Articles

Found 8 Documents
Search

UJI PRODUKSI Mo-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN

Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.986 KB)

Abstract

UJI PRODUKSI Mo-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN. Selama ini telah dilaksanakan beberapa kali produksi Mo-99 dengan menggunakan bahan sasaran foil LEU buatan Argonne National Laboratory (ANL). Dalam produksi Mo-99 dengan proses Cintichem yang dimodifikasibahan sasaran foil LEU sangat menentukan. Telah dilakukan uji produksi Mo-99 hasil fisi dengan bahan sasaran foil LEU (LEU, < 20% U-235) buatan P2TBDU-BATAN dengan proses Cintichem yang dimodifikasi, meliputi pelarutan foil LEU menggunakan HNO3 9,5N, penarikan gas iodium, proses pemisahan dengan pengendapan α-Benzoin Oxime dan pemurnian Mo-99 melalui kolom kromatografi. Foil LEU larut dengan sempurna selama 30 menit dan penarikan gas iodium dilakukan dengan pendinginan nitrogen cair. Setelah melalui tahap pemisahan (pengendapan) dan pemurnian kolom I dan kolom II radionuklida pengotor masih besar dan aktivitas pengotor pemancar α melebihi persyaratan standard internasional yang ditetapkan yaitu sebesar 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Kata kunci: produksi Mo-99 HF, Sasaran Foil LEU P2TBDU PRODUCTION TEST OF Mo-99 FISSION PRODUCT USING LEU TARGET FOIL MADE IN P2TBDU – BATAN. Production of Mo-99 fission product using LEU target foil of Argonne National Laboratory (ANL) has been performed several times recently in BATAN. In the production of Mo-99 using modified Cinthichem method, the LEU target foil was very critical. This paper reported production test on Mo-99 fission product using LEU target foil ( LEU < 20% U-235) made by P2TBDU – BATAN using modified Cintichem method. The process included dissolving of LEU foil with 9.5 N HNO3, suctioning of iodine gas, separation process using precipitation with α–benzoin oxime, and purification by column chromatography. The LEU foil was completely dissolved after 30 minutes and gas suction was performed by cooling with liquid nitrogen. After separation and two purification steps, the radionuclide impurities were remained high and activity of αimpurities exceeded international standard requirements, i.e. 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Key words: Production of Mo-99 FP, Target foil LEU P2TBDU

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN KOLOID-KRISTALOID DAN KRISTALOID PRE OPERASI SECTIO CESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DI RSUD CILACAP

JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Vol 9, No 3 (2013): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai prosedur operasi, maka pelaksanaan sectio cesarea memerlukan tindakan anestesi. Anestesia yang digunakan pada operasi sectio cesarea tidak sama dengan jenis anestesi pada prosedur operasi lain. Operasi sectio cesarea, anestesi regional lebih sering digunakan dibandingkan anestesi general. Potensi untuk hipotensi dengan teknik spinal merupakan risiko terbesar bagi ibu bersalin. Salah satu penatalaksanaan untuk mencegah hipotensi pasca anestesi spinal adalah dengan pemberian cairan intravena sebelum pembiusan. Mengetahui pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloid dan kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinal terhadap tekanan darah di RSUD Cilacap Tahun 2012.Jenis penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pre test post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu sectio cesarea dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sejumlah 40 orang. Uji beda untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol dengan kelompok kasus menggunakan Independent Sample T-Test dan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol atau kelompok intervensi sebelum perlakuan menggunakan Paired Sample T-Test. Secara statitik ada pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinal terhadap Mean Arterial Pressure di RSUD Cilacap Tahun 2012. Kata Kunci : Cairan Koloid, Operasi Cesarea, Anestesi Spinal, MAP

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN KOLOID-KRISTALOID DAN KRISTALOID PRE OPERASI SECTIO CESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DI RSUD CILACAP

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LP3M STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.649 KB)

Abstract

Sebagai prosedur operasi, makapelaksanaan sectiocesarea memerlukan tindakan anestesi.Anestesia yang digunakan pada operasi sectio cesarea tidak sama denganjenis anestesi pada prosedur operasi lain. Operasi sectio cesarea,anestesi regional lebih sering digunakan dibandingkan anestesi general. Potensiuntuk hipotensi dengan teknik spinal merupakan risiko terbesarbagi ibu bersalin.  Salah satu penatalaksanaanuntuk mencegah hipotensi pasca anestesi spinal adalah dengan pemberian cairan intravena sebelum pembiusan. Mengetahui pengaruhpemberian cairan koloid-kristaloid dan kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinalterhadap tekanan darah di RSUD Cilacap Tahun    2012.Jenispenelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pre test post test with control group. Populasi pada penelitian iniadalah seluruh ibu sectiocesarea dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sejumlah 40 orang. Uji beda untukmengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol dengan kelompokkasus menggunakan Independent SampleT-Test dan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrolatau kelompok intervensi sebelum perlakuan menggunakan Paired Sample T-Test.Secara statitik ada pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloidpre operasi sectio cesarea  dengananestesi spinal terhadap Mean ArterialPressure di RSUD Cilacap Tahun 2012. Kata Kunci : Cairan Koloid, Operasi Cesarea, Anestesi Spinal, MAP

