Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KECAKAPAN BERPIKIR SISWA KELAS XI PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN Handayani, Tri Suci; Sudargo, Fransisca; Nuraeni, Eni
Formica Education Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Education Online
Publisher : Formica Education Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran berbasis masalah terhadap penguasaan konsep dan kecakapan berpikir siswa kelas XI pada konsep sistem pencernaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 6 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen di SMAN 1 Cimahi yang dipilih secara cluster random sampling. Kelas eksperimen mendapat perlakuan menggunakan pembelajaran berbasis masalah sementara kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes penguasaan konsep yang terdiri dari 25 soal meliputi jenjang C1 sampai C4, tes kecakapan berpikir yang terdiri dari 7 Soal, dan angket untuk kelas eksperimen. Hasil pengolahan dan analisis data diperoleh nilai signifikansi posttest penguasaan konsep 0,301 dan nilai signifikansi posttest kecakapan bepikir sebesar 0,221. Sementara hasil uji beda rata-rata posttest indikator kecakapan berpikir siswa secara berturut-turut adalah, 0,657; 0,662; 0,117; dan 0,376. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan penguasaan konsep dan kecakapan berpikir yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Kata kunci : PBM, Penguasaan Konsep, Kecakapan Berpikir
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA SUBKONSEP DIFUSI OSMOSIS Sudesti, Resti; Sudargo, Fransisca; K, Mimin Nurjhani
Formica Education Online Vol 1, No 1 (2014): Formica Education Online
Publisher : Formica Education Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran berbasis praktikum untuk meningkatan penguasaan konsep dan  keterampilan proses sains siswa SMP pada subkonsep difusi osmosis. Model pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis praktikum dan pembelajaran konvensional dengan metode demonstrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah Non-Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini ada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tes penguasaan konsep, tes keterampilan proses sains, dan angket respon siswa. Tes diberikan pada awal pembelajaran dan setelah pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis praktikum mempengaruhi penguasan konsep dan keterampilan proses sains siswa. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan hasil tes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai pretest dan posttest kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Terdapat hubungan yang baik antara hasil tes penguasaan konsep dan keterampilan proses sains. Siswa memberikan respon yang positif terhadap model pembelajaran berbasis praktikum.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Praktikum, Penguasaan Konsep, Keterampilan Proses Sains, Difusi-Osmosis
KEMAMPUAN PEDAGOGIK CALON GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN PROSES SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM Sudargo, Fransisca; S, Soesy Asiah
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v15i1.287

Abstract

The aim of this research is to develop practical based biology learning to enhancing science process skill and critical thinking of high school students. Four pre-service teachers involved in this study, in order to develop their performance in innovation and variation of their teaching skills. The method of the study was descriptive and the samples were taken in purposive ways. Results of this study showed that the mean of critical thinking of four schools students that were taught through free inquiry and guided inquiry approach are 70,78, 62,28, 60,53 and 73,17. The mean of science process skill that was taken through observation sheet on concept water pollution is 81,43% and through written test is 73%. On concept nervous system there were significant improvement (α=0.05) between pre-test (25%) and post-test (70,44%). On concept soil and air pollution, there was no significance different between the use of pictorial sheet and ordinary sheet. The mean of students’ achievement on concept water pollution is 80,80; on concept sensory system: 73,69; on concept nervous system: 65,7. But there was no significance different between the use of pictorial sheet (49,74) and ordinary practical sheet (47,6) to enhance students’ achievement on concept soil and air pollution.Key words: practical based biology learning, critical thinking, science process skill
Applying Pre and Post Role-Plays supported by Stellarium Virtual Observatory to Improve Students’ Understanding on Learning Solar System Prima, Eka C; Putri, Chika L; Sudargo, Fransisca
Journal of Science Learning Vol 1, No 1 (2017): Journal of Science Learning
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jsl.v1i1.8708

