Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT WESTFALIA INDONESIA

Jurnal Keuangan & Bisnis Program Studi Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Vol 1, No 1 (2009): November
Publisher : Yayasan Pendidikan Harapan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research background overshadows by existence of degradation of sale from company during last  three months, so that company wish to know problems happened is because of global crisis impact or because of employee performance which still have not maximum. Even in facing the emulation in business world where many other companies selling the same product in market. To realize good performance, need to be paid attention communications interpersonal and motivation in company. Purpose of this research is to know communications influence and motivation to employee performance PT Westfalia Indonesia. Research method applied is survey and data collecting method with questionaire. Data analysis model applied is multple linear regression analysis. Result of research indicates that 1) Communications interpersonal doesnt have influence to employee performance; 2) Motivation has influence to employee performance; 3) The interpersonal communications in corporate still less so that employee working in company have never gone along way although salary given have been enough. Expected company to earn more paying attention in  about communications interpersonal ; 4), Motivation have been good enough but must defended and its better give more attention

Kondisi arus permukaan di perairan pantai: pengamatan dengan metode Lagrangian

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP Vol 1, No 3: Juni 2013
Publisher : JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.078 KB)

Abstract

Arus berperan penting dalam memberikan informasi hidrografi, sehingga pengukurannya sudah dilakukan dan dikaji baik secara langsung maupun tidak langsung. Metoda Lagrangian telah digunakan untuk mengetahui kondisi arus permukaan di perairan pantai Desa Tateli Weru. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kondisi perairan pantai di sana lebih didominasi oleh arus pasang surut dengan kecepatan bervariasi antara 62.7 cm/det dan 141cm/det dan mengarah ke timur dan tenggara.

Pemanfaatan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai Model Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Karyawan Berprestasi

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 1 (2011): Volume 12 Nomor 1 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betweenness merupakan ukuran centrality berdasarkan pada lintasan terpendek yang banyak digunakan dalam analisis terhadap graf yang kompleks. Solusi eksak terbaik untuk menghitung betweenness centrality adalah O(nm) untuk graf tak berbobot dan O(nm+n2 log n) untuk graf berbobot untuk jumlah vertex adalah n serta jumlah edge adalah m. Dalam dunia nyata dimana ukuran graf sangat besar perhitungan eksak akan menjadi sangat tidak fisibel. Untuk kondisi tersebut maka solusi pendekatan menjadi pilihan terbaik yang dapat dilakukan. Dalam paper ini akan dibandingkan solusi eksak dengan solusi pendekatan untuk menghitung betweennes centrality. Algoritma eksak yang digunakan adalah algoritma Brandes yang dieksekusi secara stand alone dan paralel serta algoritma pendekatan dengan teknik sampling yang adaptif untuk mengurangi secara signifikan perhitungan jumlah SSSP (single-source shortest path)  untuk verteks-verteks yang mempunyai nilai centrality yang tinggi. Dari ketiga algoritma tersebut akan diberikan diskusi terkait dengan kinerja masing-masing dengan graf uji yang berbeda-beda. Untuk keperluan saat ini dan ke depan dibutuhkan algoritma dinamis dengan kompleksitas lebih baik.

Analisis Optimasi Penjadwalan Jaga Dokter Residen Penyakit Dalam pada Rumah Sakit Pendidikan

JSM (Jurnal SIFO Mikroskil) Vol 12, No 2 (2011): Volume 12 Nomor 2 Tahun 2011
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Mikroskil

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan kegiatan jaga residen pada sebuah rumah sakit adalah hal yang rumit. Hampir sama rumitnya dengan penjadwalan belajar mengajar pada sebuah institusi pendidikan. Seorang dokter residen biasanya mendapat giliran jaga pada dua rumah sakit  yang berbeda.  Selain dilihat dari sisi dokter  supervisornya  juga harus dilihat dari sisi dokter residen, yaitu kemungkinan-kemungkinan dokter residen akan menangani beberapa kasus yang berbeda sesuai dengan pasien yang masuk rumah sakit saat itu. Hal ini bisa dilihat dari sudah berapa stase yang dilewati oleh seorang dokter residen selama pendidikan kespesialisannya sebab ada kemungkinan jumlah kasus pasien yang banyak  dan berbeda-beda serta jumlah dokter residen tidak sebanding pada saat jaga,  sehingga harus dipikirkan juga solusi agar dokter residen bekerja dengan tim jaganya pada hari , tanggal  dan jam jaga yang sama. Selain itu, harus dipertimbangkan juga tingkat atau semester seorang dokter residen sehingga levelisasi tim jaga dapat dilaksanakan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pendekatan algoritma genetik. Algoritma genetik merupakan pendekatan komputasional untuk menyelesaikan masalah yang dimodelkan dengan proses biologi dari evolusi. Diharapkan dengan  digunakannya algoritma genetik akan diperoleh optimasi penjadwalan yaitu kondisi dimana terjadi kombinasi terbaik untuk pasangan dokter residen  dengan tim jaga beserta keahlian dan kemampuan lainnya secara keseluruhan, tidak ada permasalahan bentrokan jadwal jaga pada stase lain dan pada rumah sakit lainnya. Kata kunci: penjadwalan, optimasi, algoritma genetik.

PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG KORUPSI

YUSTISIA Vol 88 (2014)
Publisher : YUSTISIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pembangunan Nasional Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan keadilan sosial. Survei Transparency International (TI) menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara paling korup di dunia. korupsi telah meluas dan dilakukan oleh semua elemen masyarakat, termasuk pejabat publik (Djulianto, 2009). pemerintah Indonesia memerangi korupsi dengan menerapkan Undang-Undang Antikorupsi, di samping membangun komisi pemberantasan Tindak pidana korupsi (kpk) untuk menegakkan pelaksanaan program pemberantasan korupsi. Efektivitas pelaksanaan program membutuhkan kontribusi dari partisipasi masyarakat. pertanyaan penelitian adalah: “bagaimana masyarakat memahami dan menanggapi korupsi?” pertanyaan penelitian : “bagaimana pengetahuan, sikap, kesadaran dan respon masyarakat terhadap korupsi ?”. penelitian ini menggunakan metode gabungan kuantitatif dan kualitatif dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian di kabupaten klaten, kabupaten Sragen dan kota Surakarta. Sampel wilayah kabupaten/kota terpilih desa sampel : kedungan, kecamatan pedan di kabupaten klaten,  desa  Gabugan, kecamatan Tanon, kabupaten Sragen, dan  kelurahan kerten, kecamatan Laweyan, di kota Surakarta. Sampel renponden dari desa/kelurahan ditentukan secara sistematik proporsional random, masing-masing desa terpilih 100 orang. pengumpulan data kuantitatif digunakan teknik wawancara terstruktur. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan teknik korelasi. Data kualitatif dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam dan FGD. Hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dibahas bersama untuk mendapatkan data yang saling melengkapi. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa masyarakat desa di kabupaten klaten, Sragen serta kota Surakarta memiliki pengetahuan, sikap dan kesadaran  yang  tinggi tentang tindak korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Ciri-ciri tindak korupsi, sumber dan akibatnya dipahami dengan baik dan lengkap. Hasil uji X2 sebesar 19, 115 dan sigifikan pada taraf kepercayaan 99% (alpha 0,01). Hubungan sikap dengan tanggapan terhadap tindak korupsi dengan koefisien contingensi 0,247, signifikan pada alpha 0,01.Artinya, hubungan sikap dengan respon terhadap tindak korupsi memiliki koefisien korelasi (rs) 0,301 dan signifikan pada tingkat kepercayaan 99% (alpha 0,01). Korupsi sebagai perbuatan tidak benar, semakin masyarakat menentangnya semakin mendukung upaya pemerintah untuk memberantas korupsi. Angka R sebesar 0,552 menunjukkan bahwa korelasi antara respon masyarakat dengan tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat kesadaran adalah kuat. Artinya, secara umum dinyatakan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan mengenai korupsi, sikap dan kesadaran yang besar serta memiliki respon positif untuk mendukung upaya (pemerintah) menanggulangi korupsi.

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS CALON GURU IPA PADA MATERI ZAT DAN ENERGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO

Jurnal Pendidikan MIPA Vol 15, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.839 KB)

Abstract

The aim of study is to determine the level of critical thinking skills in materials science teacher candidate substances and energy. The method used a one-shot case study. The research found that (1) the average score of critical thinking skills prospective science teachers matter and energy on the material included in the medium category, (2) the average score of critical thinking skills in materials science teacher candidate substance and its form is included in the medium category , the material included in the category of low heat , and heat transfer material is low, and (3) at the material substance and its form: the average score interpretation and evaluation indicators included in the medium category; indicator analysis and inference in the high category. In the heat of the material: the average score indicator interpretation and analysis included in the low category, and the inference indicators in the high category and evaluation indicators included in the medium category. On the matter of heat transfer: the average score of the indicators included in the category of high- inference, evaluation indicators included in the medium category and indicator interpretation and analysis included in the low category. Based on these findings concluded that through the implementation of portfolio-based learning model critical thinking skills teacher candidates in the material substance and energy are included in the category of medium and some indicators still require critical thinking skills and comprehensive training on an ongoing basis.

Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang

Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.824 KB)

