Articles

Status Sosial Orang Tua dan Prestasi Akademik Siswa Manda, Darman; Suardi, Suardi
EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI Vol 4, No 2 (2016): PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah keterkaitan dan hubungan antara status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui gambaran tentang status sosial ekonomi orang tua siswa. (ii) Untuk mengetahui tingkat prestasi akademik siswa. (iii) Untuk mengetahui keterkaitan status sosial ekonomi orang tua terhadap tingkat prestasi siswa di Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan mengetahui hubungan status sosial ekonomi terhadap prestasi siswa. informan di tentukan secara purposive sampling berdasarkan karakteristik informan yang telah ditetapkan yaitu  orang tua siswa, tenaga pendidik, masyarakat, pemerintah dan siswa. Tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data melalui berbagai tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (i) Tingkat status sosial ekonomi orang tua siswa di kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru dapat dikatakan sebagian besar berstatus sosial ekonomi menengah ke bawah. (ii) siswa di kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, memiliki prestasi yang sangat baik. (iii) Keterkaitan Status sosial ekonomi orang tua siswa dengan prestasi akademik siswa, dapat  dikatakan tidak memiliki keterkaitan yang signifikan. Kata Kunci : Status, Sosial, Ekonomi.
EKSISTENSI DAN PERILAKU KOMUNITAS PEMINUM BALLO’ (STUDI KASUS PADA KAMPUNG BUNGUNG KATAMMUNG KECAMATAN BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG) Suardi, Suardi
JKIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 1 No 1 (2014): JKIP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.501 KB)

Abstract

Eksistensi minuman ballo’ dalam masyarakat ada sejak dulu, yang sudah menjadi bagian tersendiri bagi masyarakat, meskipun awalnya jumlahnya hanya sedikit namun lama-kelamaan mengalami peningkatan yang sangat singnifikan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti anomie, labeling, sosialisasi dan kontrol dalam  masyarakat. Eksintensi komunitas peminum ballo’ seperti adanya norma, hukum,  filosofis, stratifikasi, status dan peran. Terbentuknya komunitas peminum ballo’ dipengaruhi faktor kedekatan setiap anggota masyarakat dan kesamaan kebiasaan masyarakat. Sedangkan individu yang meminum ballo’ dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor sosialisasi, labeling , anomi dan  kontrol sosial. Dampak positif kominutas peminum ballo’ sebagai wadah interaksi sosial, solidaritas sosial dan ekonomi keluarga sedangkan dampak negatifnya seperti kesehatan, konflik sosial, pendidikan dan hukum. Pengendalian sosial komunitas peminum ballo’ di dalam  masyarakat dapat dilakukan pemerintah, lembaga kepolisian dan lembaga adat sebagai control social yang mampu memberikan pengendalian secara persuasive dan koersif yang diharapkan mampu menertipkan anggota mayarakat yang melanggar aturan agar kehidupan masyarakat tertib, aman dan tentram (equilibrium).
PENGATURAN WORLD TRADE ORGANIZATION DALAM HUKUM INTERNASIONAL SERTA KONFLIK KEPENTINGAN ANTARA NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG suardi, suardi
INSPIRASI Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.561 KB)

Abstract

Hukum internasional merupakan sarana bagi pencapaian tujuan kesejahteraan bagi masing-masing negara, Baik itu pada negara berkembang maupun terhadap negara maju. Dalam konteks inilah eksistensi perdagangan antar negara untuk saling memajukan dan saling menyejahterakan antar bangsa telah digagas melalui suatu forum besar yang disebut (WTO) yang mempunyai otoritas mengatur segala lalulintas perdagangan antar negara-negara. Baik pada negara maju maupun negara berkembang. Perkembangan menunjukkan bahwa kepentingan negara maju dan negara berkembang dalam lalulintas perdagangan internasional telah memiliki karakter dan kepentingan berbeda, perbedaan tersebut telah memberikan implikasi terhadap hukum yang mengatur perdagangan bebas sehingga negara berkembang merasa bahwa kepentingan negara maju telah mendominasi artikulasi perdagangan internasional tersebut. Hal inilah yang hendak diurai dalam tulisan berikut ini.
URGENSI CONVENTION ON CYBERCRIME TAHUN 2001 DALAM RANGKA PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK INDONESIA suardi, suardi
INSPIRASI Vol 1, No 12 (2011)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.147 KB)