Abstract

Solar system is an abstract phenomenon that needs to understand by junior high school students. The phenomenon cannot be observed directly in the classroom. In this research, the role-play model is first proposed to provide analogical phenomenon combined by Stellarium as an astrophysical virtual laboratory to give better visualization of Solar System Model. Role-play is a part of psychodrama used as a learning method to help students understand some aspects of science. However, the best strategy on this approach needs to be further investigated. The research attempts to improve students’ understanding on learning solar system. The role-play model is applied before or after using Stellarium virtual observatory as pre and post role-play learning designs, respectively. This research employed quasi-experimental method. The method used in this research is experimental with pretest-posttest design. There are three types of instrument used in this research. There are objective test, rubric, and questionnaire. The quantitative data of this research was collected by objective test (pretest-posttest), while the qualitative data is used to describe students’ performance and students’ responds in role-play. The result shows that there are statistically significant between pre role-play and post role-play. The N-gain of students’ understanding improvement on post role-play was 0.40 and pre role-play was 0.18. The result is confirmed by students’ performance and responds implying that students need learning concept previously so that they can perform role-play effectively.
Efektivitas Media Model Pembentukan Urin terhadap Hasil Belajar Siswa pada Konsep Sistem Ekskresi Yunengsih, Yuyun; Nurjhani, Mimin; Sudargo, Fransisca
BIOEDUSCIENCE Vol 2 No 2 (2018): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/2295-1032050

Abstract

Background: Proses dalam pembelajaran merupakan proses komunikasi yang di dalamnya melibatkan tiga komponen pokok, yaitu, komponen pengirim pesan, penerima pesan dan pesan pesan itu sendiri. Namun, tidak jarang terjadi kegagalan komunikasi di dalam proses pembelajaran. Hasil Observasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada kenyataannya dalam proses pembelajaran di kelas guru lebih mendominasi dan masih menggunakan metode ceramah, sehingga siswa cenderung pasif, bosan dan pada akhirnya tidak memiliki ketertarikan terhadap pembelajaran biologi. Untuk menghindari kegagalan komunikasi, maka guru perlu menyusun strategi pembelajaran, yang salah satunya adalah dengan memanfaatkan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan media model dalam proses pembelajaran. Metode: Penelitian eksperimen ini menggunakan empat macam instrument yaitu lembar observasi, test berupa pretest-posttest, kuesioner, dan lembar wawancara. Adapun siswa yang terlibat dalam penelitian ini yaitu sebanyak 72 siswa dari dua kelas yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen pembelajarannya menggunakan media model pembentukan urin sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional berupa ceramah ditambah dengan powerpoint. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan perencanaan pada RPP. Selain itu, hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dan media mendapatkan respon positif oleh beberapa pihak, sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan media model pembentukan urin efektif dalam pembelajaran sistem ekskresi. Kesimpulan: Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media model pembentukan urin efektif digunakan dalam membelajarkan materi system ekskresi.
CHANGING OF STUDENTS MENTAL MODEL ABOUT VIRUS THROUGH MICROBIOLOGY COURSE PROGRAM BASED ON MENTAL MODEL Hamdiyati, Yanti; Sudargo, Fransisca; Redjeki, Sri; Fitriani, Any
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v10i1.7777

