Articles

Found 3 Documents
Search

Pemurnian Biogas Dari Gas Pengotor Hidrogen Sulfida (H2S) Dengan Memanfaatkan Limbah Geram Besi Proses Pembubutan Trisna Negara, Komang Metty; Tirta Nindhia, Tjokorda Gde; Sucipta, I Made; Atmika, I Ketut Adi; Putra Negara, Dewa Ngakan Ketut; Surata, I Wayan; Komaladewi, A.A.I.A. Sri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5, No 1 (2012): Volume 5, Nomor 1, Oktober 2012
Publisher : Jurnal Energi Dan Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to utilize waste steel chips from the process of turning (process in which lathemachine is used) for purification of biogas from the gas of hydrogen sulfide (H2S) contaminant to supportthe promotion of zero waste industrial and manufacturing process in the world. The waste of Iron chips iscollected and selected. Only long and spiral like of iron chips that are useful for this purpose. Since thechips having residual stress due to strain hardening during turning process, then the annealing processshould be done before compacting to form a billet.The thickness of the billet was 1 cm and 6 cm indiameter with weight 500 gram. The annealing proces was carried out by burning the iron chip until reachthe red color of fire. During the annealing process the iron inside the steel will react with oxygen to formiron oxide (Fe2O3) and if during oxidation there is a water vapor in the air then the iron bog ore Fe(OH)3 willbe formed. Both of Fe2O3 and Fe(OH)3 are very reactive to H2S and therefore able to eliminate the H2Scontaminant inside the Biogas. The billet is used as a filter and to be installed in the line of biogasdistribution. The result indicate that the the iron chips is potential to be utilized to reduce the H2Scontaminant in the biogas
Strategi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasokan Jeruk Siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar Demo Sucipta, I Made; Widia, I Wayan; Utama, I Made Supartha
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 4 No 2 (2016): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa) merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi Bali. Namun demikian, fakta menunjukan bahwa sistem agribisnis jeruk siam saat ini belum memberikan kemakmuran kepada petani skala kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui struktur, mekanisme, dan kelembagaan rantai pasokan jeruk siam di Kelompok Tani Gunung Mekar Kabupaten Gianyar; dan (2) Mengetahui prioritas rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja sistem manajemen rantai pasokan jeruk siam. Penelitian ini terdiri dari dua tahap dan setiap tahap membutuhkan responden serta alat analisis yang berbeda-beda. Tahap pertama (mengetahui struktur, mekanisme, kelembagaan rantai pasokan) menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dan tahap kedua (mengetahui prioritas rekomendasi) menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) sebagai alat analisisnya. Pengambilan sampel petani dilakukan secara purposive sampling dan sampel setelah petani ditentukan dengan metode bola salju (snowball sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga pola distribusi jeruk siam dengan  mekanisme rantai pasokan yang bersifat tradisional. Dalam rangka meningkatkan kinerja manajemen rantai pasokan jeruk siam, kriteria meningkatkan akses informasi, alternatif reliabilitas, dan indikator kinerja kualitas produk menjadi prioritas yang paling berperan penting. Siam citrus (Citrus nobilis var. microcarpa) is one of Bali's main commodities. However, the fact showed that agribusiness system of Siam citrus is not profitable enough for small scale farmers group. This research aimed to; (1) acknowledge the structure, mechanisms, and the systematic supply chain of Siam citrus in the Gunung Mekar Farmers Group of Gianyar Regency; and (2) know the priorities recommendations in order to increased supply chains performance of Siam citrus. This research study consisted of two stages, and each process required different respondents and analysis tools as well. The first stage (to know the structure, mechanisms, and systematic of the supply chain) is using the descriptive qualitative analysis, and the second stage (to know the recommendation priorities) is using the Analytical Hierarchy Process method (AHP) as the analysis tool. The sampling on farmer levels conducted purposively and the next sampling  level determined by snowball sampling method. The research resulted three distribution patterns of Siam citrus with traditional supply chain mechanism basic. The improvement of performance supply chain management on Siam citrus, information accessibility improvement, alternative reliability, and performance indicator of product quality became the most important priority.  
SIMULASI CFD PERPINDAHAN PANAS PARTIKEL PADAT PERKOTAAN PADA REAKTOR FLUIDIZED BED Putrawan, I Made Agus; Winaya, I Nyoman Suprapta; Sucipta, I Made
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi fluidized bed (FB) mengalami perkembangan yang pesat dan sukses diaplikasikan untuk berbagai jenis bahan bakar limbah seperti sampah padat perkotaan. Permasalahan yang kompleks dari aliran dua fase pada sistem FB akan diselesaikan menggunakan perangkat lunak CFD untuk mengetahui hidrodinamika terutama karakteristik perpindahan panas yang terjadi. Perhitungan simulasi menggunakan metode Discrete Particles Model (DPM) dan Eulerian Multiphase dari permasalahan aliran gas-padat serta analisis distribusi temperatur yang dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar yang mempunyai volatile matter (VM) tinggi seperti sampah. Perhitungan besarnya koefisien perpindahan panas pada reaktor akan dimonitor selama selang waktu 3 detik dengan menggunakan persamaan khusus (custom field function) yang ditulis dalam bahasa C+. Hasil perhitungan didapatkan bahwa VM pada bahan bakar mempengaruhi fluktuasi dari koefisien perpindahan panas. Kecepatan semu fluidisasi juga berdampak besar terhadap karakteristik distribusi temperatur dimana pada kecepatan yang paling tinggi (13cm/s) didapatkan temperatur yang lebih seragam akibat dari semakin stabilnya nilai koefisien perpindahan panas yang terjadi.