Edy Subroto
Faculty of Agricultural Industrial Technology, Universitas Padjadjaran, West Java, Indonesia

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Enzymatic Interesterification of Fish Oil with Lauric Acid for the Synthesis of Structured Lipid Subroto, Edy; Hidayat, Chusnul; ., Supriyadi
Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Vol 19, No 2 (2008): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6066/340

Abstract

Structured lipid (SL) containing of medium chain fatty acid (MCFA) at outer position and polyunsaturated fatty acid (PUFA) at sn-2 position has superior dietary and absorption characteristics. The most methods for the enzymatic synthesis of SL were through two steps process, so that it was inefficient. Caprilic acid was usually used as a source of MCFA. In this research, SL was synthesized by enzymatic interesterification between fish oil and lauric acid. The specific lipase from Mucor miehei was used as catalyzed. Factors, such as the incubation time, substrate mole ratio, and reaction temperature were evaluated. The incorporation and the position of lauric acid on glycerol backbone and glyceride profile were determined. The results showed that SL containing of lauric acid at the outer position and PUFA at sn-2 was successfully synthesized, and it was done through one step process. From regiospecific determination, it showed that the position of lauric acid incorporation was only at the sn-1 and sn-3. Only 0.87% of lauric acid was incorporated at the sn-2. The optimum time and temperature of the reaction, and the substrate mole ratio were 12 h, 50?C and 1:10, respectively, in which the incorporation of lauric acid was 62.8% (mol). Glyceride profile was affected by incubation time, substrate mole ratio and reaction temperature. Triglyceride concentration decreased with an increase in the incubation time (> 12 h). In contrast, the diglyceride concentration increased at longer incubation time (> 12 h). Beside, triglyceride concentration increased with an increase in substrate mole ratio to 1:10, but it decreased when mole ratio of substrate was 1:15. At higher temperature (50?C), triglyceride decreased with an increase in the reaction temperature. In summary, the SL was successfully synthesized by the interesterification of fish oil and lauric acid using specific lipase of Mucor miehei.Key words : Interesterification, fish oil, lauric acid, structured lipids, lipase
PENGARUH BEBERAPA RASIO BAKTERI PEMBANGKIT (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) TERHADAP CITA-RASA YOGHURT. k, Indira K.; Subroto, Edy
Jurnal Teknotan Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai rasio antar bakteri pembangkit (starter) dalam pembuatan yogurt dapat merangsang pertumbuhan mikroba yogurt yang membentuk cita-rasa khas yang disukai. Dalam penelitian ini digunakan dua bakteri pembangkit, yaitu; Streptococcus thermophilus (St) dan Lactobacillus bulgaricus (Lb) pada pembuatan yogurt dari susu kental manis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan rasio, yaitu; P1= 1:1; P2 = 3:1 dan P3 = 5:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio P2 = 3:1 memiliki cita-rasa yang paling disukai dengan total populasi mikroba 1.28 x 1011 cfu/ml pada kadar asam laktat 0,22 persen dan kadar gula total 14.03 persen. Kata kunci: Rasio bakteri pembangkit (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus), Yogurt susu kental manis
PENGARUH WAKTU DAN SUHU REAKSI TERHADAP SINTESIS LIPID TERSTRUKTUR DARI MINYAK IKAN DAN ASAM LAURAT Subroto, Edy; Hidayat, Chusnul; -, Supriyadi
Jurnal Teknotan Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lipid terstruktur dengan medium chain fatty acid (MCFA) pada posisi luar dan polyunsaturated fatty acid (PUFA) pada posisi sn-2 memiliki nilai gizi dan absorbsi yang sangat baik. Dalam penelitian ini lipid terstruktur disintesis secara langsung melalui interesterifikasi enzimatis antara minyak ikan dan asam laurat. Reaksi dikatalisis oleh lipase spesifik 1,3 dari Mucor miehei. Faktor-faktor seperti waktu inkubasi  dan suhu reaksi dipelajari. Selanjutnya tingkat inkorporasi asam laurat dan profil gliserida ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan suhu reaksi optimum berturut-turut 12 jam dan 50 oC. Rasio mol optimum minyak ikan dan asam laurat adalah 1:10 dengan dihasilkan inkorporasi laurat mencapai 62,8 mol %. Pada waktu inkubasi yang lama, (lebih dari 12 jam), trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi, sedangkan digliserida meningkat seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi. Pada suhu reaksi di atas 50 oC, trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya suhu reaksi. Metode interesterifikasi ini cukup efektif untuk mensintesis lipid terstruktur spesifik. Kata kunci : Interesterifikasi, Minyak ikan, Asam laurat, Lipid terstruktur, Inkorporasi
MODIFIKASI PATI GARUT SECARA ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI MALTODEKSTRIN Subroto, Edy
Jurnal Teknotan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut merupakan sumber pati yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengoptimalkannya di antaranya adalah dengan memodifikasi pati garut secara enzimatis menjadi maltodekstrin yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai variabel yang berpengaruh serta mengamati perubahan sifat-sifat fisika maupun kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi enzim berpengaruh secara signifikasn terhadap nilai Dextrose Equivalen (DE) pada maltodekstrin yang dihasilkan, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik lainnya. Semakin tinggi suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi amilase maka Dextrose Equivalen (DE) maltodekstrin yang dihasilkan semakin meningkat. Perlakuan suhu reaksi 85 °C, selama 10 menit dan konsentrasi α-amilase 0,2 % menghasilkan maltodekstrin terbaik dengan rendemen 72,6 , DE 9,57, dan solubility 51,99 % dan warna putih.                                      Kata Kunci : pati garut, maltodekstrin, amilase, dextrose equivalen (DE)
