Articles

REKAYASA LINGKUNGAN DENGAN NAUNGAN TERTUTUP UNTUK PERBAIKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TEMBAKAU RAKYAT DI SLEMAN, JOGJAKARTA Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 5, No 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General the effort in agriculture area has involved not only small failure risk of crop, the risk might be in the form of pest disturbance or crop disease, floods, dryness, and uncertain climate disturbance. To solve the tobacco crop in the climate problems (especially micro climate), was made experiment by engineering technology of physical environment (micro climate), with closed shade technology in order to obtain an optimal production. The field result experiment, in application of the closed shade technology, in reality hasgiven positive impact to tobacco production. It is showed by the change of indicator of crop production, through season : growth acceleration of leaf, which is better than tobacco crop planted outside of the shade
TINGKAT PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DI KODYA YOGYAKARTA Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 1, No 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota yang tidak terkendali sering menimbulkan berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, keamanan dan lingkungan, utamanya masalah pencemaran terhadap air permukaan maupun air tanah yang bersumber dari limbah industri, domistik, maupun limbah pertanian. Akibat dari pencemaran tersebut, kondisi air permukaan (sungai) di Kotamadya Yogyakarta telah terjadi penurunan kualitas, terutama meningkatnya kandungan Nitrit dan bakteri coli yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan.Untuk pencegahannya perlu kiranya adanya upaya-upaya untuk melakukanperbaikan lingkungan fisik, perbaikan saluran pembuangan limbah, pengolahanlimbah, maupun sistem usahatani dengan menerapkan sistem pemupukanberimbang.
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TERPADU, KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 3, No 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pengelolaan DAS terpadu di Indonesia telah lama diterapkan dengan memperkenalkan berbagai kegiatan yang bercirikan lintas sektoral dan multidisipliner, sebagai contoh adalah pelaksanaan pengelolaan DAS secara terpadu di DAS Brantas, Jratunseluna, dan yang kemudian direncanakan untuk diimplementasikan pada DAS-DAS lain di seluruh Indonesia.Namun karena kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi dan banyaknya DAS yang harus ditangani, serta menyangkut kendala teknis dan non-teknis lainnya yang harus disempurnakan, maka banyak DAS yang belum dapat tertanggani dengan baik, bahkan yang terjadi adalah kerusakan DAS semakin meluas dan semakin parah.Oleh karena itu dalam pengelolaan DAS secara terpadu harus berazaskan : (1) pemanfaatan sumberdaya alam (hutan, tanah dan air) dengan memperhatikan terhadap perlindungan lingkungan; (2) pengelolaan DAS bersifat multidisiplin dan lintas sekoral; (3) peningkatan kesejahteraan rakyat; (4) keterpaduan dimulai sejak dalam perencanaan pengelola DAS terpadu.
PENGARUH PEMBERIAN BAHAN PENGKONDISI TANAH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN MARGINAL BERPASIR Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 2, No 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, tanah-tanah marginal dengan kandungan pasir tinggi ( tanah vulkan berpasir kasar dan tanah berpasir digumuk-gumuk pantai), merupakan contoh dari banyak tanah bermasalah. Oleh karena itu upaya untuk mengatasi tanah bermasah tersebut perlu dilakukan. Budidaya pertanian pada tanah pasiran akan dijumpai banyak kendala yang berkaitan dengan sifat fisik, kimia dan hidrologi tanah serta iklim yang kurang kondusif bagi pertumbuhan tanaman, lebih khusus lagi tanah tersebut mempunyai sifat mudah meloloskan air, kandungan bahan organik rendah serta suhu tanah yang tinggi, sehingga kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Dengan menambah bahan pengkondisi tanah maka telah dapat merubah sifat fisik dan kimia tanah. Perubahan fisik tanah tersebut mengarah pada berat volume tanah yang meningkat, porositas tanah menurun,permeabilitas tanah menurun dan kadar lengas tanah meningkat. Keberadaan mikroba didalam tanah memegang peranan penting dalam transpormasi yang menyebabkan perubahan dalam sifat fisik dan kimia tanah.
PENGARUH BAHAN PENGKONDISI TANAH TERHADAP IKLIM MIKRO PADA LAHAN BERPASIR (STUDI KASUS PANTAI GLAGAH, KABUPATEN KULON PROGO, DI. YOGYAKARTA) Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 2, No 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani pada lahan berpasir akan dijumpai banyak kendala yang berhubungan dengan kondisi fisik tanah, hidrologi tanah dan iklim, lebih khusus lagi kondisi iklim mikro yang kadang kurang kondusif untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu perlu adanya terobosan guna melakukan rekayasa lingkungan, agar supaya keadaan yang kurang menguntungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, yaitu melalui masukan teknologi alternatif berupa penambahan bahan pengkondisi tanah (pupuk kompos, pupuk kandang, biomikro), pembuatan jaringan irigasi dan pembuatan pelindung/naungan yang pada hakekatnya berfungsi untuk mengurangi fluktuasi suhu harian pada tanah (intensitas matahari), penurunanpenguapan dan kehilangan air (evaporasi).
