Articles

Found 13 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS) TERHADAP PERUBAHAN HISTOPATOLOGIK GINJAL DAN HATI MENCIT PASCA PEMBERIAN PARACETAMOL Suastika, Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No. 1 Pebruari 2011
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aims of this study is determine the influence of Buah Merah (Pandanus conoideus)on histopathological changes in kidney and liver of mice caused by paracetamoladministration. This study used 30 famale mice were grouped into 5, so each group ofsix-sided tail. Body weight of mice ranged from 25 grams – 40 grams with the femalesex. Group K +, T1, T2, T3 all given 10 mg of paracetamol during seven continuous ,on the eighth day until day 29 groups T1, T2, and T3 given Buah Merah oil fell as muchas 0.3 cc, 0.6 cc and 0.9 cc respectively. Data obtained by scoring histological changesof kidney and liver organs. Results of kidney organ scoring average total for the groupof K + is 9.67, T1: 4.5, T2: 5.67 and T3: 7.17. The total scoring of liver for groups of K+ is 9.67, T1: 4.83, T2: 6, and T3: 8.33. Results Mean Kruskal-Wallis test for kidneyand liver showed that there were higler significant (P <0.05) between the positive control group (K +) with treatment group (T1, T2, and T3) it can prevent kidney andliver damage.
Profil Seks Rasio Tukik Penyu Hijau (Chelonia mydas l) Pada Penetasan Alami Dan Non-alami Di Pantai Sukamade Kabupaten Banyuwangi Suastika, Putu; Adnyana, Ida Bagus Windia; Suprapti, Dwi
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seks rasio tukik penyu Hijau(Chelonia mydas L) yang dihasilkan dari penetasan alami dan non-alami di pantaiSukamade kabupaten Banyuwangi. Sampel yang dipakai adalah tukik berumur 1,5 bulanyang berasal dari 5 sarang penetasan telur. Jumlah sampel tukik adalah 40 ekor yangdiambil secara acak, terdiri atas 20 ekor dari penetasan alami dan 20 ekor dari penetasannon-alami. Tukik diambil organ gonadnya untuk dibuat preparat histologi denganpengecatan Harris-Haematoksilin eosin (H&E) untuk menentukan jenis kelamin. Hasilpenelitian menujukkan bahwa seks rasio pada penetasan alami terdeteksi jantan = 0, betina= 8, dan tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya = 12. Untuk penetasan non-alamiterdeteksi jantan = 13, betina = 0, dan tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya = 7. Dapatdisimpulkan bahwa temperatur mempunyai peranan penting dalam penetuan jenis kelamin,sebagaimana rerata temperatur yang ditujukkan pada data logger untuk penetasan alamiadalah 31,79 0C dan penetasan nonalami adalah 27,30 0C
Pemberian Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Terhadap Ketebalan Struktur Histologis Kolon Ayam Pedaging YANUNGRAH, WIDHI; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG; SUASTIKA, PUTU
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ayam pedaging merupakan ternak yang penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Tidak semua peternakan ayam pedaging berhasil, kegagalan para peternak juga sering terjadi, banyak kendala yang menyebabkan kegagalan peternak. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ayam pedaging menyebabkan penggunaan obat-obatan pencegahan terhadap penyakit dan peningkatan konversi ransum menjadi semakin sering agar ayam pedaging dapat di produksi secara efisien. Salah satu obat yang sering digunakan yaitu antibiotik tylosin dan gentamicin. Kolon merupakan salah satu bagian dari saluran pencernaan yang berfungsi untuk absorbsi air, natrium, dan mineral lain yang masih tersisa. Tylosin dan gentamicin diharapkan dapat mengendalikan keseimbangan mikoflora usus yang dapat menggangu perkembangan dari kolon, dalam penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi tylosin dan gentamcin terhadap ketebalan strukur histologis dinding kolon.Penelitian menggunakan ayam pedaging betina sebanyak 32 ekor yang dikelompokkan 4, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquabidest, perlakuan pertama (P1) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 10 mg, perlakuan kedua (P2) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 20 mg, perlakuan ketiga (P3) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 30 mg. Selanjutnya semua sampel diambil bagian kolon dan dibuat preparat untuk diukur ketebalannya.Hasil menunjukkan bahwa dapat dilihat pengaruh pemberian antibiotik tylosin dan gentamicin terhadap ketebalan histologis kolon ayam pedaging berpengaruh nyata, dan antar dosis P1, P2, dan P3 yang di injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin tidak berpengaruh nyata.