Abstract

Implikasi yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi informasi telah berdampak kepada dua aspek dalam perilaku manusia itu sendiri, yang pertama bahwa masyarakat dunia dalam percepatan untuk mendapatkan informasi baik ilmu pengetahuan dan teknologi telah membutuhkan komonokasi teknologi tinggi untuk memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai aspek kebutuhan masyarakat dunia. Kedua cenderung  kemajuan teknologi informasi telah dijadikan komoditi untuk melakukan kejahatan siber ( cybercrime), baik kejahatan berupa hacking, pembobolan kartu keredit melalui situs internet (carding) dan bentuk lain dari kejahatan siber  yang tidak dapat dibatasi  oleh territorial suatu Negara  karena sipat dari media internet  yang tidak lagi mengenal batas-batas territorial suatu Negara. Sementara di sisi lain, pelaku kejahatan berada diluar wilayah territorial dan Negara yang menjadi korban tidak dapat mengadili pelaku kejahatan dengan alasan yurisdiksi suatu Negara. Dengan demikian urgensi Convention cybercrime untuk ditatifikasi sangatlah penting karena di dalamnya telah menekankan kepada semua Negara untuk melakukan kerjasama internasional dalam memberantas cybercrime yang bersifat global dan tanpa batas itu. Konsekwensi logis dari ratifikasi ini adalah Indonesia harus dapat menyesuaikan segalah aturan perundang-undangannya serta membangun kerjasama internasional baik dalam tehnologi informasi maupun Kata Kunci : Urgensi Convention on cybercrime dan implikasinya terhadap aturan nasinal Indonesia
PENGATURAN WORLD TRADE ORGANIZATION DALAM HUKUM INTERNASIONAL SERTA KONFLIK KEPENTINGAN ANTARA NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG suardi, suardi
INSPIRASI Vol 1, No 13 (2012)
Publisher : INSPIRASI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.561 KB)

Abstract

Hukum internasional merupakan sarana bagi pencapaian tujuan kesejahteraan bagi masing-masing negara, Baik itu pada negara berkembang maupun terhadap negara maju. Dalam konteks inilah eksistensi perdagangan antar negara untuk saling memajukan dan saling menyejahterakan antar bangsa telah digagas melalui suatu forum besar yang disebut (WTO) yang mempunyai otoritas mengatur segala lalulintas perdagangan antar negara-negara. Baik pada negara maju maupun negara berkembang. Perkembangan menunjukkan bahwa kepentingan negara maju dan negara berkembang dalam lalulintas perdagangan internasional telah memiliki karakter dan kepentingan berbeda, perbedaan tersebut telah memberikan implikasi terhadap hukum yang mengatur perdagangan bebas sehingga negara berkembang merasa bahwa kepentingan negara maju telah mendominasi artikulasi perdagangan internasional tersebut. Hal inilah yang hendak diurai dalam tulisan berikut ini.
Efektivitas Program Makassar Tidak Rantasa (MTR) Hambali, Hambali; Suardi, Suardi
EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI Vol 3, No 2 (2015): PERUBAHAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses sosialisasi program Makassar Tidak Rantasa (MTR) kepada masyarakat di kelurahan Mangasa dan mengetahui bentuk-bentuk kesadaran kebersihan masyarakat di kelurahan Mangasa sejak diberlakukan program Makassar Tidak Rantasa.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data malalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisi data yang digunakan adalah secara kualitatif deskriptif. Analisis ini dilakukan dengan cara menyusun dan mereduksi data, mendisplay data yang dikumpulkan dari berbagai pihak dan kemudian memberikan verifikasi untuk disimpulkan.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa (1) proses sosialisasi program Makassar Tidak Rantasa (MTR) ini tampak sangat disambut baik oleh masyarakat di kelurahan Mangasa. Sosialisasi dilakukan secara langsung atau dari rumah ke rumah dan sosialisasi tidak langsung dengan cara pemasangan baliho/reklame di RW/RT tertentu. (2) bentuk-bentuk kesadaran kebersihan masyarakat sejak adanya program Makassar Tidak Rantasa (MTR) ini yakni ikut andilnya masyarakat untuk melakukan kerja bakti pada hari libur (sabtu-minggu). Hal ini berdampak positif bagi lingkungan karena sebagian besar masyarakat telah menyadari pentingnya kebersihan lingkungan melalui program Makassar Tidak Rantasa (MTR). Dengan demikian, program Makassar Tidak Rantasa (MTR) ini sangat efektif diberlakukan di kota Makassar terkhusus di Kelurahan Mangasa. Kata Kunci : Efektivitas, Makassar Tidak Rantasa, Kesadaran Kebersihan.
Perbandingan Performans Reproduksi Kuda Lokal dan Turunan Thoroughbred di Kota Payakumbuh Hendri, Hendri; Suardi, Suardi; Mikail, A
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.156 KB)