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN KOLOID-KRISTALOID DAN KRISTALOID PRE OPERASI SECTIO CESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DI RSUD CILACAP

JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai prosedur operasi, makapelaksanaan sectiocesarea memerlukan tindakan anestesi.Anestesia yang digunakan pada operasi sectio cesarea tidak sama denganjenis anestesi pada prosedur operasi lain. Operasi sectio cesarea,anestesi regional lebih sering digunakan dibandingkan anestesi general. Potensiuntuk hipotensi dengan teknik spinal merupakan risiko terbesarbagi ibu bersalin.  Salah satu penatalaksanaanuntuk mencegah hipotensi pasca anestesi spinal adalah dengan pemberian cairan intravena sebelum pembiusan. Mengetahui pengaruhpemberian cairan koloid-kristaloid dan kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinalterhadap tekanan darah di RSUD Cilacap Tahun    2012.Jenispenelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pre test post test with control group. Populasi pada penelitian iniadalah seluruh ibu sectiocesarea dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sejumlah 40 orang. Uji beda untukmengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol dengan kelompokkasus menggunakan Independent SampleT-Test dan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrolatau kelompok intervensi sebelum perlakuan menggunakan Paired Sample T-Test.Secara statitik ada pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloidpre operasi sectio cesarea  dengananestesi spinal terhadap Mean ArterialPressure di RSUD Cilacap Tahun 2012. Kata Kunci : Cairan Koloid, Operasi Cesarea, Anestesi Spinal, MAP

PENGARUH PEMBERIAN CAIRAN KOLOID-KRISTALOID DAN KRISTALOID PRE OPERASI SECTIO CESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DI RSUD CILACAP

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 9, No 3 (2013): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LP3M STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.601 KB)

Abstract

Sebagai prosedur operasi, maka pelaksanaan sectio cesarea memerlukan tindakan anestesi. Anestesia yang digunakan pada operasi sectio cesarea tidak sama dengan jenis anestesi pada prosedur operasi lain. Operasi sectio cesarea, anestesi regional lebih sering digunakan dibandingkan anestesi general. Potensi untuk hipotensi dengan teknik spinal merupakan risiko terbesar bagi ibu bersalin. Salah satu penatalaksanaan untuk mencegah hipotensi pasca anestesi spinal adalah dengan pemberian cairan intravena sebelum pembiusan. Mengetahui pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloid dan kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinal terhadap tekanan darah di RSUD Cilacap Tahun 2012.Jenis penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pre test post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu sectio cesarea dengan anestesi spinal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Cilacap. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sejumlah 40 orang. Uji beda untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol dengan kelompok kasus menggunakan Independent Sample T-Test dan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah antara kelompok kontrol atau kelompok intervensi sebelum perlakuan menggunakan Paired Sample T-Test. Secara statitik ada pengaruh pemberian cairan koloid-kristaloid pre operasi sectio cesarea dengan anestesi spinal terhadap Mean Arterial Pressure di RSUD Cilacap Tahun 2012. Kata Kunci : Cairan Koloid, Operasi Cesarea, Anestesi Spinal, MAP

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN CARA MENERAN YANG BENAR DENGAN TERJADINYA RUPTUR PERINIUM PADA IBU BERSALIN DI BPM NY. M SLEROK KOTA TEGAL

Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.989 KB)

Abstract

Persalinan adalah suatu proses fisiologis, diharapkan ibu melahirkan secara normal. Namun apabila pada waktuhamil tidak dijaga dan proses persalinan tidak dikelola dengan baik, maka dapat mengalami komplikasi selamakehamilan, persalinan, masa nifas, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pengelolaan yang baik selama prosespersalinan akan dapat meminimalkan terjadinya ruptur perineum. Pengetahuan ibu bersalin terhadap carameneran yang benar sangatlah penting, karena dengan mengetahui cara meneran yang benar ibu bisa mengetahuidan mengerti saat menghadapi persalinan.Rancangan dan jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, jenis data ada 2yaitu data primer dan data sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner serta data sekunderdata yang diambil dari laporan bulanan BPM NY.M Slerok Kota Tegal, sedangkan jumlah sampel yangdigunakan adalah 41 responden. Tehnik sampling dilakukan dengan purposive sampling yaitu pengambilansampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atausifat - sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil uji chi square setelah di ujikan kepada 41 responden adalah terlihatbahwa X² hitung 4.260 dan p value 0.119, berdasarkan level signifikan 0.05 dengan df=2 maka nilai X² tabeladalah 5,991, hal ini menunjukkan bahwa X² hitung lebih kecil dari X² tabel (4.260 < 5.991) dan p value lebihkecil dari α (0.119 > 0.05) yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada hubungan antara carameneran yang benar dengan terjadinya ruptur perinium.Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Ruptur perinium

