Sudargana Sudargana
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 10 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

ANALISA KARAKTERISTIK HIDRODINAMIK HYDROFOIL NACA 0015 MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.486 KB)

Abstract

Krisis energi dan lingkungan membuat manusia di dunia berusaha memanfaatkan energi alternatifterutama energi non CO2. Indonesia kaya akan potensi energi baru dan terbarukan terutama arus laut.Pemanfaatan energi ini membutuhkan turbin Darieus atau Gorlov dengan sudu profil hidrofoil. Dalamliteratur profil aerofoil, koefisien Lift dan Drag hanya dari susut serang 0 sampai keadaan Stahl.Sedangkan untuk turbin diperlukan koefisien Lift dan Drag dari 0 sampai 360o.Dengan diperoleh koefisien Lift dan Drag maka dapat diperkirakan perhitungan secara matematikkarakteristik turbin Darieus ataupun Gorlof. Dalam penelitian ini dipakai sudu NACA 0015. Untukmencari koefisien Lift dan Drag dapat diperleh dengan bantuan program Gambit dan fluent. ProgramGambit untuk membuat prototipe profil, sedang program fluent untuk mencari koefisien Lift dan Dragdengan sudut serang bergerak daro 0 sampai 360o.Hasil diperoleh kurva koefisien Lift sebagai sinusioda dengan periode 180o (π) dengan amplitudoberbeda antara -270o sampai 90o dengan 90o sampai 270o. Sedangkan koefisien Drag berupa harga mutlaksinusoida dengan periode 360o (2 π).

ANALISA PERANCANGAN TURBIN DARRIEUS PADA HYDROFOIL NACA 0015 DARI KARAKTERISTIK CL DAN CD PADA VARIASI SUDUT SERANG MENGGUNAKAN REGRESI LINIER PADA MATLAB

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.38 KB)

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan energi listrik serta menipisnya cadangan bahan bakar fosil, maka keadaan tersebut memaksa manusia untuk mencari energi alternatif (renewable energy) yang dapat diperbaharui yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Banyak energi alternatif yang dapat diperbaharui seperti pembangkit listrik tenaga air yang menjadi sumber energi yang berpotensi besar untuk dikembangkan saat ini. Terlebih dalam hal ini geografis Indonesia 63% wilayahnya terdiri dari laut menyimpan banyak potensi energi alternatif, khususnya energi arus laut. Maka dari itu perlu dikembangkan suatu alat yang dapat mengubah potensi energi arus air menjadi energi listrik sehingga cocok digunakan untuk perairan Indonesia. Dalam tugas ahir ini dilakukan perhitungan pada turbin Darrieus 3 sudu dengan menggunakan karakteristik hydrofoil NACA 0015, diameter 0.6 m, tinggi sudu 0.8 m, dan panjang chord 0.18 m dengan variasi sudut serang 0˚ sampai dengan 360˚ dengan variasi kecepatan 2 m/s, 2.5 m/s, 3 m/s, 3.5 m/s, dan 4 m/s. Dalam perhitungan ini nilai CL(Lift Coefficient) dan CD(Drag Coefficient) diperoleh dari hasil simulasi. Hasil simulasi akan menunjukkan hasil perhitungan berupa nilai torsi, daya turbin, daya hidrolis, dan efisiensi turbin. Dimana diperoleh nilai efisiensi pada kecepatan aliran 2 m/s sebesar 17.14 %, kecepatan aliran 2.5 m/s sebesar 19.776 %, kecepatan aliran air 3 m/s sebesar 21.02%, kecepatan aliran air 3.5 m/s sebesar 22.44 % dan kecepatan aliran 4 m/s sebesar 25.833 %. Dimana nilai efisiensi tertinggi didapat pada kecepatan 4 m/s sebesar 25.833 %.

UJI DESKRIPSI KONDUKTIFITAS THERMAL AMPAS ONGGOK AREN DENGAN VARIASI TEKANAN KOMPAKSI

ROTASI Volume 11, Nomor 3, Juli 2009
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.929 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian ampas/onggok aren sangat sulit, karena sifat yang sulit dikeringkandan mengandung serat tajam yang mmapu menembus kulit manusia. Pemanfaatan sementara untukmedia bududaya cacing. Karakteristik ongok yang kaku dapat dimanfaatkan sebagai bahan isolatorpanas dan peredam suara,Dalam pemanfaatan sebagai isolator panas dalam penelitian ini dipakai standar ASTM E 1225.Onggok digiling dan diayak dengan mess 100, dicampur dengan lem kayu dengan perbandigan berat3:5, dicetak sebagai silinder diameter 25 mm dengan penekanan 10, 15, 20 dan 25 bar. Onggok danagar bentuk bisa pejal dipanaskan dengan temperatur 55, 65, 75 dan 85oC selama 10 menit. Bahanuji disusuu seri dengan silinder kuningan dengan konduktifitas thermal 89,7 W/mK dan panjang 25mm. Agar perpindahan panas dua dimensi sebelah luar silinder di isolasi dengan foam dengankonduktifitas 0,04 W/mK.Hasil penelitian bahwa semua kelompok bereda nyata, semakin rendah penahanan temperatur dansemakin tinggi tekanan kompaksi akan semakin tinggi konduktifitas thermalnya.