TEKNOLOGI USAHATANI KONSERVASI TERPADU KONSEP PEMBANGUNAN BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 4, No 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar sumber daya lahan di Indonesia merupakan lahan kering yang memiliki potensi untuk usaha pertanian. Pada umumnya kawasan lahan kering tersebut memiliki topografi dari landai sampai terjal, sehingga apabila dimanfaatkan untuk usahatani sangat rentan terhadap erosi. Tingkat erosi yang tinggi merupakan masalah serius terhadap kelestarian sumberdaya lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dibagian hulu, dan menimbulkan pengaruh negatif di DAS bagian hilir.Usahatani pada lahan kering menghadapi problema yang sangat kompleks,beragam dan beresiko tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian dengan strategi pendekatan pengelolaan secara terpadu. Penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai disimplin ilmu (interdisipliner). institusi (interinstitusi) dan petani sebagai pengelola utamanya.Pengembangan sistem usaha tani konservasi terpadu pada sub DAS Prambanan hulu dengan tujuan mencari solusi pengembangan teknologi alternatif serta upaya mengendalikan erosi, ternyata telah mendapat respon positif baik oleh petani binaan maupun non-binaan.
TEKNOLOGI USAHATANI KONSERVASI TERPADU KONSEP PEMBANGUNAN BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 3, No 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar sumber daya lahan di Indonesia merupakan lahan kering yang memiliki potensi untuk usaha pertanian. Pada umumnya kawasan lahan kering tersebut memiliki topografi dari landai sampai terjal, sehingga apabila dimanfaatkan untuk usahatani sangat rentan terhadap erosi. Tingkat erosi yang tinggi merupakan masalah serius terhadap kelestarian sumberdaya lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dibagian hulu, dan menimbulkan pengaruh negatif di DAS bagian hilir.Usahatani pada lahan kering menghadapi problema yang sangat kompleks,beragam dan beresiko tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian dengan strategi pendekatan pengelolaan secara terpadu. Penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai disimplin ilmu (interdisipliner). institusi (interinstitusi) dan petani sebagai pengelola utamanya.Pengembangan sistem usaha tani konservasi terpadu pada sub DAS Prambanan hulu dengan tujuan mencari solusi pengembangan teknologi alternatif serta upaya mengendalikan erosi, ternyata telah mendapat respon positif baik oleh petani binaan maupun non-binaan.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM MIKRO PADA BUDIDAYA TANAMAN TEMBAKAU RAKYAT Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observed from context of the physical environment, especially micro climate, to get tobacco leaf with good quality, hence have to fulfill any conditions : dampness of air (about 60%-80%), mean of rain-fall per month more or less 175 mm, air temperature range from (21-33)°C, and irradiating intensity of the sun (about 61- 69)%. For many area the conditions difficult to fulfilll because the situation of microclimate is sometime uncertainty.Pursuant to the problem, have been conducted an experiment to improve the life environment at the tobacco crop with manipulating physical environment (micro climate) by growing the tobacco crop under closed shade.Through the environmental engineering of physical, heve been obtained a micro climate element like: temperature, dampness of air, photosynthesis, sun radiation, speed of wind, which yielded have come near conditions on grow to tobacco crop, hence may be expected will be obtained a better tobacco production and quality.
REKAYASA LINGKUNGAN DENGAN NAUNGAN TERTUTUP UNTUK PERBAIKAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS TEMBAKAU RAKYAT DI SLEMAN, JOGJAKARTA Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

General the effort in agriculture area has involved not only small failure risk of crop, the risk might be in the form of pest disturbance or crop disease, floods, dryness, and uncertain climate disturbance. To solve the tobacco crop in the climate problems (especially micro climate), was made experiment by engineering technology of physical environment (micro climate), with closed shade technology in order to obtain an optimal production. The field result experiment, in application of the closed shade technology, in reality hasgiven positive impact to tobacco production. It is showed by the change of indicator of crop production, through season : growth acceleration of leaf, which is better than tobacco crop planted outside of the shade
PEMANTAUAN KUALITAS AIR TANAH KAWASAN PANTAI GLAGAH, KABUPATEN KULON PROGO, DI. JOGJAKARTA Sudaryono, Sudaryono
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       As one of the state with the longest and widest coastal region in the wo, Indonesia can exploit various existing coastal resources. The agriculture term of coast outside of tide and ebb region was not many recognized, however at the last some years the coast agriculture cultivation have rapid developed not only the tide and ebb farming, but sea grass cultivation and horticulture crop and also another vegetable crop.       Therefore the thing that need to get attention is possibility the presence of ground water contamination and sea water intrusion as effect of usage the manure and poisonous pesticide and ground water intake which exceeding the support power.       From the result of environmental monitoring, it apparent the ground water quality in the Glagah’s coastal area was still good enough because under quality standard for drinking water, but the thing which need to get attention was the high collie bacterium content due to the usage of immature cage manure.