Muhammad Subur
Pusat Radiosiotop dan Radiofarmaka-BATAN

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI Rustendi, Cecep T. Rustendi Taufik; Ramli, Martalena Ramli; Subur, Muhammad
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2509.174 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI. Radiosinovektomi adalah suatu alternatif terapi selain pembedahan dimana radiofarmaka pemancar beta disuntikkan ke dalam lapisan dalam bungkus sendi untuk mengobati reumatoid artritis. Salah satu sediaan radiofarmaka yang dapat digunakan dalam radiosinovektomi adalah 186Re_Sn koloid. Pembuatan 186Re_Sn koloid dilakukan dengan mencari kondisi reaksi terbaik untuk memperoleh efisiensi peJabelan yang tinggi (>95%), ukuran partikel yang sesuai dan kestabilan yang baik saat disimpan pad a suhu kamaI. Pembuatan 186Re_Sn koloid telah berhasil dilakukan dengan menggunakan rasio mol SnCh.2H20 terhadap Re senilai 1000: I (~ 50 mg SnCh.2H20) dan waktu pemanasan 90 menit dengan presentase efisiensi penandaan > 95%. 186Re_Sn koloid cukup stabil saat disimpan selama 24 jam pada suhu kamar dan mempunyai ukuran partikel yang sesuai untuk digunakan sebagai radiofarmaka untuk terapi radiosinovektomi. Kata kunci: 186Re_Sn koloid, radiosinovektomi, reumatoid arthritis ABSTRACT PREPARATION OF RHENIUM-186 TIN COLLOID AS RADIOSYNOVECTOMY AGENT. Radiosynovectomy is an alternative therapy besides surgery whereby a beta-emitting radiopharmaceutical is delivered into the affected synovial compartment in order to threat rheumatoid arthritis. One of radiopharmaceuticals that could be applied as radiosynovectomy agent is 186Re_Sn colloid. Preparation of 186Re_Sn colIoid has been carried out by searching the best condition of the reaction to obtain a high labeling efficiency (>95%), appropriate particle size and stable at room temperature. Preparation of 186Re_Sn colloid has been done successfulIy using a mol ratio ofSn to Re with value 1000:1 (~50 mg SnCh.2H20) by heating for 90 minutes and resulting >95% labeling efficiency. Stability of 186Re_Sn colloid was found to be good enough when it was stored at room temperature for 24 hours. The 186Re_Sn colIoid was also found to have an appropriate particle size for radiopharmaceutical agent for radiosynovectomy. Keywords: 186Re_Sn colIoid, radiosynovectomy, rheumatoid arthritis    
PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI Rustendi, Cecep T. Rustendi Taufik; Ramli, Martalena Ramli; Subur, Muhammad
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2509.174 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI. Radiosinovektomi adalah suatu alternatif terapi selain pembedahan dimana radiofarmaka pemancar beta disuntikkan ke dalam lapisan dalam bungkus sendi untuk mengobati reumatoid artritis. Salah satu sediaan radiofarmaka yang dapat digunakan dalam radiosinovektomi adalah 186Re_Sn koloid. Pembuatan 186Re_Sn koloid dilakukan dengan mencari kondisi reaksi terbaik untuk memperoleh efisiensi peJabelan yang tinggi (>95%), ukuran partikel yang sesuai dan kestabilan yang baik saat disimpan pad a suhu kamaI. Pembuatan 186Re_Sn koloid telah berhasil dilakukan dengan menggunakan rasio mol SnCh.2H20 terhadap Re senilai 1000: I (~ 50 mg SnCh.2H20) dan waktu pemanasan 90 menit dengan presentase efisiensi penandaan > 95%. 186Re_Sn koloid cukup stabil saat disimpan selama 24 jam pada suhu kamar dan mempunyai ukuran partikel yang sesuai untuk digunakan sebagai radiofarmaka untuk terapi radiosinovektomi. Kata kunci: 186Re_Sn koloid, radiosinovektomi, reumatoid arthritis ABSTRACT PREPARATION OF RHENIUM-186 TIN COLLOID AS RADIOSYNOVECTOMY AGENT. Radiosynovectomy is an alternative therapy besides surgery whereby a beta-emitting radiopharmaceutical is delivered into the affected synovial compartment in order to threat rheumatoid arthritis. One of radiopharmaceuticals that could be applied as radiosynovectomy agent is 186Re_Sn colloid. Preparation of 186Re_Sn colIoid has been carried out by searching the best condition of the reaction to obtain a high labeling efficiency (>95%), appropriate particle size and stable at room temperature. Preparation of 186Re_Sn colloid has been done successfulIy using a mol ratio ofSn to Re with value 1000:1 (~50 mg SnCh.2H20) by heating for 90 minutes and resulting >95% labeling efficiency. Stability of 186Re_Sn colloid was found to be good enough when it was stored at room temperature for 24 hours. The 186Re_Sn colIoid was also found to have an appropriate particle size for radiopharmaceutical agent for radiosynovectomy. Keywords: 186Re_Sn colIoid, radiosynovectomy, rheumatoid arthritis    
PREPARASI DAN UJI STABlLlTAS I77Lu-DOTA-NIMOTUZUMAB SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI. Human, Titis Sekar; Ramli, Martalena; Rustendi, Cecep Taufik; Subur, Muhammad
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 1 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PREPARASI DAN UJI STABlLlTAS I77Lu-DOTA-NIMOTUZUMAB SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI. Nimotuzumab adalah humanized monoclonal antibody  (mAb) yang spesifik terhadap epidermal growthfoctor receptor (EGFR), sasaran kunci dalam pengembangan obat terapi kanker. Dalam penelitian ini telah dilakukan preparasi dan uji stabilitas I77Lu-DOTA -Nimotuzumab sebagai  radiofarmaka  terapi yang diharapkan  lebih paten dibandingkan dengan penggunaan nitozumab atau radiasi secara sendiri- sendiri. Preparasi I77Lu-DOTA-Nimotuzumab, diawali dengan penyiapan immunokonjugat DOTA -  Nimotuzumab yang kemudian dilanjutkan dengan  proses  penandaan 77Lu dan proses pemurnian dengan kolom Sephadex G-25M, berhasil  memberikan I77Lu-DOTA-Nimotuzumab dengan kemurnian rad iokim ia > 99%. Untuk memonitor kualitas dan stabilitas hasil penandaan system kromatografi lapis tipis (KLT), dengan fase diam dan fase gerak masing-masing adalah ITLC-SG dan salin telah berhasil dikembangkan. Hasil uji stabilitas I77Lu-DOT A-Nimotuzumab memperlihatkan bahwa  radiommunokonjugat ini masih tetap utuh. Kemurnian radiokimia radioimmunokonjugat ini setelah penyimpanan selama 96 turut jam pada suhu kamar, pada suhu 4°C dan dalam serum pad a suhu 37°C berturut adalah 97,42 ± 0,59, 96,27 ± 0,08 dan 99,46 ± 0,07%. Kata kunci : I77Lu-DOTA-Nimbtuzumab, epidermal growth factor receptor (EGFR), radiofarmaka terapi ABSTRACT PREPARATION  AND  STABILITY TEST OF  I77Lu-DOTA-NIMOTUZUMAB  AS RADIOPHARMACEUTICAL  FOR  THERAPY. Nimotuzumab is a humanized monoclonal antibody (mAb) that targets the epidermal growth factor receptor (EGFR), a key target in the development of cancer therapeutics. In this research project a preparation and stability test of a potential therapeutic radiopharmaceutical, 177Lu-DOT A-Nimotuzumab, which was expected to be more potent than the use of Nimotuzumab or radiotherapy alone, had been carried out. Preparation of I77Lu-DOT A-Nimotuzumab, which was initiated by preparing of immunoconjugate DOTA-Nimotuzumab then followed by radiolabelling with  I77Lu and purification process using Sephadex G-25M column, resulted in a I77Lu-DOTA-Nimotuzumab with radiochemical purity I77Lu-DOTA77Lu -Nimotuzumab > 99%. A Thin-Layer Chromatography (TLC) system , where ITLC-SG used as static phase and saline as mobile phase, for monitoring   of quality and  stability of 177Lu-DOT A-Nimotuzumab, had also been developed Successfully. The Stability test  177Lu-DOT A-Nimotuzumab  showed that this radioimmunoconjugate was still intact for 96 hours. The radiochemical purity of  I77Lu-DOT A-Nimotuzumab ehich kept at room temperature, at 4 oC   in serum at 37°C  for  96  hours  was  found to be 97,42 ± 0,59, 96,27 ± 0,08 dan 99,46 ± 0,07%. Kaywords :  l77Lu-DOT A-Nimotuzumab, epidermal growth factor receptor (EGFR), therapeutic  radiopharmaceutical.  
Metoda Penyiapan Konjugat (DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]-(Trastuzumab)m Sebagai Bahan Radiofarmaka Radioimunoterapi (177Lu-DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]- (Trastuzumab)m RITAWIDYA, RIEN; SETYOWATI, SRI; RUSTENDI, CECEP TAUFIK; MASKUR, MASKUR; RAMLI, MARTALENA; HIDAYAT, BASUKI; SUBUR, MUHAMMAD; MUTALIB, ABDUL; MASHYUR, JOHAN
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 12 No 2 (2014): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.737 KB)