Enzymatic Interesterification of Fish Oil with Lauric Acid for the Synthesis of Structured Lipid Subroto, Edy; Hidayat, Chusnul; ., Supriyadi
Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol 19, No 2 (2008): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structured lipid (SL) containing of medium chain fatty acid (MCFA) at outer position and polyunsaturated fatty acid (PUFA) at sn-2 position has superior dietary and absorption characteristics. The most methods for the enzymatic synthesis of SL were through two steps process, so that it was inefficient. Caprilic acid was usually used as a source of MCFA. In this research, SL was synthesized by enzymatic interesterification between fish oil and lauric acid. The specific lipase from Mucor miehei was used as catalyzed. Factors, such as the incubation time, substrate mole ratio, and reaction temperature were evaluated. The incorporation and the position of lauric acid on glycerol backbone and glyceride profile were determined. The results showed that SL containing of lauric acid at the outer position and PUFA at sn-2 was successfully synthesized, and it was done through one step process. From regiospecific determination, it showed that the position of lauric acid incorporation was only at the sn-1 and sn-3. Only 0.87% of lauric acid was incorporated at the sn-2. The optimum time and temperature of the reaction, and the substrate mole ratio were 12 h, 50?C and 1:10, respectively, in which the incorporation of lauric acid was 62.8% (mol). Glyceride profile was affected by incubation time, substrate mole ratio and reaction temperature. Triglyceride concentration decreased with an increase in the incubation time (> 12 h). In contrast, the diglyceride concentration increased at longer incubation time (> 12 h). Beside, triglyceride concentration increased with an increase in substrate mole ratio to 1:10, but it decreased when mole ratio of substrate was 1:15. At higher temperature (50?C), triglyceride decreased with an increase in the reaction temperature. In summary, the SL was successfully synthesized by the interesterification of fish oil and lauric acid using specific lipase of Mucor miehei.Key words : Interesterification, fish oil, lauric acid, structured lipids, lipase
PENGARUH BEBERAPA RASIO BAKTERI PEMBANGKIT (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) TERHADAP CITA-RASA YOGHURT. k, Indira K.; Subroto, Edy
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai rasio antar bakteri pembangkit (starter) dalam pembuatan yogurt dapat merangsang pertumbuhan mikroba yogurt yang membentuk cita-rasa khas yang disukai. Dalam penelitian ini digunakan dua bakteri pembangkit, yaitu; Streptococcus thermophilus (St) dan Lactobacillus bulgaricus (Lb) pada pembuatan yogurt dari susu kental manis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan rasio, yaitu; P1= 1:1; P2 = 3:1 dan P3 = 5:1. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio P2 = 3:1 memiliki cita-rasa yang paling disukai dengan total populasi mikroba 1.28 x 1011 cfu/ml pada kadar asam laktat 0,22 persen dan kadar gula total 14.03 persen. Kata kunci: Rasio bakteri pembangkit (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus), Yogurt susu kental manis
PENGARUH WAKTU DAN SUHU REAKSI TERHADAP SINTESIS LIPID TERSTRUKTUR DARI MINYAK IKAN DAN ASAM LAURAT Subroto, Edy; Hidayat, Chusnul; -, Supriyadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lipid terstruktur dengan medium chain fatty acid (MCFA) pada posisi luar dan polyunsaturated fatty acid (PUFA) pada posisi sn-2 memiliki nilai gizi dan absorbsi yang sangat baik. Dalam penelitian ini lipid terstruktur disintesis secara langsung melalui interesterifikasi enzimatis antara minyak ikan dan asam laurat. Reaksi dikatalisis oleh lipase spesifik 1,3 dari Mucor miehei. Faktor-faktor seperti waktu inkubasi  dan suhu reaksi dipelajari. Selanjutnya tingkat inkorporasi asam laurat dan profil gliserida ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan suhu reaksi optimum berturut-turut 12 jam dan 50 oC. Rasio mol optimum minyak ikan dan asam laurat adalah 1:10 dengan dihasilkan inkorporasi laurat mencapai 62,8 mol %. Pada waktu inkubasi yang lama, (lebih dari 12 jam), trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi, sedangkan digliserida meningkat seiring dengan meningkatnya waktu inkubasi. Pada suhu reaksi di atas 50 oC, trigliserida menurun seiring dengan meningkatnya suhu reaksi. Metode interesterifikasi ini cukup efektif untuk mensintesis lipid terstruktur spesifik. Kata kunci : Interesterifikasi, Minyak ikan, Asam laurat, Lipid terstruktur, Inkorporasi
MODIFIKASI PATI GARUT SECARA ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI MALTODEKSTRIN Subroto, Edy
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut merupakan sumber pati yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengoptimalkannya di antaranya adalah dengan memodifikasi pati garut secara enzimatis menjadi maltodekstrin yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai variabel yang berpengaruh serta mengamati perubahan sifat-sifat fisika maupun kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi enzim berpengaruh secara signifikasn terhadap nilai Dextrose Equivalen (DE) pada maltodekstrin yang dihasilkan, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik lainnya. Semakin tinggi suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi amilase maka Dextrose Equivalen (DE) maltodekstrin yang dihasilkan semakin meningkat. Perlakuan suhu reaksi 85 °C, selama 10 menit dan konsentrasi α-amilase 0,2 % menghasilkan maltodekstrin terbaik dengan rendemen 72,6 , DE 9,57, dan solubility 51,99 % dan warna putih.                                      Kata Kunci : pati garut, maltodekstrin, amilase, dextrose equivalen (DE)
KAJIAN KARAKTERISTIK TEKSTUR (TEXTURE PROFIL ANALYSIS) DAN ORGANOLEPTIK DAGING AYAM ASAP BERBASIS TEKNOLOGI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA Indiarto, Rossi; Nurhadi, Bambang; Subroto, Edy
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.43 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13562

