Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Komparasi Evaluasi Portofolio dan Tanpa Evaluasi Portofolio untuk Mata Pelajaran Kimia

Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peningkatan prestasi belajar kimia siswa melalui evaluasi portofolio. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IISMA Negeri 1 Sanden yang terdiri dari 6 (enam) kelas dengan jumlah siswa sebanyak 240 (dua ratus empat puluh). Sampel penelitian terdiri atas 2 (dua) kelas dengan jumlah siswa sebanyak 80 (delapan puluh), ditentukan menggunakan teknik cluster sampling yang dilakukan secara random. Sampel pertama yaitu kelas II 3 sebagai kelompok eksperimen dan sampel berikutnya yaitu kelas II 5 sebagai kelompok kontroL Hasil pengamatan peneliti dan kolabolator pada kelas yang menerapkan evaluasi portofolio menunjukkan bahwa untuk semua konsep siswa antusias memiliki skor rerata kelas 9 (skor minimal = 0, skor maksimal = 12), siswa sungguh-sungguh memiliki skor rerata kelas 3 12 (skor minimal = 0, skor maksimal = 16), dan siswa yang lebih tertarik pada pembelajaran kimia dengan skor rerata kelas 3 (skor minimal = 0, skor maksimal. = 4). Hasil uji-t satu arah terhadap skor rerata kelas yang menerapkan evaluasi portofolio (m,) dengan rerata skor kelas yang tidak menerapkan evaluasi portofolio (mj pada p = 0,05 dan df = 78 menunjukkan untuk konsep Termokimia t-hitung p < 2,40, Laju Reaksi t-hitung p < 3,25, Kesetimbangan Kimia /-hitung p < 5,37,iLarutan Elektrolit dan Non Elektrolit t-hitung p < 2,44, serta pada ulangan umum semester gasal t-hitung p < 5,86. Kesimpulan hasil analisis uji-/ secara keseluruhan menunjukkan bahwa m1 > m2. Jadi penerapan evaluasi portofolio pada pembelajaran kimia dapat meningkatkan prestasi belajar kimia siswa. Kata kunci: evaluasi portofolio, prestasi belajar kimia siswa

PENYULUHAN HUMAN TRAFFICKING BAGI KARANG TARUNA KELURAHAN SAMBIROTO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG

E-DIMAS Vol 2, No 2 maret (2012): E-DIMAS
Publisher : E-DIMAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractAdolescence is a period of transition from child to adult. In this transition period, teenagers tend to seek a new identity that is different from their previous identity. The process of search of the new identity makes the teens as a side that are vulnerable to crimes. One of them is human trafficking. Therefore, to anticipate the occurrence of human trafficking crime, Team of IKIP PGRI Semarang held counseling about human trafficking for Local Youth Association of Sambiroto Village, Tembalang, Semarang with the main goal is to make teenagers aware of the dangers of human trafficking and how to prevent this crime. The counseling was held on Saturday March 10, 2012 located at RW 1 Sambiroto Village, Tembalang, Semarang. This event was attended by 48 participants. The materials presented in this activity are the Youth and their problem, Human Trafficking (modus operandi and its main victims), and government efforts and how to prevent human trafficking crime. The methods used in this training include lectures, question and answer, and discussion. The resulting outputs are teenagers of Youth of Sambiroto Village are able to be aware of the dangers of human trafficking crime and know the ways to prevent this crime.Key Words: Counseling, Human Trafficking, Local Youth AssociationAbstrakMasa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Dalam masa transisi, remaja cenderung untuk mencari identitas baru yang berbeda dari identitas mereka sebelumnya. Proses pencarian identitas baru membuat para remaja sebagai sisi yang rentan terhadap kejahatan. Salah satunya adalah perdagangan manusia. Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan perdagangan manusia, Tim IKIP PGRI Semarang mengadakan konseling tentang perdagangan manusia untuk Asosiasi Pemuda Sambiroto Tembalang, Semarang dengan tujuan utama adalah untuk membuat remaja waspada bahaya perdagangan manusia dan bahgaimana mencegah tindak kejahatan. Konseling diselenggarakan pada Sabtu 10 Maret 2012 berlokasi di RW 1 Sambiroto, Tembalang, Semarang. Acara ini dihadiri oleh 48 peserta. Materi yang disajikan dalam kegiatan ini adalah mengenai remaja dan masalah mereka. Perdagangan manusia (modus operandi dan korban utamanya), upaya pemerintah dan bagaimana mencegah hal ini. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasilnya, remaja desa Sambiroto menyadari dan mewaspadi bahaya kejahatan perdagangan manusia dan mengetahui cara untuk mencegah kejahatan ini.Kata Kunci: Konseling, Perdagangan Manusia, Asosiasi Pemuda Lokal

PENYULUHAN HUMAN TRAFFICKING BAGI KARANG TARUNA KELURAHAN SAMBIROTO KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.23 KB)

