tahun 2007, saat ini  ITP  ruas jalan ini turun menjadi 3,25. Setiap tahun  ITP pada ruas jalan Nguter - Wonogiri mengalami penurunan sebesar 0,58 nilai ITP atau sekitar 11,6 %.Berdasarkan hasil penilaian dari ketiga metode diperoleh nilai  overlay sebesar 43, nilai perkerasan kaku (Rigid Pavement) sebesar 28, dan nilai CTRB lapis Laston sebesar 38. Maka  metode perbaikan yang paling optimal pada ruas jalan Nguter–Wonogiri yaitu Perbaikan dengan Overlay lapis laston MS 744 dengan tebal 20 cm dan tebal laston MS 340 dengan tebal 16 cm dengan biaya pelaksanaan sebesar Rp. 10.324.301.200,00. Kata kunci:  Indeks Tebal Perkerasan , Equivalent Single-Axle Load, Metode Perbaikan
Radiation Dose Acceptence on Thorax Photos at Adult Patient Rochmayanti, Dwi; Darmini, Darmini; Sudiyono, Sudiyono
Jurnal LINK Vol 10, No 3 (2014): September 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3700.843 KB)

Abstract

This study aims to describe wheter or not the patients chest x-ray in hospital over Semarang are already has an appropriate radiation dose. This quantitative study was conducted with descriptive analysis. Data were collected by random sampling technique. The method in the measurement of patient dose was using Thermoluminesensi Dosimean meter (TLD) which is placed at the central point (CP). Profile picture over of chest radiation dose in adult patients to the 1st hospital was an average of 0.2139 mGy , 0.0758 mGy in 2nd hospital, and 0.3548 mGy in 3rd hospital . From the overall sample, the average adult chest x-ray dose was 0.1731 mGy. From these data it is concluded that the dose was still below the reference dose (0.4 mGy) , but the application of radiation protection programs and quality control diagnostic tool should still be on the run.