TEGANGAN LISTRIK MINIMUM UNTUK JARAK ANTAR ELEKTRODE PADA PENGAPIAN DI UDARA

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 8, Nomor 1, Januari 2006
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.706 KB)

Abstract

Pada proses pengapian elektrode listrik tegangan yang dibutuhkan tergantung pada media dan jarak antarelektrodenya. Loncatan api listrik di dalam silinder motor bakar bekerja pada tekanan sekitar 7 bar sehinggamembutuhkan tegangan listrik sekitar 15 KV. Pada proses las listrik dengan jarak sangat dekat dan di udara (1 bar)hanya memerlukan tegangan sekitar 12 Volt.Pada proses yang membutuhkan jarak pengapian tertentu maka memerlukan tegangan pengapian yang cukupbesar. Tegangan ini perlu diidentifikasi agar proses pengapiannya berjalan lancar tanpa terjadi gangguan. Dalampenelitian ini dibuat sistem pengapian seperti pada sistem motor bakar bensin dengan sumber energi listrik darirectifier, pemutaran platina dengan motor listrik dan elektrode dengan jarum yang dapat diatur jaraknya. Perlakuanpada variabel jarak elektrode dan kecepatan putar platina sedang variabel terikatnya adalah tegangan listrikpengapian.Dari data hasil penelitian terlihat bahwa pada rentang celah 0,2 sampai 5 mm tegangan yang dibutuhkanberupa kurva eksponensial V = 3,337 e0,2927d dan V = 24,889 e-0,0002n , dimana d (mm): jarak antar elektrode dan n(rpm) kecepatan putar pengapian.

PENGUKURAN VISKOSITAS DAN NILAI KALOR BIO-DIESEL MINYAK BAWANG DENGAN VARIASI TEMPERATUR DAN KADAR MINYAK BAWANG

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.776 KB)

Abstract

Biodiesel dibuat dari minyak nabati dan dipakai untuk bahan pencampur bahkan menggantikan solar. Dua buahsifat bio-diesel untuk menentukan kualitas bio-diesel adalah viskositas dan nilai kalor. Viskositas sangat dipengaruhioleh temperatur. Viskositas yang tinggi pada temperatur rendah akan sulit pengaliran dan juga mempengaruhiatomisasi pada sistem injeksi. Sedangkan nilai kalor untuk menentukan spesifikasi pembakaran.Dalam penelitian ini dipakai minyak bawang sebagai bahan bakar bio-diesel dan dilakukan pengukuranviskositas dan nilai kalor percampuran solar-minyak bawang dengan komposisi 0 sampai 30 % minyak bawang denganrentang 5 %. Untuk pengujian viskositas ini digunakan range temperatur antara 7oC sampai dengan 90oC, denganrentang 1oC pada suhu 7oC sampai 10oC dan 5oC pada suhu antara 10oC sampai 90oC. Untuk populasi pengujianviskositas, pengambilan data diambil sebanyak 5 kali, sedangkan nilai kalor sebanyak 3 kali pengambilan data.Penelitian masih bersifat deskriptif dengan rancangan blok sederhana dan dipetakan.Hasil pengujian didapatkan bahwa biodiesel minyak bawang murni nilai kalor sebesar 9380 Cal/gr. Sedangkansolar sekitar 10900 Cal/gr. Pencampuran bahan bakar biodiesel minyak bawang-solar menghasilkan nilai kalor yanglebih rendah. Sedangkan untuk viskositasnya, biodiesel murni pada suhu 7oC memiliki viskositas 664 cP. Padatemperatur tersebut biodiesel telah membentuk gel. Sedangkan untuk campuran 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30%pada suhu 7oC memiliki viskositas sekitar 10 cP sampai dengan 11 cP.

PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN PLAT TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI BEBAS

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" Volume 3, Nomor 2, April 2001
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.144 KB)

Abstract

In general literature, there is no Nuselt Number formula on several angle flat plate at free convection. Thereare the local Nuselt Number formulas for forced convection heat transfer in cross flow on pipe. While in the practicaltecnology as in the boiler, we find pipe or plat at in angle. The aim of this research is to discript the influence of angleof plate to Nuselt Number for free convection heat transfer. The hot fluid is steam and cold fluid is water.Steam flow at low Renold Number or laminair flow (pressure difference about stagnation and static prssure at1 cm coloum water). We asume that thermal conducticity for plate material is known (from conduction table). From theseries heat transfer, convection on hot fluid, conduction on plate material and convection on cold fluid, we can find thefree convection at hot and cold fluid. Than we can calculate Nuselt Number at both free convection. The form of freeconvection at this result and theoritical are similar with a little deviation.

TEST CHARACTERISTICS OF THE TURBINE SAVONIUS 4 LEVELS SECTIONAL, PARTITIONED, 0.25 DIAMETER OVERLAP AND 45o SLIDING ANGLE WITH COMPARABLE STANDARD TURBINE

ROTASI VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : ROTASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.189 KB)

Abstract

The energy and environmental crisis where CO2 causes global warming and climate change. This condition encourage the world community take advantage of new renewable energy non-CO2 as wind, water currents, geothermal, solar, etc. Savonius Turbine has a simple construction can be made by the public so they can be used for wind power or hydro countryside. In this study aims to improve the efficiency and reduce the amplitude of vibrations to the modification of the 4-storey Savonius turbine, partitioned, sliding angle 45 degree and 0.25 diameter blade overlap. The location of research is Cokro Tulung Channel Klaten and Parangrucuk Baron Beach Gunungkidul. Measurements such as water current and wind speed, turbine rotational speed, torque of the turbine shaft and power. The turbines analysis are torque, power and efficiency characteristics and comparing by the turbine Savonius standard (one pair of blades). Results as hydro turbine at low velocity 0.3166 m/s Savonius 4 level had better revolution and efficient (0.0826) than 1 level (0.024), but as wind turbine at 3.056 m/s velocity the Savonius 4 level had worse efficiency (0.039) than 1 level (0.025) because the inertia load