Abstract

This study aimed to compare the performance of reproduction between local horses and descendant of Thoroughbred in Payakumbuh. In this study used a sample of 60 mares productive which have a complete recording. This research was a field research with survey method. Samples were taken by purposive sampling technique. The parameters were observed in between the age of first marriage, old pregnant, and lust after lambing. The results showed that the average age of first marriage in the Local horse was 26.2 ± 8.53 months while on horseback Throughbred derivative obtained at 51.8 ± 14.5 months, the average of pregnant time of Local horse was 323.17 ± 8.55 days while on horseback derivative Throughbred amounted to 324.37 ± 14 185 days and the median lust after lambing on Local horse was at 16.37 ± 9.37 days while on horseback Throughbred derivative obtained at 10.9 ± 6.64 days.
PROBLEMATIKA PENERAPAN PRINSIP SUSTAINABLE DEVELOPMENT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMENUHAN HAM suardi, suardi
FIAT JUSTISIA Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.874 KB)

Abstract

The principle of sustainable development in environmental management is a principle that was born out of responses to the serious environmental damages and give bad effects for human survival, the more damaged of the environment, the higher the threat to humanity itself. Therefore, development is a process of fulfilling human needs that supported on the carrying capacity of the optimal environment. Thus, the higher carrying capacity of environment makes the better stability for human life, conversely the higher human needs in life should be supported by the data support of good environment, so that it can function as a life supporting system. In the implementation, the principle of sustainable development has experienced the complex problems in implementing the balance of human life needs and also the environment, as a result, the environmental damage becomes severe and seemed not able to overcome, people assume that natural resources is the material that should be exploited for fulfilling the human needs. Therefore, environmental management geared to optimize natural resources as a supplier of material needs. By paying attention to that concept, then, environment is seen as a mere object, in turn, the environment can not be saved. Where as the concept of sustainable development requires a balance between human needs and environmental capacity. Hence, the future generations also have the right to enjoy a good and healthy environment as part of their human rights in the future. If the present generation does not pay attention those things, then, the present generation can be said violating the human rights of future generations. Keywords: Problematic of Applying the Principle of Sustainable Development, Human Rights.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBUAH DEKONSTRUKSI PENDIDIKAN DI TENGAH KEMAJEMUKAN Suardi, Suardi
WAHANA DIDAKTIKA Vol 14, No 1 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah pendidikan multikultural yang merupakan dekonstruksi atas kemajemukan. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) konteks program yang tidak didukung oleh pemerintah. Ini nampaknya bahwa pemerintah tidak memberikan bimbingan atas penerapan program oleh hukum; (2) aspek input menunjukkan bahwa input terkategori cukup baik dalam penerapan pembelajaran multikultural di samping dukungan masyarakat yang berpartisipasi dalam perencanaan pendidikan sekolah; (3) aspek proses dari program yang terkategori cukup baik dimana guru mengintegrasikan pembelajaran multikultural dalam instruksi pembelajaran, dan (4) aspek luaran menunjukkan bahwa kompetensi siswa dalam multikultural dinilai cukup baik dimana mereka mereka menerima budaya orang lain di sekitar. Kata Kunci: Pembelajaran Multikultural, Dekonstruksi
Gerakan Sosial Coremap Dalam Pelestarian Terumbu Karang Kaharuddin, Kaharuddin; Suardi, Suardi
EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI Vol 3, No 2 (2015): PERUBAHAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Gerakan Sosial Coremap dalam Pelestarian Terumbu Karang di Desa Mattiro Bombang Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tindakan masyarakat terhadap Coremap dalam pelestarian terumbu karang dan  untuk mengetahui apakah Coremap dapat merehabilitasi dan mengelola terumbu karang yang dapat meningkatkan ekonomi nelayan di Desa Mattiro Bombang. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dari hasil foto dan arsip yang dimiliki oleh pemerintah setempat. Dalam penelitian ini, yang menjadi sasaran penelitian adalah pertama masyarakat yang pernah terlibat langsung dalam Coremap, kedua masyarakat nelayan yang dianggap bisa memberikan informasi atau data yang sesuai dengan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, masyarakat yang pernah terlibat langsung dalam kegiatan Coremap merasakan dampak yang dialami selama program terlaksana banyak kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Pandangan masyarakat nelayan mengenai Coremap sebagian besar setuju selama diadakannya program tersebut karena menurutnya kondisi ekonomi mereka menjadi meningkat namun sedikit masyarakat menyayangkan pemerintah memberhentikan program Coremap. Kata Kunci : Gerakan Sosial, Coremap, Terumbu Karang