Abstract

PERUBAHAN MODEL MENTAL MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN VIRUS MELALUI PROGRAM PERKULIAHAN MIKROBIOLOGI BERBASIS MODEL MENTAL  AbstractThis study aims to analyze changes in mental models of students on the subject of the virus through mental model based-microbiology course. The research method is pre-experiment with one-group pretest-posttest design. Respondents of this research consists of 5 semester students of Biology education program at UPI Biology Education Department of 39 students. The mental model based-microbiology course consists of several stages (syntax). The mental modeling instrument uses concept maps, while the students perceptions of the lecture program use a closed and open questionnaire. Data obtained in the form of concept maps before and after lectures on the subject of the virus. Concept maps are then analyzed by reference concept map. Quantitative data of the concept map is converted into qualitative data to determine the level of mental model, namely: emergent = score 1, transitional = score 2, close to extended = score 3, and complete (extended) = score 4. Questionnaire about the research program shows the change of mental model level on the subject of the virus before the implementation of the mental model based-microbiology course. is at emergent and transition level. After the implementation of the mental model based-microbiology course is at the transitional level and close to extended. This indicates an increase in the level of mental models of students through the mental model based-microbiology course. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan model mental mahasiswa pada pokok bahasan virus melalui program perkuliahan Mikrobiologi Berbasis Model Mental (MBM2). Metode penelitian yang dilakukan adalah pre- experiment dengan disain penelitian one-group pretest - postest design.  Responden penelitian ini terdiri dari mahasiswa semester 5 program studi pendidikan Biologi di Departemen Pendidikan Biologi UPI sebanyak 39 mahasiswa.  Program Perkuliahan MBM2 terdiri dari beberapa tahapan (sintaks). Instrumen model mental menggunakan peta konsep, sedangkan persepsi mahasiswa tentang program perkuliahan menggunakan angket tertutup dan terbuka. Data yang diperoleh berupa peta konsep sebelum dan setelah perkuliahan pada pokok bahasan virus. Peta konsep selanjutnya dianalisis berdasarkan peta konsep rujukan. Data kuantitatif peta konsep diubah menjadi data kualitatif untuk menentukan level model mental, yaitu : berkembang (emergent) = skor 1, peralihan (transitional) = skor 2,  mendekati lengkap (close to extended) = skor 3, dan lengkap (extended) = skor 4. Hasil penelitian menunjukkan perubahan level model mental pada pokok bahasan virus sebelum implementasi program perkuliahan MBM2 ada pada level berkembang (emergent)  dan peralihan (transitional) . Setelah implementasi program perkuliahan MBM2 ada pada level peralihan (transitional) dan mendekati lengkap (close to extended). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan level model mental mahasiswa melalui program perkuliahan MBM2.Permalink/DOI:http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7777 
The Effect of The Practical-Based Learning Model Toward Science Process Skills and Concept Comprehension of Regulation System Sari, Prima Mutia; Sudargo, Fransisca; Priyandoko, Didik
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.292 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v6i2.10245

Abstract

The aim of this research was to analyze the influence of practical-based learning model on the concept of regulation system of the science process skills and concept comprehension of student. Research method was a quasi-experimental with the matching pretest-posttest design. The research population consisted of all students in class XI in one of senior high school  in West Sumatra with a total population of 150 students. Sampling technique was a cluster random sampling. Sample consisted of 26 students of class experiment through practical-based learning and 26 students of class control through verification  practical learning. The instrument consist of a science process skills test and concept comprehension test. The data was analyzed using the Mann-Whitney test, Normalized gain. The results showed that there was a significant difference in science process skills and concept comprehension between the experimental and the control class. Herewith, it has been concluded that the practical-based learning model on the concept system of regulation improvement the science process skills and concept comprehension.
PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PADA MATA KULIAH ZOOLOGI VERTEBRATA MELALUI TEAM-BASED LEARNING DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Sa'adah, Sumiyati; Sudargo, Fransisca; Hidayat, Topik
EDUSAINS Vol 9, No 1 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v9i1.5475

Abstract

Abstract This study aims to analyze the improvement of mastery of student concepts after the implementation of team-based learning strategy, as well as to analyze its relationship with critical thinking skills. The research method is a quasi-experiment with pretest-posttest control group design. The subject of this study consists of 40 students who attended vertebrate zoology courses as an experimental class and 45 students as control class. The instrument used is the multiple choice test. The data obtained were analyzed statistically using SPSS 16 comprising analysis of mean difference test (t-test), effect size, and Pearson two tail correlation test. The result shows that the improvement of student mastery concept in experimental class is better than control class. This can be seen from the average difference test (t-test) of N-gain (<g>) which shows a significant difference (α = 5%), and the value of effect size (d) of 0.68 (high category). The Result of correlation test shows that critical thinking skill has a positive relation with mastery of student concept with co-determination value 0.4058 which means that critical thinking skill contributes 40.58% to student mastery concept. Keywords: Team-based learning, concept mastery, zoology vertebrate courses Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep mahasiswa setelah diterapkannya pembelajaran berbasis kelompok, serta menganalisis hubungannya dengan keterampilan berpkir kritis. Metode penelitian yang dilakukan adalah quasi experiment dengan disain penelitian pretest - postest control group design.  Sampel penelitian terdiri atas 40 orang mahasiswa yang mengikuti kuliah zoologi vertebrata sebagai kelas eksperimen  dan 45 orang mahasiswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes penguasaan konsep. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan SPSS 16 meliputi analisis uji beda rerata (uji t), effect size, dan uji korelasi Pearson two tail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penguasaan konsep mahasiswa pada kelas ekpserimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat dari uji beda rerata (uji t) N-gain (<g>) yang menunjukkan beda signifikan (α=5%), dan nilai efect size (d) sebesar 0.68 (kategori tinggi). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis memiliki hubungan positif dengan penguasaan konsep mahasiswa dengan nilai koofesien determinasi sebesar 0.4058 yang berarti bahwa keterampilan berpikir kritis memberikan kontribusi sebesar 40.58% terhadap penguasaan konsep mahasiswa. Kata Kunci: team-based learning, penguasaan konsep, zoologi vertebrata  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5475 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN OPEN INQUIRY DAN GUIDED INQUIRY TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA SMP PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHAN Suryani, Dwi Indah; Sudargo, Fransisca
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v7i2.1628

