Agus Subagiyo
Environmental Health Department, Polytechnic Health Ministry of Semarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBUATAN SISTEM PENGOLAH AIR BERSIH MENGGUNAKAN MATERIAL FOTOKATALIS TITANIA (TiO2) Sutanto, Heri; Hidayanto, Eko; Subagiyo, Agus; Widiyandari, Hendri; Nugroho, Indro Adi; Rahmawati, Zakiyah
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah berhasil dibuat sistem pengolah air bersih menggunakan material fotokatalis titania (TiO2). Sistem pengolah air bersih yang terdiri dari 2 pompa yang bertujuan untuk mengalirkan air kotor ke bak penampungan pertama, dan pompa kedua untuk mensirkulasikan air yang telah melewati biofilter untuk diolah melalui reaktor foto katalis TiO2 yang diaktifasi dengan menggunakan lampu UV sebanyak 2 buah masing-masing dengan daya 10 W. Lapisan tipis TiO2 dideposisi di atas substrat gelas dengan metode sol-gel teknik spray coating. Titanium Tetraisopropoxide 0,5 M dilarutkan ke dalam Diethylene Glycol dengan perbandingan mol DEG: (Ti(OC3H7)4 adalah 4:1 lalu diaduk dengan magnetic stirrer pada laju putar sebesar 1500 rpm selama 2 jam. Gel TiO2 hasil sintesis kemudian dimasukan ke dalam tabung spray-coater dan diberi tekanan Sebelum disemprot, substrat gelas dipanaskan pada temperatur 70oC untuk meningkatkan daya ikat antara larutan dengan substrat. Lapisan hasil penyemprotan selanjutnya di oven pada temperatur 200oC selama 30 menit dan sintering pada temperatur 450oC selama 2,5 jam. Hasil pengujian struktur kristal dengan x-ray diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa semakin banyak pelapisan yang dilakukan menyebabkan kualitas kristal dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya nilai FWHM. Selain itu, semakin banyaknya pelapisan yang dilakukan menyebabkan ukuran kristalit dari lapisan tipis TiO2 meningkat. Citra SEM lapisan tipis TiO2 menunjukkan bahwa semakin besar molaritas prekursor TiO2 menyebabkan kuantitas keretakan pada permukaan semakin menurun. Hasil pengujian BOD dan COD dari sistem pengolah air bersih menunjukkan bahwa sistem yang dibuat telah mampu mereduksi kandungan BOD hingga 5,76 mg/L dan COD hingga 25,22 mg/L. Kata kunci: Lapisan Tipis TiO2, Spray Coating, Foto Katalis, Substrat Gelas
Aedes sp Density Analysis as an Evaluation of PSN-DBD on Primary Purwokerto Year 2013 Widiyanto, Arif; Subagiyo, Agus; Martanti, Listyaning Eko
Jurnal LINK Vol 10, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PSN- DBD is the method to reduce mosquitos larva breeding sources, which is a vital strategy for preventing Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Active public participation is required to implement PSN- DBD. Community is not only regarded as an object, but also as the subject or perpetrator. The main targets of the PSN - DBD is all families; communities; schools; and public places, including industrial areas. These targets are expected to perform PSN - DBD by eliminating mosquito breeding places and maintaining healthy environment in their homes and respective communities on an ongoing basis. The purpose of this study was to determine container index and describe the implementation of PSN - DBD on elementary environments in Purwokerto. The descriptive method was used to survey eight elementary schools in Eastern, Western, Norhtern, and Southern districts of Purwokerto. The study was conducted by counting the larvae of Aedes sp to identify container index in tubs, water containers and containers of water for ritual wash. Findings revealed container index of 25 % at SDN 1 Bantarsoka and SDN 1 Karang Klesem, while container index of other elementary schools was 0%. PSN - DBD had been implemented in all elementary, except at SDN 1 Bantarsoka and SDN 1 Karang Klesem. Efforts to clean the tubs and drainage systems had not been carried out regularly for at least once a week. The schools should pay an active role in blocking the chains of the diseases transmission through PSN-3M activities, which included cleaning water containers and drainage systems, burying ground surface/ destroying potential mosquito breeding sites, and closing the water reservoirs. In addition, schools should always maintain good environmental school hygiene.
Frequency of Use Mukena Relations With Number of Figures Germs In Mukena Subagiyo, Agus; Widiyanto, Arif; Cahyono, Tri
Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The type of research is quasi-experimental with 3 times replication. The samples of the study are 15 pieces of mukena using purposive sampling technique. Analysis of data from the measurement results, observations, and laboratory tests. The result of the study showed that the sanitary condition of the mosque with a score of 885 indicates as a good criteria, sanitary conditions inside the mosque with a score of 77.78% indicates as a good criteria, sanitary condition of Mukena storage area with a score of 42.85% indicates as poor criteria. The average temperature and the humidity of prayer room are 27.° C and 80.20%. Total number of germs on mukena is 788.4 colonies / cm ² on average, with a range between 44 colonies / cm ² up to 2561 colonies / cm ². The difference in number of germs on mukena showed that the highest number is from the frequency of usage 20 times to 40 times, which is 795 colonies / cm ². That is, the more often the mukena used, the higher the number of germs on mukena. So the number of germs on mukena is influenced by the frequency of usage.
STUDI PROSES PENANGANAN LINEN DI RUMAH SAKIT EMANUEL BANJARNEGARA TAHUN 2015 Legowati, Agnesti Endang; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3058

