Sudadi Sudadi
Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Published : 41 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH BAHAN ORGANIK TERHADAP POPULASI Aspergilhis flavus PADA BEBERAPA JENIS TANAH Sudadi, Sudadi; Setyorini, Endang
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 2, No 1 (2002)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v2i1.100

Abstract

The objective of the research was to study the effect of soil type and organic matters applied on the growth of innoculated Aspergilus flavus. Considering the caracleristics of soil and organic matter source types, the organic carbon content total nitrogen content. C/N ratio and pH of the soil were analized. The research design used was completely randomized block design with two factors, namely soil type (regosol, grucmosol and latosol) and organik matters applied (control; manure and straw). Treatment replication was considered as variation source of block. It was indicated that there was signcant effect (P < 0,05) of soil type on the growth of the fungsi. Latosol tended to give higher growth than regosol and grumosol. Though no significant effect of organics matters indicated, the fungsi showed better growth with application of straw. It seemed the result had nothing to do with the carbon and nitrogen content of the soil. They might be caused by other factors that should be studied further
POTENSI ISOLAT MIKROBIA ASAL ANDISOL DIENG, JAWA TENGAH SEBAGAI INOKULUM PUPUK HAYATI PENGOKSIDASI SULFUR Sudadi, Sudadi; Ernawati, Ika; Sumarno, Sumarno; Dewi, Widyatmani Sih; Widijanto, Hery
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v10i1.130

Abstract

Masalah kekahatan hara cenderung meningkat, termasuk kekahatan sulfur. Penggunaan pupuk NPK berkemurnian tinggi ikut mendorong terjadinya kekahatan hara di lahan pertanian. Masalah kekahatan hara ini dapat diatasi melalui penggunaan sulfur elementer yang disertai denngan pupuk hayati pengoksidasi sulfur. Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi mikrobia pengoksidasi sulfur yang diisolasi dari tanah Andisol Dieng, Jawa Tengah sebagai inokulan untuk pupuk hayati. Tanah Andisol Dieng secara alamiah mengandung sulfur yang cukup tinggi sehingga diperkirakan dihuni oleh banyak mikrobia pengoksidasi sulfur. Penelitian terdiri dari dua percobaan, masing-masing disusun dalam rancangan percobaan acak lengkap dua faktor, yaitu macam isolat mikrobia hasil isolasi dari Andisol Dieng dan lama inkubasi. Percobaan pertama menggunakan medium cair Czapek-dox + sulfur sedangkan percobaan kedua menggunakan medium vermikompos. Tiap-tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi jumlah S terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan pH medium. Dari hasil eksplorasi diperoleh satu isolat bakteri I1 dan tiga isolat jamur F1, F2 dan F3 yang menunjukkan kemampuan mengoksidasi sulfur pada medium Czapek-dox+ sulfur elementer agar. Hasil percobaan menunjukkan bahwa proses oksidasi sulfur meningkat seiring dengan bertambahnya waktu inkubasi yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah S-terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan menurunnya pH medium. Hasil serupa diperoleh dari percobaan kedua. Isolat jamur F2 menunjukkan potensi yang paling tinggi sebagai inokulan pengoksidasi sulfur yang ditunjukkan oleh kemampuannya tumbuh dan mengoksidasi sulfur yang paling tinggi baik pada medium cair Czapek-dox + sulfur maupun pada medium vermikompos.
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI ALKOHOL CIU BEKONANG SEBAGAI BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR PLUS Sudadi, Sudadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.87

Abstract

N/A
SERAPAN DAN KETAHANAN AZOLLA TERHADAP KROMIUM PADA VERTISOLS DAN ENTISOLS DENGAN BERBAGAI TINGGI GENANGAN AIR Sudadi, Sudadi; Ariyanto, Dwi Priyo; Purniawati, Erwin
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v6i2.57

