p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Sawitri - Subiyanto
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Unversitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang Kota Semarang) Rahayu, Lasmi -; Subiyanto, Sawitri -; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh oleh PBB diharapkan dapat menunjang performance dalam pengelolaan tugas perpajakan. Salah satu produk citra satelit resolusi tinggi yang dimiliki adalah citra GeoEye. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi objek pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan mengevaluasi peta PBB berdasarkan hasil identifikasi data penginderaan jauh dan survei lapangan.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah identifikasi perubahan objek bangunan dari hasil overlay peta PBB dengan citra terkoreksi geometrik dengan cara interpretasi secara visual. Hasil interpretasi perubahan kemudian dilakukan uji ketelitian interpretasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa teridentifikasi 15176 buah bangunan belum terpetakan pada peta PBB dengan luas bangunan belum terpetakan sebesar 1560415,057 m2.Kata Kunci: penginderaan jauh, citra GeoEye, objek Pajak Bumi dan Bangunan ABSTRACT Remote sensing is the science and art to get information about an object, area, or phenomenon through the analysis of data obtained with a device without direct contact with the object, area, or phenomenon under study. Utilization of remote sensing technology by administrator of land and property tax is expected to support performance in management of taxation duty. One of the products of high-resolution satellite imagery is GeoEye imagery. The purpose of this study is to identify the object of land and property tax by using remote sensing data and evaluate the land and building tax maps based on the identification of remote sensing data and  field  surveys. The method used in this study is the identification of the object changes in property taxes from the land and property tax map overlay image geometric correction by means of visual interpretation. Results interpretation changes then test the accuracy of interpretation. The results showed that the identified 15 176 pieces uncharted building on PBB map with a building area of 1560415.057 uncharted m2.Keywords: remote sensing, GeoEye imagery, land and property tax object
ANALISIS PRODUKSI PADI DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA PEKALONGAN Said, Husen Ibnu; Subiyanto, Sawitri -; Yuwono, Bambang Darmo
Jurnal Geodesi Undip Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSawah merupakan media atau sarana untuk memproduksi padi. Sawah yang subur akan menghasilkan padi yang baik. Indonesia termasuk Negara agraris yang sebagian wilayahnya adalah pertanian, yang dapat memproduksi padi lebih banyak. Namun, karena adanya pembangunan pabrik atau bangunan lainnya di lahan pertanian, menyebabkan produksi pertanian kian berkurang.Perhitungan luas area tanaman padi dilakukan dengan melakukan overlay antara peta hasil klasifikasi dengan peta hasil NDVI pada citra Landsat 8. Sedangkan untuk menghitung produksinya dilakukan dengan menggunakan metode ubinan seperti yang dilakukan oleh BPS dan Dinas Pertanian.Luas area tanaman padi di Kota Pekalongan yaitu sebesar 664,96 hektar dengan nilai luas terbesar berada di Kecamatan Pekalongan Selatan yaitu sebesar 425,33 hektar dan luas terkecil berada di Kecamatan Pekalongan Barat  yaitu sebesar 16,86 hektar. Sedangkan nilai produksi padinya diperkirakan mencapai 4443,05 ton gabah dengan produksi terbesar berada di Kecamatan Pekalongan Selatan yaitu sebesar 2841,92 ton dan produksi terkecil berada di Kecamatan Pekalongan Barat yaitu sebesar 112,65 ton.Kata Kunci : Sawah, citra Landsat 8, Luas area tanaman padi, Produksi padi ABSTRACTPaddy field is a media or means to produce rice. The fertile paddy field will produce good rice. Indonesia is an agrarian country which is most of the territory is agriculture that can produce rice in the high scale. However, due to the construction of factory or other building on the farmland, causing the agricultural production is diminished. The calculation for the area of paddy crop is done by overlaying between the maps result of the classification with the maps result of NDVI on the citra landsat 8. Whereas, for counting the production is done by using ubinan method as performed by the BPS and the Department of Agriculture.The farmland paddys area in Pekalongan in the amount of 664.96 hectares with the largest area is in the sub district of south Pekalongan in the amount of 425.33 hectares and the smallest area is in the sub district of south Pekalongan in the amount of 16.86 hectares. While the value of paddy production is estimated at 4443.05 tons of unhulled rice with the largest production in the Sub district of South Pekalongan in the amount of 2841.92 tons and the smallest production located in the sub district of West Pekalongan in the amount of 112.65 tons.Keywords: paddy, Citra Landsat 8, The area of paddy crop, paddy production.