Abstract

AbstractAdolescence is a period of transition from child to adult. In this transition period, teenagers tend to seek a new identity that is different from their previous identity. The process of search of the new identity makes the teens as a side that are vulnerable to crimes. One of them is human trafficking. Therefore, to anticipate the occurrence of human trafficking crime, Team of IKIP PGRI Semarang held counseling about human trafficking for Local Youth Association of Sambiroto Village, Tembalang, Semarang with the main goal is to make teenagers aware of the dangers of human trafficking and how to prevent this crime. The counseling was held on Saturday March 10, 2012 located at RW 1 Sambiroto Village, Tembalang, Semarang. This event was attended by 48 participants. The materials presented in this activity are the Youth and their problem, Human Trafficking (modus operandi and its main victims), and government efforts and how to prevent human trafficking crime. The methods used in this training include lectures, question and answer, and discussion. The resulting outputs are teenagers of Youth of Sambiroto Village are able to be aware of the dangers of human trafficking crime and know the ways to prevent this crime.Key Words: Counseling, Human Trafficking, Local Youth AssociationAbstrakMasa remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa. Dalam masa transisi, remaja cenderung untuk mencari identitas baru yang berbeda dari identitas mereka sebelumnya. Proses pencarian identitas baru membuat para remaja sebagai sisi yang rentan terhadap kejahatan. Salah satunya adalah perdagangan manusia. Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan perdagangan manusia, Tim IKIP PGRI Semarang mengadakan konseling tentang perdagangan manusia untuk Asosiasi Pemuda Sambiroto Tembalang, Semarang dengan tujuan utama adalah untuk membuat remaja waspada bahaya perdagangan manusia dan bahgaimana mencegah tindak kejahatan. Konseling diselenggarakan pada Sabtu 10 Maret 2012 berlokasi di RW 1 Sambiroto, Tembalang, Semarang. Acara ini dihadiri oleh 48 peserta. Materi yang disajikan dalam kegiatan ini adalah mengenai remaja dan masalah mereka. Perdagangan manusia (modus operandi dan korban utamanya), upaya pemerintah dan bagaimana mencegah hal ini. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Hasilnya, remaja desa Sambiroto menyadari dan mewaspadi bahaya kejahatan perdagangan manusia dan mengetahui cara untuk mencegah kejahatan ini.Kata Kunci: Konseling, Perdagangan Manusia, Asosiasi Pemuda Lokal

EFEKTIVITAS MEDIA MONOPOLI BERBAHASA (MONOSA) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF DI SD KELAS IV

Mimbar Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.323 KB)

Abstract

After doing research on media Monosa second stage showed the validity of the media after the revision and implementation of media Monosa trials at several schools. Based on the validation results showed that the learning media Monosa feasible to use in the classroom IV. This learning media can also create an atmosphere of fun and do not saturate because the learning is done with playing. Based on observations made during the study, these media have an aspect of media effectiveness, efficiency media, and the media and user interest is the entry criteria. Besides media Monosa able to give meaningfulness in learning, which enhances the value of the character's ability to work together, sportsmanship, individual activeness of learners, learner independence, critical thinking, and caring.Keywords: effectiveness, media Monosa, thematic learning integrative. 

ANALISA KELAIKAN FUNGSI JALAN BERDASARKAN PENDEKATAN KUANTITATIF AHP (Studi Kasus : Jalan Lobak Kota Pekanbaru)

SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Lobak merupakan salah satu jalan kolektor sekunder dengan panjang 1322 km di Kota Pekanbaru. Jalan ini masih banyak kekurangan dari segi standar teknis dan tingkat kepentingan penanganannya. Dengan demikian diperlukan penelitian uji laik fungsi jalan dan tingkat kepentingan penanganan Jalan Lobak pada syarat teknis ditujukan agar mengetahui kategori kelaikan pada ruas jalan tersebut dengan harapan dapat memberikan alternatif solusi untuk mengatasi masalah yang ada untuk memberikan layanan yang baik kepada masyarakat. Metode yang dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif AHP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kepentingan penanganan uji laik fungsi jalan. Analisa uji laik fungsi teknis jalan dilakukan dengan mengisi kuisioner oleh ahli jalan dan pihak terkaituntuk mengetahui tingkat kepentingan penanganan uji laik fungsi jalan. Hasil penelitian AHP didapatkan tingkat kepentingan penanganan pada struktur geometrik jalan.

PENERAPAN MEDIA MONOSA (MONOPOLI BAHASA) BERBASIS KEMANDIRIAN DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

Mimbar Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.771 KB)

Abstract

This research applying learning media Monosa (monopoli bahasa) based on the child's independence in the classroom. Research and development (RnD) aims to describe the prototype instructional media monosa independence based on elementary students. Based on the analysis to the needs of the draft obtained monosa products, namely media that not only disposable and made of material that is waterproof, medium-sized and can be placed on the table. Learning media containing material that is diverse and covers all aspects of language skills. Media with images that vary according to the material Indonesian elementary school fourth grade. Based on the validation results showed that the learning media Monosa fit for use. It can be used by learners, learning media can also create an atmosphere of fun and do not saturate because the learning is done with playing. After revisions based test experts, media monosa tested in small classes. Monosa showed that the media has the effectiveness, the efficiency, and has appeal to users. Based on observations made during the study, the media is capable of providing meaningfulness in learning, which enhances the value of the character's ability to work together, sportsmanship, the activity of individual students, student independence, critical thinking, and caring.Keywords: application, media monopoly of the language, elementary students.