POLIMORFISME LOKUS MIKROSATELIT DRB3 SAPI BALI DI NUSA PENIDA MUAZIN, MUAZIN; WANDIA, I NENGAH; SUASTIKA, PUTU
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (5) 2012
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Genetik populasi menggambarkan besarnya variasi genetik dalam populasi dan mekanisme untuk mempertahankan variasi tersebut. Tingkat keragaman genetik suatu populasi dapat memberikan petunjuk mengenai keadaan populasi di masa mendatang. Keragaman genetik rendah akan membahayakan kelestarian suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui polimorfisme alel lokus mikrosatelit DRB3, yang meliputi jenis dan jumlah alel, frekuensi alel dan heterozigositas pada sapi bali di Nusa Penida. Sejumlah 21 sampel darah sapi bali dari Nusa Penida diambil sebagai sumber DNA. Darah diekstraksi mengunakan QIAamp DNA Blood Mini Kit dari QIAGEN, Amplifikasi lokus mikrosatelit DRB3 menggunakan dengan teknik PCR dengan suhu annealing 580C. Produk PCR yang merupakan suatu alel dipisahkan melalui elektroforesis pada gel acrilamid 7% dan dimuculkan dengan pewarnaan perak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah tujuh alel terdeteksi pada lokus DRB3 di populasi Nusa Penida, dengan panjang alel berkisar 140-229 pasang basa. Frekuensi alel berurutan dengan frekuensi tertinggi (0,29) untuk alel 194, disusul oleh alel 178 (0,24), alel 211 (0,21), alel 170(0,19) dan alel 140, 155, serta alel 224 masing-masing dengan frekuensi 0,02. Nilai heterozigositas sapi bali Nusa Penida menggunakan lokus mikrosatelit DRB3 sebesar 0,80. Data disimpulkan bahwa lokus mikrosatelit DRB3 bersifat polimorfik populasi sapi bali di Nusa Penida.
Tebal Struktur Histologis Duodenum Ayam Pedaging yang Diberi Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Raditya, I Gede Gilang Ikra; Suastika, Putu; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Indonesia Medicus Veterinus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha ternak broiler, sejak tahun 1998 semakin menonjol perannya dalam mempersempit kesenjangan terhadap meningkatnya kebutuhan akan daging. Daging ayam broiler dipilih sebagai salah satu alternatif, karena kita tahu bahwa ayam broiler sangat efisen diproduksi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal struktur histologis duodenum ayam yang diberi kombinasi tylosin dan gentamicin. Metode yang dipakai pada penelitian ini menggunakan 32 ayam pedaging yang di bagi dalam 4 kelompok yang di mana masing masing kelompok terbagi atas 8 ayam. Hasil penelitian ini sendiri adalah ketebalan struktur histologis duodenum pada kontrol (P0) rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P1 rata-rata 7,2 ?m, perlakuan P2 rata-rata adalah 7,6 ?m, dan perlakuan P3 rata-rata adalah 7,9 ?m. P3 lebih tebal dari P2 dan P2 lebih besar dari P1 dan P0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi tylosin dan gentamicin ini efektif untuk menyeimbangkan flora normal yang ada di dalam duodenum sehingga membuat pertumbuhan ayam menjadi sempurna.
DETERMINASI SEKS RASIO TUKIK PENYU HIJAU (Chelonia mydas L) PADA PENETASAN ALAMI DAN NON-ALAMI DI PANTAI SUKAMADE KABUPATEN BANYUWANGI SUASTIKA, PUTU; SUPRAPTI, DWI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Majalah Ilmiah Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seks rasio tukik penyu Hijau (Chelonia mydas L) yang dihasilkan dari penetasan alami dan non-alami di pantai Sukamade kabupaten Banyuwangi. Sampel yang dipakai adalah tukik berumur 1,5 bulan yang berasal dari sarang penetasan (5 sarang telur). Jumlah sampel tukik adalah 40 ekor yang diambil secara acak. Terdiri dari 20 ekor dari penetasan alami dan 20 ekor dari penetasan non-alami, selanjutnya tukik diambil organ gonadnya untuk dibuat preparat Histologi dengan pengecatan Harris-haematoksilineosin (H&E) untuk mengetahui penentu jenis kelamin. Hasil penelitian menujukkan bahwa seks rasio pada penetasan alami terdeteksi jantan = 0, betina = 8, dan tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya = 12. Untuk penetasan non-alami terdeteksi jantan = 13, betina = 0, dan tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya = 7. Temperatur pada sarang penetasan mempunyai peranan penting dalam penetuan jenis kelamin, rerata temperatur yang ditujukkan pada data logger untuk penetasan alami adalah 31,79 0C dan penetasan non-alami adalah 27,30 0C