Abstract

Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara merupakan rumah sakit Tipe C, dengan nilai (Bed Occupancy Ratio) 64,88%, jumlah tempat tidur 180. Lingkungan rumah sakit yang kurang baik merupakan sumber potensi terjadinya infeksi nosokomial, salah satu lingkungan tersebut adalah penanganan linen. Proses penanganan linen ada beberapa tahap yang belum memenuhi standar diantaranya, pengangkutan menggunakan kereta linen yang tidak terlindungi sehingga bisa menjadi potensi cemaran bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses penanganan linen dan mendiskripsikan proses penanganan linen, jumlah rata-rata linen kotor, jenis linen serta mengetahui jumlah angka kuman spora spesies Bacillus sp. pada linen bersih setelah keluar dari proses. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu dengan cara membandingkan hasil penelitian yang dilakukan dengan teori dan peraturan yang berlaku yaitu KepMenkes RI Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Proses penanganan linen di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara dalam katagori cukup baik dengan nilai 70%. Hasil pemeriksaan mikrobiologi spora spesies Bacillus sp. pada seprei (0,62 inc), sarung bantal (19,22 inc2), sarung guling (4,96%) dan selimut (127,72 inc2 ). Peneliti menyimpulkan proses penanganan linen masih ada yang belum baik yaitu proses pengangkutan linen kotor karena troli yang digunakan sama antara linen infeksius dan non infeksius tetapi kantongnya sudah terpisah. 2
FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR ENZIM CHOLINESTERASE PADA DARAH PETANI KENTANG DI GAPOKTAN AL-FARRUQ DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Wicaksono, Aulia Bagas; Widiyanto, Teguh; Subagiyo, Agus
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2985

Abstract

Upaya perlindungan kesehatan masyarakat dalam Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan Pasal 39 dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sehat yang bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan. Pasal 39 Ayat 2 huruf e menjelaskan unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan adalah pestisida. Di Indonesia banyak terjadi kasus keracunan pestisida yaitu penurunan kadar enzim cholinesterase. Pestisida masuk kedalam tubuh manusia salah satunya melalui faktor internal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor internal yang berhubungan dengan kadar enzim cholinesterase. Metode penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan Maret hingga Juni 2016. Populasi dan sampel penelitian yaitu total petani kentang di Gapoktan Al-Farruq dengan jumlah 38 petani kentang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboraturium. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi, dan bivariate menggunakan uji chi-square dengan a 5%. Hasil penelitian menggunakan alaisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan dengan kadar enzim cholinesterase (p=1,000), tidak ada hubungan antara umur dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,613), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,226), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,913), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase (p=273). Simpulan dari hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase. Disarankan dilakukan penyuluhan oleh dinas pertanian dan dinas kesehatan mengenai penggunaan dan penanganan pestisida yang baik.
ANALISIS POTENSI PAJAK PARKIR DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KABUPETEN KARAWANG Subagiyo, Agus
JURNAL REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani Vol 5, No 2: September 2018
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/ra.v5i2.274

Abstract

Regional Tax according to Law No.34 of 2000  as amended the latest  by Law number 28 of 2009 that Regional Tax is the contribution of taxpayers to regions that are owed by an individual or a body that is compelling based on the law, with no reward directly  and used for regional needs for the greatest prosperity of the people. The basis for tax collection is carried out by the regional Government in accordance with law number 32 of 2004 as ammanded  by Law No. 12 of 2008 concerning regional autonomy wich states that the government  and the people in the regionsare allowed to take care or their own households responsibly. Karawang regency is famous for its parking tax revenue target and realization  of parking tax which continues to increase every year.increasing the target every year within the last three years  2015-2017 is based on the achievement of the parking tax realization received. When viewed in terms of the determination of the largest target number, it accurred in 2017, which amounted ti IDR 4,000,000,000  from the previous year 2016, which was IDR 1,750,000,000 which increased by IDR 2,250,000,000. If seen  from the realization, the biggest income occured in 2017 with the total realization of Rp.3,063,776,838 with a percentage of 76.59%  but was not  achieved when viewed against the target of the determination. In terms of achieving the target, the biggest percentage occurred in 2016 with a realization of Rp.1,950,622,021 with a percentage of 111.46%. with the  failure to achieve the target in 2017, there are obstacles that arise during the implementation process in the field