Abstract

Abstract: The Oxytocin Massage Improved Breastmilk Production on Primipara Postpartum Mother In Singkawang City The challenge in providing exclusive breastfeeding is the complaints of Primipara Postpartum Mother (PPM) who are difcult to give breast milk because of limitation. The various attempts have been made, one of them by doing oxytocin massage is attemps to help breastfeeding production. The Aims of this study is to determine the effectiveness of oxytocin massage toward breastmilk production in the PPM. This study used a quasi experimental with a Case control design. A total of 30 samples were divided to intervention and control groups. This research was conducted for 6 months. The research instrument used the breastfeeding checklist. The data were analyzed by using Chi Square test. The results of Chi Square statistical test between oxytocin massage and breastmilk production obtained signifcant p = 0.025 (<0.05). These results indicate that there was a relationship between oxytocin massage and breastmilk production in the PPM. The OR value was 8 (CI (95%)) which explained that the PPM who performed oxytocin massage had eight times chance of breast milk production faster and smoother than mothers who did not do oxytocin massage. This study recommended to use large number of sample for high quality of research. Abstrak: Pijat Oksitosin Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Pospartum Primipara Di Kota Singkawang. Tantangan dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) eklusif adalah keluhan ibu postpartum primipara yang sukar memberikan ASI karena ASI nya tidak keluar. Pijat Oksitosin merupakan suatu upaya untuk membantu dalam pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin dalam pengeluaran ASI pada ibu Pospartum primipara. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan kasus kontrol. Sebanyak 30 sampel yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dengan Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar checklist pengeluaran asi. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat adanya pengaruh antar variabel. Hasil uji statistik Chi-Square antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI diperoleh nilai sig p= 0,025 (< 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pijat oksitosin dengan pengeluaran ASI pada ibu pospartum primipara. Nilai Odd Ratio (OR) dalam penelitian ini sebesar 8 (CI (95 %)) yang menjelaskan bahwa ibu pospartum primipara yang melakukan pijat oksitosin berpeluang 8 kali produksi ASI lebih cepat dan lancar dibandingkan dengan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar untuk kualitas yang lebih baik.

PENGARUH KOMPETENSI PEMBIMBING DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR TERHADAP KEEFEKTIFAN PELAKSANAAN ON THE JOB TRAINING

Educational Management Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Educational Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KOMPETENSI DAN KINERJA APARATUR PADA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA KABUPATEN KARO

Jurnal Administrasi Publik : Public Administration Journal Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Publik Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.171 KB)

Abstract

Sental atau pentingnya pimpinan yang efektif guna mendukung kebijakan pemerintah kabupaten pusat, maka pemimpin daerah dalam hal ini adalah pemerintah kabupaten juga dituntut untuk mampu mengatur dan mengkoordinasi pegawai secara signifikan. Kondisi yang ada saat ini menuntut aparatur pemerintah untuk melakukan kinerja yang optimal agar dapat menghasilkan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Karena itulah proses penempatan pegawai dalam jabatan struktural merupakan titik awal dari keberhasilan layanan kepada masyarakat di masa mendatang.Dalam proses pengakatan pejabat struktural, awalnya diolah dalam Beperjkat yang mempunyai tugas pokok memberikan pertimbangan. Dalam memberikan pertimbangan, Beperjakat selalu berpedoman kepada peraturan yang ada, sehingga calon yang diusulkan semuanya sesuai denan persyaratan yang ditentukan (PP no 13 tahun 2002 pasal 1 ayat 2). Dengan mempertimbangkan persyaratan dan sistem administrasi lainnya, tahap selanjutnya Beperjakat mengusulakn 3 calon pejabat berdasarkan skala prioritas kepada bupati selaku pejabat pembina Kepegawaian, kemudian Bupati memutuskan slah satu calon yang akan menduduki jabatan struktural dimaksud. Kewelangan sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah membuat Bupati dapat melakukan perubahan nama baik sesuai urutan prioritas maupun memilih nama lain di luar calon yang diusulkan Beperjakat.

Kajian Tentang Penentuan Kriteria Penerimaan Pada Analisis Keselamatan INNR untuk Peningkatan Pengawasan Terhadap INNR

Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 4 No 2 November 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.966 KB)

Abstract

Dalam Perka 10 tahun 2006 tentang pedoman penyusunan LAK INNR bab 13 tentang Analisis Keselamatan Nuklir, belum terdapat penjabaran analisis keselamatan yang meliputi analisis bahaya dan kecelakaan dalam satu alur proses secara komperehensif yaitu pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi. Pada makalah ini dikaji tentang analisis kecelakaan pada instalasi nuklir non reaktor dengan menggunakan metode analisis kecelakaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94. Hasil kajian menunjukan bahwa analisis kecelakaan dalam metode ini diawali dengan skenario kecelakaan yang dilengkapi dengan pohon kejadian. Semua asumsi utama dalam skenario diidentifikasi dan dijustifikasi. Langkah selanjutnya adalah menentukan suku sumber kecelakaan yang terlepas secara tak sengaja melalui jalur yang dianalisis dengan menentukan semua parameter dan model fenomenologi. Setelah suku sumber ditentukan, konsekwensi akibat dispersi atmosfir atau jalur relevan lain ditentukan yaitu dengan melakukan analisis perhitungan perkiraan dosis yang diterima masyarakat akibat kecelakaan terpostulasi. Dari hasil kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa kriteria penerimaan berdasarkan referensi US-DOE-3009-94 yang meliputi pengembangan skenario, analisis suku sumber dan analisis konsekuensi dapat melengkapi Perka BAPETEN No. 10 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Analisis Keselamatan Instalasi Nuklir Nonreaktor untuk digunakan oleh evaluator atau pemohon untuk melakukan analisis keselamatan nuklir.