ASOSIASI POLIMORFISME GENETIKA LOKUS DEOXYNUCLEIC ACID (DNA) MIKROSATELIT GEN BOVINE LYMPHOCYTE ANTIGEN (BoLA) DENGAN KUALITAS SEMEN PADA SAPI BALI Puja, I Ketut; Wandia, I Nengah; Suastika, Putu; Sulabda, I Nyoman
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.094 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.932

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi dasar mengenai struktur genetika menggunakan marka melokuler DNA mikrosatelit gen bovine lymphocyte antigen (BoLA) dan hubungannya dengan kualitas semen sapi bali. Data diambil dari 8 ekor sapi jantan yang ada di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Inseminasi Buatan, Baturiti, Tabanan, Bali. Hasil pemeriksaan kualitas sperma menunjukkan bahwa volume semen sapi bali 3,0-6,5 ml, konsentrasi spermatozoa 800-11.000 juta sel/ml, dan persentase spermatozoa motil 70-75%. Hasil penelitian pada sapi bali menunjukkan bahwa ketiga lokus mikrosatelit yang digunakan teramplifikasi pada sapi bali dan jumlah alel pada lokus RM185 dan BM1815 adalah 2 sedangkan jumlah alel pada lokus DRB3 adalah 1. Heterozigositas per lokus berkisar 0-0,533. Nilai PIC per lokus antara 0-0,375. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ukuran alel pada ketiga mikrosatelit berpotensi sebagai marka molekuler yang berperan terhadap kualitas semen pada sapi bali.
Kadar Mineral Kalsium Dan Besi Pada Sapi Bali Yang Dipelihara Di Lahan Persawahan (LEVEL OF MINERAL CALCIUM AND IRON ON THE BALI CATTLE BEING FARMEDIN THE RICE FIELD) Pujiastari, Ni Nyoman Tri; Suastika, Putu; Suwiti, Ni Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 1 Pebruari 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research aims were to know the levels of calcium and iron mineral in blood serum of balicattle rared on the rise fields. The sample used in this study were blood serums which were takenfrom 15 bali cattles  in District of Tabanan, Bali Province.  Serum samples were analysed by wetdestruction method, used H2SO4 and HNO3 and mineral concentration are read by AtomicAbsorpsion  Spectrofotometry (AAS). The result show that the level of bali cattle calcium mean of6,23±0,019 mg/l and iron  mean 8,387±0,002 mg/l. The conclusion of this research is the level ofcalcium was lower and iron level was higher, campared to the other cattle in the world.
Struktur Histologi Dan Histomorfometri Granulosit Pada Sapi Bali Pasca Pemberian Mineral Rahayu, Ni Luh Sri Sundari; Suwiti, Ni Ketut; Suastika, Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur histologi dan histomorfometri granulosit pada sapi bali pasca pemberian mineral.  Sebanyak 24 sampel darah sapi bali terdiri dari tiga kelompok perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini.  Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena jugularis.  Apusan darah dibuat dengan menggunakan metode slide kemudian diikuti oleh fiksasi dan pewarnaan Hematoxilin Eosin. Pengukuran granulosit dilakukan dengan menggunakan mikroskop perbesaran 100x, dan dianalisis dengan analisis varian. Struktur histologi analisis dengan deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mineral dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap histomorfometri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil.  Selain itu struktur histologi granulosit sapi bali juga tidak berbeda nyata diantara kelompok perlakuan.
Histopatologi Testis Tikus Penderita Diabetes Mellitus Pasca Pemberian Ekstrak Daun Kelor Jannah, Raodatul; Setiasih, Ni Luh Eka; Suastika, Putu
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 2 Agustus 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i02.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi testis tikus putih galur wistar yang mengalami diabetes mellitus (DM). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar DM kemudian dibagi dalam 6 kelompok perlakuan dan 4 kali ulangan. Masing-masing kelompok P1 (ekstrak daun kelor (edk) 0 mg/kgBB Perlakuan 1),  P2 (edk 100 mg/kgBB), P3 (edk 200 mg/kgBB), P4 (edk 300 mg/kgBB), P5 (edk 400 mg/kgBB), dan P6 (edk 500 mg/kgBB). Pada akhir penelitian semua tikus dikorbankan dan jaringan testis diambil untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Variabel yang diamati meliputi degenasi melemak dan nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun kelor dapat memperbaiki gambaran histopatologi testis tikus penderitra diabetes mellitus. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dosis 400 mg/kgBB memiliki gambaran histopatologi terbaik.