Abstract

Daging ayam asap merupakan salah satu makanan yang banyak diminati masyarakat karena aroma dancitarasa yang khas. Umumnya daging ayam asap dilakukan dengan pengasapan tradisional. Sejak dikenalteknologi asap cair pengolahan daging ayam asap dapat dilakukan dengan lebih praktis dan aman denganpenambahan asap cair. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui katakteristik fisik Texture Profile Analysis (TPA)dan organoleptik daging ayam asap dengan penambahan asap cair R1 dan R2. Metode penelitian yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi asap cair 1%, 3%, 5%, 7% danperlakuan asap cair (R1 dan R2). Hasil penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi asap cair dapatmeningkatkan secara signifikan hardness R1 7% dan R2 3%, springiness R1 3% dan R2 5%, cohesiveness R1 danR2 masing- masing 5%, gumminess R2 3%, 5%, chewiness R1 dan R2 masing- masing 5% serta resilience R2 5%.Panelis cenderungan lebih menyukai daging ayam asap dengan penambahan R1 dibandingkan denganpengasapan menggunakan smoke cabinet untuk parameter warna, citarasa, after taste dan penambahan R2 untukparameter aroma, warna, citarasa dan after taste. Secara umum penambahan asap cair R1 dan R2 konsentrasi 3%paling disukai oleh panelis.