Abstract

Radioimunoterapi adalah terapi kanker yang memanfaatkan sifat spesifitas antibodi monoklonal dan efektivitas radionuklida pemancar radiasi alfa atau beta dalam menghancurkan sel kanker. Antibodi monoklonal humanized IgG1, trastuzumab, berinteraksi terarah secara selektif ke domain ekstraselular Human Epidermal Growth Factor Receptor-2 (HER-2). HER-2 merupakan reseptor target untuk terapi kanker payudara karena jenis kanker ini mengekspresikan berlebih HER-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metoda penyiapan konjugat (DOTA)n-[Dendrimer PAMAM]-(trastuzumab)m sebagai prekursor untuk pembuatan radioimukonjugat, (177 Lu-DOTA)n - PAMAM-(trastuzumab)m yang berpotensi untuk terapi kanker  payudara.  Sintesis  konjugat  (DOTA)n- [ Dendrimer PAMAM ]- (trastuzumab)m dilakukan dengan beberapa tahapan reaksi konjugasi. Karakterisasi hasil sintesis konjugat yang  dilakukan dengan sistem HPLC menggunakan kolom size exclusion (SE) dan detektor UV-Visible menunjukkan adanya serapan konjugat pada tR (waktu retensi) 10,53 menit, sehingga dapat dibedakan dari trastuzumab yang pada sistem tersebut menghasilkan serapan pada tR 10,70 menit. Kemurnian konjugat diuji dengan penandaan konjugat  tersebut menggunakan 177Lu dan kromatogram HPLC-nya diverifikasi dengan kromatogram 177Lu-EDTA, 177Lu-DOTA, dan 177Lu-DOTA-dendrimer- PAMAM sebagai uji non specific binding (NSB). Hasil menunjukkan bahwa kompleks 177Lu-konjugat pada Rf <0,3 sedangkan uji NSB menghasilkan kompleks 177Lu-EDTA,  177Lu-DOTA, dan 177Lu-EDTA pada Rf >0,6.