Articles
26
Documents
SINTESIS PEPTIDA P251-9 BERGUGUS PELINDUNG DENGAN METODE SINTESIS PEPTIDA FASA PADAT FMOC/TBU MENGGUNAKAN ADITIF OKSIMA

Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Sains dan Terapan Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peptida P25 merupakan epitop yang dapat dengan mudah mengaktivasisel T penolong. Sel T penolong teraktivasi berperan dalam aktivasi sel Buntuk membentuk antibodi. Peptida bahkan protein dapat dibuat denganmetode sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu menggunakan aditif HOBt.Namun sayangnya HOBt memiliki karakter yang mudah meledak. Padapenelitian ini telah berhasil disintesis bagian epitop P25 (peptida P251-9bergugus pelindung) yang memiliki tingkat kemurnian tinggi dan perolehan36,4% dengan metode sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu menggunakanaditif oksima pengganti HOBt.Kata kunci: Epitop, P251-9, sintesis peptida fasa padat Fmoc/tBu, oksima.

Codon Optimization and Chaperone Assisted Solubilization of Recombinant Human Prethrombin-2 Expressed in Escherichia coli

Microbiology Indonesia Vol 8, No 4 (2014): December 2014
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prethrombin-2 (PT2) is a thrombin precursor, which plays a role in the conversion of fibrinogen into fibrin during blood clotting process. Previous study reported that the expression of human prothrombin-2 (rhPT2) in Escherichia coli formed inclusion bodies. The aim of this study was to establish a strategy to express a soluble rhPT2 in E. coli. This study was animed to design and codon optimize human prethrombin-2 gene as well as to optimize the expression condition using four strains of E. coli. The codon adaptation index (CAI) of the unoptimized hpt2 gene was 0.336, with 56.8% GC content. After optimization, the CAI of optimized hpt2 became 1.000 with 53.1% GC content. The optimized gene was successfully cloned into pTWIN1 expression vector. Expression analysis indicated that only E. coli ArcticExpress strain could successfully express a soluble recombinant rhPT2 protein, with only part of rhPT2 being expressed in insoluble form. However, the rest of the E. coli strains used in the experiments failed to express the rhPT2 in soluble form. We are deducing that the success in achieving soluble expression was not only due to the availability of chaperonins Cpn60/Cpn10, which played a crucial role in the protein folding in E. coli ArcticExpress strain, but also due to the codon optimization of hpt2 gene.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DALAM KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA

Euclid Vol 1, No 2 (2014): Euclid Vol. 1 No. 2 Juli 2014
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.973 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk; (1) Mengetahui perbedaan kemampuan representasi matematis antara mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran learning cycle 7E dan pembelajaran konvensional. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis pada mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran learning cycle 7E. Uji coba penelitian ini dilakukan di FKIP Unswagati Cirebon, sampel penelitian kelas D dan G mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Ilmu Ekonomi tahun akademik 2013/2014. Hasil penelitian diperoleh (1) Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan representasi matematis antara mahasiswa yang pembelajarannya dengan menggunakan learning cycle 7E dengan pembelajaran secara konvensional.(2) Adanya peningkatan kemampuan representasi matematis yang signifikan pada mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan learning cycle 7E. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajarannya menggunakan learning cycle 7E dapat meningkatkan kemampuan representasi mahasiswa. Kata Kunci: learning cycle 7E, representasi matematis,

Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa (Studi Eksperimen di kelas VIII SMP Negeri 1 Lemahabang)

Euclid Vol 2, No 1 (2015): Euclid, Vol. 2 No. 1 Januari 2015
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.525 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Lemahabang. Kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 kelas dari 8 kelas yang ada dengan mengambil sampel secara sampling purposif. Masing-masing kelas sebanyak 33 siswa, kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis secara signifikan berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t yang nilainya 0,047 < 0,05. Secara deskriptif statistik juga dapat dilihat rata-rata peningkatan pemahaman pada kelas eksperimen sebesar 0,45 dan peningkatan pemahaman pada kelas kontrol sebesr 0,35. Kata Kunci: pembelajaran kooperatif tipe TGT, kemampuan Pemahaman Matematis.

Sintesis Tiga Peptida Bergugus Pelindung sebagai Prekursor Komponen Vaksin Influenza Universal

Jurnal Natur Indonesia Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Natur Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.702 KB)

Abstract

Current highly effective conventional vaccine to halt the spread of bird flu has not been invented yet because of susceptiblemutation of influenza virus. In spite of undergoing mutation which causes the amino acid sequence change, influenzaviruses maintain conservation at ectodomain of M2 protein, especially M2e(2-16) (SLLTEVETPIRNEW). The use ofconserved epitope M2e(2-16) in epitope-based vaccine potentially produces universal influenza vaccine. In designingepitope-based vaccine, the M2e(2-16) needs to be coupled with T helper epitope, P25, which is subsequently mentioned asM2e(2-16)-K-P25 (SLLTEVETPIRNEWGKKKL IPNASLIENCTKAEL). The M2e(2-16)-K-P25 was synthesized usingconvergent solid phase peptide synthesis strategy because of the size of the sequence. In this strategy, four peptideprecursors of M2e(2-16)-K-P25; SLLTEVETP (F1), IRNEWGK (F2), KLIPNASLI (F3), and ENCTKAEL (F4); were synthesizedin advance. After the precursors ready, coupling reaction was performed to obtain M2e(2-16)-K-P25. In the previousresearch, F3 has been obtained in high purity through Fmoc/tBu solid phase peptide synthesis method. In this conductedresearch, the three remaining precursors; F1, F2, and F4; were synthesized by the same method. Each peptide was analysedby thin layer chromatography, HPLC, and mass spectroscopy methods. F1, F2 and F4 were successfully synthesized andeach of them was detected at 1490.0, 1874.8 and 1881.9 amu, respectively. However, F1 was not possible to purify becauseof its insolubility in various solvents.Keywords: bird flu, epitope, precursor, solid phase peptide synthesis, universal influenza vaccine

PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM

Jurnal Teknotan Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase 

STUDI MUTASI TITIK A3243G DNA MITOKONDRIA PENYEBAB MATERNALLY INHERITED DIABETES AND DEAFNESS

Pharmaceutical Sciences and Research (PSR) Vol 5, No 3 (2008)
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.241 KB)

Abstract

Point mutation of mitochondrial DNA A3243G has been known as a cause of Mater-nally Inherited Diabetes and Deafness (MIDD). Potency of MIDD can be identified from patient phenotype of Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). The objective of this study is acquiring information about MIDD on patient of NIDDM type and obtaining the simple method to detect the point mutation of mtDNA A3243G.50 NIDDM patients were attained from RSCM Hospital, Jakarta. Information con-cerning family history with NIDDM and existences of deafness, medication, and other complication and manifestation were obtained through interview and ques-tioner. Point mutation of A3243G was determined with the method of PCR Allele’s Specific Amplification (PASA) Mismatch 2 bases and PCR-Restriction Length Poly-morphism (PCR-RFLP) with the HaeIIl restriction enzyme. Detectable Potency MIDDwas found by perceiving the patient phenotype and identifying the mutation of heteroplasmic A3243G utilizing the PASA method.Key words: MIDD, A3243G, mtDNA, PASA, PCR-RFLP.

SOYASAPONIN SEBAGAI ADJUVAN UNTUK MENINGKATKAN IMUNOGENISITAS VAKSIN INFLUENZA BERBASIS EPITOP M2e

Chimica et Natura Acta Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.422 KB)

Abstract

Indonesia menempati urutan pertama di dunia dalam kasus infeksi flu burung. Vaksin flu burung yang beredar saat ini masih berbasis hemaglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA) yang mudah mengalami mutasi. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan vaksin influenza universal yang berbasis epitop virus influenza yang lestari yaitu M2e. Namun diperlukan adjuvan untuk meningkatkan imunogenisitas M2e. Soyasaponin adalah salah satu jenis saponin yang berpotensi dikembangkan sebagai adjuvan. Dalam penelitian ini, digunakan epitop M2e yang telah dimodifikasi, M2e2-16-K-P25 dan soyasaponin I sebagai adjuvannya. Efektivitas vaksin diuji terhadap mencit galur BALB/c. Respon antibodi M2e yang dihasilkan pada serum mencit diukur dengan ELISA Berdasarkan penelitian ini, soyasaponin I terbukti dapat meningkatkan immunogenisitas epitop M2e2-16-K-P25 dengan cukup baik.

PERUBAHAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG SORGUM SETELAH HIDROLISIS PARSIAL DENGAN ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus Sp. (TERMAMYL®)

Chimica et Natura Acta Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.479 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk memperbaiki sifat tepung adalah dengan menggunakan perlakuan enzimatik dengan enzim α-amilase. Sifat fisikokima tepung sorgum yang sudah dihidrolisis sebagian dapat mengalami perubahan. Penelitian kelompok kami sebelumnya menunjukkan bahwa α-amilase komersial (Termamyl®) memiliki kemampuan untuk mendegradasi tepung sorgum. Pada penelitian ini sifat tepung sorgum yang telah didegradasi ditentukan yaitu mencakup volume pengembangan, viskositas, dan kristalinitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan volume pengembangan sebesar 60% pada suhu 95°C, penurunan suhu pembentukan pasta dari 80-85°C menjadi 70-75°C, dan pengurangan refleksi kristalit yang menunjukan perubahan kristalinitas dari semikristalin menjadi amorf pada tepung sorgum terhidrolisis bila dibandingkan dengan tepung sorgum sebelum hidrolisis.

POTENSI ENZIM α-AMILASE DARI Bacillus Sp. (TERMAMYL®) UNTUK PEMROSESAN TEPUNG SORGUM

Chimica et Natura Acta Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.666 KB)

Abstract

Tepung sorghum merupakan salah satu sumber karbohidrat non gluten yang dapat digunakan sebagai pengganti gandum. Sayangnya, makanan berbahan dasar sorgum seperti roti sorgum memiliki kecenderungan penurunan kualitas tekstur lebih cepat selama penyimpanan. α-Amilase rutin digunakan dalam pembuatan roti gandum sebagai antifirming untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik. Pada penelitian ini dilakukan penentuan karakter enzim α-amilase komersial (Termamyl®) serta menentukan potensinya untuk digunakan dalam pemrosesan tepung sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Termamyl® memiliki kemampuan untuk memecah pati mentah. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tepung sorgum yang diberi perlakuan Termamyl® mengubah bentuk granula pati sorgum dan juga mengurangi kandungan amilosa sebesar 27%.