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the differences between the scientific attitude of students who use the Open Inquiry learning model with students who use Guided Inquiry learning model on the theme of temperature and changes. This study used Quasi Experiment with study design Matching Only pretestposttest control group design. The study sample consisted of 56 students of class VII from one SMP N in Palembang. The sampling technique used was cluster random sampling. Data collection techniques were scale scientific attitude. Data were analyzed using normality test, homogeneity test, and test Independent Samples Test using IBM SPSS Statistics 22 program and Microsoft Excel. Data obtained from the increase in scientific attitude to student learning model that uses the Open Inquiry of 0.30 with the moderate category and for students who use Guided Inquiry learning model of 0.21 with a lower category. The test results demonstrate the value of research hypothesis significance (2-tailed) of 0.031 <α (0.05) which means that H0 rejected and H1 accepted. It can be concluded that there are significant differences scientific attitude of students who use the Open Inquiry learning model with students who use Guided Inquiry learning model on the theme of the temperature and changes. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 56 orang siswa kelas VII dari salah satu SMP N di Kota Palembang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan skala sikap ilmiah. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, dan uji Independent Samples Test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22 dan Microsoft Excel. Diperoleh dari data peningkatan sikap ilmiah untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry sebesar 0,30 dengan kategori sedang dan untuk siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry sebesar 0,21 dengan kategori rendah. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukkan nilai signifikansi (2-Tailed) sebesar 0,031 < α (0,05) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sikap ilmiah siswa yang menggunakan model pembelajaran Open Inquiry dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Guided Inquiry pada tema suhu dan perubahan.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1628
PERSPEKTIF ILMIAH DAN KEYAKINAN TERHADAP EVOLUSI MAHASISWA BIOLOGI DI UNIVERSITAS BERBASIS AGAMA Suwarjono, Helmi; Rustaman, Nuryani Yogipratama; Rustaman, Nuryani Yogipratama; Sudargo, Fransisca; Sudargo, Fransisca; Hidayat, Tofik; Hidayat, Tofik
JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol 10, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.548 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v10i2.1874

Abstract

Evolusi merupakan kata kunci yang sangat krusial untuk dibahas dalam kaitannya dengan keyakinan di berbagai agama. Di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia evolusi adalah isu yang cukup sensitif dan kontroversi. Penelitian ini melakukan studi terhadap pandangan mahasiswa di universitas berbasis Islam terhadap konsep evolusi. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dengan informan kunci adalah 33 mahasiswa jurusan biologi serta 1 orang dosen sebagai informan tambahan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagian besar responden mempercayai evolusi sebagai asal usul keberagaman makhluk hidup, namun menentang teori tentang asal usul kehidupan terutama konsep ?common ancestor?. Temuan yang paling mengejutkan dalam penelitian ini adalah meskipun mereka tidak percayai beberapa bagian dari teori evolusi, mereka menyatakan akan tetap mengajarkannya ketika telah menjadi guru.