Abstract

This research aims to study the effect of water level, soil kind, chromium concentration (Cr), and their interactions on uptake and tolerance of azolla to Cr. The research was done in March to May 2009 in the green house of Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University, Surakarta. The research used completely randomized design (CRD) factorial with three treatment factors, they were: soil kind (Vertisols of Jatikuwung and Entisols Colomadu, Karanganyar), water levels (0; 2; and 7 cm) and Cr concentrations (0; 5; 10; 15; and 20 ppm). There were 191 g of Vertisols and 200 g of Entisols pass to 2 mm sieve put into plastic pot and watering at various levels according to the treatments. A gram of fresh azolla was spread on each pot and incubated for three weeks. Each treatment combinations were replicated three times. Sampling was taken at 1, 2, and 3 weeks after planting for azolla biomass, Cr uptake of azolla, available Cr, and Cr toxicities symptoms of azolla. The data analyzed statistically by Kruskal Wallis test at 95% level significant, followed with Mood Median test. The result shows that soil kind has no significant effect, while water level, Cr concentration, and treatment interaction contribute highly significant influence on uptake and tolerance of azolla to Cr. The highest uptake of Cr at the Vertisols was taken at 7 cm water level and 15 ppm Cr concentration, while at the Entisols was in 2 cm of water level and 15 ppm Cr concentration. Azolla most tolerance to Cr at treatment combination of 2 cm water level and 10 ppm Cr concentration in Vertisols, and at 2 cm water level and 5 ppm Cr concentration at Entisols. Keywords: A. mycrophylla, chromium, Cr uptake and tolerance, water level
LAJU PERTUMBUHAN DAN PENAMBATAN N2 AZOLLA PADA BERBAGAI INTENSITAS PENYINARAN DAN TINGGI GENANGAN Suyana, Jaka; Sudadi, Sudadi; Supriyadi, Supriyadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.88

Abstract

N/A
Pengaruh Sifat Ketidakbalikon Tanah Gambyang Dihadapkan Pada Tingkat Lengas dan Lama Inkubasi Tertentu Terhadap Beberapa Sifat Kimianya Sudadi, Sudadi; Parwati, Parwati
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

N/A
EFEKTIVITAS BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA MACAM BAHAN PEMBAWA INOKULUM Supriyadi, Supriyadi; Sudadi, Sudadi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v1i1.90

Abstract

N/A
PENGARUH SAAT PEMUPUKAN UREA PADA SISTEM GANDA AZOLLA‐PADI SAWAH TERHADAP N‐KAPITAL TANAH DAN HASIL PADI DI ENTISOL Sudadi, Sudadi; Sumarno, Sumarno
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v8i2.4

Abstract

The purposed of research was to study the effect of urea use in dual system azolla‐rice paddy to soil capital nitrogen and rice yield on Entisol. Research was conducted on rice paddy field at Colomadu, Karanganyar district, Central Java. The experiment arranged in single factor randomized completely block design (RCBD), with eight treatments says D1 (azolla + 100 kg urea /ha at 0 day after planting‐dap), D2 (azolla + 100 kg urea /ha at 30 dap), D3 (azolla + 100 kg urea /ha at 60 dap), D4 (azolla + 50 kg urea /ha at 0 and 30 dap), D5 (azolla + 50 kg urea /ha at 30 and 60 dap), D6 (azolla + 50 kg urea /ha at 0 and 60 dap), D7 (control treatment ‐ without azolla nor NPK fertilizer), and D8 (lokal farmer treatment ‐ 250 kg urea /ha split three times, 50 kg/ha at 0 dap, 100 kg/ha at 30 dap and 100 kg/ha at 60 dap). Azolla inoculums spreaded 7 dap at rates 500 g/m2. Variables observed were soil capital nitrogen, soil total‐N, tissue total‐N, soil organic matter content and rice yield. Data taken was analyzed with anova and followed with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5 % level of significant. The results show that the use of urea in dual system azolla‐rice paddy increase soil capital nitrogen, soil total‐N, tissue total‐N, soil organic matter content and rice yield at Entisol. The highest soil capital nitrogen (0,953 kg/ha) and rice yield (8 ton/ha) were taken from the treatment of D8 and D3 respectively. Keywords: azolla‐rice paddy, rice yield, soil capital nitrogen, Urea
PENGARUH PUPUK ALAMI BERMIKROBA (BIO-NATURAL FERTILIZER) TERHADAP SERAPAN FOSFOR DAN PERTUMBUHAN KACANG TANAH PADA TANAH ALFISOL, ENTISOL, DAN VERTISOL Choirina, Yasinta; Sudadi, Sudadi; Widijanto, Hery
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v10i2.193

