Hertanto Wahyu Subagio
Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang

Published : 26 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL GIZI INDONESIA

Pengaruh suplementasi vitamin e (α-tokoferol) terhadap kadar gamma glutamil transferase (ggt) dan kadar nitric oxide (no) pada tikus (Studi pada tikus rattus novergicus strain wistar jantan terpapar inhalasi uap benzene) Roziana, Roziana; Subagio, Hertanto Wahyu; Suhartono, Suhartono; Widyastiti, Nyoman Suci
JURNAL GIZI INDONESIA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL GIZI INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.835 KB)

Abstract

Latar Belakang : Paparan benzene dapat menyebabkan stres oksidatif, diantaranya ditandai dengan peningkatan kadar GGT dan kadar NO. Vitamin E dapat mengurangi dan mencegah produksi radikal bebas. Reaktivitas hidrogen fenolik pada kelompok hidroksil α-tokoferol akan menstabilkan elektron tidak berpasangan pada radikal bebas. Tujuan : Membuktikan pengaruh suplementasi vitamin E terhadap kadar GGT dan kadar NO pada tikus jantan terpapar uap benzene. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen pada binatang coba dengan rancangan post test only controlled group design. Sampel 35 ekor tikus strain wistar jantan dibagi secara random dalam enam kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif dan empat kelompok perlakuan suplementasi vitamin E dosis bertingkat (X1 = 1,8 IU;  X2 = 3,6 IU; X3 = 7,2 IU; dan X4 = 14,4 IU per hari untuk setiap 200 gram berat badan tikus). Setiap kelompok kecuali kontrol negatif dipapar 300 ppm uap benzene selama 2 minggu (6 hari/minggu, 6 jam/hari). Pengukuran kadar GGT menggunakan metoda Kinetik Colorimetric dan kadar NO menggunakan metoda Colorimetric Gries dilakukan pada setiap kelompok. Hasil : Suplementasi vitamin E berpengaruh menurunkan  kadar GGT (p=0,0001). Pengaruh paparan benzene terhadap peningkatan kadar GGT dapat dicegah dengan baik pada dosis suplementasi vitamin E 14,4 IU/200gr BB tikus/hari. Suplementasi vitamin E tidak berpengaruh terhadap kadar NO. Simpulan : Ada pengaruh suplementasi vitamin E terhadap penurunan kadar GGT dan  tidak ada pengaruh suplementasi vitamin E terhadap penurunan kadar NO.
Ketersediaan dan Pola Distribusi Garam Beriodium di Kabupaten Jepara Widiyatni, Wiwid; Subagio, Hertanto Wahyu; Suhartono, Suhartono
JURNAL GIZI INDONESIA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : JURNAL GIZI INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.507 KB)

Abstract

Latar belakang : Konsumsi garam beriodium oleh masyarakat atau Universal Salt Iodization (USI) merupakan program utama penanggulangan GAKI di Indonesia. Ketersediaan dan distribusi garam beriodium sesuai SNI yang belum merata menjadi kendala tercapainya USI di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jepara. Jepara merupakan salah satu daerah penghasil garam di Jawa Tengah. Sebagian besar garam dijual keluar daerah sedangkan seluruh kebutuhan garam beriodium disuplai dari luar daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis ketersediaan, pola distribusi dan tingkat konsumsi garam beriodium di Kabupaten Jepara.Metode : Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informan utama terdiri dari 5 orang anggota tim penanggulangan GAKI dan 11 orang pelaku garam. Informan triangulasi terdiri dari 30 orang ibu hamil di wilayah Pakis Aji. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discusion dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan content analysis.Hasil : Terdapat 76 merk garam beriodium yang beredar di Jepara, 75 %  mengandung iodium  < 30 ppm. Tingginya peredaran garam ini disebabkan oleh lemahnya law enforcement di Jepara. Pola distribusi yang berbeda mengakibatkan ketersediaan garam beriodium di setiap wilayah juga berbeda. Sebagian besar responden telah mengonsumsi garam beriodium. Persepsi responden gondok merupakan dampak utama GAKI. Garam beriodium tersedia di pasar atau warung dengan harga terjangkau, rasa dan kualitas garam menjadi kendala dalam mengonsumsi garam beriodium sesuai SNI setiap hari.Simpulan : Sebagian besar (75%) garam beriodium yang beredar mengandung iodium < 30 ppm. Terdapat 8-14 merk garam serta penjual garam krosok curah dan kemasan di setiap wilayah. Sebagian besar responden telah mengonsumsi garam beriodium.