HUBUNGAN ANTARA POSISI MIRING KIRI DENGAN PROSES MEMPERCEPAT PENURUNAN KEPALA JANIN PADA PROSES PERSALINAN DI BPM NY. M SLEROK KOTA TEGAL

Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.269 KB)

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah telah cukup bulanatau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpabantuan (kekuatan sendiri). Di dalam tahapan persalinan Kala I pengaturan posisi mempunyai pengaruhterhadap persalinan, seperti posisi miring kiri merupakan posisi istirahatyang paling baik, sering dipakaiuntuk intervensi yang mendesak, baik digunakan untuk mengatur kecepatan pada kala dua, memudahkanuntuk istirahat diantara kontraksi selama akhir kala satu dan pada kala dua persalinan. Rancangan danjenis penelitian ini adalah survry analitik dan crossectional, jenis data ada 2 yaitu data primer dan datasekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian lembar observasi serta data sekunder dengan kajianterhadap sumber atau reverensi yang relevan, sedangkan jumlah sampel yang digunakan adalah 24responden dan menggunakan analisis data dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adahubungan antara posisi miring kiri dengan proses mempercepat penurunan kepala janin, dengan sebagianbesar responden memilih untuk posisi miring kiri pada proses persalinan pada kala I. Disarankan agarpemilihan posisi persalinan lebih diperhatikan lagi oleh tenaga kesehatan.Kata kunci : Posisi miring, proses persalinan

THE EFFECTS OF PARTNERSHIP AND ENTREPRENEURSHIP TOWARD BUSINESS PERFORMANCE OF OYSTER MUSHROOM (PLEUROTUSOSTREATUS)

Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Vol 1, No 1 (2015): IJBE, Vol. 1 No. 1, January 2015
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to 1) analyze the effect of power on the performance of oyster mushroom business in Jember; 2) analyze the effect of partnerships on the performance of the white oyster mushroom business in Jember; and 3) analyze the effect of entrepreneurship on the performance of oyster mushroom business in Jember. The population in this study included the oyster mushroom cultivation farmers in Jember with the total population of 144 farmers; however, this study only used a sample size of 114 people. The data analysis method used was SEM (Structural Equation Modeling). Based on the analysis of data, it can be concluded that the power and partnerships have a significant effect, whereas entrepreneurship does not have a significant effect on the performance of oyster mushroom businesses in Jember. The study has managerial implications for the policy makers with the approach of: 1) prioritizing the power of the company that has a social characteristic by providing benefits in the form of non-materials, and this must be consistently implemented; 2) increasing partnership strategy through regular supervisions; 3) setting aside any entrepreneurial spirit which can jeorpardize the decision making in increasing production when prices are low.Keywords: power, partnership, entrepreneurship, business performanceABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) menganalisis pengaruh kekuasaan terhadap kinerja bisnis jamur tiram putih di Kabupaten Jember; 2) menganalisis pengaruh kemitraan terhadap kinerja bisnis jamur tiram putih di Kabupaten Jember; dan 3) menganalisis pengaruh kewirausahaan terhadap kinerja bisnis jamur tiram putih di Kabupaten Jember. Populasi dalam penelitian ini adalah petani budidaya jamur tiram putih di Kabupaten Jember. Jumlah populasi sebanyak 144 Petani budidaya jamur tiram putih. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel dari 114 orang. Metode analisis data yang digunakan SEM (Structural Equation Modeling). Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan dan kemitraan berpengaruh signifikan, sedangkan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis jamur tiram putih di Kabupaten Jember. Penelitian memiliki implikasi manajerial bagi pengambil kebijakan melalui pendekatan: 1) Memprioritaskan kekuasaan perusahaan yang bersifat sosial melalui memberikan imbalan berupa in-materiil yaitu konsisten dalam berkomitmen; 3) Peningkatan strategi pola kemitraan melalui pengawasan secara rutin; 4) Mengesampingkan jiwa kewirausahaan yang beresiko dalam memutuskan peningkatan produksi saat harga rendah.Kata kunci: kekuasaan, kemitraan, kewirausahaan, kinerja bisnis