Abstract

Pengembangan pupuk alami bermikroba diperlukan untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Indonesia, kekahatan unsur hara, dan efisiensi pemupukan yang rendah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh formula pupuk alami bermikroba dan formula pupuk terbaik terhadap serapan P dan pertumbuhan kacang tanah pada berbagai macam tanah. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 faktor. Faktor pertama berupa formula pupuk alami bermikroba, yaitu P1 (vermikompos 100% tanpa bahan pengaya, tanpa inokulum mikrobia), P2 (vermikompos 66,67%, bahan pengaya 33,33% dan inokulum mikrobia fungsional NPKS dengan perbandingan 2:2:1:1), dan P3 (vermikompos 33,33%, bahan pengaya 66,67% dan inokulum mikrobia fungsional NPKS dengan perbandingan 2:2:1:1). Faktor kedua berupa varietas kacang tanah, yaitu Gajah dan Kelinci. Faktor ketiga berupa ordo tanah, yaitu Alfisols, Entisols, dan Vertisols. Variabel yang diamati meliputi P tersedia, serapan P, berat kering tanaman, pH tanah, populasi FPF, tinggi tanaman, dan berat segar tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan formula pupuk alami bermikroba berpengaruh terhadap pertumbuhan dan serapan P oleh kacang tanah pada berbagai macam tanah. Formula pupuk alami bermikroba P2 merupakan yang terbaik dalam meningkatkan serapan P oleh kacang tanah pada tanah Alfisol, Entisol, dan Vertisol, dan untuk pertumbuhan tanaman kacang tanah pada tanah Alfisol.
ISOLASI MIKROBA ASLI TANAH ANDISOL DIENG DAN KAJIAN POTENSINYA SEBAGAI INOKULAN PUPUK HAYATI PELARUT FOSFAT Sudadi, Sudadi; Widijanto, Hery; Putri, Linda Habsari Efendi
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v10i2.143

Abstract

Fosfor (P) merupakan unsur hara makro yang ketersediaannya bagi tanaman seringkali rendah. Penelitian bertujuan untuk menemukan mikrobia asli tanah Andisol Dieng yang berpotensi sebagai inokulan pupuk hayati pelarut fosfat. Percobaan dilakukan di Laboratorium Biologi Tanah, Fakultas Pertanian UNS, Surakarta. Penelitian diawali dengan eksplorasi untuk memperoleh isolat-isolat mikrobia tanah Andisol Dieng, dilanjutkan dengan dua percobaan di laboratorium. Percobaan pertama menggunakan medium cair Pikovskaya dan percobaan kedua menggunakan medium vermikompos. Kedua percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu macam isolat mikrobia (empat isolat) dan lama inkubasi (0, 1, 3 dan 6 hari untuk percobaan pertama dan 0, 2 dan 4 minggu untuk percobaan kedua). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebanyak 106 sel bakteri atau spora jamur diinokulasikan ke dalam tiap mililiter medium cair Pikovskaya atau tiap gram medium vermikompos.Variabel yang diamati adalah jumlah P-terlarut, kerapatan sel bakteri atau biomassa jamur dan pH medium. Hasil penelitian mendapatkan empat isolat mikrobia yang berpotensi sebagai pelarut fosfat yaitu satu isolat bakteri dan tiga isolat jamur yaitu Aspergillus niger, Fusarium sp dan Aspergillus tamarii. Jamur A. Niger memiliki potensi sebagai inokulan pupuk hayati pelarut fosfat paling tinggi bila dilihat dari kemampuannya berkembangbiak dan melarutkan fosfat dalam medium cair Pikovskaya dan medium vermikompos.